
Enam bulan lamanya Tedja tidak pernah menemui Indah. Bahkan kebutuhan nafkahnya pun tidak pernah di berikan.
Indah mencoba mencari tahu keberadaan Tedja dengan pergi ke kantor nya. Indah bertemu dengan Deni.
"Selamat pagi Deni", sapa indah begitu tiba di kantor Tedja.
"Eh, selamat pagi juga Bu", Deni merasa gugup tiba-tiba Indah datang berkunjung ke kantor Tedja.
"Ada apa Bu, tumben banget datang ke kantor" Deni mencoba membuka obrolan dengan Indah.
"Tidak, mau tanya suami saya, Tedja. Apakah sudah datang ke kantor ini?", tanya Indah ingin tahu, soal nya Tedja sudah lama tidak menemuinya.
"Pak Tedja ya Bu, anu.... Eeee..Pak Tedja jarang datang ke kantor Bu. Paling kalau ke kantor, kalau sudah ada janji untuk ketemuan. Semua urusan kantor saya yang urus", Deni memberitahu.
"Oh begitu ya, Kamu tahu Tedja tinggal dimana sekarang. Ehmm, aku mau tanya, adakah sesuatu yang kamu ketahui dan yang tidak kuketahui mengenai Tedja?", Indah mencoba menyelidiki.
"Maksud ibu, apa ya?", Deni bingung berpura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Tedja.
"Begini loh den, Maksud aku, apakah Tedja sudah menikah?, kamu tahu tidak Tedja tinggal dimana sekarang", Indah memperjelas arah pembicaraannya.
Sejenak Deni terdiam, apakah harus membongkar semua kedok bosnya atau menyimpannya dan tidak memberitahu kepada Indah.
Masalahnya nanti, kalau Tedja tahu bahwa semua informasi mengenai dirinya itu karena Deni yang memberi tahukan kepada Indah. Pasti dirinya akan dipecat.
Indah tahu kalau Deni bagai buah simalakama. Indah pun mencoba membujuk nya.
__ADS_1
"Den, kamu tidak perlu takut kalau semua informasi ini aku dapatkan dari kamu. Aku akan merahasiakan nya, aku tidak akan bilang kalau kamu yang memberitahu kepada ku", Indah membujuk Deni.
Bu, sebenarnya pak Tedja sudah menikah dengan Tessa, gadis muda pelayan cafe. Dan tinggal disebuah apartemen.
Tetapi menjalani pernikahan mereka yang ke 5 bulan, sepertinya pak Tedja ingin menikah lagi. Tidak tahu juga alasannya apa Bu. Pak Tedja hanya bilang kalau ingin menikah lagi", Deni memberitahu semua perilaku buruk Tedja.
Sejenak Indah terdiam atas semua informasi yang didengarnya mengenai Tedja.
Tidak beberapa lama Indah menarik nafas dan menghembuskan. Baginya sekarang. Apapun yang diperbuat Tedja, Indah tidak akan peduli.
"Sekalipun Tedja akan menikah sepuluh kali lagi, aku tidak akan peduli. Tedja selamanya tidak akan pernah berubah. Dia pasti akan terus mencari dan mencari sensasi baru untuk kepuasan birahinya", gumam Indah dalam hatinya.
"Aku sudah terjerat atas gairahnya. Apapun yang kulakukan demi memuaskan keinginan birahinya. Tedja tetap akan mencari sensasi baru dan tidak akan pernah puas pada satu wanita saja", Gumam Indah menambahi. Saat ini dalam pikiran Indah, ia ingin terlepas dari suaminya, Tedja.
Indah tidak mau lagi jadi budak pemuas nafsunya, padahal dirinya tidak pernah dihargai. Selalu datang dan pergi sesuka hati Tedja.
"Oh iya, Den. Boleh aku tahu alamat Tedja?. Tenang saja aku tidak akan datang untuk melabrak nya. Tetapi aku akan mengirimkan surat cerai aku ke alamat nya. Kamu juga tidak usah takut, aku tidak akan membawa-bawa nama kamu, bahwa segala informasi mengenai Tedja berasal dari mu.
Alasan perceraian ku, bukan semata karena Tedja selingkuh. Tetapi karena Tedja tidak pernah menemui aku selama hampir 6 bulan. Dan selama 6 bulan itu pula Tedja tidak ada menafkahi aku", Indah menyakinkan Deni, tidak akan membawa nama Deni.
"Baiklah Bu, ini alamatnya Tedja Jl. Kamboja ujung gang Sopoyono 5", Deni memberitahu.
"Baiklah, terimakasih atas informasi yang kamu berikan. Aku pamit ya", Indah pamit dan segera beranjak pergi dari kantor Tedja. Karena Indah tidak ingin bertemu Tedja di kantor. Takut komitmen nya untuk menceraikan Tedja malah jadi berubah, atas bujuk rayu dari Tedja.
Sepulang dari kantor Tedja, Indah pun segera pergi ke kantor urusan agama untuk mengajukan cerai terhadap Tedja. Segala urusan mengenai perceraian nya indah serahkan kepada pengacaranya.
__ADS_1
Indah berharap pengajuan perceraiannya cepat selesai. Karena indah merasa sudah jenuh dan banyak makan hati atas sikap Tedja yang selain tidak peduli terhadap dirinya, Tedja juga tidak peduli lagi terhadap Arkan.
Padahal selama ini Indah memilih bertahan dengan Tedja, karena memikirkan Arkan yang membutuhkan sosok ayah, kalau tidak memikirkan Arkan sudah sedari dulu aku menceraikan Tedja. Tetapi sekarang karena Tedja sudah tidak peduli lagi terhadap Arkan. Indah merasa mantap dan yakin untuk menceraikan Tedja.
Indahpun tidak akan menuntut harta Gono gini, kalau Tedja menyuruhnya meninggalkan rumah yang sedang ditempatinya sekarang. Indah akan pasrah, toh Indah saat ini sudah bisa mandiri secara finansial. Karena Tedja selama 6 bulan ini juga tidak ada menafkahi Indah dan Arkan.
****
Tessa merasa uring-uringan karena Tedja sudah selarut ini tidak pulang ke rumah. Tidak biasanya Tedja pulang selarut ini, paling lama Tedja pulang dari kantor pukul 4 sore, sehingga tiba di rumah pukul 5 sore. Tessa berulang kali menghubungi handphone Tedja ternyata tidak aktif.
"Sayang, kamu dimana sih?", Tessa terlihat kesal dan bolak-balik memegang handphone nya untuk melihat jam.
Karena lelah menunggu dan malam juga sudah makin larut. Akhirnya Tessa tertidur. Hingga pagi ketika alarmnya berbunyi pada jam biasanya setiap pagi. Tessa tersentak mengambil handphone nya untuk mematikan alarmnya.
Barulah Tessa tersadar melihat di tempat tidurnya tidak ada Tedja.
"Ahh, ternyata Tedja tidak pulang ke rumah", Gumam nya penuh emosi sambil melemparkan bantal guling nya.
"Kemana kamu Tedja?, apakah telah terjadi sesuatu kepadamu?. Ataukah kamu telah selingkuh dan menginap semalam bersama perempuan lain?", Tessa memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap Tedja.
"Bodoh nya aku, bahkan kantor Tedja saja aku tidak tahu alamatnya. Bagaimana atau kemana aku harus mencari Tedja?", gumam Tessa makin kesal.
Tessa pun hanya bisa menunggu dan menunggu kedatangan Tedja kembali kepadanya.
Dua hari berlalu Tedja tidak kunjung datang menemui Tessa. Karena ingin tahu keberadaan Tedja. Tessa pun mencoba mencari Tedja di cafe tempat dirinya pertama kali bertemu dengan Tedja.
__ADS_1
Sejak sore ketika pengunjung belum ada Tessa sudah datang dan mencari tempat duduk yang bebas memperhatikan pengunjung yang keluar masuk cafe. Hingga pukul sepuluh malam Tessa terus menunggu dan memperhatikan sosok Tedja ternyata Tedja tidak ada datang di cafe yang sedang di datanginya.
"Besok aku akan mencoba mengunjungi cafe sebelah kalau ternyata Tedja tidak ada disana. Baiknya aku mengunjungi cafe yang terkenal karena pelayan-pelayan nya cantik-cantik", gumam Tessa dalam hati. Dan Tessa tahu tempat itu, cafe itu memang sangat ramai pengunjung nya karena telah terkenal dengan pelayan-pelayan nya yang cantik-cantik dan muda-muda.