
"Ayah tidak apa-apa nak, sana lakukan lagi aktifitas kamu", Tedja menyuruh Pangestu meninggalkan nya sendiri an di kamar kerjanya.
Tedja bingung mengapa ada di ruang kerjanya.
Tedja berpikir sejenak, mencoba mengingat-ingat apa yang sedang terjadi. Sekarang ia ingat kalau tadi sudah mendengarkan percakapan Indah dan Pangestu di dalam kamarnya.
Tidak beberapa lama Tedja pun masuk ke kamarnya nya melihat Indah sedang menyusui baby Arkan.
"Sayang, katanya kamu tertidur lama di ruang kerja mu. Mengapa tidak langsung masuk saja ke kamar sayang", tanya Indah dengan penuh perhatian.
Walaupun Indah telah berselingkuh dengan Pangestu Sikap indah selalu baik melayaninya. Bagi tedja itu sudah cukup. Karena di usianya yang sudah senja begini. Yang diharapkan nya adalah perhatian dari orang-orang terdekat.
Kesibukan Indah dalam mengasuh baby Arkan tidak menyurutkan niat Indah dalam melayani suaminya. Bila Tedja menggoda, dan ingin bercinta Indah pun tidak merasa keberatan untuk meladeni dan memuaskan keinginan birahi Tedja.
Karena hari sudah sore, Tedja bermaksud untuk membersihkan dirinya.
"Aku mandi dulu ya sayang", Tedja memberitahu istrinya dan langsung meninggalkan Indah di ranjang yang sedang menyusui baby Arkan.
Setelah beberapa saat dan yakin kalau baby Arkan sudah tidur. Indah langsung menuju kamar mandi. Indah pun bermaksud ingin membersihkan tubuhnya yang berbau tumpahan asi.
Indah juga ingin tetap menjaga penampilannya tetap wangi dan bersih di depan suami nya.
Indah langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Baik Tedja maupun Indah, pintu kamar mandi tidak pernah di kunci kalau sedang mandi.
Tedja sudah posisi sedang menyabuni tubuhnya. Indah segera melucuti pakaiannya hingga sekarang tanpa busana.
Indah langsung mendekati Tedja dibawah guyuran shower. Sikap Tedja memang dingin setelah Indah melahirkan, Tedja meminta paling seminggu sekali saja. Tetapi kepada Pangestu Indah hampir setiap hari, karena Pangestu selalu di rumah menemani Indah.
Akibat perbincangan antara Pangestu dan Indah tadi pagi , Pangestu berfirasat kalau Tedja sudah mengetahui hubungan intim mereka, tetapi sepertinya membiarkannya saja.
Agar tidak membuat Tedja murka, Indahpun selalu terlihat perhatian dan begitu bergairah.
Melihat Tedja hanya sibuk menyabuni dirinya, Indah berusaha menggoda dengan menyentuh, mengemmut, bahkan menjilati, bak seperti permen lollipop bagian area sensitif Tedja pada bagian bawah.
Bagian sensitif itupun langsung mengeras dan membesar. Tedja mengerang, mendesah, langsung mendorong indah ke arah dinding kamar mandi.
__ADS_1
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Indah. Tedja langsung meremas, mengemmut, menjilati bahkan memain-mainkan bola kecil yang berada pada gunung kembar Indah.
Tedja larut dan menenggelamkan wajahnya pada gunung kembar tersebut. Sambil memasukkan bagian pelurunya ke lubang milik Indah. Berusaha pindah ke bak mandi untuk mengambil posisi yang enak.
Agar merasa puas, Indah paling suka, bila posisinya diatas Tedja. memutar, menarik dan kembali memasukkannya, hingga menarik dan memasukkan kembali berulang-ulang dan begitu kencang.
Tedja berteriak "Enak banget sayang", Tedja mencapai *******, begitu juga
Indah mencapai ******* juga.
Setelah selesai bergelut, keduanya pun saling menyelesaikan mandinya. Saling menggosok badan lawan masing-masing. Dan akhirnya finish setelah guyuran shower membasuh habis busa sabun yang melekat di tubuh masing-masing.
***
Hari ini hasil dari test DNA keluar.
Tedja sudah tidak sabar ingin mengetahui segera hasil test tersebut.
Pagi-pagi sekali sebelum Tedja tiba di kantor nya. Tedja terlebih dahulu singgah di rumah sakit untuk mengambil hasil testnya.
Tedja hanya menunjukkan tanda pengenal dan bukti telah melakukan test DNA. Maka berkas itupun langsung diberikan kepada Tedja segera, oleh suster yang sedang berjaga di ruangan tersebut.
Tedja melihat dannmebaca hasilnya dengan seksama. Ternyata dari hasil pemeriksaan, didapat lah hasilnya bahwa baby Arkan adalah anak biologis dari Pangestu.
Bukan main kecewanya Tedja, berharap hasil Test membuktikan bahwa dirinya lah ayah biologis dari Arkan. Tetapi kenyataannya sangat jauh dari harapan Tedja.
Pangestu lah ayah biologis dari baby Arkan. Tidak dipungkiri memang kedekatan antara Pangestu dan baby Arkan seperti ada ikatan batin. Pangestu begitu cekatan dan perhatian kepada baby Arkan. Bila baby Arkan menangis, sebentar saja di bujuk untuk diam dan ditilang. Baby Arkan langsung terdiam.
"Pas seperti dugaan ku, selama ini aku telah menduga bahwa kehamilan Indah di mulai pada bulan kedua, padahal aku sedang di luar kota selama hampir sebulan.
Setelah menikah padahal kami segera melakukan hubungan suami-istri. Mengapa Indah tidak hamil?, apakah kala itu indah minum pil KB?", Tedja begitu kecewa, Indah tidak hamil dari benihnya.
"Bagaimana ini, apakah untuk akte kelahiran Arkan nantinya nama ayah Arkan adalah namaku?", gumam Tedja bingung.
Secara berkas, seharusnya memang baby Arkan adalah anakku. Karena Indah adalah istri sah ku. Pangestu adalah berstatus anak tiri bagi Indah.
__ADS_1
"Tidak mungkin nama ayah baby Arkan tercantum atas nama Pangestu", Tedja merasa pusing.
Semakin Tedja berpikir, semakin pusing dan sangat tidak masuk akal semua masalah yang terjadi dalam kehidupannya.
"Aku yang sudah tua begini, masih harus di ribet kan dengan masalah-masalah yang rumit. Seharusnya di masa tua ku. Aku itu harusnya bersenang-senang", Tedja tidak menyangka akan hidup dalam konflik etika dalam rumah tangganya.
Cinta yang seharusnya begitu Indah, tetapi cinta malah menjadi biang permasalahan. Apakah semua gara-gara cinta?, Apakah cinta yang menjadi kambing hitam dalam permasalahan ini?
Tedja duduk lemas di dalam mobilnya.
"Bukan cinta yang menjadi biang dari permasalahan ini. Tetapi oknumnya, harusnya manusianya yang harus sadar diri. Karena semua mempunyai ada batasannya.
Mana yang layak diambil, bukan semua harus di ambil paksa. Mana yang pantas dilakukan mana yang tidak pantas dilakukan. Semua ada hukum dan sangsi yang harus dijalani. Bila oknumnya terbukti melakukan kesalahan.
Sering sekali oknumnya bermain api sendiri, tanpa memikirkan kedepannya", Tedja menyalahkan dirinya, yang sudah salah mendidik Pangestu. Dan tidak tegas sejak awal telah mengetahui hubungan cinta terlarang yang dilakukan Indah dan Pangestu.
"Tetapi apa mau dikata semua sudah terjadi. Mau mengusir Indah atau Pangestu. Aku tidak sanggup hidup tanpa Indah", gumam Tedja pusing.
"Baiklah aku mengikuti alurnya saja, biarlah teka-teki ini terus kujalani, seiring berjalannya waktu. Akhirnya teka-teki inipun akan terjawab dengan sendirinya", Tedja hanya pasrah.
Tedja mengambil kesimpulan bahwa nama ayah dalam Akte kelahiran Arkan adalah atas nama Tedja. Dan Pangestu adalah berstatus sebagai anak tiri dari Indah.
Tedja menyimpan rahasia ini rapat-rapat, mengenai kalau baby Arkan adalah anak biologis Pangestu.
Tidak akan memberitahukan kepada Indah maupun kepada Pangestu.
Tedja pun masih tetap pada pendiriannya. Pura-pura tidak mengetahui hubungan intim yang dilakukan antara Indah dan Pangestu.
"Suatu saat nanti aku juga ingin tahu, mengapa bukan benih aku yang tertanam di dalam rahim Indah", gumam Tedja dalam hati.
Tedja ingin memeriksa kondisinya, apakah mandul atau tidak.
Hari ini aku sangat pusing, karena hasil yang kudapatkan dari test DNA sungguh sangat mengecewakan aku.
"Tunggu lah sampai aku bisa menerima kenyataan pahit mengenai test DNA ini, barulah aku akan test kemandulan ku", pikir Tedja dalam hati
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku memang mandul?", Tedja juga tidak bisa terima kalau dirinya mandul.