Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#38. Tedja ingin mencari perempuan lain.


__ADS_3

Tedja dan Tessa sekarang sudah resmi menjadi suami istri. Mereka tinggal di sebuah apartemen. Tedja tidak pulang ke rumah menemui Indah.


"Sayang, nanti kamu masih datang kan menemui aku", tanya Tessa. Tessa dan Tedja masih rebahan di tempat tidur sebelum berangkat ke kantor.


"Masih dong!. Oh iya kamu tidak bangun membuatkan ku sarapan atau kopi?", tanya Tedja, karena biasanya indah bangun membuatkan sarapan dan kopi sebelum berangkat ke Kantor.


"Sayang, aku belum belanja, di apartemen ini tidak ada bahan makanan, kopi dan gula. Aku tidak tahu harus masak apa. Nanti temani aku belanja ya", ucap Tessa manja. Tedja masih memaklumi sikap Tessa yang tidak membuatkan nya sarapan. Karena memang masih baru pindahan, jadi bahan makanan belum ada.


"Oh iya, baiklah nanti aku pulang dari kantor untuk menemani kamu belanja. Lain kali kamu harus bisa ya mandiri. Jangan semua-semua harus aku temani. Aku sudah terlalu lelah dan sibuk di kantor. Masak iya aku harus datang dari kantor untuk menemani kamu belanja", Tedja mengingatkan Tessa. Tessa mengangguk.


"Oh iya, Setiap pagi kamu buatin aku sarapan dan kopi sebelum aku pergi ke kantor. Aku sangat senang bila istriku selain meladeni di ranjang, bagiku pun istri harus meladeni kebutuhan makan dan pakaian ku. Dan mulai sekarang kamu tidak perlu lagi bekerja pergi ke cafe", ucap Tedja tegas.


"Aku akan sangat kesepian disini kalau kamu pergi ke kantor", Tessa manja.


"Jadi aku harus bagaimana, masak iya kamu harus aku bawa kamu ke kantor. Ini aku kasih ATM, kamu bisa pergi belanja bila kamu suntuk", Tedja menyerahkan sebuah ATM.


"Sayang aku sih pengennya kamu selalu dekat aku. Aku berharap kamu datang untuk makan siang di rumah bersama aku", bujuk Tessa manja, baginya karena pengantin baru Tessa ingin sekali lengket dan bersama Tedja. Karena baru merasakan hubungan suami-istri untuk pertama kali, agaknya membuat Tessa menjadi ketagihan.


"Tidak bisa, terkadang aku meeting hingga jam makan siang, hanya istirahat sebentar lalu lanjut meeting lagi. Jadi aku tidak usahlah ketika jam makan siang pulang ke rumah", Tedja menolak keinginan Tessa.


"Tetapi sayang, meeting kan tidak setiap hari", Tessa ngotot minta ditemani.


"Baiklah, nanti aku akan usahakan", Tedja menyanggupi.


"Gitu dong sayang", Tessa senang Tedja menyetujui keinginan nya.

__ADS_1


Begitulah setiap hari Tessa berusaha membujuk Tedja dengan manja agar Tedja selalu menemaninya. Akhirnya Tedja tidak pernah lagi pulang ke rumah menemui Indah.


Tiga bulan berlalu pernikahan Tessa dan Tedja.


Tessa pun tidak kunjung hamil dan Tedja belum juga menceraikan Indah. Karena sesuai janji Tedja, secepat nya


Indah akan diceraikan oleh Tedja.


Maka Tessa dan Tedja akan melangsungkan pernikahan resmi mereka memberi tahu kepada adik dan ibu Tessa dan juga mendaftarkan pernikahan mereka ke catatan sipil.


"Kapan kamu menceraikan istri kamu?, kapan kamu mendaftarkan pernikahan resmi kita. Adik dan ibuku selalu menanyakan aku mengapa jarang pulang ke rumah. Mereka juga mencurigai kalau aku sudah menikah. Lagian aku juga kenapa ya belum hamil, padahal aku ingin sekali mempunyai anak", Tessa menuntut Tedja.


Tedja bingung tidak tahu harus menjawab apa. Secepatnya Tedja memutar otak.


"Sabarlah, aku terlalu sibuk untuk mengurusi kantor dan Bisnisku. Lagian kamu selalu mengajak aku menemani kamu belanja dan di rumah. Sehingga aku tidak ada waktu pergi menemui Indah atau melapor ke kantor urusan agama", Tedja beralasan.


"Bukankah kamu sangat perhatian terhadap bentuk tubuh kamu. Kalau kamu hamil tubuhmu akan terlihat gendut. Oh iya aku ingin kamu tidak usah mempunyai anak.


Karena kalau kamu mempunyai anak, maka kamu akan sibuk memperhatikan anak kamu dan tidak akan memperhatikan dan meladeni aku dengan baik lagi", Tedja tidak ingin Tessa tahu kalau Tedja memiliki ****** encer, maka tidak akan bisa membuat Tessa hamil.


"Bagaimana sih kamu sayang, semua laki-laki ingin sekali mempunyai anak dan keturunan. Mengapa kamu sebaliknya. Padahal aku ingin sekali mempunyai anak, karena alasan seorang perempuan menikah adalah menjadi ibu.


Anak menjadi pengikat antara istri dan suaminya. Karena bisa saja kamu hanya menjadikan aku menjadi pemuas nafsu mu saja", Tessa ceplas ceplos. Tedja bingung, Tessa seperti tahu maksud dan tujuan Tedja menikahinya.


"Apakah kamu bermaksud seperti itu sayang?", tanya Tessa penuh selidik.

__ADS_1


"Ahh, sudahlah. Kamu memang terlalu banyak berprasangka yang tidak-tidak kepada orang lain. Suami sendiri kamu curigai. Kalau aku seperti itu sudah sedari dulu aku meninggalkan kamu", Tedja langsung pergi ke balkon untuk mencari udara segar.


"Maafkan aku sayang, bukan seperti itu maksud ku. Kalau kita mempunyai anak mungkin keceriaan di rumah ini akan bertambah", Tessa langsung mendatangi Tedja ke balkon sambil memeluk Tedja dari belakang ketika Tedja sedang duduk memandang ke sekeliling dan sambil menghirup udara segar.


"Sudahlah Tessa jangan mengungkit anak terus, aku ingin kita menikah itu agar aku merasa santai dan tidak dipusingkan dengan urusan anak. Itulah alasan aku meninggalkan Indah", Tedja mencari-cari alasan.


"Berarti kamu hanya menjadikan aku sebagai pemuas nafsu kamu saja?", Tessa menjadi sedih dan menangis.


"Tidak juga seperti itu alasannya. Memang aku sangat mencintai kamu. Tetapi untuk sekarang ini aku berharap kita jangan dulu di beri anak.


Tetapi kalaupun diberi, yah mau bilang apa lagi. Terpaksa kita harus menjalaninya", Tedja berusaha membujuk dan membuat Tessa tidak menangis dan bersedih. Tessa pun akhirnya luluh atas bujuk rayu Tedja.


Mereka pun menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh keceriaan. Tessa begitu semangat dan sangat baik dalam meladeni Tedja, baik kebutuhan ranjang dan kebutuhan fisik.


Untuk kebutuhan ranjang mereka selalu melakukan nya setiap hari bahkan 2 kali sehari. Motivasi Tessa adalah agar secepatnya diberikan momongan. Sebaliknya motivasi Tedja adalah karena gairah dan hasratnya sangat tinggi, bahkan ingin sensasi yang lain dan bervariasi.


Sekarang bagi Tedja, kepunyaan Tessa sudah tidak sempit lagi. Tedja berpikiran untuk mencari sensasi lain dan ingin mendapatkan perempuan muda dan polos seperti Tessa dulunya, ketika baru ketemu.


Pernikahan Tessa dan Tedja sudah memasuki bulan 5.


Kembali Tessa belum juga hamil. Tessa terus memaksa Tedja untuk periksa, "Bila perlu program bayi tabung", gumamnya dalam hati.


"Ayo dong sayang, kita periksa. Ini untuk memastikan agar mengetahui dimana kendalanya kita belum juga mendapatkan keturunan. Kalau memang ada kendala di kitanya, kan bisa diatasi dan diobati apa kira-kira kendala nya.


Mengapa kita tidak mencoba program yang lain. Bayi tabung atau program apalah agar kita segera memiliki anak. Aku sangat ingin mempunyai anak", Tessa membujuk Tedja dengan lembut.

__ADS_1


Karena setiap hari Tessa selalu membahas dan menuntut soal anak. Tedja menjadi kesal dan tidak menikmati lagi hubungan ketika di ranjang. Tedja berencana akan meninggalkan Tessa dan mencari perempuan lain.


__ADS_2