Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Resepsi Pernikahan.


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Hanya suara detak jantung dari layar Monitor-lah yang menemaninya setiap hari ini sudah hampir satu bulan berlalu setelah kecelakaan hebat yang menimpa wanita cantik yang tengah berbaring lemah tak berdaya di atas ranjang kecil di dalam ruangan yang bernuansa putih tersebut, ya dia adalah Veronica Jesline. Yang masih dalam keadaan koma.


Sementara seorang pria tengah berdiri tegak di luar kaca pembatas ruangan yang menjadi jarak di antara keduanya. Siapa lagi jika bukan Bos mesum tempat Vero bekerja, Kailash Orion. Sebenarnya pria Alien itu bisa saja masuk lewat jendela sekalipun, namun tidak jalan lain selain pintu yang ada di sampingnya, apalagi hari masih siang. Banyak manusia berkeliaran disana. Hanya malam saja ia bisa masuk, ia pun berjalan kembali keluar dari Rumah sakit menuju perusahaan miliknya.


Sebenarnya ia tidak setuju jika Vero di rawat di rumah sakit umum seperti ini, sebab Kai bersama dua sahabatnya mempunyai Rumah sakit pribadi sendiri khusus untuk mereka dan beberapa karyawannya. Namun kendati demikian ia tidak punya pilihan, yang bisa ia lakukan hanya pasrah menerima keadaan yang nyata. Sebab bukan dirinya sendiri yang pertama kali membawa Vero pasca mengalami kecelakaan hebat waktu itu.


Yang mungkin karena saking paniknya, ia bahkan melupakan sejenak status Vero yang hanya seorang makhluk yang ber-spesies manusia penduduk muka bumi ini, wanita lemah yang jika dalam keadaan sekarat seperti ini hanya bisa bergantung dan juga memohon bantuan kepada para Dokter di rumah sakit. Jika Kai bisa ia bisa membawa Vero pergi jauh untuk mendapatkan perawatan langsung dari berbagai alat canggih ciptaannya sendiri.


Namun usahanya hanya sia-sia, di saat ia bersiap akan membawa pergi tubuh Vero, sahabatnya Aster selalu menghalanginya. Aster berkata padanya..


Akan percuma saja, jika kita terus memaksa membawa pergi Vero dari rumah sakit ini. Sebab kita tidak tau, dan belum pernah tau, apakah semua alat canggih yang berhasil kita ciptakan itu nantinya akan bisa di terima dengan baik atau tidak bagi tubuh Vero?


Perkataan Aster terus saja terngiang-ngiang di dalam benaknya, dan sekarang ia hanya bisa bersabar menunggu hingga keadaan Vero membaik, setidaknya ada peningkatan sedikit, jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan ia terpaksa mengambil tindakan sendiri.


Kuharap kau segera bangun dari tidur pajangmu Baby, kita harus bicara secepatnya, aku tahu kau sangat marah padaku saat mendengar pembicaraanku dengan Aster tadi. Ya, aku mengaku salah. Aku telah kalah semua karenamu. Jadi aku mohon cepatlah bangun, doanya dalam hati.


Namun saat baru akan melajukan mobilnya, Kai sempat memejam dan sekilas ia melihat beberapa alat canggihnya menunjukkan bahwa manik yang semula terpejam kini terbuka lebar, padahal baru beberapa menit yang lalu ia meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Dengan langkah lebar dan tergesa, Kai membuka paksa pintu dimana ruangan Vero berada, " Baby kau sudah sadar? " Dengan tidak sabarnya Kai bahkan langsung menghujami ciuman bertubi-tubi di puncak dan wajah Vero yang menatapnya dengan pandangan kebingungan.


Terdengar suara beberapa langkah kaki yang memasuki ruangan tersebut, namun Kai tidak peduli, ia terus melakukan hal yang menurutnya benar, dan tentu saja itu membuat Dokter beserta susternya terkejut.


" Maaf, permisi Sir. Silahkan Anda tunggu di luar, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap istri anda. Mohon kerja samanya." Pinta sang Dokter bicara dengan hati-hati. Dengan terpaksa Kai pun menurut dan keluar dari ruangan tersebut.


Tak lama sang Dokter keluar, dan meminta Kai untuk mengikutinya masuk ke dalam ruangan pribadinya, sebab ada hal yang harus ia sampaikan. Setelah duduk berhadapan, sang Dokter pun berdehem sebentar sebelum memulai pembicaraannya.


" Jadi begini, ada dua kabar yang harus saya katakan. Kabar baiknya jika saat ini kondisi istri anda sudah jauh membaik, namun dengan berat hati juga saya harus mengatakan kabar buruknya bahwa istri anda mengalami Amnesia Retrograde." Jelas sang Dokter kepada Kai, yang membuat pria itu terkejut luar biasa.


" Jadi maksud Dokter dia tidak mengingat apapun saat ini, bahkan masa lalunya sendiri?" Tanyanya yang masih begitu shock. Kai terpaksa harus berbohong mengenai status Vero, jika tidak ia pasti akan kesulitan untuk mengurus keadaan wanita tersebut.


" Ya benar, Amnesia ini terjadi saat ia juga dalam keadaan shock berat. Di tambah kecelakaan hebat yang menimpanya, yang sudah pasti menyerang syaraf otaknya begitu parah, pasien pasti bisa mengingat kembali, namun dalam jangka waktu yang lama, atau mungkin yang lebih buruknya lagi ia tidak akan bisa mengingat kembali masa lalunya, jadi saya mohon Anda bisa menjaganya dengan baik, dengan catatan, jangan terlalu di paksakan untuk mengingat kembali, itu bisa membahayakan jiwa pasien, sementara itu yang bisa saya sampaikan." Jelas Dokter panjang lebar. Setelahnya Kai pun pamit keluar dan berjalan ke arah ruangan Vero dimana wanita itu sudah di pindahkan ke dalam salah satu ruangan perawatan.


Sementara itu di belahan bumi lain tepatnya di kediaman keluarga Johan Prayoga, keadaannya jauh berbeda dimana di dalam istana sana tengah berlangsung sebuah acara besar dimana Putra kebanggaan Prayoga, yang tidak lain adalah Jullio Oktariful Prayoga tengah menikmati Resepsi pernikahannya dengan wanita yang sudah beberapa bulan ini menemaninya. Siapa lagi jika bukan Quila sang Dewi Alien.


Ya tepatnya tiga minggu yang lalu Orangtua Jull tiba-tiba kembali dari negara tetangga hanya untuk memastikan apa yang di katakan oleh orang suruhannya itu apakah benar. Dan ternyata dugaan mereka benar, keduanya menemukan Jull dan Quila yang tengah asik saling bercumbu di dalam ruangan kantor Jull, bahkan nyaris dalam tahap untuk bercint4.


Alhasil, Johan sang Papa tentu saja sangat murka, marah dan juga kecewa. Tidak menyangka Putra kebanggaannya akan melakukan hal yang begitu memalukan sehingga membuat namanya tercoreng di dalam dunia bisnis juga para kolega dan para staf perusahaannya sendiri. Dan saat itu juga ia meminta Jull untuk segera menikahi Quila secepatnya.

__ADS_1


Tanpa ada bantahan apapun Jull dengan cepat bersedia melakukannya, bagaimana pun ia memang sudah berniat akan menikahi Quila secepatnya. Tidak di sangka niatnya justru di muluskan oleh Papanya sendiri.


Walau terlihat bahagia dari raut wajah Papa dan Mamanya, namun Jull bisa melihat jika ada rasa sedih yang tengah di rasakan oleh keduanya. Ya Jull yakin ini pasti ada hubungannya dengan Adiknya Vero yang hingga sekarang belum di temukan keberadaanya.


Kedua orangtuanya murka padanya saat mengetahui Adiknya Vero pergi dari rumah sudah hampir setengah tahun lamanya. Kalau sudah begini siapa yang harus di salahkan, tetap saja dirinya. Jull tidak akan mungkin mengatakan bahwa Adiknya sempat di setubuhi oleh pria brengs3k beberapa bulan yang lalu saat liburan, sebab ia tidak ada di sampingnya saat itu untuk memberi dukungan. Bahkan ia juga tidak sanggup mengatakan bahwa sang Adik saat ini sudah nyaman bersama lelaki lain.


" Sayang, ada apa?" Tanya Quila yang melihat wajah murung pria yang duduk di sampingnya yang tidak lain adalah pria yang tadi pagi mengucapkan janji suci sehidup semati untuknya, begitupun dengan dirinya.


" Oh, tidak apa-apa sayang." Dusta Jull, yang tidak ingin wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini kepikiran, Quila hanya bisa tersenyum.


Sejauh ini Quila sudah berhasil belajar bahasa yang sama dengan sang suami. Wanita itu pun juga tidak sanggup menolak saat kedua orangtua Jull meminta Jull untuk menikahinya, sebab ia pun tidak ingin kehilangan Jull dalam hidupnya saat ini. Ya setidaknya untuk saat ini ia masih membutuhkan pria ini entah sampai kapan, mungkin sampai ia menemukan kembali seseorang yang ia cari selama ini.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2