
"Apakah ibu ingin ketemu dengan suami ibu?", tanya petugas kepada Indah, Setelah Indah berada di kantor Polisi.
"Iya pak, boleh saya ketemu dengan suami saya sekarang?", Indah ingin dipertemukan dengan Tedja.
"Baiklah, tunggu sebentar disini ya Bu. Saya akan panggilkan suami ibu", petugas langsung beranjak ke ruang tahanan untuk memanggil Tedja.
"Saudara Tedja", panggil petugas ke arah ruang tahanan. Karena di ruang tahanan terdapat 5 orang tahanan dalam satu ruangan.
"Iya pak, saya Tedja", ucap Tedja menghampiri petugas.
"Ada istri bapak ingin ketemu dengan bapak", ucap petugas memberitahu.
Tedja bingung "Apa benar Indah mengunjungi aku datang dari luar negeri?, Bagaimana Indah tahu aku di penjara?", Tedja penasaran dan tidak merasa yakin kalau yang menjenguk nya adalah Indah.
Tetapi Tedja tetap mengikuti petugas dari belakang menuju ruang pertemuan tahanan dengan pihak luar.
Tedja terkejut ternyata benar indah yang menjenguknya. Tedja pun langsung memeluk Indah dengan erat.
"Indah, syukurlah kamu datang. Aku sangat senang kamu datang menjenguk aku. Tetapi darimana kamu tahu kalau aku dipenjara?", Tedja bingung dan ingin tahu.
"Istri selalu mempunyai firasat terhadap suaminya", Indah Sesaat terdiam tidak meneruskan perkataannya. Tedja hanya tertunduk.
"Kamu tidak pernah menemui aku. Kamu janji hanya seminggu di luar negeri. Tetapi kamu sudah pergi hampir sebulan tidak ada kabar berita. Kamu sengaja kan menyuruh aku keluar negeri, agar kamu bebas ketemu dengan Mitha?", tatapan Indah sinis terhadap Tedja, Tedja hanya diam saja.
"Belum juga kamu pergi sebulan, tetapi aku datang sudah banyak sekali kejadian yang di luar dugaan. Mengapa kamu bisa menganiaya teman bisnis kamu?, Mengapa rumah kita disita?", Ada apa ini Tedja?", Indah bicara agak tinggi.
"Maafkan aku Indah, ini semua kesalahan dan kebodohan ku", Tedja terdiam tidak berani meneruskan perkataannya. Indah pun hanya terdiam menunggu Tedja meneruskan perkataannya.
"Maafkan aku Indah, Aku bodoh sekali. Aku...aku melihat Mitha dengan pria lain, Alex namanya. Karena cemburu dan emosi aku langsung memukuli Alex.
Mengetahui pria selingkuhan Mitha adalah rekan bisnis ku, aku jadi begitu emosi dan langsung memukulinya hingga jatuh ke badan jalan.
Bukan hanya disitu, aku secara sepihak telah memutuskan hubungan kerja dengannya. Menghentikan supply barang ke perusahaan nya.
Mungkin Alex marah akibat kerugian yang dideritanya, akibat aku menghentikan supply barang ke perusahaan nya. Sehingga 3 Minggu setelah kejadian pemukulan itu, Alex melaporkan ku ke polisi", Tedja sesaat menghentikan bicaranya.
Indah pun tetap terdiam belum memberikan sepatah kata, menunggu Tedja menjelaskan semuanya. Karena Indah pikir bukan hanya itu saja kejadiannya, "mengapa perusahaan sampai bangkrut, dan rumah pun disita?" pikir Indah dalam hati.
"Kejadian penangkapan itu, terjadi ketika aku sedang rapat penting dengan para pemegang saham. Polisi datang untuk membawa ku ke kantor polisi. Sehingga para pemegang saham tidak percaya lagi atas kredibilitas ku.
__ADS_1
Beramai-ramai mereka menarik saham mereka di perusahaan kita. Bahkan yang tadinya ada hutang yang jatuh tempo dua bulan lagi. Menuntut untuk segera di bayar. Padahal pemasukan ku tidak ada, dana yang tersimpan juga kebetulan habis", Tedja menceritakan semua penyebab bangkrut nya Tedja.
"Bagaimana bisa semua dana simpanan kamu habis, kamu buat untuk apa?. Apakah kamu memberikan nya kepada perempuan lain. Kamu royal kan kepada perempuan lain?.
Aku curiga kalau kamu itu bukan bermain dengan Mitha saja, tetapi ada wanita lain selain Mitha. Iya kan. Istri itu mempunyai firasatnya, jadi jangan kamu pikir wanita itu gampang di bohongin", Indah kesal, menurutnya tedja selingkuh tidak kepada Mitha saja, pasti seluruh uangnya habis diporoti wanita lain.
Tedja hanya diam saja,
"Maafkan aku Indah, aku bersalah. Iya kamu benar. Aku tidak bermain dengan Mitha saja. Setelah tahu Mitha meninggalkan aku. Akupun berusaha. mencari pengganti Mitha.
Aku kenalan dengan pelayan cafe bernama Puput. Puput pandai sekali merayu dan menggoda aku. Dia minta rumah, mobil, perhiasan dan segala nya. Aku memang bodoh, aku pikir Puput benar-benar mencintai aku.
Ternyata Puput hanya mencintai uangku saja. Puput tahu aku di penjara, tetapi tidak sekali pun pernah menjenguk aku di penjara", ucap Tedja sedih menyesali kebodohannya.
"Bukan Puput yang pintar merayu, tetapi kamu yang bodoh. Mau aja percaya bujuk rayuannya. Makanya jangan suka mata keranjang", Indah memarahi Tedja.
"Seperti baru tahu saja bagaimana sifat perempuan nakal. Bagaimana pun perempuan itu pasti terus memoroti bila prianya polos dan lugu", Indah menambahi.
"Terus sekarang aku harus bagaimana?. Sudahlah kamu di dalam penjara saja, menyesali perbuatan kamu. Syukur-syukur kamu jadi tobat dan tidak mengulangi kesalahan kamu", Indah menasihati.
"Indah, jangan bicara seperti itu. Aku tidak ingin di penjara. Tolong keluarkan aku dari sini", Tedja memohon-mohon.
"Kamu bujuk Alex untuk mencabut laporan nya, agar aku tidak dipenjara", Tedja memberikan solusi.
"Alex, siapa Alex?, bagaimana caranya aku ketemu dengan Alex?", Indah masih bingung.
"Aku akan memberikan no telpon dan alamat kantor Alex. Coba kamu datangi saja Alex ke kantornya", Tedja memberitahu.
"Baiklah, hari ini aku akan coba mendatangi Alex ke kantornya. Mudah-mudahan Alex mau mencabut laporannya atas kamu", Indah berharap.
"Kamu berdoa saja mudah-mudahan aku berhasil membujuk Alex. Aku pamit ya, sebelum jam kantor tutup hari ini", Indah pamit meninggalkan Tedja.
****
Begitu Indah tiba di kantor Alex.
"Permisi pak, bisa saya ketemu dengan pak Alex", ucap Indah begitu tiba di depan kantor dan ketemu dengan pak satpam.
"Sebentar ya Bu, ibu dari mana, agar saya bisa menyampaikan kepada pak Alex tamu yang hendak bertemu dengan nya", ucap satpam ramah.
__ADS_1
"Oh iya, Saya Indah, istrinya pak Tedja. Tolong bujuk pak Alex ya pak ketemu dengan saya. Mungkin pak Alex tidak mau ketemu dengan saya. Katakan ini penting banget", Indah membujuk satpam jaga.
"Baiklah Bu, akan saya usahakan", satpam pun beranjak meninggalkan Indah menuju ruang kerja Alex.
Begitu tiba di ruang kerja pak Alex.
Satpam mengetuk pintu.
"Permisi pak, ada yang ingin ketemu dengan bapak", satpam memberitahu.
"Siapa", tanyanya bingung.
"Namanya Indah, katanya dia istrinya pak Tedja. Dia sangat memohon ingin bertemu dengan bapak. Apakah bapak bersedia ingin bertemu dengan Bu Indah ini pak?", tanya satpam.
"Baiklah, suruh dia datang kesini", perintah Alex.
Ketika Indah sudah tiba di ruang kerja Alex.
"Permisi pak, saya Indah", Indah masuk setelah diizinkan masuk setelah mengetuk pintu.
Alex terkejut karna Indah adalah teman kuliah Alex.
"Indah!, Kamu Indah. Istrinya Tedja?", Alex terkejut.
"Kamu Lex, ternyata kamu orang yang telah dipukuli Tedja. Aku to the point aja ya", Indah blak-blakan.
"Sebentar Indah, aku masih penasaran Kok bisa kamu jadi istrinya Tedja. Aku tidak menyangka kamu istrinya Tedja", Alex tidak menyangka karena Indah dulu pilih-pilih banget sama lelaki untuk dijadikan jadi pacar nya.
"Sudahlah Lex, memangnya kenapa kalau aku jadi istrinya Tedja", Indah kesal.
"Ok-ok. Jangan marah dong. oh iya kamu datang kesini membujuk aku agar mencabut laporan ku kan?", Alex to the point.
"Iya, kamu mau kan mencabut laporan kamu atas Tedja?", Indah membujuk.
"Baiklah, kalau bukan karena kamu teman satu kampus ku. Aku tidak akan mau mencabut laporan ku. Lagian aku juga tahu Tedja sudah bangkrut. Aku kasihan kalau Tedja malah tidak bisa menafkahi kamu", Alex merasa prihatin.
"Terimakasih Lex, atas kebaikan kamu. Aku juga bingung harus membuka usaha apa. Kami harus memulai dari awal lagi", Indah pesimis.
"Semangat dong, aku tahu kamu pasti bisa. Tetapi kalau Tedja, aku yakin dia tidak akan berubah untuk bermain wanita", Alex memberitahu.
__ADS_1
"Baiklah aku pamit dulu ya, terimakasih banyak atas pengertian kamu", Indah pamit pulang dari kantor Alex.