Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#19. Indah dan Tedja baikan


__ADS_3

"Aku benci kamu Tedja, kamu jahat. Ceraikan saja aku, mengapa kamu tahan-tahan dan gantung aku", ucap Indah kesal sambil menangis memukul-mukul Tedja.


Tedja pun mencoba menghalau tangan Indah, menghindar dari pukulan nya. Dilihat nya Indah ternyata mengunakan daster yang transparan, terlihat lekukan tubuh dari Indah yang montok dan molek.


Keinginan birahinya memuncak. "Sudah lama juga tidak berhubungan suami-istri dengan Indah, hampir 3 bulan lebih", gumam Tedja dalam hati.


Dan memang Tedja juga sudah 2 hari tidak melakukan hubungan suami-istri juga dengan Mitha. Sehingga keinginan birahinya naik ketika melihat bentuk lekukan tubuh itu.


Segera ditariknya Indah begitu dekat dengan dirinya, langsung di ***** bibir Indah. Indah langsung menarik kembali badannya berontak tidak mau bercinta dengan Tedja.


"Tidak, aku tidak mau bercinta dengan mu. Kamu hanya melampiaskan nafsu mu saja kan. Pergi kamu sana, hidup bersama Mitha", Indah menghindar, menjauhi Tedja.


"Jangan berani-berani kamu menyentuh aku", Indah kesal tidak mau bercinta dengan Tedja karena hanya sebagai pemuas nafsu, padahal ada Mitha di hatinya.


Akhirnya Indah memilih tidur di lantai, dan Tedja yang tidur di ranjang mereka.


Merasa mendapat penolakan dari Indah, Tedja mencoba mengatur strategi berpura-pura untuk rujuk dengan Indah, agar Indah bisa meladeninya untuk bercinta, dan memang saat ini Tedja sangat menggebu-gebu untuk bercinta dengan Indah.


Tedja datang menghampiri Indah yang sedang tidur di lantai. Langsung memeluk erat tubuh Indah dan langsung menciuminya.


Indah berontak, tetapi Tedja sudah mengantisipasi setiap gerakan Indah. Tedja mengunci Indah tidak bisa melawan lagi.


"Indah, ladeni aku malam ini. Aku sangat ingin sekali bercinta dengan mu", Tedja memohon.


"Aku akan meladeni kamu. Bila kamu pun berjanji, untuk meninggalkan Mitha. Kita rujuk kembali, menata kembali jalinan yang pernah retak. Kita lupakan semua masalah yang telah pernah terjadi", ucap Indah memberitahu.


"Apakah kamu tidak mencintai Pangestu?", tanya Tedja penasaran.


"Aku tidak mencintai Pangestu. Aku hanya mencintai kamu. Pangestu sekarang entah tinggal dimana. Sejak 3 bulan yang lalu, ketika kamu tidak datang ke rumah ini.


Sejak itu pula aku selalu menolak untuk tidak berhubungan suami istri lagi dengan Pangestu. Pangestu pun tidak pernah datang lagi ke rumah ini", Indah memberitahu mengenai Pangestu.

__ADS_1


Tedjapun seperti mendapatkan ide, ingin membawa Indah jauh. Agar tidak bertemu lagi dengan Pangestu.


"Benarkah kamu ingin kita rujuk dan memperbaiki semua ini?", Tedja mengulangi pertanyaannya, ingin tahu kesungguhan dari Indah.


"Iya aku mau", Indah senang Tedja mulai luluh.


"Baiklah kalau begitu, mulai besok sembari menunggu paspor kamu selesai di buat, kamu beresi semua keperluan barang-barang atau perlengkapan yang perlu dibawa. Kita akan pindah ke luar negeri", ucap Tedja serius.


Indah terkejut tidak menyangka Tedja akan menyuruhnya ke luar negeri.


"Kamu serius?", tanya Indah ragu.


"Aku serius", balas Tedja tegas.


"Bagaimana dengan Arkan?", tanya Indah ingin tahu.


"Bawa saja Arkan, Aku akan menganggap Arkan sebagai anakku. Dan kau tidak boleh ada hubungan atau kontak dengan Pangestu lagi. Kamu pun jangan memberitahu Pangestu, bahwa Arkan adalah anak biologis nya", Tedja memberikan suatu komitmen atau perjanjian kepada Indah.


"Sudahlah. Saatnya aku meninggalkan Pangestu. Dan menata hidup ku yang baru. Aku juga tidak tahu dimana Pangestu berada. Dan bisa saja Pangestu sudah bertemu dengan pasangan hidupnya", gumam Indah dalam hati.


"Saatnya bagiku menata hidup yang lebih baik. Mungkin Tedja adalah pasangan hidupku selamanya", Indah membuat pilihan untuk masa depannya.


"Bagaimana Indah, apakah kamu bisa melakukan apa yang kuperintahkan?", tanya Tedja kedua kalinya.


"Baiklah, aku berjanji tidak akan ada hubungan atau kontak, atau bahkan memberitahu Pangestu mengenai Arkan", Indah sepakat dan menyetujui perintah Tedja.


"Kamu sendiri bagaimana dengan Mitha. Kamu akan meninggalkan nya kan?", tanya Indah ingin tahu.


"Iya, Aku akan meninggalkan Mitha dan menjauh darinya", Tedja berbohong.


"Baiklah, ku harap kamu tidak akan membohongiku", ucap Indah tegas

__ADS_1


Tedja pun langsung beraksi menciumi bibir dan leher Indah, untuk menghindari tatapan Indah, takut Indah akan bertanya lagi tentang kesungguhannya untuk meninggalkan Mitha. Padahal Tedja tidak ada niat putus dari Mitha.


Sedari tadi Tedja sudah tidak bersabar sangat bernafsu dan menggebu-gebu untuk segera bercinta dengan Indah. Indahpun tidak ingin membuat keinginan tedja surut. Indah langsung menunjukkan performa terbaiknya.


Menunjukkan seolah sangat bergairah, bernafsu, bersemangat serta liar dan nakal. Indahpun mengikuti permainan dan adegan-adegan baru Tedja.


Ternyata Tedja sudah banyak kemajuan, begitu nakal dan agresif. Mereka berdua akhirnya merasa ******* dan rebah dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Dulu Tedja gaya permainannya hanya begitu-begitu saja sekarang durasinya sangat panjang dan bervariasi. Hampir saja aku kewalahan", gumam Indah dalam hati dengan raut wajah senang dan merasa ketagihan.


Mereka berdua pun terlelap tidur terbuai dengan mimpi masing-masing.


****


Kring....suara alarm handphone berbunyi menunjukkan kalau hari sudah pagi


Seperti kebiasaan Indah sebelum-sebelumnya. Indah selalu menyempatkan diri untuk membuatkan sarapan.


Sebelum beranjak dari tempat tidurnya nya,


"Sayang, benaran kita akan pindah ke luar negeri?", tanya Indah ragu, pikirnya Tedja hanya bercanda.


"Benar dong, masak iya bercanda. Aku sudah meminta teman untuk mengurus paspor ku dan paspor mu, kemungkinan akan selesai 3-7 hari.


Sembari menunggu selesai kamu beresin semua keperluan dan barang-barang kamu. Tidak perlu membawa semua, bawa yang penting-penting saja nanti disana juga bisa beli", Tedja memberitahu.


"Mengapa harus ke luar negeri?, bagaimana dengan usaha kamu?, apakah kamu akan sesekali pulang ke Indonesia?, atau kamu akan menyerahkan usahamu kepada orang kepercayaan kamu, agar dia yang mengurusnya disini?", Indah bertanya membabi-buta, karena sepertinya Tedja benar-benar ingin menjauhkan nya dari Pangestu.


"Iya harus ketempat yang begitu jauh, kalau kamu masih di Indonesia, aku curiga kamu akan menjalin hubungan dengan Pangestu.


Sesekali aku akan kembali ke Indonesia untuk mengontrol usahaku. Tidak mungkin segalanya kuserahkan kepada orang lain, sekalipun itu orang kepercayaan", ucap Tedja tegas.

__ADS_1


"Kalau kamu sesekali kembali ke Indonesia, bukan tidak mungkin kamu akan tetap menjalin hubungan gelap kamu dengan Mitha", ucap Indah sedikit nada tinggi.


"Bukankah kamu ingin kita rujuk?, jadi tidak usah menuduh dan mengungkit masa lalu. Itu akan kembali memancing amarah. Jadi stop bertanya yang tidak-tidak", Tedja berbicara dengan tegas, Indah pun tidak berani lagi protes. Hanya bisa menuruti semua apa yang diperintahkan Tedja.


__ADS_2