Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#65. Arkan hilang


__ADS_3

Dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Indah memacu terus mobilnya. Tidak sabar ingin segera tiba di sekolah dan menanyakan perihal menghilangnya Arkan.


Tidak beberapa lama, Indah pun tiba di sekolah Arkan dan segera memarkirkan mobilnya pada area parkir.


Indah langsung berlari menuju ruang guru. Dan langsung mencari-cari sosok Miss Linda di ruangan tersebut. Indah langsung menghampiri mis Linda begitu melihat Miss Linda sedang berdiri di sudut ruangan sedang berbicara dengan guru lain.


"Miss Linda, bagaimana ceritanya Arkan tidak ada di ruangan kelasnya?", tanya indah begitu posisi indah dekat dengan Miss Linda.


"Iya maaf Bu, saya sejak awal pelajaran memang tidak ada melihat Arkan duduk di bangkunya. Saya pun menanyakan keberadaan Arkan kepada teman-temannya. Tetapi mereka memang tidak ada melihat Arkan sejak datang ke sekolah ini. Makanya saya menelepon ibu, untuk mengetahui alasan Arkan tidak masuk sekolah", Miss Linda memberitahu.


"Bu, memang saya tidak mengantar Arkan sampai ke ruang kelas karena saya terburu-buru ingin bertemu dengan supplier pagi tadi. Bagaimana cctv di sekolah ini. Apakah cctv ada di arahkan ke depan pintu gerbang?", Indah ingin tahu.


"Maaf sekali bu. Cctv yang mengarah ke depan pintu gerbang kebetulan sedang rusak. Jadi tidak bisa mengecek keberadaan Arkan, apakah ada memasuki halaman sekolah ataukah langsung pergi bersama orang asing atau pergi sendiri", Miss Linda tidak enak hati.


"Ya ampun Arkan. Jadi siapa dong yang bertanggung-jawab terhadap keselamatan anak saya Miss", tanya indah penuh emosi karena merasa panik dan ketakutan telah kehilangan Arkan.


"Kami minta maaf Bu, atas menghilangnya Arkan. Kami akan berusaha mencari keberadaan Arkan dengan melapor kepada pihak berwajib dan meminta cctv pada bangunan toko yang ada di depan sekolah. Mudah-mudahan dari tayangan cctv bisa diketahui siapa yang telah menculik Arkan", Miss Linda menenangkan Indah.


"Arkan kamu dimana nak", indah menumpahkan air matanya yang sudah tidak bisa dibendungnya lagi.


"Sabar ya Bu, kami akan tetap berusaha untuk mencari keberadaan Arkan. Silahkan ibu pulang, nanti kalau ada informasi mengenai Arkan akan segera kami beritahukan kepada ibu", Miss Linda memeluk indah dan terus menenangkan Indah.


Indah hanya bisa tertunduk lemas, ingin rasanya ia memberitahukan menghilangnya Arkan kepada Pangestu. Karena dadanya begitu sesak menahan segala kesedihan yang dialaminya. Tetapi niatnya untuk memberitahu Pangestu segera diurungkan nya.

__ADS_1


"Mungkin menghilang nya Arkan ini adalah semua karena Pangestu juga yang ingkar janji. Sebelumnya Pangestu berjanji kepada Arkan akan sering mengunjungi Arkan dan bermain dengan Arkan.


Kenyataannya Pangestu sudah hampir 2 bulan tidak pernah mengunjungi indah dan Arkan. Beberapa hari terakhir ini, memang Arkan sering menanyakan keberadaan Pangestu yang tidak pernah datang.


Tetapi indah selalu mengatakan kalau Pangestu sibuk mengurusi bisnis dan pekerjaan nya. Dan sekarang Pangestu sedang urusan kerja ke luar negeri", gumam indah terus berpikir di dalam hatinya, penyebab menghilangnya Arkan.


"Aku berharap Arkan hanya bermaksud menenangkan diri. Mudah-mudahan Arkan ingat akan nasihat ku. Apabila tersesat aku pernah mengatakan kepada nya harus melapor ke kantor polisi terdekat.


Atau silahkan minta tolong kepada orang untuk mengantar ke kantor polisi. Agar polisi yang mengantar ke rumah kita", gumam indah mengingat semua apa yang dikatakan nya kepada Arkan.


Indah terus menyusuri setiap jalanan, taman dan tidak lupa bertanya kepada orang dengan menunjukkan foto Arkan pada orang setempat. Disekitar sekolah.


Sudah hampir dua jam indah menyusuri jalan, berkendara dengan pelan agar pandangannya tidak terlewat kepada Arkan. Tetapi semua sia-sia. Indah tetap tidak bisa menemukan Arkan. Dan pihak sekolah juga belum ada memberikan informasi mengenai Arkan.


Hampir saja indah putus asa dan menyerah. Karena Arkan belum juga di temukan nya.


"Halo", jawab indah penasaran karena panggilan yang masuk ke handphone nya adalah nomor yang tidak terdaftar pada kontak nya.


"Mama, ini Arkan ma", sahut Arkan dengan suar keras.


"Arkan kamu dimana nak, kamu tidak kenapa-kenapa kan?", indah terkejut dan merasa senang Arkan telah meneleponnya.


"Arkan baik-baik saja ma, Arkan ada di taman kota yang berada di dekat sekolah. Arkan sedang bersama dengan om Febri", jawab Arkan menenangkan Indah.

__ADS_1


"Syukur lah nak kamu tidak kenapa-kenapa. Mama sangat khawatir sekali Sampai berpikir yang tidak-tidak kemungkinan telah terjadi sesuatu kepada kamu. Kamu tunggu disitu ya. Mama akan menyusul kamu ke taman. Mama akan telepon kamu untuk menanyakan lokasi keberadaan mu", indah senang karena Arkan sudah diketahui keberadaannya.


"Iya ma, mama cepat ya", balas Arkan


Indah pun segera melajukan mobilnya menuju taman kota yang dikatakan Arkan.


Tidak sampai sepuluh menit Indah telah tiba di taman kota, segera memarkirkan mobilnya di luar taman. Dan segera berlari ke dalam taman untuk mencari keberadaan Arkan.


Ternyata Arkan sedang duduk di taman bersama seorang laki muda dan sedang asik mengobrol sambil tertawa dan tersenyum.


"Sayang. Syukurlah mama sudah menemukan mu. Mama sampai merasa sesak dan lemas. Ketika Miss Linda memberitahu kalau kamu tidak ada di dalam kelas untuk mengikuti pelajaran hari ini", indah langsung memeluk dan mencium Arkan.


"Arkan tidak kemana-mana ma. Setelah mama mengantar Arkan di depan gerbang sekolah. Arkan memang langsung pergi ke taman ma. Dan tidak ada memasuki halaman sekolah", Arkan memberitahu kronologi dirinya yang tidak berada di sekolah untuk mengikuti pelajaran hari ini.


"Siapa paman yang bersama kamu ini nak. Maaf, mama pikir kamu telah di curi oleh paman ini", indah jujur mengenai perasaan nya.


"Saya Febri. Saya melihat Arkan duduk termenung dengan wajah yang begitu sedih. Jadi saya bermaksud menemaninya dan mencoba bertanya apa masalah nya. Dan Arkan pun menceritakan masalahnya", Febri memperkenalkan diri dan menjabat tangan indah.


"Paman ini menemani Arkan sedang duduk sendiri di kursi taman ini ma", Arkan memberitahu.


"Memangnya kamu kenapa sayang, mengapa jadi duduk termenung di taman. Mengapa Arkan tidak mencurahkan saja tentang perasaan dan isi hati kamu kepada mama?", Indah sedih karena tidak tahu dan kurang memperhatikan kondisi kejiwaan Arkan sekarang.


"Arkan sudah bertanya kepada mama mengenai keberadaan papa yang tidak pernah pulang menemui Arkan. Tetapi mama selalu menjawab kalau papa sedang urusan bisnis dan pekerjaan ke luar negeri. Melihat mama yang sering termenung dan terkadang menangis.

__ADS_1


Arkan jadi kepikiran kalau ayah bukan saja sibuk mengurusi urusan bisnisnya tetapi Arkan curiga kalau mama dan papa ada masalah dan sedang tidak baik-baik saja", Arkan mengungkapkan perasaannya. Indah menjadi bertambah bersedih dan menitikkan air mata nya. Bahwa kepergian Pangestu benar-benar telah mengganggu pikiran dan perasaan Arkan.


"Sayang ayo kita pulang. Nanti di rumah mama akan menceritakan mengenai papa kamu", indah membujuk Arkan untuk pulang ke rumah. Dan segera pamit dan berterima kasih kepada Febri.


__ADS_2