Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri
#81. Indah menerima lamaran Febri


__ADS_3

Febri dengan cepat langsung datang menemui Indah di rumahnya, begitu Indah meneleponnya dan memberitahu kalau Pangestu kembali lagi.


Sebelum mengetuk pintu rumah Indah. Terlebih dahulu Febri memperhatikan sekitaran rumah Indah dan sekitar area toko, apakah Pangestu masih bersembunyi dan mencoba kembali lagi mendatangi Indah.


Lama memperhatikan keadaan di sekitar rumah Indah. Ternyata Pangestu tidak ada, mungkin Pangestu benar-benar telah menyadari penolakan Indah kepadanya.


Febri pun segera mengetuk pintu rumah Indah.


Begitu Indah tahu yang mengetuk rumah nya adalah Febri. Indah pun segera membuka pintu dan memeluk Febri dengan erat.


"Syukurlah kamu cepat tiba disini, aku sangat ketakutan tadi ketika Pangestu balik lagi dan berlari menuju kamar Arkan. Aku pikir Pangestu akan berbuat nekat terhadap Arkan", ucap Indah menangis dipelukan Febri.


"Tenang lah, Pangestu sudah tidak ada lagi disini. Sebelum mengetuk pintu aku telah memastikan memeriksa sekeliling rumah dan toko kamu. Kalau Pangestu memang tidak ada lagi di sekitar sini", Febri menyakinkan Indah. Dan Indahpun segera melepaskan pelukannya.


"Pangestu begitu nekat tadi dan memaksa Arkan, agar Arkan membujuk aku agar rujuk kepadanya. Tetapi syukurlah Pangestu akhirnya nya bisa menyadari dan menerima apa yang dikatakan Arkan. Dan akhirnya ikhlas untuk menerima keputusan ku yang tidak ingin rujuk kepadanya", Indah memberitahu.


Febri sadar atas kondisi Pangestu yang terus ngotot untuk memaksa Indah rujuk. Apalagi Pangestu ada Rangga yang masih baby, yang sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian ibunya. "Pangestu harus cepat dan segera mencarikan ibu pengganti buat Rangga, agar Rangga ada yang mengurusnya", gumam Febri dalam hati.


"Indah, aku takut sekali Pangestu datang lagi kesini dan mencoba membujuk kamu. Dan akhirnya kamu berubah pikiran dan mau menerimanya kembali. Aku sangat kecewa dan takut kalau hal itu terjadi. Aku ingin melamar mu dan ingin kita secepatnya melangsungkan pernikahan kita", Febri memohon-mohon.


Indah sangat terharu, Febri ingin segera menikahinya secepatnya. Karena Indah juga takut hal itu terjadi lagi, Pangestu mencoba terus dan berusaha membujuknya untuk rujuk. Indah pun menyanggupi untuk menikah dengan Febri.


"Iya Febri, kamu benar. Aku menerima lamaran kamu. Selain karena aku takut kalau Pangestu datang lagi dan selalu berusaha membujuk aku untuk rujuk kepadanya. Aku juga sangat mencintai mu, aku sangat bahagia dan terharu kamu menerima aku apa adanya", ucap Indah menyetujui perkataan Febri.


"Indah, kamu jangan merasa sungkan seperti itu. Justru aku yang sangat bersyukur dan berbahagia bisa menikah dengan kamu. Karena dari kamu aku belajar tulus dan ikhlas menerima pasangan kita.

__ADS_1


Kamu juga sangat gigih, bertanggungjawab dan pekerja keras. Aku sangat salut dan bangga kamu bisa menjadi ibu sekaligus sebagai ayah bagi Arkan. Sungguh membuat aku sangat mengagumi mu", Indah memberitahu.


"Terimakasih banyak atas pujian kamu kepada ku. Maaf Febri, sesungguhnya aku masih merasa ragu dan tidak percaya kalau kamu memilih aku sebagai teman hidup kamu. Di luar sana masih banyak wanita yang cantik, muda, dan pintar. Yang bisa kamu pilih sesuka hati kamu.


Dan aku pikir semua wanita akan tergila-gila kepada mu dan menerima kamu, bila kamu mengungkapkan perasaan mu kepada semua wanita. Aku juga takut kamu hanya mempermainkan perasaan ku saja," Indah mengungkapkan ketakutannya.


"Harus bagaimana lagi caranya aku mengungkapkan perasaan ku kepadamu Indah. Aku sudah menunjukkan kesungguhan ku dan perhatian ku kepada Arkan. Masih saja kamu tidak mempercayai aku", Febri merasa kecewa.


"Maaf Febri. Itu semua karena Kamu begitu sempurna, sedangkan aku manusia hina. Dunia kamu dan aku seperti antara langit dan bumi. Sangat jauh berbeda", Indah memberitahu alasannya.


"Indah, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Adapun manusia yang lebih kaya, lebih pintar, lebih cantik. Itu adalah karena faktor keberuntungan saja. Sesungguhnya semua manusia itu diciptakan sama dan tidak membawa apa-apa ke dunia.


Jadi jangan kamu merasa sungkan atau tidak percaya diri kepada ku. Aku berjodoh dengan mu semata-mata itu bukan karena usaha dan upaya kamu.


Tetapi itu adalah rencana Tuhan, dan Tuhan lah yang telah mentakdirkan kita untuk berjodoh", Febri memberikan penjelasan agar pikiran Indah terbuka dan tidak ada lagi perasaan tidak enak dan tidak percaya diri terhadap Febri.


"Sekarang apakah kamu masih juga ragu atas ketulusan cinta ku Indah?", Febri memegang erat tangan Indah.


"Aku sangat mencintai mu Febri dan mantap menerima lamaran kamu", ucap Indah sambil tersenyum bahagia begitu juga Febri sangat bahagia mendengar ucapan Indah. Lama mereka bertatapan dan saling mendekatkan diri. Akhirnya Febri pun tidak tahan lagi langsung ******* bibir Indah.


"Aku mencintaimu Indah sangat mencintaimu", ucap Febri terus sambil memeluk erat tubuh Indah.


"Maukah kamu dalam bulan ini kita melangsungkan pernikahan kita?. Segala keperluan dan perlengkapan untuk pernikahan dan resepsi kita persiapkan bersama-sama", ucap Febri.


"Aku mau Febri", angguk Indah sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


****


Keesokan harinya Indah ketika sarapan pagi sebelum pergi ke sekolah.


"Arkan sayang. Apakah kamu setuju kalau om Febri menjadi ayah sambung kamu?", tanya Indah pelan dan sedikit ketakutan, takut Arkan akan berontak tidak menyetujuinya.


Arkan mencoba mengerjai Indah berpura-pura diam. Indah pun merasa was-was Arkan akan menolaknya.


"Mama, tentu saja Arkan setuju. Tetapi sebelumnya Arkan mau tanya apakah Mama benar-benar mencintai om Febri?", Arkan ingin tahu perasaan Indah.


"Iya sayang, mama sangat mencintai om Febri", ucap Indah tersipu malu.


"Iya, Arkan tahu mama pasti mencintai om Febri. Arkan bisa lihat kemarahan mama kepada ayah", ucap Arkan pelan.


"Apakah kamu akan membenci ayah kamu sayang?", Indah ingin tahu tanggapan Arkan mengenai Pangestu.


"Tidak ma, ayah boleh kok bertemu Arkan kapan saja, kalau tidak ada kesibukan", ucap Arkan.


"Baiklah kalau begitu sayang. Mama senang kamu tidak menjadi dendam, merasa tertekan dan bingung atas kondisi mama yang menikah kembali", Indah bersyukur Arkan sudah paham dan mengerti kondisi keluarga nya.


"Kapan mama dan om Febri akan melangsungkan pernikahan?", Arkan ingin tahu.


"Dalam bulan ini sayang, segala urusan perlengkapan, peralatan pernikahan dan resepsi semua akan kami urus bersama", Indah memberitahu.


"Baiklah mama, Arkan hanya berharap dan berdoa kiranya pernikahan mama ini merupakan pernikahan selamanya. Mama dan om Febri berbahagia dan tentunya segera mendapatkan adik buat Arkan", Arkan memberi kan ucapan selamat dan dukungan kepada Indah.

__ADS_1


"Arkan menyetujui pernikahan mama kok, percaya sama Arkan ma. Arkan bahagia kok, akhirnya mama bisa bersanding dengan om Febri", Arkan menambahi.


__ADS_2