
Tedja dan Puput pun tiba di mall. Puput dengan sigap langsung tanpa malu-malu mengajak Tedja ke bagian penjualan baju.
Jalan ke sana kemari mencari baju yang cocok dengannya. Setelah mendapatkan satu, lanjut mencari lagi baju kedua.
"Mau beli apalagi kan sudah dapat satu", Tedja merasa bosan, karena jalan kesana dan kemari begitu lama.
"Bentar om, Puput mau beli ini", Puput menunjukkan sebuah gaun tidur yang transparan. Tedja pun merasa senang, Puput seolah tahu keinginannya.
"Ya sudah beli saja sesuai selera kamu", ucap Tedja tersenyum. Lalu Puput menambah gaun itu ke keranjang belanjaan nya. Dan segera ke kasir.
Segera ditotal dan Tedja pun mengeluarkan dompetnya dan membayar nya dengan kartu atm-nya. Kemudian lanjut ke tempat sepatu, dan tas.
"Sudah selesai om, sekarang kita kemana lagi?", tanya Puput pura-pura.
"Jangan panggil Om dong ditempat ini. Om malu di dengar orang kamu memanggil dengan sebutan om. Panggil saja sayang", Tedja memberitahu.
"Baiklah sayang", Puput menggandeng tangan Tedja genit.
Tedja pun mengarahkan Puput ke tempat perhiasan. Dan menunjukkan sebuah kalung, "Tolong ambil kalung yang itu", perintah Tedja kepada pemilik toko perhiasan.
Pemilik toko pun langsung mengambil kalung itu dari etalase dan memberikannya pada Tedja.
"Kamu suka yang ini?", tanya Tedja pada Puput.
"Suka sayang", Puput langsung mengangguk.
"Baiklah minta yang ini, sekalian di total berapa harga yang harus saya bayar", ucap Tedja pada pemilik toko.
"Baiklah, semua totalnya 20 juta", ucap pemilik toko. Tedja pun langsung mengeluarkan atm-nya dari dompetnya dan menyerahkan kepada pemilik toko.
Perhiasan pun sekarang sudah ditangan Tedja, dan akhirnya segera memasangkan pada Puput.
"Terimakasih sayang", Puput mengandeng Tedja dengan mesra dan bersemangat.
"Iya, perut ku sudah keroncongan kita makan dulu ya", ucap Tedja dan mereka pun berjalan ke arah restoran.
__ADS_1
Setelah menyantap habis makanannya mereka pun bergegas untuk pulang.
Tedja segera melajukan mobilnya dengan pelan. Puput pun pasrah kemana Tedja membawanya. Tidak beberapa lama mereka pun tiba disebuah hotel.
"Kita nginep disini saja ya. Sebentar aku tanya dulu apakah ada kamar kosong. Kamu disini saja dulu, nanti aku datang kembali kesini memberi tahu kamu setelah memesan", ucap Tedja berusaha beranjak dan keluar dari mobilnya, Puput pun mengangguk dan menunggu dimobil. Tidak beberapa lama Tedja datang memberitahu.
"Ada, ayo turun", ajak Tedja pada Puput. Mereka pun masuk dan menyerahkan kunci mobilnya pada petugas hotel. Agar petugas yang mengatur letak mobil pada lokasi parkir.
Setelah masuk dalam kamar, Tedja langsung meraih tangan Puput dan mendekatkan tubuhnya lalu memeluk erat Puput.
"Kamu tidak apa-apa kan, aku ajak ke sini?", tanya Tedja sambil mencium bibir Puput.
"Tidak apa-apa sayang, Puput senang kok, Puput juga yang sudah sepakat dan mau untuk jadi pacar kamu", Puput merasa senang dan ikhlas Tedja membawanya ke hotel.
"Berarti kamu mau kan meladeni aku malam ini?", tanya Tedja begitu bernafsu menciumi Puput. Hanya mengangguk dan membalas permainan Tedja.
"Boleh tidak aku mandi dulu?", Puput menolak lembut Tedja.
"Ya sudah kita melakukannya di kamar mandi saja, sekalian mandi", Tedja menarik Puput ke arah kamar mandi.
Tedja begitu bergairah dan sangat bernafsu. Entah mengapa Keinginannya untuk berhubungan suami-istri seolah-olah ingin terus dan terus dilakukannya kepada semua teman wanitanya.
Berpisah dengan Mitha, Tedja begitu berkeinginan untuk langsung mencari penggantinya seolah-olah begitu ketagihan dengan adegan dan permainan yang bervariasi.
Keinginan untuk berhubungan suami-istri seperti kebutuhan utama baginya dan tidak ingin lepas. Tedja seperti rela mengeluarkan berapa pun uangnya, untuk membeli keperluan Puput. Karena dengan begitu Puput pasti akan meladeninya dengan baik.
Setelah puas melakukan hubungan suami-isteri, bukan hanya di kamar mandi saja. Setelah kembali ke kamar mereka pun ingin lagi melakukannya. Puput seolah tahu keinginan dan kemauan Tedja.
Karena bagi Puput, kalau Tedja merasa senang dan puas dengan pelayanannya. Maka semua yang diinginkan Puput pun pasti akan diberikan.
"Sayang, sekarang aku sudah menjadi pacar kamu. Apa aku akan tetap bekerja sebagai pelayan cafe?", tanya Puput memulai obrolan setelah keduanya masih merasa lemas karena baru saja bertarung mesra.
"Kamu tidak boleh lagi dong bekerja menjadi pelayan cafe. Sekarang kamu sudah menjadi milik aku. Aku tidak mau kamu meladeni pria-pria lain", ucap Tedja tegas.
"Terus kamu akan memenuhi kebutuhan ku kan sayang?", rengek Puput.
__ADS_1
"Iya dong", balas Tedja.
"Apa aku selamanya akan tinggal di hotel ini?, belikan aku rumah dong sayang?. Kan aku juga pengen bisa memasak makanan kesukaan kamu nanti setelah pulang dari kantor", Puput mencoba mencari cara.
Tedja pun merasa setuju dengan pernyataan Puput.
"Baiklah, besok kita akan mencari rumah baru untuk kamu", Tedja menyanggupi.
Begitu Tedja menyetujui permintaan nya, Puput langsung terperanjat naik ke atas tubuh Tedja.
"Apa sayang!, Puput tidak salah dengar kan?. Kamu akan membelikan rumah baru untuk Puput. Terimakasih banyak sayang", Puput begitu senang dan menciumi bibir dan seluruh wajah Tedja karena begitu bahagia.
Begitulah Puput terus meminta dan meminta apa saja kepada Tedja. Tanpa pikir panjang semua permintaan Puput diberikan dengan cepat.
Rumah, mobil, dan ATM. Puput begitu pandai merayu dan membujuk Tedja. Apabila tidak diberikan, Puput akan merengek-rengek seperti anak kecil.
"Sayang, ada tas cantik aku lihat kemarin di mall ketika jalan-jalan di mall. Tas ini belum pernah dipakai oleh teman-teman ku selain karena limited edition tentu harganya juga mahal. Aku mau dong sayang dibelikan tas ini", rengek Puput sambil menunjukkan foto sebuah tas pada handphone nya.
"Sayang, kamu itu sudah meminta banyak. Belum juga kita pacaran genap satu bulan, tetapi aku sudah menghabiskan uang ratusan juta. Tas kamu kan sudah banyak, apa tidak bisa memakai tas yang sudah ada saja?", Tedja sedikit marah dan emosional.
"Sayang, harga tas itu tidak seberapa bagimu. Kemarin kamu janji untuk membahagiakan aku, sekarang malah susah sekali untuk membeli harga yang tidak seberapa nya kamu", Puput ngambek dengan menunjukkan muka yang cemberut.
"Bukannya aku tidak mau membelinya, tetapi sabar dong. Masak iya semua harus dibeli. pengeluaran itu harus ada batasnya", Tedja kokoh tidak mau mengabulkan permintaan Puput.
Puput pun ngambek tidak mau makan, dan langsung naik ke atas ranjang dan menutup seluruh badannya dengan selimut.
"Sayang, ayo dong makan. Aku sudah lapar", ajak Tedja. Puput hanya diam.
Tedja pun langsung beranjak menuju meja makan dan makan sendiri.
Karena Puput tidak juga turun dari tempat tidurnya. Dan terus saja menutupi dirinya dengan selimut. Akhirnya Tedja pun mengalah.
"Ya sudah sayang, besok kita beli tasnya", ucap Tedja menyetujui permintaan Puput, karena sedari tadi Puput hanya diam saja tidak menggubris nya.
Puput pun langsung membuka selimutnya, "Terima kasih banyak sayang, kamu memang baik dan pengertian. Aku tahu kamu tidak akan membiarkan aku sedih", Puput menciumi Tedja.
__ADS_1