
Indah pun ikut turun ke bawah untuk menemani Tedja makan malam.
Tedja langsung buru-buru menyendok nasinya ke piring, mengambil lauk serta sayurnya dan langsung melahap habis makanannya tanpa ada tegur sapa dengan Indah.
Langsung meninggalkan Indah dan naik ke lantai atas serta langsung masuk ke kamar. Sekarang Indah sendirian makan di meja makan.
Perasaan Indah begitu tidak karuan, salah tingkah, tidak tahu lagi harus bagaimana caranya untuk membujuk Tedja.
Indahpun telah selesai makan malam, sebenarnya Indah tidak berselera untuk makan malam, tetapi karena Arkan masih menyusui. Agar ASI nya tetap lancar, mau tidak mau Indah harus menjaga pola makannya dan tentunya harus makan makanan yang bergizi.
Setelah menyelesaikan makan nya Indah pun naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya. Dilihatnya Tedja tertidur terlentang dengan kedua tangan di taruh di kepala menutupi kedua matanya.
Dengan pelan-pelan Indah naik ke atas ranjang dan mengambil posisi tidur di samping Tedja setelah mengganti piyamanya menjadi dress yang transparan.
"Sayang, bolehkah aku bicara?", Indah memulai obrolan dengan suara lembut. Namun Tedja tidak menjawab.
"Sayang, sudahkah hatimu tertutup rapat untuk ku?. Jangan menyiksa ku dengan terus berdiam dan acuh kepada ku. Tolong katakan sesuatu kepadaku.
Kalau seandainya kamu mengatakan akan menceraikan ku. Aku rela sayang, besok aku akan kembali ke rumah ayahku. Kalau memang kamu tidak ingin melihat ku lagi.
Tolong jangan hanya diam saja malah terus-menerus mengacuhkan aku", Suara Indah bergetar Air matanya jatuh tak terbendung lagi.
Tedja sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Indah ingin rasanya mengusap air mata Indah.
Tetapi akibat perselingkuhan Indah, Tedja pun merasa sakit. Beruntung ada Mitha dan hati Tedja sekarang sepertinya berbunga-bunga untuk Mitha, sehingga sakit hatinya terhadap Indah sedikit terobati.
Tedja ingin berusaha menjauhkan keinginan nya untuk bercinta dengan Indah.
"Sudahlah Indah, tidak usah membahas mengenai kita sekarang. Kalau kamu ingin pulang ke rumah orang tuamu ya silahkan. Itu terserah kamu saja. Kalau kamu masih ingin disini pun tidak apa-apa.
__ADS_1
Oh iya, Aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu. Sebentar lagi aku akan menikah kuharap kamu setuju, aku juga tidak akan menceraikan mu.
Namanya Mitha, Mitha adalah teman semasa SMA ku. Tiga bulan yang lalu aku secara tidak sengaja bertemu dengan dia. Akhirnya kami saling kenal dan langsung dekat.
Ternyata selama ini Mitha mencari ku dan sangat mencintai ku sejak SMA. Walaupun awalnya aku tidak mencintai Mitha, apa salahnya aku membuka diri, kepada Mitha. Toh Mitha tidak jelek-jelek amat", Tedja memberitahu segalanya mengenai pertemuan nya dengan Mitha.
"Apa!, Tega kamu ya. Bahkan restuku pun belum kamu dapatkan berani sekali kamu mengatakan akan menikah dengan Mitha. Dan kamu juga tidak ingin bercerai dengan ku.
Egois sekali kamu!. Mengapa tidak menceraikan aku saja. Supaya aku jangan kau gantung-gantung begitu. Dan aku pun bisa menikah dengan pria lain", ucap Indah begitu kesal dan marah.
"Untuk apa harus meminta izinmu?. Terserah aku dong, lagian aku berhak untuk menduakan mu. Kuharap kalian akan bisa berdamai nanti. Dan bisa melayani aku dengan baik", ucap Tedja memberitahu.
"Aku tidak mau kamu duakan, dan aku juga tidak mau hidup bersama dengan dia disini", suara Indah kencang dan tegas.
"Baiklah kalau kamu tidak mau hidup satu atap dengannya, besok kamu saja yang pindah dari rumah ini. Dan silahkan mencari kontrakan yang kecil dan sempit. Karena aku akan menyita ATM mu", Tedja menakut-nakuti Indah.
Indah pun hanya diam saja. Hatinya sedih, karena Tedja sudah berubah tidak seperti dulu lagi. Dulu Tedja begitu royal dan sangat perhatian. Sekarang Tedja seperti tidak peduli lagi terhadap dirinya.
Indah pun berusaha terus untuk membujuk Tedja.
"Sayang, Tidak bisakah kamu mengurungkan niatmu untuk menikah dengan Mitha. Apa kurangnya aku, aku selalu melayanimu dengan baik", ucap Indah lembut dan pelan.
"Memang kamu telah melayani ku dengan baik. Tetapi mengapa kamu selingkuh dibelakang ku, bahkan kamu selingkuh dengan Pangestu anak ku sendiri", ucap Tedja berterus terang.
Indah terkejut, ternyata benar dugaan Pangestu kalau Tedja sudah mengetahui perselingkuhan nya.
"Darimana kamu tahu?", Indah berusaha menyangkal.
"Aku memergoki kalian bercinta di kamarku. Aku benci kamu melakukannya di kamar ku. Bukan itu saja kalian melakukannya, bahkan ketika aku di luar kota pada bulan kedua pernikahan kita kamu sudah melakukan perselingkuhan itu berulang-ulang.
__ADS_1
Aku tahu semua Indah, tidak ada gunanya lagi kamu seolah mencari pembelaan diri. Atas dasar apa kamu berselingkuh di belakang ku. Ayo katakan Indah?", Tedja menuntut Indah berterus terang.
Indah hanya diam saja. Tidak langsung menjawab pertanyaan Tedja.
"Mungkin kamu susah menjawabnya. Tetapi aku tahu alasan mu untuk melakukan perselingkuhan itu", ucap Tedja tegas. Indah hanya sesegukan karena sudah kepergok.
"Kamu melakukannya karena tidak puas denganku kan?. Kamu ingin merasakan sensasi yang berbeda dengan Pangestu, iya kan!. Hatiku sakit Indah.
Aku merasa seperti laki-laki yang tidak berguna. Terlebih Arkan adalah anak biologis dari Pangestu", Tedja menangis. Indah sangat terkejut, tidak menyangka kalau Arkan adalah anak biologis dari Pangestu.
"Kamu bingung kan mengapa aku mengetahui semuanya", tanya Tedja menyindir Indah.
"Tadinya aku berharap Arkan adalah anak dari ku, walaupun aku sudah mengetahui kamu telah selingkuh, karena penasaran aku test DNA setelah Arkan lahir.
Sebelumnya juga ketika test kehamilan kamu, aku mencurigai usia kehamilan mu dimulai ketika bulan kedua pernikahan kita, itu ketika aku sedang di luar kota. Itulah awalnya aku test DNA terhadap Arkan. Karena dugaan ku Arkan tidak merupakan benihku. Dan aku sangat kesal.
Dan akhirnya aku memberanikan diri untuk memeriksakan diriku, mengapa bukan benihku yang didalam rahim mu?. Ternyata aku di fonis tidak akan bisa membuat istriku hamil, karena kandungan spermaku encer.
Aku menjadi tidak percaya diri, dan merasa yakin kamu selingkuh karena tidak mendapatkan kepuasan dari ku.
Aku pun bertemu dengan Mitha, Mitha sanggup membuat kepercayaan diriku bertambah. Dan Mitha begitu bergairah dan bersemangat bila bercinta dengan ku.
Apa aku salah untuk menduakan dirimu?", tanya Tedja.
"Ceraikan saja aku, agar kamu bisa bersama dengan Mitha", Indah memberitahu dengan kesal dan marah.
"Sebenarnya aku sangat mencintaimu Indah. Aku tidak mudah cinta kepada seseorang. Ketika melihat mu pertama kali, aku sudah tertarik dan ingin memiliki mu. Dan setelah kita menikah dan melakukan hubungan suami-istri, kamu mampu melayaniku dengan sangat baik. Itulah yang membuat aku sangat mencintai mu. Dan tidak ingin menceraikan mu", Tedja memberitahu.
"Kamu jahat", Indah menangis
__ADS_1