
Vero pun langsung keluar dari ruangan bosnya dengan perasaan heran, " Ternyata bosku masih sangat muda, apa dia lebih muda dariku?" Gumamnya menduga-duga.
Sambil berjalan ia terus berpikir, entah kenapa ia seperti pernah mencium bau tubuh bosnya itu tapi dimana? Atau mungkin saja ia pernah bertemu dengan bosnya ini sebelumnya, begitulah pikirnya.
Sementara Kai di dalam ruangannya justru memegang dadanya, entah kenapa degub jantungnya berdetak lebih cepat tak seperti biasanya.
" Kau selalu membuatku tidak bisa menahan diri. Siapa namanya tadi? Veronica, nama yang cantik secantik orangnya juga, bahkan cantik luar dalam. Ouch,, hanya membayangkan waktu itu saja, sudah membuat antenaku berdiri!" Keluhnya sambil tersenyum mengingat wajah cantik Vero.
----
Tok.. Tok..
" Ver sebentar lagi kita ada meeting dengan para bos, kau sudah siapkan berkas yang kemarin aku minta bukan?" Seru Glory yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.
" Oh, ya sudah, baiklah aku akan bersiap kalau begitu." Jawabnya sambil menyiapkan berkas yang di maksud oleh Glory tadi.
Acara meeting pun sebentar lagi akan di mulai, semua para petinggi juga sudah berkumpul dan duduk di bangku mereka masing-masing.
Tak lama semuanya berdiri di saat tiga pria yang menjadi pemimpin perusahaan tersebut memasuki ruangan meeting.
Semuanya menundukkan kepalanya, begitu ketiga pria tampan yang menjabat sebagai big bos tampan itu duduk di kursinya, semua pun ikut kembali duduk di kursi masing-masing.
Dua jam kemudian akhirnya meeting pun selesai dan berjalan dengan lancar, walau ada satu orang yang tidak fokus mempresentasikan berkas yang ia bacakan tadi. Ya Vero sedikit gugup sebab sepasang mata tak lepas menatapnya.
Ya siapa lagi kalau bukan sang big bosnya Kai, yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan kelaparan. Dan ini seperti kebanyakan para bos pria pada umunya yang terlihat mesum.
' Apa dia tertarik denganku? Hei itu tidak mungkin terjadi Vero!' Ujarnya mengingatkan pada dirinya sendiri. Ia segera membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja depannya.
Sementara di luar sana Kai dan Aster yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. Dan tentu saja mereka berdua tersenyum penuh arti setelahnya masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing. Sementara Erick yang tidak mengerti dengan apa yang sedang di pikirkan oleh kedua sahabatnya itu hanya menghendikkan bahunya sebelum berlalu pergi meninggalkan kantor, sebab dia ada kepentingan di luar sana dengan beberapa clien.
***
Pada tengah malam saat Vero sudah terlelap dalam tidurnya, ia merasa tubuhnya tertindih oleh sesuatu yang berat, bahkan ia merasa bibirnya di ***** rakus oleh benda kenyal milik seseorang. Namun dirinya tidak bisa menolak, bahkan bergerak saja tidak mampu, akhirnya ia pun pasrah seperti terhipnotis, juga merasa tidak bisa bangun dari tidurnya.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan si pria Alien yang mesum itu, dengan kekuatan yang dia miliki, ia bisa melakukan apa saja yang ia inginkan. Termasuk menghipnotis seseorang.
__ADS_1
' Di Apartement ini apa ada makhluk astral yang tak nampak? Lalu dia sedang berada di atas tubuhku ini?' Gumamnya dalam hati.
Membuat Kai ingin rasanya terbahak, namun ua urungkan sebab ia sedang menikmati rasa bibir yang membuatnya candu, dan terus melakukan aksinya.
' Sepertinya disini sudah tidak aman. Apa karena sudah lama tidak di tempati, sehingga membuat makhluk tak kasat mata itu tinggal disini? Ya sebaiknya aku harus segera pindah dari sini, aku juga takut kalau mereka semua mencariku. Dasar Jullio sialan! Akan aku buat perhitungan jika aku bertemu denganmu nanti!' Gerutunya kembali.
Kai semakin tertawa dalam hati, tapi ia tak bisa berbuat lebih dari sekedar ciuman, sebab sebentar lagi wanita ini akan terbangun dari tidur panjangnya.
' Kau memang membuatku candu, gadis nakal. Tenang saja sebentar lagi kau akan tinggal denganku.' Ujarnya dalam hati, hingga tak lama ia bangkit dan menghilang di balik pintu kamar Vero.
Bersamaan dengan itu Vero terjaga, " Astaga makhluk apa yang tadi menindihku itu? Aku harus segera membereskan semua pakaianku." Gumamnya pelan.
Tangannya meraba seluruh tubuhnya yang ternyata masih berpakaian lengkap, ia merasa sangat lega akan hal itu, peristiwa menjijikkan itu seakan terlintas kembali, membuatnya sedikit trauma tentang kejadian itu.
----
Keesokan harinya Vero sudah berada di dalam ruangannya sendiri tak lama telepon yang ada di atas meja berdering. Dan itu panggilan khusus dari sang big bos, karena sebelumnya Glory yang memberitahunya.
" Ya Mr." Sahut Vero dengan tenang.
Kai langsung meletakkan gagang telepon tersebut sebelum ia mendengar jawaban dari sekretaris cantiknya itu.
" Dasar, beruntung kau bosku kalau bukan habis kau di tanganku.!" Gerutunya sambil berjalan menuju ruangan bosnya.
" Ya masuk."
" Ada yang bisa aku bantu?" Tanyanya begitu ia sudah berdiri di hadapan Kai.
" Duduklah dulu, bagaimana aku akan menjelaskan kalau kau masih berdiri di situ." Titahnya kembali.
Tanpa di suruh dua kali, Vero segera duduk di hadapannya, walau dengan sedikit kesal tapi justru Kai tersenyum di penuh hati.
" Apa kau serius bekerja disini? jika iya, aku akan memberikan akomondasi sebuah Apartement dan juga sebuah mobil untuk jaminan langsung dariku." Cetuk Kai sambil menyodorkan sebuah map berisi kontrak kerja sama kepada Vero.
Terdengar menggiurkan memang, apalagi di kota besar ini ia tidak memiliki kendaraan sendiri, di tambah ia memang ingin pindah tempat tinggal." Ini apa Tuan?" Tanyanya dengan bingung.
__ADS_1
" Buka saja."
Vero langsung menerimana dan membuka map tersebut." Perjanjian kontrak kerja sama?!" Gumamnya menatap Kai semakin bingung.
Kai hanya mengangguk, " Ya jika kau memang ingin bekerja disini, dan tentu saja mendapatkan dua hal itu secara langsung, dan ada hal lainnya juga, yang pasti lebuh dari itu." Sahut Kai tanpa melepas pandangannya ke layar transparant miliknya yang ada di atas meja. Vero sendiri masih bingung, ia belum membaca isi dalam surat tersebut.
" Ingatlah ini bersifat rahasia hanya orang-orang tertentu saja yang akan mendapatkan semua fasilitas itu, jika kau bocorkan pada orang lain tidak hanya kau saja yang akan celaka, keluargamu yang berada di indo sana pun juga sama." Lanjut Kai, memperbaiki peringatan.
Padahal selama ini tidak ada orang lain yang pernah mendapatkan itu semua, Kai hanya pernah melakukan hal yang sama kepada Vero dengan wanita sesama Alien yang berada di tempat asalnya sana.
Namun itu sudah sangat lama, jikalau memang ia sudah tidak tahan lagi ia akan memanggil beberapa wanita untuk memuaskan antenanya tersebut. Itu pun dengan cara lain, bukan dengan memasukkan barang berharganya itu ke dalam tubuh wanita-wanita ****** tersebut.
Degh.
" Jadi Anda mengancamku?" Desis Vero kesal, tak di pungkiri ia memang membutuhkan pekerjaan ini untuk menyambung hidupnya juga tak ingin orang terdekatnya berada di dalam masalahnya.
" Baiklah jika kau tidak ingin aku akan mencari sekretaris yang baru." Ancam Kai tidak sungguh-sungguh.
" Baiklah." Vero pun akhirnya mengangguk paham lalu mulai membaca isi surat perjanjian yang tertulis di dalam lembaran tersebut.
Kai tersenyum simpul saat sekilas melirik wajah shock Vero, setelah membacanya.
" Aku tidak mau?!" Elaknya sambil meletakkan kembali map tersebut di atas meja.
" Yakinkan dirimu terlebih dahulu, itu semua yang akan kau dapatkan bukankah yang sedang kau butuhkan untuk sekarang ini.!" Seru Kai mencoba merayunya.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..