
Iya, segera aku akan kembali ke apartemen ku. Tetapi saat ini aku merasa masih sedikit trauma dan ketakutan tinggal sendirian di apartemen. Maukah kamu menemani ku tinggal di apartemen ku?", ucap Shinta manja.
"Shinta jangan kurang ajar kamu, apa maksud mu berkata seperti itu. Apa kamu tidak memikirkan perasaan Indah?", Febri sedikit marah atas ucapan Shinta yang berlebihan. Melihat Febri yang marah, buru-buru Shinta mengklarifikasi ucapan nya.
"Oh maaf Febri. Bukan seperti itu maksud ku. Maksudku kalau aku ada teman yang menemani tinggal di apartemen, mungkin aku tidak akan ketakutan. Bukan berarti aku mengajakmu tinggal bersama ku. Kamu kan sudah punya Indah, mana mungkin aku mengajakmu tinggal bersama ku!", Shinta mengklarifikasi ucapannya.
"Kamu pasti ada teman kerja, kamu ajak lah tinggal bersama mu. Jangan kamu katakan kamu tidak punya siapa-siapa disini. Indah sudah menceritakan segalanya", Febri mengungkapkan mengenai kebohongan Shinta. Shinta kelabakan atas ucapan Febri, takut kalau Febri akan mengintrogasi nya panjang lebar. Shinta berusaha menghindar.
"Aduh, kepala ku tiba-tiba sakit. Aduh..aduh.. Aku beristirahat sebentar ke kamar ku ya", Shinta berpura-pura sakit dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Melihat sepertinya Shinta merasa ketakutan karena semua kedoknya telah terbongkar. Indah merasa senang, dan akan berbuat tegas.
"Biarlah Shinta malam ini tinggal disini, lagian ini juga sudah malam. Besok Shinta tidak akan tinggal di sini lagi", gumam Indah di dalam hatinya. Indah dan febripun segera masuk ke dalam kamar mereka.
Shinta merasa kesal, karena guna-guna yang diberikan untuk Febri agar bisa benci kepada Indah tidak berjalan sesuai harapannya.
"Aduh bagaimana ini. Alasan apa yang harus kuberikan kepada Febri dan Indah agar aku bisa tetap tinggal disini. Besok pasti aku akan dipaksa keluar dari rumah ini", Shinta berusaha berpikir dengan keras mencari cara bagaimana caranya agar Shinta bisa tinggal lebih lama lagi di rumah Febri.
"Oh iya, aku akan berpura-pura sakit agar aku bisa diizinkan tinggal di rumah ini", Shinta merasa senang, karena telah mendapatkan ide yang brilian.
"Malam ini aku akan mencoba mempengaruhi pikiran Febri. Mungkin aku salah mengucapkan mantranya atau aku tidak terlalu fokus memikirkan wajah Febri. Baiklah aku akan menjalankan ritualnya dengan baik dan sungguh-sungguh", Shinta sangat bersungguh-sungguh demi mencapai keinginannya.
Shinta pun menjalankan ritualnya dan membaca mantra dengan serius.
Di dalam kamar Febri pun merasa gelisah dan merasa kegerahan. Berulang kali ia membalikkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan mencoba untuk memejamkan matanya. Tetapi tidak bisa terpejam.
__ADS_1
Tiba-tiba dirinya merasa haus dan ingin minum. Febri melihat Indah begitu nyaman dan terlelap. Febri merasa segan untuk membangunkan Indah. Akhir nya Febri pun berinisiatif sendiri untuk mengambil minuman dari dapur.
Begitu keluar dari dalam kamarnya. Keadaan ruangan begitu gelap, Febri berusaha mencari-cari saklar listrik. Setelah lampu menyala betapa terkejut nya Febri melihat Shinta terduduk sendiri di bangku meja makan dengan wajah sedih.
"Kamu kenapa Shinta?", tanya Febri lembut.
Tahu sikap Febri begitu lembut dan sangat perhatian. Shinta pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Shinta mencoba merayu dan membujuk Febri agar jauh dari Indah. Karena bila Febri dekat dengan Indah pasti guna-guna yang digunakan tidak akan bertahan lama.
"Febri, aku sangat mencintaimu. Tinggal kan Indah, tinggal lah bersama ku selamanya. Indah itu adalah seorang janda yang sudah mempunyai anak. Kamu tahu tidak kalau Indah itu hanya mengambil harta kamu saja.
Setelah indah mendapatkan semua harta kamu, kamu akan ditinggalkan oleh indah dan Indah akan kembali hidup bersama dengan mantan suaminya ", Shinta mencoba mempengaruhi pikiran Febri dan tentunya sudah menjalankan ritual guna-guna nya.
Febri hanya diam saja tidak mengucapkan apa-apa. Sepertinya tidak membantah dan mau menurut saja apa yang diperintahkan oleh Shinta.
Febripun hanya pasrah dan menuruti kemauan Shinta. Begitu pintu pagar terbuka. Indah tersentak kaget, melihat Febri tidak ada di sampingnya. Segera Indah bangun dari tidurnya dan langsung keluar dari kamarnya menuju asal suara pintu gerbang yang dibuka.
Betapa terkejutnya Indah melihat Shinta dan Indah ada di dalam mobil hendak pergi.
"Kalian mau kemana Shinta?, kamu mau pergi membawa Febri kan?", Indah langsung menarik tangan Febri dengan cepat dan kencang. Indah langsung menarik tangan Febri agar tidak pergi bersama Shinta. Shinta pun mencoba merebut Febri dari tangan Indah. Akhirnya nya mereka saling tarik menarik memperebutkan Febri.
"Febri ...sadar...lah, kamu telah di guna-guna Shinta. Cepat... kamu harus sadar dan berdoa lah, agar pengaruh guna-guna Shinta hilang dari pikiran kamu", Indah terus berteriak dan sambil berdoa agar Febri segera sadar.
Lama mereka saling tarik-menarik, akhirnya Febri sadar dan bingung apa yang sedang terjadi kepada nya.
__ADS_1
"Ada apa ini, mengapa kita ada di luar rumah", Febri kebingungan.
"Shinta ingin membawa kamu pergi bersamanya", Indah memberitahu yang sebenarnya kepada Febri.
"Apa!. Kamu jahat sekali Shinta. Padahal kami telah menganggap kamu sebagai keluarga kami. Ternyata ini balasan kamu, kamu tega ingin merusak rumah tangga kami. Aku sudah berulang kali mengatakan kepadamu, bahwa aku tidak mencintai mu.
Seandainya sekarang kamu mendapatkan aku. Yakinlah rumah tangga kita tidak akan bahagia, kebahagiaan itu akan bersifat sementara saja", Febri mencoba membuka pikiran Shinta.
"Agar kamu merasa heran dan tidak mengulangi perbuatan mu. Bagaimana kalau kamu kami laporkan saja ke polisi", Febri mengancam.
"Febri... Indah. Maafkan aku, aku salah. Jangan masukkan aku ke penjara. Aku janji tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga kalian lagi. Kumohon Indah maafkan aku", Shinta memohon-mohon belas kasihan Indah dan Febri agar dirinya tidak di masukkan ke penjara.
Karena Shinta sudah meminta maaf dengan bersungguh-sungguh dengan wajah yang memelas. Akhirnya Indah dan Febri pun memaafkan Shinta.
"Shinta kami akan memaafkan dan tidak melaporkan perbuatan mu kepada yang berwajib. Tetapi dengan satu syarat. Kamu tidak akan pernah datang dan menemui kami lagi. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Karena bagaimanapun kamu suatu saat pasti akan mengulangi perbuatan mu. Aku yakin kamu itu tidak akan pernah move on, bisa merelakan Febri kepada wanita lain", Indah tegas dan sangat bersungguh-sungguh atas perkataan nya.
Sejenak Shinta hanya terdiam, sebenarnya ia ingin menjalankan strategi lain untuk mendapatkan Febri. Tetapi karena Indah sudah mengetahui sifat Shinta. Shinta pun dengan berat hati menyetujui perjanjian yang harus ditepatinya sebagai syarat agar dirinya tidak di jebloskan ke penjara.
Shinta pun dipaksa keluar dari rumah itu tengah malam dengan di carikan mobil yang dipesan secara online menuju apartemen Shinta.
***
Kehidupan rumah tangga Indah dan Febri sangat lengkap. Arkan diberikan adik sepasang, yaitu adik laki-laki dan perempuan. Mereka hidup bahagia. Walaupun ada perbedaan pendapat. Dengan kepala dingin, keterbukaan dan semua harus saling rendah diri semua bisa di atasi.
Tamat
__ADS_1
***
Makasih banyak kakak-kakak semua yang telah setia membaca dan mengikuti cerita ini.🙏🏻❤️