
"Sudah...sudah, kita terlalu asik bercerita sampai lupa makan. Bagusnya kita makan saja dulu makanan yang ada di depan kita", Tedja tidak ingin selera makannya hilang, gara-gara Mitha terlalu serius berbicara.
Akhirnya mereka berdua pun asik menikmati hidangan yang ada didepannya.
Karena memang nafsu makan Tedja jadi bertambah karena rasa stress yang menerpa nya. Makanan itupun secepat kilat langsung habis disantap nya.
Mitha, hanya makan sekedarnya saja. Maklum Mitha jaga image didepan pria idamannya, dan Mitha juga sangat menjaga pola makannya agar tidak terlihat gendut.
"Masak iya, sudah perawan tua. Malah gendut minta ampun", prinsip yang selalu dipegang Mitha.
Selesai makan, Mitha langsung mengajak Tedja kebagian pakaian.
Mitha melihat-lihat model yang cocok dan pas baginya, akhir nya mencoba nya di kamar pas.
"Cocok tidak Ted?, tanyanya sambil memperagakan tubuhnya di depan Tedja. Seluruh lekukan tubuh Mitha tampak ketika mempaskan pakaian yang dipilih nya.
Tedja menatap sangat lama. Kagum melihat tubuh Mitha, "Ternyata benar, Mitha memang tidak jelek-jelek amat. Baju yang dikenakan Mitha sangat pas dan cantik ditubuhnya", gumam Tedja dalam hati.
"Sudah, ambil baju yang itu saja", tawar Tedja menunjuk baju yang sedang dikenakan Mitha.
"Benarkah, apakah kamu menyukai nya?", tanya Mitha tersenyum.
Tedja pun mengangguk.
Setelah pakaian Mitha berpindah ke tempat penjualan, tas, sepatu dan perhiasan. Semua Tedja belikan kepada Mitha.
"Terimakasih Tedja, kamu memang laki-laki yang sangat bisa memuaskan dan memanjakan pasangannya", Mitha tersenyum karena telah dibelikan semua barang-barang mahal dan bermerek.
Untuk membalas terimakasih ku, maukah kamu ku undang ke rumahku. Kamu tidak usaha takut. Aku tidak akan memaksamu untuk menginap di rumahku. Itung-itung sekalian kamu mengantarku pulang ke rumah!", Rayu Mitha.
"Baiklah kalau begitu", Tedja menyanggupi untuk mengantarkan Mitha ke rumahnya dan singgah sebentar di rumah Mitha.
Disepanjang jalan Mitha terus memuji Tedja.
"Tedja, aku berterima kasih ya, karena kamu sudah banyak membelikan ku barang-barang untuk keperluan ku. Padahal kamu tidak ada membeli untuk kepentingan pribadi kamu atau kepada istrimu. Apakah istri mu tidak akan marah bila mengetahui semua ini?", Mitha ingin tahu seberapa dekat Tedja dengan istrinya.
"Tidak usah khawatir, istriku tidak terlalu peduli apa yang telah kuperbuat di luar sana. Istriku juga tidak pernah memeriksa isi dompet, bahkan mengutak-atik isi handphone ku", jawab Tedja s adanya.
"Apakah istrimu secuek itu kepadamu?", Mitha ingin tahu.
Tedja hanya diam saja.
Dalam hati Tedja tidak tahu apakah Indah mencintai nya, Indah seperti nya hanya suka uangnya saja, kalau tidak mengapa Indah berselingkuh.
Tetapi Indah mampu membalas sebaik mungkin atas apa yang telah diterimanya dari suaminya, bahkan sangat pintar bersandiwara menunjukkan sikap sebagai ibu dan istri yang baik.
Tedja memilih bertahan dengan Indah, karena sangat mencintai Indah.
"Sudahlah, tidak usah membicarakan istri ku lagi. Kita membicarakan hal lain saja", Tedja tidak ingin membicarakan Indah.
__ADS_1
Mitha sangat penasaran dengan kehidupan rumah tangga Tedja.
Tetapi sedikit banyak Mitha mengambil kesimpulan. "Sepertinya Tedja ada kekecewaan saat ini, tetapi tidak tahu mengenai apa", pikir Mitha penuh selidik.
Mitha juga mengambil kesimpulan kalau istri Tedja, sepertinya cuek sekali terhadap Tedja.
Mitha pun semakin bersemangat untuk merayu Tedja.
"Aku akan membuat engkau bertekuk lutut di hadapan ku" gumam Mitha penuh semangat.
Akhirnya tibalah mereka di rumah Mitha.
"Masuk Tedja, ini rumahku. Mungkin tidak seberapa dibanding rumah kamu yang besar dan megah", ucap Mitha merendah.
"Kamu tinggal sendiri di rumah ini?", tanya Tedja, sambil melihat-lihat kesekeliling rumah. Mitha mengangguk.
"Nyaman, adem, lumayan besar untuk ukuran 1 orang", Tedja memuji.
"Sebentar ya, Aku ambil minuman dulu", Mitha langsung pergi kearah dapur.
Mitha mengambil beberapa botol anggur merah dan beberapa cemilan makanan ringan.
Mitha tiba di hadapan Tedja dan langsung menuang minuman itu di gelas Tedja.
"Kamu sering, minum anggur merah Mith?", tanya Tedja penasaran.
"Terkadang aku sering meminumnya untuk menghilangkan rasa jenuhku. Maklumlah kamu tahu aku perempuan kesepian. Yang tidak pernah berkencan dengan pria manapun", Mitha menjawab jujur.
Tedja pun segera menenguk habis gelas milik Tedja.
Mitha kembali mengisi penuh, kembali diteguk habis oleh Tedja.
Sampai beberapa gelas langsung dihabiskan Tedja. Tedja akhirnya mabuk berat.
Tedja terus berceloteh mengungkapkan semua perasaan nya.
"Indah, mengapa kamu selingkuh dibelakang ku. Padahal aku sangat mencintai mu. Bahkan sangat. Aku tidak mau bercerai dengan mu Indah. Sehingga Aku rela di madu oleh mu.
Terkadang hatiku terasa sakit, bila mengingat kamu bersamanya. Terlebih kondisiku saat ini, membuat aku tidak percaya diri untuk memilikimu seutuhnya.
Setelah menyadari kekurangan ku, memang sungguh pantas kamu selingkuh. Sekarang yang kupikirkan hanya bisa tetap bersamamu. Itu saja", Tedja terus berbicara mengungkapkan perasaannya.
Mitha pun hanya bisa mendengar semua unek-unek Tedja.
"Tedja, apakah hatimu sangat sakit sekarang?", tanya Mitha penasaran.
"Sakit sekali. Aku merasa menjadi pria yang tidak sempurna dan pria yang tidak berguna", jawab Tedja putus asa.
"Kamu jangan berpikiran seperti itu, Aku mau kok menjadi pelampiasan emosi kamu. Aku mau menemani dan mendengarkan semua permasalahan mu", Mitha melucuti pakaian Tedja satu persatu.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan padaku?", Tedja setengah sadar.
"Aku tidak akan melakukan hal-hal yang berlebihan kok, aku hanya ingin kita bersenang-senang malam ini", Mitha merasa bersemangat, ini kali pertama ia bersama dengan seorang pria. Apalagi pria itu adalah seorang pria idamannya yang telah lama menjadi incarannya.
Mitha pun segera melucuti pakaiannya dan meletakkan sembarang tempat.
Mitha menggoda Tedja, begitu bernafsu dan bergairah. walaupun Mitha belum pernah melakukannya, tetapi Mitha pernah menonton adegan *****.
Nafasnya yang menggebu-gebu segera menyentuh kepunyaan Tedja seperti layaknya permen lollipop . Mencoba mengganti posisi.
Tedja pun ikut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Mitha padanya mengecup pada bagian area sensitif Mitha. Terkadang berpindah ke bagian gunung kembar Mitha.
Tedja berusaha menunjukkan performanya tidak ingin Mitha kecewa seperti yang dialami Indah.
Mitha pun semakin bersemangat. Kembali berpindah ke bagian atas tubuh Tedja.
Tedja membayangkan sosok Indah pada diri Mitha. Indah paling suka pada posisi tersebut.
Akhirnya mereka melakukan hubungan suami-istri.
Begitu juga Mitha merasa ******* menarik rambut Tedja dan mengecup bibir nya. Seolah mengungkapkan betapa Mitha sangat mencintai Tedja.
"Kamu adalah pria pertama yang telah merenggut keperawanan ku", ucap Mitha memberitahu.
"Benarkah, pantas lubang itu terasa sempit dan membuat aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, beda dari kepunyaan istriku", Tedja mengakui.
"Kamu menyesal", tanya Tedja ingin tahu.
"Tidak, kamu adalah pria idamanku", balas Mitha.
"Tetapi aku sudah mempunyai Istri. aku sangat mencintai nya", ucap Tedja datar.
"Tidak apa-apa kamu menjadikan aku teman tapi mesra", Mitha pasrah.
"Mith, ada rahasia besar yang tidak bisa ku ungkap kepada mu mengenai diriku. Aku tidak mau kamu kecewa nantinya", Tedja ingin terbuka.
"Cerita kanlah kepadaku, aku janji akan menyimpan rahasia itu dengan rapat-rapat" ucap Mitha.
"Aku tidak mau kau berharap banyak kepadaku, aku takut kamu kecewa nantinya", Tedja diam sejenak.
"Bila kamu ada pria lain yang menyukai mu, terimalah dia. Aku laki-laki yang tidak akan bisa membuat kamu menjadi seorang Ibu", Tedja berkata jujur. Mitha pun sangat terkejut.
"Maksud kamu apa?", tanya Mitha penasaran.
"Kandungan spermaku encer, sehingga tidak memungkinkan kamu akan hamil", Tedja mengungkapkan segala rahasianya .
"Tidak apa-apa Aku sebagai pelampiasan hasrat mu", Mitha pasrah. Dalam hati kecewa, akhirnya Mitha tidak bisa memaksa Tedja untuk menikahi nya karena alasan hamil, kenyataannya dirinya tidak akan hamil.
Padahal Mitha sudah mengatur akan menjalankan strategi seperti itu untuk mendapatkan Tedja.
__ADS_1
Mitha pun pasrah hanya sebagai simpanan pemuas hasrat Tedja, karena Mitha sangat mencintai Tedja.