Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Perlakuan Manis


__ADS_3

Saat Vero baru saja keluar dari kamar mandi dengan masih memakai handuk kimononya, ia di kejutkan oleh pria tampan yang sudah menunggunya di atas ranjang. Bahkan pria itu menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.


Vero tidak yakin jika di balik selimut itu ada kain yang menutupi tubuh bawah Bosnya atau tidak, sebab tadi sepulang dari kantor, pria itu berbisik jika malam ini ia harus bersiap dan tak ingin menunggu lagi seperti kemarin malam.


" Ayo sini Baby." Titah Kai meminta Vero untuk naik ke ata ranjang bersamanya.


" Aku mau berpakaian lebih dulu." Tolaknya..


" Tidak perlu, nanti juga akan di lepas. Ayo, malam ini kau harus siap." Tanpa ingin menunggu lebih lama lagi, Kai segera menarik tubuh seksi Vero membuatnya berada di bawah kungkungannya.


.


" Aakkhh!" Vero terpekik saat melihat benda asing yang baru ia lihat hari ini. Tentu saja itu adalah antena milik Kai yang sudah berdiri tegak, yang mungkin bisa membuatnya melayang hingga ke luar angkasa.


" Kenapa kau terkejut? Ah, kau baru pertama kali melihat pusaka sakti ini ya." Tunjuk Kai dengan mata nakalnya ke arah bawah." Nanti juga kau akan terbiasa." Kai lupa jika saat melakukan pertama kali dengan wanita ini. Vero dalam keadaan tidak sadar, yang otomatis tidak melihat antenanya yang saat itu menyetrum seluruh tubuhnya hingga ke langit ke tujuh.


Vero menelan salivanya dengan kasar, ia masih tidak percaya dengan semua ini. Dulu ia bahkan takut melakukannya dengan Jullio, ya walau pria itu tidak memintanya, namun ia yakin, waktu itu Jullio sangat tersiksa saat berusaha menahannya seorang diri.


" A–apa itu akan muat di tubuhku?" Cicit Vero dengan wajah polosnya. Membuat Kai tak bisa menahan tawanya kali ini. Vero terlihat begitu menggemaskan. Saking menggemaskan ia merasa begitu greget ingin segera memakan mangsanya malam ini juga.


" Tentu saja, ini bentuknya elastis. Yang otomatis akan mengecil dan membesar dengan sendirinya, menyesuaikan dengan sarangnya." Terdengar konyol memang, tetapi Kai sudah tidak peduli. Dengan satu hentakan mereka berdua sudah dalam keadaan sama-sama polos tidak memakai sehelai benang pun.


" Tu-tunggu dulu! Kau tahu—


Kai langsung mencumbui Vero dari mulai lembut hingga berubah sedikit kasar. Seolah ia tidak ingin mendengar protes dan juga ucapan apapun lagi dari Vero. Sebab antenanya sudah terasa menegang sempurna siap menyetrum seluruh tubuh Vero.


" Aahhh.." Desah*n pun lolos dari bibir tipis Vero saat Kai menyesap betgantian bukit kembarnya. Dan juga tangan Kai yang sudah bermain-main nakal di lembah yang sudah terasa lembab itu.

__ADS_1


Setelah puas ciuman Kai semakin turun, ia ciumi tubuh Vero tanpa terkecuali, hingga berakhir di lembah yang menjadi favoritnya, segeralah ia tenggelam kepalanya di sana, menyesap seluruh rasa yang membuatnya menggil4.


" Aahh, Ouugh.." Vero mendes*h lirih saat inti tubuhnya di permainkan oleh mulut dan juga lid4h dari Bos mesumnya. Hingga tak lama lenguhan panjang mengudara, pertanda Vero telah mencapai puncak pertamanya. Kai merangkak naik menatap dalam wajah cantik Vero.


" Bagaimana rasanya Baby? Nikmat bukan? Ingin merasakan yang lebih nikmat lagi?" Tanya Kai dengan tatapan sayu juga berkabut gairah setelah menyesap seluruh cairan yang wanita itu keluarkan tadi.


Tanpa sadar Vero mengangguk dengan cepat, membuat Kai tersenyum lebar. Sebenarnya Vero sangat sadar, ia penasaran dengan rasa setelah ini, itulah kenapa ia langsung mengangguk ingin tahu rasa nikmat yang lebih itu seperti apa.


Jari Kai kembali menusuk ke bawah sana, hingga tubuh Vero mengeliat gelisah." Kau sudah sangat siap rupanya. Kita mulai ya." Ujar Kai seolah meminta Vero untuk menerima antenanya untuk memasuki tubuh indah itu. Dengan perlahan Kai memegang kepala bawahnya, ia menyapa lembah milik Vero terlebih dahulu dengan cara menggesek-gesek bibir merah merekah itu. Dan perlahan tapi pasti, antena saktinya mulai melesak masuk ke dalam inti tubuh wanitanya.


" Aarrggkkhh, sakiiitt, woiiii.!!!" Teriak Vero seakan ia berbicara dengan temannya sendiri. Kai sadar ia baru melakukannya sekali pada wanitanya. Dan ternyata rasa ngilu itu masih akan di lewati kembali oleh mereka.


" Sorry." Kai ******* bibir Vero kembali, agar membuat wanitanya rileks, begitu sudah tenang, ia kembali menghentakkan antenanya ke dalam tubuh Vero, hingga dalam satu kali hentakan antenanya sudah tenggelam di telan semua oleh milik Vero, hingga ke terasa ke ulu hatinya, yang paling dalam dan hangat.


" Aahh, ini sangat nikmat Baby. Tubuhmu selalu membuatku gil4." Racau Kai yang segera bergerak bebas, mencari titik dimana rasa nikmat itu berada.


' Apa seperti ini rasanya bercinta? Kenapa terasa nikmat sekali. Kenapa waktu itu Kak Jull tidak melakukannya padaku? Jika tahu rasanya sungguh sangat enak seperti ini.'


" Jangan pikirkan pria lain Baby. Di saat aku yang memberimu kenikmatan." Sarkas Kai terdengar begitu tajam dan dingin. Vero mengerti, ia sudah melakukan kesalahan barusan, sehingga ia hanya mengangguk pelan.


Pria mana yang tidak akan marah saat melakukan penyatuan, pasangannya justru memikirkan pria lain. Vero tak lagi memikirkan apapun, ia hanya ingin menikmati rasanya nikmat surga dunia ini ternyata seenak ini


Saat Vero terus merasakan keenakan, tiba-tiba saja ia tersentak saat tubuhnya di tarik dan di buat menungging. Belum selesai dengan rasa keterkejutannya, Vero kembali di buat terkejut oleh sesuatu yang menusuknya dari arah belakang.


" Aahhh,,, kenapa rasanya enak seperti ini??" Desisnya dengan mata terpejam.


" Bagaimana? Enak Baby?" Tanya Kai dengan suara paraunya. Vero tak mampu menjawabnya lagi, selain mengangguk pasrah dan mendesis-desis. Entah berapa gaya yang mereka lakukan, hingga berakhir Kai menggendong tubuh Vero dalam posisi berdiri.

__ADS_1


" Aahh,, aku akan sampai lagi Baby." Kai terus menggerakkan pinggul wanitanya, hingga antenanya semakin menekan ke dalam, dan tubuhnya bergetar, begitupun dengan Vero yang merasakan hal yang sama, ini sudah ke sekian kalinya ia akan meledak, tak lama tubuhnya bergetar hebat. Hingga rasanya tubuh mereka sama-sama melemas tak memiliki tenaga.


" Istirahatlah, sebentar lagi matahari terbit." Titah Kai merebahkan tubuh lemah Vero ke atas ranjang kembali, dan juga menarik selimut menutupi tubuh polos itu.


Sebenarnya Vero tersentak mendengat ucapan Kai, bahwa matahari akan terbit. Itu berarti mereka bercinta dengan gil4 sampai lupa waktu. Entah berapa kali mereka melakukan penyatuan. Memikirkan hal itu sampai ia tidak sadar sudah masuk ke alam mimpi. Di susul Kai memeluk tubuhnya dengan erat." Kurasa aku mulai menggilaimu Baby, jangan pernah meninggalkanku." Bisik Kai, yang tentu saja tidak di dengar oleh Vero yang memang sudah terlelap.


***


" Aakhhh, kenapa tubuhku terasa remuk redam, seperti habis di buat samsak oleh seseorang? " Vero mendesis begitu merasa berat untuk bangun. Sungguh tubuhnya terasa lemas seperti jelly tak memiliki tulang.


" Kau istirahat saja Baby, tidak perlu ke kantor hari ini." Ujar Kai yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi untuk ke kantor.


" Ta-tapi."


" Ssttt,, tidak perlu memikirkan urusan kantor. Aku sendiri bisa menghandlenya. Kau istirahat saja untuk memulihkan tubuhmu. Yang mungkin nanti malam dan seterusnya akan aku nikmati, jadi persiapan tubuhmu Baby." Kai mengecup kening juga bibir Vero sekilas, lalu mengusap sayang puncak kepalanya, akhirnya Veto pun mengangguk. " Aku ke pergi dulu, makanan untukmu sudah siap di meja makan, dan disana ada ponsel genggam untukmu. Hubungi aku jika terjadi apa-apa." Pamitnya yang kembali mengecup bibir mungil itu dan ********** beberapa detik, lalu setelahnya Kai benar-benar keluar dari kamar dan meninggalkan Vero sendiri.


" Ah, ternyata dia sangat manis juga. Terserahlah mau dia pria Alien dari bintang, pria dari laut samudra, atau pria dari langit ketujuh sekalipun tidak masalah, yang penting dia menyukai, dan mencintaiku. Huh! Kenapa aku jadi merindukan Kak Jull. Apa pria itu sama sekali tidak memikirkanku? Arghhh! Dasar pria brengs3k!!" Teriaknya frustasi saat mengingat pria yang masih menjadi kekasihnya.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2