Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#20. Indah, disuruh Tedja pindah ke luar negeri


__ADS_3

Setelah semua paspor dan semua dokumen untuk keberangkatan ke luar negeri selesai di urus. Akhirnya pada tanggal yang telah ditetapkan. Indah, Tedja dan Arkan berangkat ke luar negeri yakni negara Kanada.


Tanpa sepengetahuan Indah, Tedja mengganti nomor handphone Indah diganti dengan nomor baru. Tujuan Tedja mengganti nomor itu adalah agar tidak ada yang bisa menghubungi Indah termasuk Pangestu. Kontak pangestu juga di hapus.


Selama 1 bulan Tedja menemani Indah menyesuaikan diri bagaimana hidup di Kanada, Tedja menemani belanja sembako, cara membayarnya di kasir serta membayar semua tagihan-tagihan: Seperti tagihan listrik, air, gas dan termasuk pembayaran pajak rumah.


Beruntung rumah yang ditempati Indah sekarang sudah merupakan rumah pribadi Tedja, fasilitas di rumah sudah lengkap dan modern. Indah sangat senang dan tidak ada dalam bayangan nya akan tinggal di luar negeri.


Tedja juga mengajak pergi ke tempat-tempat umum, seperti rumah sakit, salon, restoran dan tempat-tempat lain. Termasuk memberitahu nomor telepon darurat apabila ada hal yang mendesak, Tedja juga mengajari Indah bagaimana menyetir mobil. Kehidupan Indah jauh lebih enak ketimbang hidup di Indonesia.


Selama sebulan tinggal di Kanada Indah belum pernah bertemu atau berkenalan dengan tetangganya. Indah bermaksud untuk mengenal kan dirinya kepada tetangga. Karena bagaimanapun orang terdekat untuk mencari pertolongan adalah tetangga nantinya. Indah pun bermaksud ingin berkenalan dengan tetangganya.


Tok...tok...tok. Indah mengetuk pintu dengan sangat hati-hati.


"Hello!, Excuse me", ucap Indah lembut. Menyangka kalau tetangganya bakal warga negara asing.


" Wait a moment", ucap suara dari balik pintu. Indahpun segera menghentikan ketukannya dan memilih menunggu sesaat ketika tetangga nya akan membukakan pintu dan keluar dari rumah.


Tidak beberapa lama krekkk pintu dibuka. Muncul seorang wanita muda seperti berparas Asia lebih tepat nya seperti orang Indonesia. Tetapi Indah takut salah kaprah malah membuat tersinggung tetangganya akhirnya Indah menyapa dengan berbahasa Inggris.


"Can I help you", ucapnya.


"I'm Indah. I am your neighbor, I came from Indonesia. I have to know my neighbors, maybe one day I will need their help", ucap Indah memberitahu.


"Of course, I'm Putri. Nice to meet you. I'm also Indonesian", ucap putri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Benarkah, Apakah aku harus berbahasa Inggris?", tanya Indah bingung, takut nya putri malah tidak tahu bahasa Indonesia.


"Bahasa Indonesia saja, agar lebih lancar, enak dan lebih dekat", ucap Putri lembut dan sopan sambil tersenyum lebar.


"Wah tidak menyangka ya, bisa bertetangga dengan orang Indonesia. Senang banget rasanya di negeri orang bisa ketemu orang yang satu negara. Berasa seperti di Indonesia jadinya", Indah berpelukan dengan Putri.


"Iya benar, selama ini aku sering sendirian tidak ada teman karena suamiku bekerja di bagian pertambangan, jadi harus pulang sekali 2 bulan bahkan sekali 3 bulan. Sekarang aku sudah ada teman berbicara dan teman curhat", Putri sangat senang dan bersemangat.


"Aku sangat senang bertemu dengan kamu, lain kali kita sambung lagi pembicaraan kita. Aku permisi pulang dulu ya. Aku ada baby berusia Hampir 8 bulan, suamiku sering panikan kalau baby ku menangis. Aku permisi pulang dulu ya", Indah pamit meninggalkan Putri.


"Oh ok. Lain kali aku yang gantian akan berkunjung ke tempat mu ya, Ternyata kamu mempunyai baby. Pasti rasanya luar biasa, hari-hari penuh canda dan tawa dari sikecil. Boleh dong kenalan dengan si baby?", Putri sangat antusias.


"Oh tentu, silahkan datang berkunjung ke rumah ku. Pintu rumah ku terbuka lebar untuk mu", balas Indah dengan raut wajah dan senyum lebar.


Lantas Indah pun kembali ke rumah, dengan perasaan senang, Tidak sabar rasanya ingin segera bercerita kepada Tedja.


"Bagus dong, sehingga kamu nantinya ada teman gobrol dan teman curhat. Dia mungkin sudah lama tinggal disini. Jadi sudah lebih tahu banyak. Kamu pun bisa cepat minta bantuannya, kalau ada hal-hal yang mendadak", Tedja turut bahagia. Indah hanya manggut-manggut menyetujui pernyataan Tedja.


"Sayang, ayo kita makan", ajak Indah langsung menuju meja makan.


Kebetulan Indah sudah selesai memasak. Indah langsung mengambil piring Tedja dan segera mengisinya dengan nasi, lauk dan sayur.


"Sayang, besok aku akan kembali ke Indonesia. Aku sudah sebulan menemani mu disini. Aku pun perlu mengontrol, mengetahui dan mengawasi perusahaan ku di Indonesia.


Tidak mungkin aku lepas tangan begitu saja. Adanya nanti aku malah rugi besar sehingga bangkrut", Tedja memberitahu. Alasan Tedja sangat masuk akal bagi Indah. Indah pun tidak berani berontak atau protes.

__ADS_1


"Baiklah sayang, kamu hati-hati dan baik-baik ya di sana. Jangan nakal,Ndan kuharap kamu menepati janji kamu tidak berhubungan lagi dengan Mitha", ucap Indah sangat berharap Tedja tidak ada hubungan lagi dengan Mitha.


"Iya, kamu percaya deh sama aku. Selama kamu baik-baik saja disini, akupun akan baik-baik saja disana", ucap Tedja tegas. Indahpun berharap Tedja serius dengan ucapannya.


"Kamu nanti akan langsung balik kan sayang ke sini?", tanya Indah ingin tahu.


"Tergantung situasi dan kondisi. Apabila ada hal yang masih harus diurus aku pasti akan menambah waktuku di sana. Kalau tidak ada lagi yang mau diurus, atau dengan kata lain semua baik-baik saja.


Akupun pasti akan langsung balik kesini. Ngapain juga aku harus berlama-lama disana padahal aku ada keluarga disini", Tedja menyakinkan Indah.


Indahpun sangat senang, sifat asli Tedja sepertinya sudah kembali sama saat awal menikah dulu. Sangat peduli istri di rumah dan tidak mau keluyuran keluar rumah.


"Oh iya, minimal kamu akan berapa lama disana sayang", tanya Indah, berharap Tedja tidak lama-lama meninggalkan nya. Karena bagiamana pun dinegeri asing, tanpa ada orang terdekat yang menemani terasa sepi dan menakutkan.


"Minimal mungkin sekitar 1 mingguan, tetapi seperti yang aku bilang tadi. Kalau masih ada urusan yang perlu diurus bisa hlebih dari 1 minggu. Yang pasti aku akan tetap mengabari kamu nantinya", Tedja memberitahu.


"Baiklah sayang, aku hanya bisa berharap semoga urusan kamu disana lancar dan cepat selesai", Indah berharap.


****


Esoknya Tedja pamit berangkat meninggalkan Indah setelah menyelesaikan sarapannya. Tedja berangkat sendiri ke bandara tanpa di temani Indah dan Arkan.


Dalam hati Indah memanjatkan segala doa dan harapan kiranya Tedja baik-baik saja di Indonesia.


"Aku pamit ya", ucap Tedja sambil mencium kening Indah dan segera masuk ke dalam mobil online yang baru saja tiba setelah dipesan melalui aplikasi online.

__ADS_1


****


Setelah Tedja tiba di bandara ternyata Tedja langsung menghubungi Mitha.


__ADS_2