Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#21. Mitha selingkuh


__ADS_3

"Sayang, kita ketemuan pada jam istirahat makan siang nanti ya, di tempat yang biasa kita tongkrongi!", Tedja menghubungi Mitha melalui via telepon setelah tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta.


"Lho, memang nya kamu lagi di Indonesia?", Mitha bingung, sebelumnya Tedja telah memberitahu dirinya kalau sedang menemani Indah pindahan ke luar negeri.


"Ya aku sudah tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta sekarang. Dan akan langsung ke kantor untuk memeriksa segala berkas penting", Tedja memberitahu keberadaan nya sekarang.


"Oh. Baiklah. Segera aku akan datang kesana untuk menemui mu", Mitha menyetujui untuk bertemu.


Sebelum Tedja bertemu dengan Mitha, terlebih dahulu Tedja pergi ke perusahaan nya memeriksa berkas-berkas yang penting untuk ditandatangani, atau sekalian juga Tedja memeriksa apakah kondisi perusahaan baik secara finansial dan manajemen nya baik-baik saja?.


Dan setelah lama memeriksanya. "Syukurlah, saat ini memang kondisi perusahaan baik-baik saja, dan banyak kemajuan serta keuntungan yang didapatkan", gumam Tedja dengan raut wajah yang penuh keceriaan.


Akhirnya setelah mendekati jam istirahat makan siang. Tedja langsung pergi ke lokasi tempat Tedja dan Mitha sepakat untuk makan siang.


Tedja langsung masuk dan mengambil posisi pada tempat yang biasa mereka tempati. Sembari menunggu Mitha datang, Tedja pun memesan air mineral. Karena sedari tadi sibuk dengan urusan Kantor, Tedja seperti tidak mempunyai waktu dan lupa untuk minum barang seteguk saja. Sehingga sekarang tenggorokan nya terasa sangat kering.


Tedja sadar bahwa sejak tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 07:00 hingga jam 12 siang ini, Tedja tidak ada masuk air seteguk pun kedalam tenggorokan nya.


Lagi bersantai sambil menunggu kedatangan Mitha, tidak sengaja Tedja memalingkan pandangannya kearah luar.


Betapa terkejutnya Tedja melihat Mitha bergandengan tangan dengan seorang pria.


"Benarkah itu Mitha?", gumam Tedja terkejut, memastikan dan memfokuskan pandangan kearah perempuan yang sedang bergandengan tangan dengan seorang pria.

__ADS_1


"Benar itu Mitha, laki-laki itu siapa?. Laki-laki itu, sepertinya aku tidak asing lagi dengan wajahnya", Tedja memastikan kalau perempuan itu adalah Mitha dengan rekan bisnisnya yang bernama Alex.


Tedja pun langsung berlari kearah Mitha dan Alex. Begitu tiba di depan Mitha dan Alex. Tedja tanpa pikir panjang dengan perasaan marah dan kesal langsung melayangkan tangan nya kearah wajah Alex dengan sekuat tenaga. Alex langsung jatuh ke badan jalan.


Mitha teriak dengan keras "Hentikan Tedja, kurang ajar sekali kamu memukul pacar ku. Kami akan melakukan visum dan segera melaporkan mu ke polisi karena kasus penganiayaan", Mitha membela Alex, dan segera membantu Alex untuk berdiri.


"Mengapa kamu malah membela Alex?. Apa kamu bilang tadi?, pacar kamu bilang?. Kamu pacaran dengan Alex?", Tedja merasa kesal bahwa Mitha dan Alex adalah pacaran.


"Ya, sekarang aku dan Alex adalah pacaran. Aku sudah menganggap putus dari kamu, lagian mana mau aku sama kamu. Ngaca dong kamu Tedja. Laki-laki impoten seperti kamu mana pantas jadi pacarku. Dulu sih aku tergila-gila sama kamu, tetapi sekarang tidak. Ada laki-laki yang lebih segalanya dari kamu", Mitha dengan lantang mencaci maki Tedja.


Karena merasa harga dirinya telah dipermalukan di depan umum, Tedja pun langsung meninggalkan kerumunan. Alex masih kesakitan, Mitha berusaha membersihkan luka-luka pada tangan dan mulut Alex. Karena terjatuh ke tadi.


Tedja segera masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukannya dengan penuh amarah dan emosional. Tedja ingin kembali ke kantornya, dikantornya ada ruang bersantai yang disulap seperti ruang beristirahat ada sofa dan tempat tidur. Cukup nyaman untuk ditempati 1 orang untuk santai atau melepaskan lelah.


"Jahat kamu Mith, aku tidak menyangka kalau kamu sudah menduakan aku. Aku yang sudah menyerahkan diriku, bahkan akupun rela berjauhan dengan Indah. Agar bisa hidup bersamamu. Ternyata kamu telah meninggalkan aku dan lebih memilih bersama Alex.


Kamu juga Lex, padahal kita adalah rekanan dalam bisnis. Tega sekali kamu telah menyakiti perasaan ku. Aku tidak akan lagi melakukan kerjasama kerja kepada mu.


Aku akan putuskan hubungan kerja kita, sekalipun itu sudah kontrak. Aku tidak Sudi berkerjasama dengan mu", Tedja begitu emosi, dan langsung mengambil kesimpulan tanpa memikirkan nya matang-matang.


Tedja pun sedang menelepon dan bicara kepada orang kepercayaan nya Deni.


"Den, tolong kamu putuskan kontrak kerja kita dengan Perusahaan Melati Jaya, yang owner nya Alex", Tedja memerintahkan Deni memutuskan kontrak kerja secara sepihak kepada perusahaan milik Alex.

__ADS_1


"Tapi pak, Perusahaan Melati Jaya ini, prospek nya sangat besar ke depannya. Apa bapak sudah memutuskan nya dengan baik dan matang?. Jangan mengambil keputusan dengan gegabah pak. Pikirkan lah baik-baik.


Lagian Perusahaan Melati Jaya ini juga ada hubungan kekerabatan dengan dengan Perusahaan Karunia dan Perusahaan Kimia. Ini juga rekanan dengan bapak.


Nanti apabila bapak memutuskan kontrak kerja dengan Perusahaan Melati Jaya, bukan tidak mungkin Perusahaan Karunia dan Perusahaan Kimia akan tidak mau lagi bergabung dengan perusahaan bapak", Deni menasihati panjang lebar.


"Pokoknya aku tidak peduli, Aku tidak mau berhubungan lagi dengan Alex. Kalau kamu tidak mau melakukannya kamu pun akan saya pecat nanti", Tedja berteriak dengan kencang.


"Baiklah pak, kalau itu mau bapak. Tetapi saya mohon. Tolong bapak pertimbangkan sekali lagi. Tolong pikirkan baik-baik pak. Perusahaan bapak sejauh ini cukup berkembang dengan pesat.


Sayang sekali harus mengalami masalah hanya karena masalah sepele. Yang harusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin", Deni terus menasihati dan memberi gambaran. Rupanya gosip mengenai perkelahian antara Tedja dan Alex hanya gara-gara cemburu buta. Telah beredar di kalangan kompleks perkantoran.


"Sudahlah Deni, tidak usah kamu menasihati saya lagi. Keputusan saya sudah bulat. Saya tetap ingin memutuskan kontrak kerja dengan Perusahaan Melati Jaya yang di pimpin oleh Alex", Tedja tetap yakin pada keputusan nya.


"Baiklah kalau begitu pak", Deni segera menutup teleponnya dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tedja.


Deni memutuskan kontrak kerja dengan Perusahaan Melati Jaya.


Perusahaan Restu Tedja adalah Perusahaan milik Tedja yang bergerak di bidang pembuatan karton, dari segala ukuran. Sedangkan Perusahaan Melati Jaya, bergerak di bidang pembuatan tinner kalengan kecil dan besar.


Dengan putus nya kontrak kerja dengan Perusahaan Melati Jaya, maka Perusahaan Restu Tedja Menghentikan untuk mensuplai kebutuhan akan karton kepada Perusahaan Melati Jaya. Akhirnya Perusahaan Melati Jaya merasa kewalahan.


Pesanan mereka yang harusnya dikirim dalam waktu dekat ini. Terkendala tidak jadi kirim karena tidak ada kemasan kartonnya. Perusahaan pun terancam rugi besar. Alex mengetahui hal itu. Alex pun geram dan mencoba berpikir untuk mencari solusinya.

__ADS_1


Perusahaan Restu Tedja adalah perusahaan besar yang sudah memiliki 3 anak cabang perusahaan. Produknya sudah terkenal baik selain karena harganya murah dan perusahaan juga lebih mengutamakan kualitas nya tetap baik. Dibandingkan perusahaan lain.


__ADS_2