
PoV_Jullio
Keesokan harinya..
Aku datang kembali ke rumah, dan masuk ke dalam kamarnya berharap Vero sudah pulang, amarahku semakin memuncak, membuangi semua barang yang ada di dalam kamarnya, karena tak mendapati keberadaan Vero sedari semalam, bahkan aku tidak tidur semalaman dan terus mencari keberadaannya.
Bahkan aku sudah mendatangi semua sahabat-sahabatnya tadi siang, tetapi mereka semua tidak mengetahuinya. " Aarrgghh..kemana kamu Vero!!" Aku begitu sangat frustasi, aku sungguh menyesal meninggalkan Vero sendirian dalam keadaan yang seperti kemarin itu. Sungguh aku merasa menjadi pria pengecut juga pecundang.
Aku pun bingung bagaimana jika Papa dan Mamanya nanti menanyakan Vero, aku harus jawab apa? " Bahkan kamu tak meninggalkan sepucuk surat pun untukku, atau barang yang lainnya." Desahku mengacak-ngacak rambutku frustasi.
" Oh shitt!!" Aku baru ingat, kalau barang pribadi Vero belum aku cek di dalam lemarinya, dengan cepat aku segera mencari dan memeriksanya.
Dan benar dugaanku semua barang-barang penting miliknya tidak ada satu pun yang tertinggal, dan yang paling penting, Visa dan paspornya juga menghilang dibawa pergi, yang berarti dia pergi meninggalkan negara ini.
Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena nomor Vero pun sudah tidak aktif dan kemungkinan sudah berganti. Aku pun memutuskan akhir pekan ini aku akan menyusul Vero kesana, tidak peduli harus mencarinya kemanapun, bahkan ke ujung dunia sekalipun aku sanggup, yang terpenting aku harus bertemu dengan kekasihku, dan memastikan keadaannya baik-baik saja, ya walau aku tahu pasti hatinya yang sedang tidak baik-baik saja. Namun aku harus menjelaskan bagaimana hubungan kami selanjutnya untuk kedepannya. Aku tidak ingin kehilangan dirinya..
Akhirnya pesawat yang aku tumpangi mendarat sempurna di bandara internasional John F. Kennedy, aku langsung bergerak cepat memanggil sebuah taksi untuk menuju ke Apartemen yang dulu di tempati oleh Vero.
Tak berapa lama aku sudah sampai di gedung Apartement yang cukup mewah di negara ini, beberapa kali aku memasukkan pin untuk bisa membuka pintu unit ini namun berulang kali gagal, hingga aku mulai sedikit frustasi, terlebih tidak ada yang membukakan pintunya saat aku terus mencoba memencet bel.
Dan itu berarti Vero tidak ada di dalam, atau dia sudah mendapatkan pekerjaan, hidup di negeri orang jika tidak bekerja akan sulit sekali.
Seketika aku teringat tanggal jadian kami, dan langsung menekan angka-angka yang menempel di pintu besi tersebut, hatiku langsung lega saat pintu itu un berhasil terbuka. Aku tidak menyangka Vero akan memakai tanggal jadian kami, dan itu artinya memang dia sangat mencintaiku.
__ADS_1
Aku langsung berjalan masuk menuju kamarnya yang dulu ia tempati, namun di kamarnya ternyata kosong, bahkan tidak ada barang berharga satu pun disana. " Kemana dia?" Gumamku mencoba mencari ke tempat lain, siapa tahu ada yang bisa aku temukan.
Ada bekas barang yang baru di pakai di wastafel dapur, yang membuatku semakin yakin bahwa Vero sempat datang dan tinggal disini beberapa hari kemarin.
Karena aku merasa tubuhku lelah, hari pun juga sudah sore, akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat saja, baru besok aku akan mencarinya kembali, entah dimanapun dia berada aku akan mencarinya walau ke ujung dunia sekalipun.
Aku mencari sesuatu yang mungkin saja tertinggal, namun tidak ada apapun di laci nakas bahkan di dalam lemari sekali pun, sungguh Vero membuatku semakin gil4 saja, aku juga sangat merindukannya, benar kata Dilan, jika rindu itu sangatlah berat.
Aku pun memutuskan untuk membaringkan tubuh lelahku di ranjang bekas Vero tempati, seketika aroma yang biasa Vero pakai tercium di indra penciumanku, bahkan aroma ini sudah hampir menghilang.
Tak berapa lama aku pun sudah berada di alam mimpi, mimpi yang membuatku tidak sadar bahwa ada yang bangun disaat aku terlelap. ( hayo apa itu? Wkwk)
------
Setelah aku merasa perutku sudah cukup kenyang, aku memutuskan kembali ke Apartement, baru saja aku akan melangkah masuk ke dalam lift, ada seseorang yang memanggilku, sepertinya dia petugas yang berjaga di gedung ini.
" Excuse me sir, do you live in unit 701 on the third floor? ( Permisi pak, apakah Tuan yang tinggal di unit 701 lantai tiga?" Tanyanya padaku dengan sopan.
Aku langsung mengangguk tanpa berniat bertanya, sebab bukan hanya tubuhku yang lelah namun hatiku juga lelah, mengapa hingga sampai sekarang aku belum menemukan Vero.
" Sorry if I'm presumptuous to ask, isn't the unit inhabited by a woman, who are you? and if I'm not mistaken he left a week ago and that's also because he has a job and a new apartment. ( Maaf jika saya lancang bertanya, bukankah unit itu dihuni oleh seorang wanita, siapa Anda? Dan jika saya tidak salah dia pergi seminggu yang lalu dan itu juga karena dia memiliki pekerjaan serta tempat tinggal yang baru.)" Terangnya panjang lebar padaku, membuatku langsung menatapnya dengan serius, begitu ia menyebut wanita yang aku yakini itu adalah Vero.
" Yes sir, he is my sister, Vero, who lived there yesterday, I've been looking for him for a few days. do you know where he works? and also the address of his new apartment? ( Iya pak, dia adik saya Vero, yang kemarin tinggal disana, saya sudah mencarinya beberapa hari ini. Apakah Anda tahu di mana dia bekerja? Dan juga alamat Apartemen barunya?)" Sahutku dengan berbinar, semoga orang ini tahu dimana keberadaan Vero.
__ADS_1
" Sorry sir, I don't know the problem, but what is clear at that time I saw a car that took my sister's belongings, behind it was the KC logo, like the company logo. ( Maaf Tuan, saya kurang tahu masalahnya, tapi yang jelas waktu itu saya lihat mobil yang mengambil barang milik Adik anda, di belakangnya ada logo KC, seperti logo perusahaan.)" Sahutnya kembali, setelahnya pak satpam itu pamit sebab ada seseorang yang memanggilnya, begitu pun dengaku yang langsung masuk ke dalam lift sesudah mengucapkan terima kasih padanya.
Aku berjalan gontai memasuki unit, walau apa yang orang tadi katakan sedikit memberikanku jawaban, namun tetap saja aku belum merasa puas diri dengan jawaban tersebut sebab aku tidak banyak tahu tentang perusahaan besar di negara ini.
Sebelum beristirahat, aku memutuskan untuk mencari tahu perusahaan bernama KC, itu perusahaan apa? Dan bertempat dimana, sebab baru kali ini aku mendengar nama itu. Walau perusahaanku masih terbilang kecil di bandingkan dengan perusahaan-perusahaan disini, namun aku cukup banyak mengetahui beberapa nama perusahaan di negara ini.
Tetapi jangan salah, aku sudah beberapa kali bekerja sama dengan beberapa perusahaan asing, walau tidak begitu banyak. Aku terus mencari informasi terkait nama perusahaan KC yang di katakan satpam tadi.
Dan disaat aku hampir saja menyerah, tiba-tiba munculah artikel dimana perusahaan yang sedang aku cari sudah ada di depan layar gadget lipatku.
" KC? Perusahaan apa ini? TI? Bisa jadi Vero melamar bekerja disana, sebab sesuai dengan bidang fakultas yang ia ambil. Dan sebaiknya besok aku mencarinya kesana, siapa tahu Vero memang benar ada disana. " Tekadku dengan mantap, setelah itu aku memutuskan untuk segera beristirahat, sebab rasa lelah bercampur mengantuk terus saja menyerang.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..
__ADS_1