Terjerat Cinta Pria Alien

Terjerat Cinta Pria Alien
Kutukan Cinta


__ADS_3

Di dalam mobil Vero menatap ke arah samping jendela mobil, tanpa mau menatap depan bahkan ke samping dimana seorang pria yang sedang fokus menyetir.


Tidak ada yang memulai bicara, mereka diam dengan pikiran masing-masing, terlebih Vero yang sedang kesal oleh pria di sampingnya yang tidak lain adalah bos mesumnya.


Tadi sewaktu selesai makan di kantin Kai langsung mengajaknya kembali, dengan memakai mobil Aster, sementara Erick dan Aster hanya mengangguk saja, bahkan Erick lupa pada janjinya yang akan mengantarkan sahabatnya itu ke suatu tempat, yang ia sendiri tidak tahu.


Dengan cara memaksa Kai menyuruh Vero masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju kencang, tanpa memikirkan wanita yang ada di sampingnya itu tengah menahan rasa kesalnya.


' Dasar pria mesum, pemaksa, seenaknya saja dia memperlakukanku! Kalau tidak terikat olehnya, sudah dari kemarin-kemarin aku pergi jauh. Sungguh si4l sekali hiduku, dan ini semua berawal dari pria berengs3k yang sudah merusakku. Aku akan mencarinya lalu menghabisinya saat itu juga!'


Gerutu Vero menahan kekesalannya yang bergerumuh dalam d4da, membuat Kai yang mendengarnya justru tersenyum geli, terlebih ia sungguh merasa senang saat wanita itu mengingatkan lagi peristiwa saat pertama kali ia memasuki tubuh indah itu.


' Ya, aku harus mencarinya? Tapi dimana? Namanya saja aku tidak tahu! Yang lebih parah aku tidak tahu seperti apa wajahnya, tampankah, jelekkah, masih muda ataukah dia pria abege tua? Huh! Menyebalkan sekali!!'


Kembali Kai mendengar umpatan demi umpatan dari dalam hati Vero, ingin sekali ia tertawa saat ini juga, tetapi ia sadar saat ini mereka sedang tidak baik-baik saja, ia juga sedang menghadapi perasaannya sendiri saat ini.


Setibanya di perusahaan, Vero segera keluar dari mobil tanpa menunggu bos mesumnya yang sedang memarkirkan mobilnya, baru beberapa langkah Vero berjalan dan akan memasuki lift, ternyata Kai sudah lebih dulu berada di dalam lift, membuat wanita itu terkejut bukan main!


Dan rasa keterkejutannya itu membuat Kai berhasil menariknya masuk, " B-bagaimana bisa kau sudah ada disini? Bukannya tadi.." Vero bahkan kesulitan berbicara, seolah ia sedang melihat hantu saja di siang bolong.


" Tentu saja aku berjalan kesini, kau sangat lamban, kau pikir aku kesini terbang.." Sahut Kai yang menahan tawanya.


Vero menggelengkan kepalanya, agar pikirannya kembali sadar, 'Benarkah apa yang ia katakan! Entahlah.'


Keduanya akan masuk ke dalam ruangan masing-masing, namun belum sampai Vero masuk ke dalam ruangannya sendiri, pria itu sudah menarik tubuhnya hingga masuk ke dalam ruangan pribadinya.


Klik.


Pintu ruangan pun tertutup dan otomatis sudah terkunci dari dalam, hanya dengan jentikan jari dari seorang Kai, bersamaan dengan lampu ruangan yang menyala.


" Tolong yang sopan ya Mr." Protes Vero saat pria itu menghimpit tubuhnya ke batas dinding.

__ADS_1


" Memangnya kenapa? Kau adalah milikku, aku berhak atas dirimu." Seru Kai dengan pandangan sedikit mengabut.


" Milikmu? Sejak kapan? Dan atas dasar apa aku menjadi hak milikmu, kita tidak ada hubungan apapun, juga tidak terikat status apapun, hanya sebatas teman ranjangmu saja., jadi di luar itu aku bebas melakukan apapun." Sahut Vero sedikit geram dengan penuh keberanian.


" Kau?" Kai tidak ingin melanjutkan perdebatan di antara mereka, ia langsung menyegel mulut wanita itu dengan sedikit kasar.


Vero terus memberontak, ia mencoba medorong dad4 bidang berotot milik bosnya tersebut, namun apalah daya tenaganya tidak sebanding dengan seorang pria, hingga Kai merasakan ada rasa asin di mulut Vero.


Membuat Kai segera melepaskan ciumannya, dan menatap wanita itu yang ternyata sudah menangis, " Maafkan aku." Sesalnya bingung harus melakukan apa saat ini.


" Kenapa kau berbuat seenaknya padaku, bagimu aku tidak berbeda jauh seperti wanita-wanita jal4ng di luar sana, yang hanya ingin kau tiduri dan setelah mendapatkan kepuasan kau tinggal begitu saja, benar bukan!!" Desis Vero masih dengan air mata yang berderai di kedua pipi putihnya.


Kai tak ingin menjawab, percuma saja meladeni wanita yang sedang marah dan sedang tidak bisa berpikir jernih saat ini, ia pun berjalan dan duduk di kursi kebesarannya untuk melanjutkan pekerjaan yang tadi ia tinggalkan begitu saja.


" Hei aku sedang bicara padamu!" Bentak Vero tanpa ada takut sama sekali pada bosnya.


" Tidurlah di kamar, tenangkan dirimu terlebih dahulu, baru setelah itu kita bicara dengan tenang." Sahut Kai tanpa menatap Vero yang masih dalam keadaan marah.


Tanpa banyak bertanya, Vero menghentakkan kakinya melirik kesana ke arah Kai, lalu segera berjalan ke arah kamar pribadi milik Bosnya tersebut. Bahkan ia menutup pintu itu dengan sedikit kasar.


Kai mendengar semua keluhan-keluhan Vero yang sedang berbaring di ranjang kamar pribadinya, sungguh sangat beruntung Vero menjadi sekretaris yang tidak selalu di tuntut oleh sang bos dengan banyaknya pekerjaan.


Memang kurang apalagi, Kai mencari sekretaris memang hanya untuk bersenang-senang saja, bukan untuk menjadikannya wanita seperti Bianca yang memang bertugas untuk membantu sahabatnya Erick itu.


Namun sama halnya dengan Glory asistennya Aster yang hanya untuk bersenang-senang saja, sebab keduanya masih bisa mengatasi sendiri semua pekerjaan, wanita hanya untuk menghilangkan rasa penat dan juga rasa dahaganya yang memang haus akan rasa bercint4.


Dirasa tidak ada suara-suara lagi dari dalam kamar membuat Kai beranjak segera masuk ke dalam kamar, dan mendapati wanita itu sudah berada di alam mimpinya, begitu cantik jika sedang tertidur seperti ini.


" Cepat juga dia tertidur." Desahnya tersenyum geli.


Dalam sekali gerakan pria itu sudah berada di samping Vero dan memeluk wanita itu dengan erat, tidak lupa menyesap kulit putih Vero yang sudah membuatnya candu.

__ADS_1


Vero tentu saja diam, ia sama sekali tidak terganggu oleh tangan nakal yang sudah bergerilya kemana-mana itu, seolah Kai sudah menghipnotisnya kembali, bahkan pakaian kerja yang menempel di tubuh Vero sudah teronggok di lantai.


Dan siapa lagi pelakunya jika bukan Kai bos mesumnya itu, hingga perlahan tapi pasti Vero sudah berada di kungkungan pria itu masih dengan kedua netranya yang terpejam, hingga sesuatu yang keras menerobos masuk ke dalam inti tubuh Vero.


Bukannya marah dan langsung bangun, Vero justru melenguh nikmat atas apa yang di lakukan Kai padanya, membuat pria itu menyeringai dan semakin memperdalam hentakannya.


Hentakan demi hentakan terus ia lakukan untuk mencari kenikmatannya sendiri, ia segera meraup salah satu puncak bukit kembar milik Vero, mengulumnya rakus layaknya bayi besar yang sedang kehausan. Ya seperti yang ia inginkan untuk mencari sumber dari rasa dahaganya.


" Oh, kau selalu membuatku gil4 Baby, bagaimana bisa aku membuatmu jauh dariku, bahkan baru sepekan aku tidak memasukimu, tetapi milikmu selalu nikmat, Oouhhgg." Racau Kai di sela goyangan pinggulnya.


Sadar Vero masih terpejam tetapi menikmati permainan mereka, membuatnya mengingat peristiwa pertama kalinya ia memasuki tubuh Vero, yang kini benar-benar membuatnya candu, tak ingin permainan panas mereka segera berakhir.


Sedangkan Vero ia sedang bermimpi sedang bercinta dengan seorang pria, tetapi wajahnya terlihat samar-samar tidak jelas, tetapi ia sangat menikmati permainan pria tersebut, membuatnya melayang hingga beberapa kali meledak.


" Tunggu sebentar Baby aku juga akan sampai." Terdengar sayup-sayup suara pria yang ia kenali, akan tetapi Vero nampak tak menghiraukannya, ia justru memeluk erat tengkuk Kai, yang ia pikir adalah pria lain.


Hingga tak berapa lama, keduanya pun melenguh nikmat saat sama-sama mencapai puncak kenikmatan bersama, " Kau selalu membuatku ingin terus memakanmu, Baby." Bisik Kai di dekat telinga Vero, dengan napas masih memburu.


Wanita itu justru tersenyum, seolah ia mendengar suara pria lain." Biar tahu rasa dia, dia pasti tidak bisa jauh dariku, karena aku sudah mengutuknya!" Kekeh Vero membuat dahi Kai mengkerut menahan tawa.


' Dia bilang ingin mengutukku!! Hahaha..ada-ada saja kau ini. Sungguh kau sangat menggemaskan Baby. Dan kurasa kutukan darimu sepertinya berhasil, ya aku tidak bisa terlepas dari pesonamu ini.'


Saking gemasnya Kai sampai menggigit bahu Vero yang terbuka, hingga bekas gigitannya terlihat disana.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, semoga suka dengan ceritanya. Minta dukungannya ya dengan memberi like, koment dan hadiah juga, 🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tekan favorite nya agar mendapatkan notifikasi dari kami. terima kasih love u All..


__ADS_2