Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#25. Tedja mengalami kebangkrutan


__ADS_3

Begitu gelisah dan kalutnya Tedja saat ini. Tedja pun ingin menelepon Puput, memberitahu mengenai kondisinya. Maksud nya agar Puput bisa datang menemuinya di penjara. Setidaknya memberikan dukungan moril dan support agar tidak stress atas masalah yang dialaminya.


Tedja menghubungi via telepon.


"Sayang, aku sekarang sedang di kantor Polisi. Bolehkah kamu datang kemari setidaknya memberikan support dan dukungan moril kepada ku?", pinta Tedja kepada Puput.


"Apa!, jadi sekarang kamu di kantor Polisi?, kok bisa?. Apa kah kamu korupsi?", Puput menerima pertanyaan yang membabi-buta.


"Aku di laporkan atas kasus penganiayaan dan tindakan kekerasan kepada seorang laki-laki yang telah merebut pacar ku", Tedja memberitahukan alasan dirinya dipenjara.


"Oh. Maaf sayang, aku tidak bisa datang menjenguk mu. Karena mendadak Ibu ku telepon kalau dirinya sedang sakit. Jadi aku harus membawa ibu segera ke rumah sakit. Maaf kan aku ya sayang", Puput mencari-cari alasan, berbohong karena Puput berniat akan minta meninggalkan Tedja.


Puput merasa kalau Tedja di penjara berarti Tedja akan bangkrut dan akan membutuhkan uang untuk mengurusi atau mencari pengacara yang bisa mengeluarkan nya dari penjara.


Puput juga tidak mau kalau Tedja mengambil kembali rumah, mobil yang sudah diberikan Tedja kepadanya. Puput sekarang berencana akan menjual rumah dan mobilnya agar tidak diminta kembali oleh Tedja.


"Gimana sih kamu sayang, masak kamu tidak bisa datang menjenguk aku. Padahal aku sudah banyak memberikan uang kepada mu. Melihat aku dipenjara saja kamu tidak mau.


Entah kamu membawa makanan kesukaan ku, karena kamu tahu sendiri kan kalau makanan dipenjara itu tidak enak", Tedja sedikit kesal dan marah karena Puput tidak ada perhatian sedikit pun kepadanya.


"Bukannya aku tidak perhatian dan tidak mau menjenguk kamu Sayang, kan sudah aku bilang. Kalau ibuku tiba-tiba nelpon aku dan mengatakan kalau dirinya sedang sakit.


Aku lebih mendahulukan ibu dong sayang, karena ibu sedang sekarat sekarang", Puput mencari membenaran, dan tidak mau Tedja menyudutkan nya terus.


"Sudah dulu ya sayang, aku tutup dulu teleponnya. Karena dokter sedang memanggil aku", Puput langsung menutup teleponnya.


Tedja begitu emosi hampir saja ingin melemparkan handphone yang sedang di genggaman nya.

__ADS_1


"Ternyata semua wanita itu sama saja, materialistis. Giliran teman prianya hampir bangkrut kabur deh entah kemana", gumam Tedja tidak menyangka Puput hanya mencintai uangnya saja.


"Indah, seandainya saja Indah ada di Indonesia. Mungkin Indah akan cepat datang menemui aku. Kalau aku mengatakan kepada nya aku sedang dipenjara. Tetapi itu sangat mustahil tidak mungkin Indah bisa datang menemui aku dipenjara", Tedja membandingkan Puput dengan Indah.


"Aduh, konyolnya aku. Ini semua gara-gara Mitha. Mitha penyebab semua masalah ini", Tedja merasa pusing dan uring-uringan tidak tahu apa yang harus diperbuat nya.


Tidak beberapa lama Deni pun tiba di kantor Polisi.


"Deni, syukurlah kamu datang menemui aku. Tolong keluarkan aku dari sini Den!", Tedja memohon-mohon.


"Bagaimana caranya aku mengeluarkan bapak dari sini?", tanya Deni bingung.


"Carikan aku pengacara handal agar aku bisa keluar dari sini", Tedja memberikan solusi.


"Sebelum memikirkan untuk menyewa pengacara mari kita pikirkan baik-baik, apa solusi yang terbaik", Deni bicara dengan lembut.


"Bukan begitu maksud ku pak. Begini, sebelum saya datang kesini menemui bapak. Terlebih dahulu saya mampir ke kantor. Mengetahui kelanjutan para rekan-rekan bisnis bapak yang pulang dengan sia-sia.


Maksudnya begini. Ternyata semua rekan-rekan bisnis bapak, bukan saja yang ikut meeting tadi pagi. Semua yang menjalin hubungan kerjasama dengan bapak, mereka semua secara sepihak telah memutuskan hubungan kerja dengan bapak.


Sekarang bapak sudah merugi sangat besar sekali, bahkan hutang yang seharusnya jatuh tempo 2 bulan lagi. Semua mendadak minta di lunasi dengan segera. Karena mereka takut menanam kan modal mereka dengan pemimpinnya yang sedang dipenjara saat ini.


Terutama dari kerabat Alex, mereka telah memutuskan kerjasama dengan bapak. Saya sudah memperingati bapak sejak awal. Tetapi bapak tidak pernah peduli dan mau memahami apa yang saya maksud kan.


Jadi, Bukannya saya tidak mau mencarikan pengacara handal buat bapak. Tetapi untuk sewa pengacara akan sangat mahal sekali. Padahal untuk bayar hutang yang harus dibayar dengan segera saja kita sudah kewalahan.


Jadi. Itu terserah bapak saja, saya serahkan semua keputusannya kepada bapak. Biar bapak saja yang mengambil keputusan. Saya tidak berani tanpa bapak yang menyetujuinya.

__ADS_1


Sekalipun rumah bapak di jual, tetap saja. Itu tidak cukup. Perusahaan di kantor pusat memang harus tutup. Untuk menghindari membengkak nya pengeluaran atas gaji karyawan nantinya.


Lagian Ada perusahaan yang baru merintis yang bergerak dibidang yang sama dengan perusahaan bapak yaitu Perusahaan Karton Yes , Mereka sanggup menjual dibawah harga jual kita, walaupun kualitas nya tidak bagus.


Karena kebanyakan orang lebih mementingkan harga murah, daripada kualitas. Hampir semua pelanggan kita berpaling ke perusahaan yang baru tersebut", Deni memberitahu kondisi Perusahaan dengan panjang lebar.


Tedja pun menangis tersedu-sedu.


"Aaa....aaaa..ini semua gara-gara kamu Mitha. Aku benci kamu", teriak Tedja sambil memukul meja.


"Hancur sudah, semua perusahaan yang ku rilis sejak nol. Begitu cepat sekali, padahal aku merintisnya sudah berpuluh-puluh tahun", Tedja menyesali kebodohannya.


"Apakah aku sudah kehilangan segala-galanya Den?", tanya Tedja ingin tahu, apakah benar dirinya sudah tidak mampu lagi untuk menyewa pengacara.


"Iya pak, sekarang bapak hanya mempunyai tinggal 1 perusahaan lagi. Itupun kita sudah tidak mempunyai pelanggan lagi. Semua sudah lari ke pada perusahaan PT Karton Yes.


Satu pelanggan yang tetap menggunakan produk bapak yaitu, Perusahaan bidang pembuatan parcel dan membuat jenis sovenir. Karena mereka lebih mengutamakan kualitas. Tetapi produksi mereka tidak terlalu banyak. Jadi mereka memesan produk kita hanya partai kecil-kecilan saja.


Jadi dihitung-hitung keuntungan kita tidak sampai 20 juta perbulan. Belum lagi semua pengeluaran biaya produksi dan gaji pegawai. Jadi sangat tidak memungkinkan untuk menyewa pengacara yang bayaran nya ratusan juta", Deni memberitahu kondisi keuangan perusahaan.


"Tidak. Aku tidak mau dipenjara", teriak Tedja dengan raut wajah sedih.


"Tidak adakah jalan lain Deni?, tolong pikirkan. Atau bagaimana kalau kamu menanyakan kepada Alex, apakah Alex mau berdamai dan mencabut laporannya kepadaku", Tedja memohon-mohon.


"Sekalipun, Alex mencabut laporan nya. Kondisi perusahaan bapak tetap tidak bisa diselamatkan", Deni memberikan kenyataan pahit.


"Tetapi Den, setidaknya aku tidak masuk penjara. Aku bisa keluar dari penjara ini. Kumohon, bujuklah Alex agar menarik laporannya. Aku tidak mau masuk penjara Den", Tedja meminta belas kasihan Deni.

__ADS_1


"Baiklah pak, saya akan usahakan bicara dengan pak Alex. Tetapi saya tidak yakin kalau pak Alex akan mencabut laporannya. Tetapi tetap akan saya usahakan ya pak", Deni menyakinkan Tedja.


__ADS_2