Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Dua Map Rahasia


__ADS_3

Vero masih berdiam diri di dalam ruangan suaminya, hingga tak lama pintu kaca besar itu terkuak dari luar dan muncullah pria yang sudah sedari tadi ia tunggu.


" Vero!" Panggilnya yang membuat wanita itu pun mengangkat wajahnya dan menatap pria yang terlihat begitu panik dengan nafas yang memburu akibat tergesa-gesa untuk bisa segera sampai ke ruangan ini.


" Hey Rick kau sudah datang?" Vero beranjak bangun tidak ada senyum cantik yang biasa wanita itu berika kepada sahabatnya itu.


Sekarang justru raut wajah bersedih atau berduka yang nampak. Dan Erick tahu betul apa yang menimpa sahabat cantiknya itu, sebab sudah jauh-jauh hari ia yang lebih dulu tahu, jika dua sahabatnya yang selama ini menemaninya itu akan pergi kembali ke tempat asalnya di atas sana.


Sedih? Tentu saja siapa yang tidaj bersedih jika di tinggal pergi untuk selamanya oleh sahabat kita sendiri, walau mereka sesama pria, tetap saja rasa sedih dan hancur itu pasti ada, walaupun tidak di perlihatkan kepada orang lain.


" Maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama. Tadi aku ada urusan penting dengan salah satu klien, tadi Bianca yang memberitahuku jika kau ada disini untuk menemuiku." Ujar Erick yang berterus terang perihal kepergiannya barusan.


" Hey, kau tidak perlu meminta maaf. Seharusnya akulah yang meminta maaf, maaf karena telah mengganggu waktumu, sehingga kau harus mempercepat pertemuanmu itu. Au juga sekalian ingin masuk kesini. Kau pasti tahu jika Kailash sahabatmu itu sudah pergi,, sudah pergi meninggalkan aku." Ucap Vero yang merasa tidak enak hati. Namun begitu berbicara mengenai suaminya ia pasti tidak sanggup untuk tidak menangis kembali.


Erick yang memang sangat peka, segera berjalan menghampiri Vero, ia tarik tubuh lemah itu ke dalam pekukannya. Mencoba untuk menenangkan wanita yang telah kehilangan sosok pria yang menjadi suaminya, pemimpinnya, sosok yang mungkin sangat berarti bagi wanita yang berada dalam pelukannya ini.


" Sudah, menangislah sepuas hatimu. Dan jika kau rasa sudah cukup, jangan menitikkan air matamu lagi, pasti dia di atas sana juga tidak akan senang melihatmu bersedih seperti sekarang ini. " Ucap lirih Erick yang memberikan semnagat untuk Vero, wanita yang dulu sempat mengisi relung hatinya.


" Tapi kenapa harus secepat ini Rick. Kenapa dia tidak bisa menunggu kelahiran putri kami yang tinggal dua bulan lagi." Sahut Vero yang terdengar masih belum terima atas kepergian suaminya itu.


" Ya aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi kau juga harus memikirkan bayi yang ada di dalam kandunganmu, kasihan dia jika kau terus menangis, dia juga bisa merasakannya. Bayi juga bisa stres lho Ver." Tangan kekar itu terus mengusap pungguh Vero agar wanita itu segera tenang.


Seakan baru tersadar jika ada bayi yang harus ia jaga dan ia perhatikan seketika itu ia mengurai pelukan dari sahabat laki-lakinya itu lalu mengusap kasar wajah sembabnya. Ia tentu saja merasa malu apa yang sudah mereka lakukan barusan.

__ADS_1


Saat Vero akan berbicara, terdengar pintu kaca itu kembali terkuak dari luar dan menampilkan wajah sendu Glory. Erick merasa mempunyai tiga wanita sekaligus yang harus ia perhatikan keadaannya. Di tambah putranya yang mulai tumbuh besar itu semakin hari semakin banyak tingkahnya.


Ya Erick telah mempunyai seorang putra yang sangat tampan tentunya. Walau agak terlambat sebab saudara kembarnya lebih dulu mempunyai dua putra kembar sekaligus. Ya walau sebenarnya hanya berbeda beberapa bulan saja sih putranya dengan kedua keponakannya itu.


" Mr Erick akhirnya Anda sudah tiba. Kami berdua telah menunggu kedatangan Anda sedari tadi. Ada yang ingin kami bahas mengenai—


" Ya saya sudah tahu. Semoga kalian berdua bisa tabah dan sabar menjalani ini semua. Dan aku mempunyai sesuatu untuk kalian berdua. Sebentar.." Sela Erick yang kemudian membuka brankas milik sahabatnya Kai yang memang sebelumnya ia telah di berikan passwordnya langsung oleh Kai saat ia tengah mengunjungi pria itu waktu itu.


Vero dan Glory saling terdiam dan menatap semua tindakan yang Erick lakukan saat ini. Walau tidak paham dengan pria itu lakukan, keduanya pun sabar menunggu dengan apa yang akan di lakukan setelah ini oleh Erick, sahabat baik pria-pria mereka berdua.


Tak lama Erick kembali ke hadapan keduanya sembari menyodorkan dua buah map yang terbungkus rapi kepada mereka masing masing. Keduanya terdiam tidak langsung menerima benda yang mungkin keramat dan belum jelas itu dengan menatap bingung ke arah map juga ke arah Erick.


" Apa ini?" Vero bertanya pada Erick ingin memastikan terlebih dahulu sebelum menerima amplop yang belum jelas isinya apa.


Tepat tiga bulan yang lalu, baik Kailash maupun Aster mengadakan pertemuan di tempat rahasia mereka bertiga. Dan disitulah Erick di berikan wewenang penuh untuk menyimpan dua map rahasia itu untuk di berikan langsung kepada Vero dan Glory di saat keduanya sudah benar-benar menghilang dari muka bumi ini.


Awalnya Erick sangat keberatan juga belum siap di tinggalkan oleh kedua pria yang menjadi sahabatnya itu selama ini. Namun ia tidak bisa berbuat banyak yang menyangkut kenyataan bahwa mereka di bumi hanya sementara. Di berikan tanggung jawab untuk mengelola perusahaan sebesar ini seorang diri saja sudah berat, di tambah dua wanita yang menjadi bagian dari mereka berdua.


Vero merasa sangat terkejut saat membaca kata demi kata yang tertulis di dalam isi map tersebut. Kai memberikan hampir seluruh hartanya untuk dirinya yang selaku sebagai istrinya, ada beberapa banyak buku tabungan juga beberapa sertifikat kepemilikan tanah juga gedung besar yang di berikan oleh suaminya kepada dirinya.


Sementara Glory tidak jauh berbeda, ia juga merasa tidak sepercaya ini menerima semua yang suaminya berikan kepada dirinya yang hanyalah seorang sekretaris biasa saja. Dan yang membuat matanya berkaca-kaca saat melihat ada satu lembar kertas yang di sertai gambar hitam putih, ia tidak paham gambar apa itu, namun detik selanjutnya bulir bening itu semakin deras membasahi wajah cantiknya itu.


" A-aku mengandung.." Bisiknya lirih kepada dirinya sendiri, ia sungguh tidak menyangka akan secepat ini di berikan tanggung jawab. Namun tunggu! Ada yang salah. Kenapa baru sekarang ia mengetahui tentang kehamilannya, di saat ia hanya seorang diri tanpa adanya dia. Dia pria yang membuatnya hamil, lalu ia harus bagaimana sekarang? Ia sedikit menyesal, ya walau rasa bahagia jauh lebih mendominasinya saat ini.

__ADS_1


" Kau juga mengandung Glory? Oh aku turut bahagia untukmu, dan aku ucapkan selamat, semoga anak-anak kita nanti bisa sahabatan seperti Daddy mereka." Ujar Vero memberikan semangat untuk Glory.


Yang membuat wanitanya Aster mulai tersenyum kembali, kini ia sedikit terhibur dan ia akan berusaha menerima keadaannya saat ini dan akan menyayangi juga mencintai calon buah hatinya bersama seseorang yang sangat ia cintai.


" Ku harap kalian berdua bisa menerima dan memanfaatkannya dengan baik. Kalau begitu ayo aku antar kalian pulang, kasihan calon buah hati kalian jika terus bersedih dan terlalu sibuk. " Seru Erick mengntrupsi keduanya, tanpa ingin menjawab Vero melangkah keluar dari ruangan suaminya di ikuti Glory juga Erick yang paling belakang.


Erick juga baru mengetahuinya hari ini dari kedua wanita itu. Ia sangat bersimpati kepada keduanya sebab di tinggalkan oleh orang yang sangat berarti di hidup mereka berdua. Namun ia pun tidak bisa berbuat banyak selain membantu sebisanya saja. Mereka bertiga berjalan keluar menuju lobby, saat bersamaan tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil salah satu dari mereka.


" Sayang."


.


.


.


.tbc


Hayo siapa itu???


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..

__ADS_1


__ADS_2