
Vero terus berjalan sembari menggerutu pelan seperti orang tidak waras." Kenapa sih harus memikirkan pria mesum itu! Harusnya hanya Kak Jull yang aku pikirkan. Eh tapi tunggu dulu! Pria itu pun sudah tidak memikirkanku kenapa aku repot-repot memikirkannya! Bahkan dia saja sudah mendapatkan penggantiku secepat ini, siapa wanita itu ya?" Gerutunya pada dirinya sendiri.
Begitu sampai di unit yang di tuju, Vero segera menempelkan kartu askesnya dan masuk ke dalam tanpa keraguan. Memang kenapa harus ragu, bahkan ia sudah pernah masuk ke dalam sana sebelumnya. Ya walau hanya beberapa kali saja.
Vero kembali menancapkan kartu ke dinding dekat pintu, hingga membuat lampu ruangan seketika menyala terang. Membuat langkahnya tidak kesulitan lagi dan langsung berjalan menuju ke sebuah kamar utama.
------
Brak..
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari luar kamar, membuat kedua pria sesama spesies itu pun saling pandang sejenak. Aster yang posisinya tengah berdiri dengan cepat ia berjalan untuk mengecek keadaan di luar. Firasatnya mengatakan ada seseorang yang mendengar pembicaraan keduanya. Sementara Kai nampak tenang dan masih dalam keadaan duduk di atas sofa memejamkan kedua netranya.
Pintu kamar yang memang dalam kondisi tidak sepenuhnya tertutup sebab masih ada cela sedikit, pasti membuat siapa saja yang ada di balik pintu luar bisa mendengarnya. Apalagi suara kedua pria Alien itu cukup keras terdengar.
Aster membuka pintu kamar itu dengan lebar, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, namun ia tidak menemukan hal yang janggal di sekitar, namun ia melihat vas bunga tergeletak di lantai dekat bufet panjang, tak ingin repot-repot mengambilnya, Aster justru kembali masuk dan menutup pintu kamar tersebut.
" Tidak ada siapa-siapa di luar." Aster berjalan kembali menghampiri sabahatnya. Namun tatapannya kini sedikit tersirat rasa curiga." Emm, Kau tidak sedang menyembunyikan seseorang di dalam unitmu ini bukan?" Tudingnya dengan begitu santai. Bahkan ia tidak melihat jika sahabatnya itu tengah mengintai pelaku yang ia lihat lewat mata-mata kecil canggihnya.
Kai terdengar menghela napas berat, membuat Aster pun mengalihkan pandangannya pada sahabatnya itu." Ada apa?" Tanyanya dengan bersamaan Kai membuka kedua netra tajamnya.
" Vero mendengar pembicaraan kita." Lirihnya yang terlihat tidak bersemangat. Berbeda dengan Kai yang seolah pasrah, Aster justru sedikit panik.
__ADS_1
" What?? Jika itu benar, kenapa kau tidak mengejarnya? Atau kau sudah bosan dengannya!" Celetuk Aster asal. Ia heran dengan Alien mesum yang ada di hadapannya saat ini. Ya Aster memang sama mesumnya, sama halnya dangan Kai, keduanya tak jauh berbeda, namun ia menolak di sebut Alien mesum oleh kedua sahabatnya.
Kai tak langsung menyahut, ia hanya menatap datar Aster yang terlihat bingung sendiri." Kenapa? Ada apa dengan ekspresimu itu? Apa kau akan menyerah sekarang? Menyudahi permainan gil4mu ini? Oh ayolah Bruv, itu keputusan yang baik. Jadi lepaskan jika wanita itu ingin terbang bebas." Usulnya tanpa beban.
Aster tidak tahu saja, jika sahabatnya itu sudah bucin kepada Vero. Ya Kai akui ia mulai menggil4 jika tidak menyentuh tubuh Vero barang sedetik, sehari hingga seminggu tidak menyentuhnya ia mati-matian menahannya. Bisa gil4 jika ia membiarkan wanita itu lepas dari jeratnya.
" Sudah aku katakan aku tidak akan melepaskannya. Justru aku akan membuatnya hanya menatap Kailash seorang." Sarkasnya dengan penuh percaya diri.
Aster sudah tidak ingin menyelanya lagi percuma saja, ia sudah hafal luar dalam seorang Kailash Squard Orion. Si Alien pemburu mangsa, alias pemburu wanita seksi, ini sungguh gil4. Ya bagaimana lagi, Aster akui dirinya pun selelas dua belas dengan sahabatnya Kai.
Namun bedanya jika Aster tidak memakai perasaan, asal membuatnya senang. Berbeda dengan Kai yang untuk kedua kalinya merasakan di mabuk asmara, begitu kata manusia di bumi ini.
" Ya baiklah. Jika kau sudah membaik, aku akan bersenang-senang di luar. Jangan ganggu waktu liburku." Dengan mantap Aster keluar lewat pintu kamar Kai, dan ia sudah berpindah di basement bawah Apartement.
----
Vero berjalan cepat masuk ke dalam mobil miliknya, dengan cepat pula ia langsung menancapkan gas dengan sedikit kencang keluar area gedung Apartement milik kedua pria Alien tersebut. Pikirannya berkecambuk saat ini, antara percaya dan tidak percaya.
" Dasar pria itu sama saja brengs3knya!!" Pekiknya yang tengah melajukan kendara seperti orang kesetanan. Bahkan ia tidak sadar sudah berada di jalur jalan besar. Beruntung kedua netranya masih awas dan terus menatap kedepan.
" Aaarghh!! Si4l!! Bodoh sekali sih kau Vero!! Bisa-bisanya aku di bodohi Kailash si pria mesum! Bi4dap memang perbuatannya itu, gara-gara dia hidupku hancur, hubunganku hancur, aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi sekarang ini." Pekiknya hampir menggil4.
__ADS_1
Vero melajukan mobilnya semakin cepat, ia terus memukul string mobil yang tidak salah apa-apa berkali-kali. Hidupnya semakin kacau, bahkan bertambah kacau saat mendengar pernyataan Kai dan Aster tadi. Ya Vero sengaja masuk ke unit bosnya hanya ingin memastikan kondisi pria itu, bodohnya ia seharusnya tidak kesana tadi, hanya karena menuruti apa kata hati. Namun ia tidak sepenuhnya menyesal, sebab jika ia tidak kesana, sudah di pastikan ia tidak akan pernah mengetahui fakta yang sebenarnya, bahwa jika pria yang sudah merusaknya di hotel pulau dewata waktu itu pria yang sama.
Untuk saat ini menjahui pria itu lebih baik, ia sudah tidak tahu lagi harus kemana? Bahkan tujuan hidupnya pun ia tidak tahu. Ia terus saja mengumpat, menjerit, memaki mantan bosnya dengan kata-kata kotor, nama-nama binatang. Ya tentu saja mantan bosnya? Sebutan apa lagi, jika ia memilih pergi menjauh meniggalkan kehidupannya saat ini.
Bahkan ia melupakan perjanjiannya dengan Kai, " Persetan dengan perjanjian itu! Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan pria b*******n mesum!" Untuk kesekian kalinya wanita itu mengumpat kesal.
Bahkan ia tidak sadar jika ia terus saja menekan pedal gasnya, hingga tidak ia sadari mobilnya akan melewati perempatan traffic light. Yang tentu saja dalam keadaan lampu berwarna merah menyala, yang seharusnya ia menghentikan melajukan kendaraannya sendiri, hingga detik berikutnya mobilnya di tabrak oleh mobil-mobil pengendara lain, kecelakaan beruntun pun tak terhindarkan.
" Aaaaarrkkk!!! Pekiknya dari dalam mobil.
" Vero." Pekik seseorang lagi dengan sangat panik.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..