Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Bonchap Satu


__ADS_3

Dua orang anak perempuan dan lali-laki terus berlari berkejaran di taman belakang rumah mereka, sekilas mereka nampak bahagia. Dan dari kejauhan terlihat sepasang suami istri yang baru saja pulang dari luar dan langsung mencari anak-anak mereka ke belakang rumah.


" Kai,... Freya,..." Panggilan itu langsung membuat dua anak yang berbeda jenis itu pun menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah sumber suara berasal, seketika manik mata keduanya berbinar saking bahagianya.


" Mom,... Dad,..." Panggil mereka secara bersamaan seraya berlari ke arah mereka berdua.


" Daddy kemana saja, kenapa Freya tidak di ajak pergi?" Keluh gadis kecil nan cantik yang sedang menekuk wajahnya yang tengah kesal terhadap Daddynta yang ada di hadapannya saat ini.


" Hei, cantiknya Daddy tidak perlu marah seperti itu sayang. Daddy sama Mommy hanya pergi sebentar saja, dan anak kecil juga tidak boleh ikut kesana, apa Freya mau di suntik oleh Pak Dokter?" Goda sang Daddy yang juga berusaha memberi pengertian kepada putri cantiknya itu.


Freya kecil menggeleng dengan mantap, tentu saja siapa anak kecil yang mau di suntik, terlebih anak kecil seusia mereka pasti membayangkan suntikan berukuran besar sudah bergedik ngeri seperti mainannya yang tengah di gunakan seorang Dokter.


" No Daddy! Freya tidak mau di suntik. Biarkan Kai saja yang di suntik, dia sangat suka di suntik!" Gadis kecil itu justru menyodorkan Kakak kembarannya sendiri yang menjadi korbannya.


" No, No! Hei kenapa kau harus mengorbankan Kakakmu sendiri demi kebahagianmu, payah! " Cibir bocah laki-laki yang di panggil Kai oleh semua orang.


" Sudah-sudah kenapa jadi kalian yang harus bertengkar. Daddy tidak mau kalian bertengkar hanya masalah sepele, sekarang saling memaafkan, ayo!" Titah tegas si Daddy yang tidak akan bisa mereka abaikan.


" Sorry Frey."


" Sorry Kai." Seru keduanya secara bersamaan seraya tangan kecil mereka yang saling bersalaman.


" Nah, good boy and good girl. Ini baru putra dan putri Daddy. Oh iya, ada kabar bahagia lho untuk kalian berdua." Seru si Daddy masih asik terus ingin berbicara kepada kedua jagoan kecilnya. Sementara itu sang istri hanya diam duduk di sofa bundar yang berada tak jauh dari tampat ketiganya. Sedangkan suaminya sendiri sedang berjongkok di hadapan kedua bocah itu.


" Apa itu Dad?" Tanya Kai yang terdengar tidak sabar, ia mengira akan di belikan mainan baru oleh Daddynya, namun sepertinya kali ini bukan, terlihat kedua tangan sang Daddy yang kosong tidak membawa apapun.


" Dengar, kabar baiknya kalian berdua akan menjadi seorang Kakak, ya kalian berdua akan mempunyai Adik baru, apa kalian senang?" Tanya si Daddy yang terlihat binar kebahagiaan di wajah yang selalu terlihat tampan itu.

__ADS_1


" Adik baru?" Beo si kembar yang tidak menyangka akan mempunyai Adik, ya walau usia keduanya sudah hampir empat tahun. Dan itu terbilang sedikit terlambat, sebab itu semua juga atas permintaan dari kedua orangtua mereka yang menginginkan cucu kembali, dan mau tidak mau akhirnya sepasang suami istri itu pun sepakat untuk menambah momongan.


" Apa itu benar Mom? Kami akan memiliki Adik baru?" Tanya Freya yang ternyata jauh lebih antusias daripada sang Kakak.


"Ya itu benar sayang." Jawab si Mommy mencoba tersenyum ke arah kedua anaknya.


Tak di pungkiri ia sendiri juga tidak menyangka akan memiliki momongan lagi di usia pernikahan mereka yang akan menginjak usia pernikahan yang sudah mencapai ke dua tahun lebih, ya keduanya telah melangsungkan pernikahan sederhana yang tidak banyak mengundang tamu undangan dua tahun yang lalu


.


Ya mereka akhirnya menjadi sepasang suami istri! Vero dan Jull pun menikah setelah beberapa bulan mereka menyendiri sibuk mengurus putra dan putri mereka yang hanya terpaut beberapa bulan saja. Dan tentunya status anak mereka pun di anggap sebagai anak kembar, karena tidak mungkin keduanya akan mengatakan yang sebenarnya bahwa kedua orangtua kandung mereka berbeda.


Dan dalam tiga tahun terakhir belakangan ini, baik Kailash laki-laki yang pernah menjadi suami Vero dan juga Quila istri dari Jullio juga sering datang berkunjung di hadapan mereka berdua, walau tidak secara bersamaan namun itu mampu membuat kedua alien itu merasa lega karena bisa melihat putra dan putri mereka secara langsung yang semakin tumbuh besar.


Meski tahu kebenaran itu, Vero dan Jull sama sekali tidak ada yang merasa marah ataupun tersakiti, mereka saling menerima bahwa dua makhluk alien yang sempat mengisi sisi hati kosong mereka tidak akan bisa menemani bahkan seterusnya tinggal di muka bumi ini, maka dari itu keduanya sama-sama saling menerima dengan ikhlas, di saat salah satunya sedang bermesraan pun dengan pasangan lainnya, ya walau hanya beberapa menit saja itu berlangsung, terlihat konyol memang, tapi itulah yang terjadi kepada keempatnya.


" Sayang, Vero kau baik-baik saja? Ayo kita masuk dan kau bisa langsung istirahat, ingat kata Dokter tadi kandunganmu ini sedikit lemah jadi harus di jaga ekstra kalau perlu bed rest saja, dan tidak boleh banyak ber-aktifitas terlalu berat, lebih baik kau tidak perlu melakukan tugas rumah apapun, biarkan suster dan para Maid yang mengurusnya." Ia menggandeng lengan istrinya dan akan mengajaknya masuk le dalam kamar mereka. Namun ia kembali menoleh ke arah belakang. " Anak-anak biarkan Mommy istirahat dulu ya, kasihan Mommy kecapean, kalian juga jangan lama-lama mainnya sudah sore, setelah ini langsung pergi bersih-bersih okay!." Titahnya dengan tegas, keduanya pun langsung berjalan meninggalkan kedua anaknya yang masih berdiri saling terdiam.


" Apa Mommy sedang sakit ya?" Gumam Kai seraya menatap kepergian kedua orangtuanya.


" Sepertinya begitu, dak Kau tidak boleh mengganggunya Kai, kasihan Mommy!" Seru Freya memperingati saudara kembarannya itu.


" Kau tenang saja, mana mungkin aku akan mengganggu Mommy yang sedang sakit, ayo sebaiknya kita membersihkan diri dan menyusul mereka." Ajak Kai yang sudah lebih dulu melangkah meninggalkan Adik kembarnya yang masih mematung.


" Kakak, tunggu Frey!" Teriak Freya yang sama sekali tidak di hiraukan oleh Kai. Freya pun berjalan menyusul Kai di ikuti sang suster di belakangnya.


Beberapa saat kemudian kedua bocah itu berjalan cepat ke arah kamar kedua orangtuanya. " Den Kai, Non Freya jangan lari, pelan-pelan saja." Teriak sang suster yang nampak di hiraukan oleh kedua bocah yang sedang berlarian itu.

__ADS_1


Begitu sampak dan membuka pintu besar itu di bantu oleh susternya, terlihat kedua orangtua mereka yang baru akan bercumb*, untung saja keduanya cepat sigap dan langsung saling menarik diri untuk menjaga jarak.


" Daddy, Mommy.." Seru kedua bocah itu berlarian naik ke atas ranjang besar milik orangtuanya. Sementara sang suster sudah pergi setelah menutup pintu kembali.


" Huft,, hampir saja sayang." Bisik Jull dengan pelan, di dekat telinga sang istri.


" Kakak sih, mes*m banget, sudah di bilangin juga! Sudah sana bersih-bersih." Usir Vero yang juga berbisik pelan namun terdengar sedikit ketus kepada pria yang sudah menjadi suaminya ini.


" Habisnya Kakak gemes sih! Rasanya Kakak ingin selalu memakanmu sayang." Bisiknya dengan mesra. " Baiklah anak-anak kalian tidak boleh mengganggu Mommy ya, Daddy mau bersih-bersih dulu." Titahnya yang langsung di angguki oleh keduanya.


" Sini sayang dekat Mommy." Pinta Vero kepada putranya Kai. Walau bukan terlahir dari rahimnya, namun Vero tidak pernah membeda-bedakan antara keduanya, begitupun dengan Jull yang bersikap sama.


" Apa Dedek bayinya nakal, sehingga membuat Mommy sakit?" Celetuk Freya dengan polosnya.


Vero hanya tersenyum mendengar celotehan dari putrinya, bagaimana bisa di bilang nakal kalau wujudnya saja masih sebesar biji kacang hijau yang baru akan bertunas.


" Sepertinya Dedek bayinya tidak nakal sayang." Sahut Vero seraya mengusap puncak kepala Kai dan juga Freya yang ikutan rebahan di samping kanan kirinya.


" Sepertinya bukan Dedek bayi yang nakal, tapi..." Seru Kai yang menjeda ucapannya, membuat kedua wanita berbeda usia itu pun penasaran.


" Tapi siapa Kak,,?" Tanya Freya yang sudah tidak sabar lagi.


" Tapi,, Daddy yang nakal!" Lanjut Kai tanpa berpikir panjang, membuat keduanya terbelalak saking kagetnya.


.


~ Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2