Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#35. Indah prihatin kepada Arkan, karena Tedja tidak perhatian lagi


__ADS_3

Di rumah indah merasa gusar dan terus menunggu kepulangan Tedja dari kantor.


"Tidak biasanya Tedja pulang dari kantor hingga larut malam", gumam Indah dalam hati.


Sejak Arkan menolak untuk diantar Tedja karena malu atas kondisi Tedja yang sudah tua. Tedja menjadi cuek dan tidak perhatian kepada Arkan.


"Dan ini Tedja malah pulang hingga larut malam, biasanya sore Tedja sudah di rumah dan makan malam di rumah", gumam indah dalam hatinya.


Indah bingung, " Apakah Tedja mulai berulah dan pergi ke cafe untuk mencari perempuan lain?", Indah menebak-nebak apa yang sedang dilakukan Tedja di luar sana.


Tidak beberapa lama Tedja pun tiba di rumah, suara klakson mobil Tedja membuyarkan lamunan Indah. Indahpun langsung berlari ke luar untuk segera membukakan pintu pagar dan menyambut kepulangan Tedja.


"Mengapa pulang begitu larut sayang", tanya Indah setelah Tedja turun dari mobil dan segera mengambil tas kerja Tedja.


"Iya aku tadi ada pertemuan dengan rekan bisnis. Setelah selesai rapat pada jam 22.00 tadi mereka mengajak minum dan karaokean", Tedja mencari-cari alasan.


Sebenarnya Indah kurang percaya dan tidak masuk akal rasanya meeting hingga sampai jam 22.00. Dengan suasana Tedja yang masih marah, Indah pun hanya diam saja dan terima begitu saja alasan Tedja. Dan tidak berani bertanya hal lain atau mencoba mencari argumen atas ketidak percayaan nya.


"Kamu sudah makan sayang?", tanya Indah ingin tahu, apakah akan menyajikan makanannya atau segera tidur.


"Aku sudah makan, aku akan langsung istirahat saja, sebentar aku akan ke kamar mandi dulu untuk cuci muka", Tedja langsung beranjak ke kamar mandi.


Ketika Tedja di kamar mandi, Indah segera mengganti pakaiannya dengan dress tidur yang seksi dan sedikit transparan. Indah duduk di depan cermin sambil membersihkan riasan wajahnya.


Tidak beberapa lama Tedja ke luar dari kamar mandi, sebentar melirik ke arah Indah yang terlihat menggoda memakai dress seksi dan transparan. Tetapi Tedja langsung naik ke ranjangnya dan menghiraukan Indah yang kenyataannya sedang menggodanya.


Tedja langsung posisi terlentang dan langsung memejamkan matanya. Indah sedikit kesal, Tedja menghiraukan nya. Indah ingin menggoda Tedja bermaksud ingin menyenangkan suaminya, berharap service an Indah bisa membuat Tedja kembali normal seperti biasanya.

__ADS_1


Indahpun langsung naik ke atas tubuh Tedja, posisi menindih Tedja. Kedua tangan Indah mengusap dan mengelus-elus wajah Tedja. Dan langsung ******* bibir tedja sambil berucap, "Sayang aku lagi pengen", goda Indah genit, mengeluarkan segala kemampuannya.


Dulu Indah sangat mahir menggoda om-om, untuk memoroti uangnya. Indah mengeluarkan jurus mautnya, terus ******* penuh gairah dan nafsu, bahkan sesekali mendesah.


Tangan indah pun ikut bekerja dan liar menyentuh area-area sensitif Tedja. Melucuti pakaian Tedja satu persatu, Tedja pun tidak bisa menghindar dan hasratnya pun naik begitu ingin. Tedja pun mengikuti arah permainan indah dan tidak mau menyia-nyiakan kenikmatan dan ingin segera bisa puas.


Merekapun akhirnya rebah, merasakan kenikmatan dan kepuasan dengan sisa nafas yang masih ngos-ngosan. Indah terus memeluk Tedja seolah tidak ingin lepas begitu erat. Tedja membiarkan saja kelakuan Indah dan akhirnya terlelap dan tertidur tanpa pakaian yang membalut tubuh.


Akhirnya terbangun dan tersadar, begitu alarm berbunyi menunjukkan pukul 06:00 pagi.


Indah terbangun dan segera berpakaian dan langsung mengambil selimut untuk menyelimuti Tedja yang masih tanpa busana.


Sebelum bergegas pergi indah berbisik kepada Tedja untuk segera bangun dan bergegas ke kantor. Indah pun segera turun ke bawah untuk mempersiapkan sarapan pagi.


Dan bersiap untuk kemungkinan mengantar Arkan ke sekolah. Indah bermaksud untuk membujuk Tedja nanti agar mau mengantar Arkan ke sekolah.


Tedja pun langsung berbenah untuk beres-beres mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor. Setelah selesai berpakaian Tedja pun langsung turun kebawah untuk sarapan.


"Sayang, bisa antar Arkan sekolah hari ini?", bujuk Indah sebelum Arkan tiba di meja makan.


"Tidak boleh Indah, aku harus buru-buru", Tedja segera menyudahi sarapan nya dan langsung cabut ke garasi sebelum Arkan keluar dari kamarnya.


Indah pun tidak berani lagi bertanya, dan langsung mengikuti Tedja ke arah garasi bermaksud untuk mengantar Tedja keluar rumah.


Indah kembali ke meja makan melanjutkan makannya setelah mengantar Tedja ke luar rumah.


"Ayah sudah pergi kerja, ma?", tanya Arkan melihat ayahnya sudah tidak ada lagi di meja makan.

__ADS_1


"Iya, katanya ayah sedang buru-buru ke kantor. Mengejar meeting pagi ini agar tidak telat", ucap Indah agar Arkan tidak merasa sakit hati, karena Tedja tidak mau lagi peduli terhadapnya.


"Ma, mengapa ayah terkesan tidak peduli dan cuek kepada Arkan?, sepertinya ayah tidak sayang lagi sama Arkan", Arkan bertanya ketika sedang sarapan.


"Kamu jangan salah sangka begitu, ayah tetap sayang kok sama kamu. Sekarang ayah mungkin sedang sibuk dan ada masalah di kantornya sehingga waktunya tidak ada lagi bermain bersama kamu", Indah mencoba menghibur dan menyemangati Arkan.


Apapun alasan Indah, Arkan tetap merasakan kalau memang Tedja sudah tidak sayang lagi kepadanya.


Arkan terlihat sedih dan cemberut tidak bersemangat. Indah merasa kasihan dan prihatin kepada Arkan. Sebenarnya Indah selalu berusaha menjadi sosok ayah bagi Arkan. Indah berusaha untuk selalu menemani Arkan bermain basket di lapangan belakang, setelah pulang sekolah, tetapi tetap saja Arkan cemberut dan membutuhkan sosok ayah di dekatnya.


Indah pun berusaha untuk membujuk Arkan agar bersemangat.


"Sayang nanti setelah pulang dari sekolah. Kita langsung ke mall ya. Bermain games dan makan es cream", bujuk Indah, karena es cream adalah makanan kesukaan Arkan. Arkan pun langsung bersemangat dan segera menanggapi.


"Benar kah ma?, hore.. asyik. benar ya ma, mama tidak bohong kan?", ucap Arkan tidak percaya.


"Benar sayang, mama tidak bohong. Tetapi Arkan harus janji tidak akan cemberut setelah kita beli es cream ya. Sekalipun ayah tetap mencueki kamu", Indah berharap Arkan bisa terima perubahan sikap Tedja.


"Sekarang cepat selesaikan sarapan mu, agar kita segera berangkat sekolah. Waktu kita tidak banyak lagi", Indah segera menyudahi sarapannya begitu juga Arkan.


Dan langsung beranjak meninggalkan meja makan menuju garasi dan segera berangkat ke sekolah. Indah melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Sesekali indah melirik raut wajah Arkan melalui kaca spion yang di depannya. Arkan tetap diam saja tidak banyak bicara.


"Mudah-mudahan Arkan bisa menerima perubahan sikap Tedja yang cuek kepadanya", gumam Indah prihatin dalam hatinya.


Lagi-lagi indah menyesali atas perbuatannya, karena yang terimbas adalah Arkan.


"Ya Tuhan, seandainya saja aku hidup dalam norma yang benar. Seandainya akupun akhirnya tidak memiliki anak dari Tedja karena Tedja tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Mungkin dengan kesepakatan bersama untuk mengasuh anak, itu tidak menjadi masalah", gumam Indah menyesalinya perbuatan masa lalunya.

__ADS_1


"Atau akan kah bisa dipertemukan dan hidup bersama dengan Pangestu ", Indah berandai-andai. Secepat nya Indah langsung tersadar dan menepis segala hayalannya dan fokus kembali berkendara.


__ADS_2