Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#24. Tedja dibawa ke kantor polisi


__ADS_3

Alex datang menghampiri kantor polisi dengan membawa bukti visum dari rumah sakit. Hendak membuat laporan atas penganiayaan dan tindak kekerasan yang dilakukan Tedja beberapa minggu yang lalu.


Sengaja Alex membuat laporan ke kantor polisi setelah jeda beberapa minggu setelah kejadian tindak kekerasan yang dilakukan Tedja.


Agar Tedja merasa kalau Alex telah melupakan kejadian tersebut. Dan Alex juga ingin membuat surprise kepada Tedja.


"Selamat pagi pak!, Kami dari petugas kepolisian mau menanyakan keberadaan pak Tedja, apakah pak Tedja ada?", tanya salah satu petugas kepolisian. Yang bermaksud datang ke kantor Tedja untuk menangkap dan membawa Tedja ke Kantor polisi.


"Pak Tedja sedang mengikuti rapat penting bersama dengan rekan-rekan bisnisnya pak. Maaf Pak, kalau boleh saya tahu atas dasar apa pak Tedja dibawa ke kantor Polisi pak?", ucap satpam Edy ingin tahu.


"Pak Tedja di tangkap atas pelaporan dari saudara Alex. Pak Tedja telah melakukan penganiayaan atau tindak kekerasan kepada saudara Alex beberapa minggu yang lalu", petuga memberitahu alasan penangkapan Tedja.


"Bolehkah kami menuju ruang rapat tempat pak Tedja mengadakan rapat?", tanya salah satu petugas untuk segera bertemu dengan Tedja.


"Begini pak, bagaimana kalau saya sendiri yang memberitahu kepada pak Tedja kalau ada bapak petugas yang datang untuk menemuinya", bujuk satpam Edy kepada petugas.


Karena satpam Edy merasa ini adalah hal pribadi dan tidak usah diketahui oleh rekan-rekan bisnis pak Tedja, karena akan sangat berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan dari perusahaan.


"Bila pemilik perusahaan berurusan dengan para petugas maka kredibilitas dari perusahaan itu akan diragukan. Maka tidak akan lama para pemegang saham atau para investor akan menarik modal usahanya dari perusahaan pak Tedja", pikir satpam Edy dalam hatinya merasa prihatin terhadap kondisi Tedja.


Bagaimana pun kerasnya satpam Edy membujuk petugas agar satpam Edy sendiri yang menyampaikan secara langsung kepada Tedja. Para petugas tetap kokoh dan ngotot untuk menjemput sendiri Tedja masuk ke ruang rapat.


Satpam Edy pun pasrah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tetapi satpam Edy berusaha datang lebih dulu tiba ke ruang rapat, daripada petugas.


Satpam pun berlari sekuat tenaga ke arah ruang rapat, di ikuti oleh para petugas dari belakang.


Tidak beberapa lama satpam Edy tiba di ruang rapat lalu mengetuk pintu dan langsung masuk.

__ADS_1


"Pak, ada petugas kepolisian datang ingin menjemput bapak. Katanya bapak akan dibawa ke kantor polisi atas kasus penganiayaan atau tindak kekerasan kepada saudara Alex", Satpam Edy berbisik dan memberitahu kalau ada petugas kepolisian yang datang untuk menjemputnya.


"Dimana para petugas itu sekarang berada?", tanya Tedja ingin tahu.


"Mereka sudah menuju ke mari pak, saya ingin cepat memberitahu kepada", Satpam Edy masih ngos-ngosan karena lelah berlari. b


"Mengapa tidak menyuruh untuk menunggu saya spai selesai rapat?", Tedja sedikit emosional.


"Saya sudah membujuk petugas, tetapi mereka tetap memaksa untuk menjemput bapak secara langsung", satpam Edy memberitahu.


Tedja bermaksud untuk keluar dan menemui para petugas di luar ruang rapat. Tetapi para petugas memaksa untuk segera masuk ke ruang rapat.


"Selamat pagi pak, Kami bermaksud untuk membawa bapak ke kantor polisi sekarang", petugas memberitahu Tedja.


Tedja sangat malu karena kejadian penangkapan nya diketahui oleh rekan-rekan bisnisnya. Ada kekhawatiran di wajah Tedja, karena akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya di masa yang akan datang.


"Maaf pak, kalau boleh saya tahu atas dasar apa saya ditangkap. Saya tidak ada melakukan kesalahan atau penipuan", Tedja berusaha mencari pembenaran.


"Bapak akan kami bawa karena pelaporan dari saudara Alex. Kalau bapak sudah melakukan penganiayaan atau tindakan kekerasan terhadapnya", para petugas memberitahu.


"Tetapi pak, memang saudara Alex telah merebut pacar saya. Saya emosi dan marah sehingga melakukan pemukulan itu", Tedja membela diri.


"Maaf pak, silahkan bapak mengklarifikasi nya di kantor nanti. Sekarang juga kami wajib membawa bapak ke kantor Polisi", ucap para petugas dengan tegas. Dan segera membawa Tedja meninggalkan ruang rapat.


Akhirnya meeting yang dilakukan pun bubar dengan seketika. Para rekan-rekan bisnis Tedja kecewa atas kredibilitas Tedja yang tidak menunjukkan sikap baik di depan publik. Para investor yang tadinya ingin menanamkan modal untuk perusahaan Tedja akhirnya menarik modalnya dan tidak jadi menanamkan nya pada perusahaan Tedja.


Tedja pun berusaha menelepon orang kepercayaannya agar segera mengatasi permasalahan yang terjadi pada perusahaan nya.

__ADS_1


Kebetulan orang kepercayaan Tedja berada di luar kota untuk mengurusi bisnis anak cabang dari perusahaan Tedja. Tedja menghubungi melalui via telepon.


"Deni, cepat kembali ke Jakarta sekarang", perintah Tedja dengan tegas.


"Ada apa pak, saya tidak bisa pak.


Karena saya sebentar lagi akan mengikuti meeting penting", Deni menolak.


"Sekarang juga kamu kembali ke Jakarta Deni! ini sangat penting. Disini kacau sekali. Ketika sedang mengikuti rapat penting, tiba-tiba petugas datang dan membawa saya ke kantor polisi.


Sekarang saya sedang berada di kantor polisi. Tolong Den, kamu atasi semua permasalahan ini. Semua jadi tidak terkendali, rapat pun segera bubar.


Kamu tahu sendiri kan, kalau para investor itu tidak jadi menanamkan modal mereka ke perusahaan kita. Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang Deni", Tedja memberitahu dengan panjang lebar merasa gelisah dan pusing atas semua yang menimpa nya.


Deni terkejut, bingung mengapa tiba-tiba Tedja di bawa ke kantor polisi.


"Memang nya bapak di bawa ke kantor polisi atas kasus apa?", tanya Deni penasaran dan ingin tahu.


"Atas pelaporan Alex, Den. Aku dituduh melakukan tindakan penganiayaan dan kekerasan", Tedja memberitahu dengan penuh penyesalan.


"Bagaimana ini Pak, apa semua harus dikorbankan. Perusahaan anak cabang di daerah ini pun sedang baru merintis, saya berusaha untuk mencari para investor yang ingin bekerjasama.


Dan sekarang saya lagi mengupayakan nya dan sebentar lagi akan mengadakan meeting. Apakah saya harus membatalkannya pak. Bagaimana kalau saya ke Jakarta setelah saya selesai meeting hari ini ya pak", bujuk Deni.


"Kali ini aku harus mendengarkan apa yang dikatakan Deni. Kemarin aku begitu gegabah telah memutuskan hubungan kerjasama dengan Alex. Mungkin pelaporan ini adalah imbas dari pemutusan kontrak kerja yang kulakukan", gumam Tedja menyesali perbuatannya.


"Baiklah Deni, kamu datang ke Jakarta setelah menyelesaikan urusan meeting kamu di situ saja. Aku pun tidak mungkin mengorbankan semuanya. Apa yang tidak bisa digapai biarlah pergi, dan yang ada di genggaman harus diupayakan dan dipergunakan sebaik-baiknya", Tedja menuruti usul Deni.

__ADS_1


Tedja tidak tahu harus bagaimana lagi, sekarang hanya bisa pasrah. Tedja pun merasa pusing lemas dan tidak bertenaga. Tedja membayangkan bisnisnya akan hancur dan bangkrut.


__ADS_2