Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#45. Asal mula pertemuan Pangestu dan Indah.


__ADS_3

Walaupun Pangestu dan Shifa begitu dekat dan sering bersama. perasaan cinta Pangestu tidak ada kepada Shifa. Shifa dianggap hanya sebagai adik bagi Pangestu.


Karena Pangestu tidak memiliki adik, dan memang Shifa sifatnya begitu manja dan kekanak-kanakan. Terkesan egois dan ingin menang sendiri.


Pangestu tidak suka pribadi Shifa.


Sedangkan Shifa, karena merasa Pangestu perhatian, sering mengingatkan Shifa sudah makan atau belum. Atau kala sakit, selalu mengingatkan untuk makan obat. Shifa pun merasa kalau Pangestu begitu mencintainya.


Pangestu pun sering diajak berkumpul untuk sekedar berkenalan atau makan malam oleh papanya Shifa. Mama Shifa sendiri telah meninggal dunia setahun yang lalu.


Itulah sebabnya Shifa begitu di manja oleh Burhan Sutedjo, kalau kemauan Shifa tidak segera dituruti Shifa akan langsung menangis dan ngambek mengancam akan pergi dari rumah dan tidak mau makan. Begitulah drama yang dilakukan Shifa bila keinginannya tidak dituruti.


Setahun sudah hubungan kerjasama Pangestu dan Shifa. Burhan bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Shifa belum juga dilamar oleh Pangestu?.


"Shifa, bagaimana Perusahaan kalian saat ini, apakah berkembang atau stagnan begitu-begitu saja?", tanya Burhan merasa penasaran dan ingin tahu.


"Pastinya berkembang dong papa. Semua karena berkat papa. Terimakasih papa", Shifa bersikap manja dihadapan Burhan.


"Bagus deh kalau begitu. Oh iya bagaimana dengan Pangestu, mengapa Pangestu belum juga melamar kamu?, Padahal papa ingin sekali menimang cucu dari kamu. Papa sudah tua sayang, sebelum papa meninggal dunia hendaknya sudah menimang cucu", pinta Burhan kepada Shifa.


"Papa ada-ada aja deh. Nuntut nya yang tidak-tidak aja. Apa Shifa harus memohon-mohon sama Pangestu untuk menikahi Shifa?, malu dong papa, dimana harga diri Shifa?", Shifa cemberut.


"Bukankah kamu yang mengajak Pangestu join di perusahaan ini. Kasih tahu dong, kalau Perusahaan kalian itu berkembang karena papa. Supaya Pangestu bisa tahu diri, dan membalas budi", Burhan bicara blak-blakan.


"Kalau Shifa kasih tahu semua itu, adanya Pangestu akan lari dan tidak mau dekat lagi dengan Shifa", Shifa gantian yang cemberut sekarang.


"Kalau bukan papa yang bergerak dan ikut campur. Kamu tidak akan menikah-menikah nantinya. Ya sudah, kamu ajak Pangestu main ke rumah ya besok malam. papa mau bicara kepada nya", pinta Burhan kepada Shifa.


"Papa, Shifa tidak mau, setelah pertemuan papa dengan Pangestu membuat Pangestu menjauh dari Shifa. Shifa akan sangat benci kepada papa nantinya", Shifa tegas kepada Burhan. Burhan pun hanya diam saja.


***


Keesokan harinya ketika di kantor

__ADS_1


(Asal mula pertemuan Pangestu dan Indah)


"Pangestu, Apakah kamu ada janji ketemu dengan seseorang malam ini?", tanya Shifa ingin tahu.


"Tidak, kenapa?", Pangestu bingung.


"Bagus deh, malam ini kamu di undang papa untuk datang ke rumah. kamu mau ya", bujuk Shifa menarik-narik tangan Shifa.


"Untuk apa?, aku takut ketemu papa kamu. Nanti aku malah disuruh ngawini kamu", Pangestu menolak.


"Hanya untuk makan malam saja. Aku janji pasti bukan yang aneh-aneh deh", Shifa menyakinkan Pangestu.


"Baiklah aku datang jam 7 malam ya", Pangestu setuju.


"Gitu dong", Shifa merasa senang.


"Oh iya, hari ini kita makan siang di mana?", tanya Shifa kebetulan jam makan siang 1 jam lagi.


"Kita makan siang di pusat perbelanjaan ya, aku ingin membeli sesuatu. Kamu mau kan menemani aku?", ajak Pangestu kepada Shifa.


"Ya sudah sana, siap-siapan. Masak iya ke pusat perbelanjaan memakai baju kantor. Adanya kamu dikira orang pajak nanti, seluruh toko malah tutup begitu melihat kamu. Aku juga tidak akan mau menggandeng tangan kamu, malu tau", Pangestu menggoda shifa. Membuat Shifa merasa melambung.


"Kita berangkat sekarang yuk!", ajak Shifa tidak sabar dan sudah berpakaian santai dan menarik. Sejenak Pangestu terpesona dan terdiam sejenak melihat kecantikan Shifa.


"Ok, let's go", ucap Pangestu sambil menekuk kan tangan kanannya, agar Shifa merangkul dan mengandeng tangan nya. Shifa bukan main senangnya. Shifa semakin yakin kalau Pangestu juga mencintai dan menyayangi.


Mereka berdua pun bergandengan tangan masuk ke dalam mobil dengan wajah senyum dan bahagia.


Pangestu membukakan pintu untuk Shifa dan menyuruh Shifa masuk.


"Terimakasih", ucapnya begitu bahagia.


Pangestu pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak beberapa lama mereka pun tiba di pusat perbelanjaan. Shifa begitu asik dan sibuk memilih-milih pakaian, Pangestu pun merasa bosan.

__ADS_1


"Shifa, kamu aku tinggal dulu disini ya, silahkan kamu cari barang-barang yang kamu inginkan. Aku bosan dan tidak sabar menunggu kamu memilih-milih pakaian.


Sudah setengah jam kita asik mutar-mutar saja ditempat ini. Barang yang kamu inginkan tidak kunjung ketemu. Aku sebentar ya ke sana, aku pasti cepat dan tidak ingin berlama-lama dan tidak penuh pertimbangan memilihnya.


Aku tidak seperti kamu dalam memilih barang, ada yang menarik dan lumayan ya sudah aku ambil saja", Pangestu ingin mencari barang miliknya sendiri dan meninggalkan Shifa asik memilih barang yang diinginkannya.


Tidak sengaja Pangestu dan Indah ketemu di di bagian penjualan sepatu roda.


Sebenarnya Pangestu sangat senang dan ingin bertanya banyak mengenai Indah. Tetapi karena Shifa keburu menghubungi dan ingin cepat datang menemui nya. Dengan terpaksa Pangestu menuruti keinginan Shifa.


Setelah makan siang dan semua barang yang dibutuhkan sudah dibeli. Pangestu dan Shifa pun bermaksud untuk pulang.


Pangestu sebenarnya sibuk mencari-cari sosok Indah.


"Melihat siapa sih, dari tadi pandangan mata kamu seperti nya mencari-cari seseorang. Siapa sih yang kamu cari?", Shifa sedikit emosi dan cemburu.


"Tidak mencari siapa-siapa, Tadi aku sekilas melihat teman lamaku. aku ingin memastikannya, apakah aku salah orang atau tidak. Ternyata memang aku salah orang", Pangestu berbohong, karena Shifa orang nya sangat cemburu an.


Shifa tidak mau kalau Pangestu ketemu atau berbicara dengan klien perempuan. Shifa akan selalu ikut dan nibrung bila Pangestu sedang berdua dengan perempuan asing.


"Bagus deh kalau begitu. Kamu akan mengantar aku pulang kan?", bujuk Shifa.


"Baiklah", Pangestu segera melajukan mobilnya ke arah rumah Shifa.


"Oh iya, kamu jangan lupa ya, datang jam 7 malam", Shifa mengingatkan Pangestu.


"Pasti", ucap Pangestu sambil mengacungkan jempolnya dan segera melajukan mobil kearah rumah nya.


Didalam mobil Pangestu selalu kepikiran Indah.


"Indah, seandainya kamu tahu kalau aku sangat merindukan kamu. Apakah kamu juga merindukan aku?", gumam Pangestu dalam hati.


"Aku sangat senang mendengar kamu telah bercerai dengan ayah, artinya sekarang aku bisa memperistrikan kamu. Ahh, Indah pasti menginginkan laki-laki lain yang lebih mapan.

__ADS_1


Terakhir aku mengetahui kalau ayah bangkrut selanjutnya aku juga tidak tahu ayah kondisinya sekarang bagaimana. Apakah Indah menuntut cerai ayah karena ayah bangkrut?", Pangestu kurang tahu dan berusaha menerka-nerka.


__ADS_2