
Mengetahui Kalau Perusahaan Restu Tedja sudah memutuskan untuk menghentikan supply karton kepada perusahaannya. Alex pun mencari cara agar bisa juga menjatuhkan perusahaan Tedja.
Buru-buru Alex pergi ke rumah sakit untuk mengadakan visum agar nantinya bisa menjerat Tedja.
Dengan bukti visum itu, Alex ingin mengadukan Tedja kepada pihak berwajib dengan laporan kasus penganiayaan dan tindakan kekerasan.
"Mampus kamu Tedja, kamu telah menjatuhkan usaha ku. Akupun bisa menjatuhkan usahamu. Kamu akan mendekam dalam penjara selama-lamanya. Dengan begitu kamu tidak akan bisa mengendalikan perusahaan mu.
Orang-orang dalam perusahaan mu akan ku hasut agar mereka berkhianat kepada mu", gumam Alex sambil senyum-senyum. Dalam hatinya berpikir menyusun strategi untuk menjatuhkan Tedja untuk membalaskan dendam sakit hatinya.
****
Suasana hati Tedja
"Akupun bisa mencari perempuan yang lebih cantik, bahkan lebih muda dari kamu, Mitha!. Tenang saja dengan cepat aku akan mendapatkan perempuan itu.
Aku laki-laki kaya dan tidak jelek-jelek amat, ketampanan ku pun masih sanggup menggaet perempuan cantik. Semua kriteria wanita ada padaku.
Dengan sedikit royal membeli tas, pakaian dan perhiasan pasti wanita itu akan bisa kudapatkan", gumam Tedja kesal. Bukannya tobat untuk tidak berselingkuh, harusnya tetap setia kepada Indah. Malah berpikir untuk mendapatkan pengganti Mitha.
Belum juga matahari tenggelam Tedja sudah pergi ke cafe. Para pengunjung masih sepi, ada-ada saja sih 1 atau 2 orang. Yang suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja, seperti yang dirasakan Tedja saat ini.
Tedja duduk sambil kepala di tundukkan bertumpu pada meja. Tedja memesan minuman yang tidak memabukkan. Datang pelayan yang sudah paham suasana hati Tedja menghampiri Tedja yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya pada meja.
"Hai", Sapa Puput dengan lembut dan senyum lebar pada bibirnya.
Mendengar ada suara lembut seperti menyapa pada dirinya Tedja langsung mengangkat kepalanya menatap orang yang baru saja menyapa nya.
"Hai juga", balas Tedja dengan lembut.
"Mengapa?. Matahari saja belum tenggelam, sudah mampir aja di tempat seperti ini. Pasti suasana hati kamu sedang tidak baik ya!", Puput mencoba menebak, seolah tahu apa yang dirasakan Tedja saat ini.
"Iya, Hatiku sangat kacau dan kesal saat ini, pacarku telah menduakan aku, dan lebih memilih untuk bersama dengan laki-laki lain. Aku ditinggalkan, hatiku sangat sakit", Tedja menceritakan isi hatinya.
"Hari gini, masih saja pening kalau ditinggal kekasih. Memangnya perempuan hanya pacar kamu seorang. Populasi perempuan di dunia ini lebih banyak daripada jumlah pria. Jadi tidak usahlah terlalu dipikirkan. Saya bersedia kok jadi pacar kamu", Puput bicara sambil bercanda, menawarkan dirinya jadi pacar Tedja.
__ADS_1
"Wah percaya diri sekali kamu", Tedja senyum-senyum sambil tertawa. Cukup terhibur dengan keramahan Puput.
"Aku tidak mungkin dong langsung menjadikan kamu pacar sekarang, aku bahkan tidak mengenal nama kamu", Tedja menggoda.
Puput pun langsung tertawa kecil
"Iya ya, aku belum memberitahu namaku sudah menawarkan diri menjadi pacar kamu. Oh iya om, perkenalkan nama saya Puput. Om namanya siapa?", Puput pun langsung memberitahu namanya sambil tertawa. menunjukkan giginya yang putih dan tersusun rapi. Bahkan senyumnya begitu manis saat tertawa.
Langsung Tedja merasa tertarik dan terpesona dengan sifat Puput yang ceria dan blakblakan.
Tedja langsung menjawab pertanyaan Puput, "Jangan panggil Om dong, panggil saja Tedja". Tedja mengulurkan tangannya kepada Puput sambil tersenyum.
"Puput sepertinya wanita polos", gumam Tedja dalam hati.
Bermaksud ingin mengetahui lebih banyak tentang Puput, Tedja pun mengajukan banyak pertanyaan.
"Kamu sudah lama kerja disini?", tanya Tedja ingin tahu.
"Ehhhmm, belum, masih baru kok", balas Putri.
"Mengapa bekerja disini?", kembali Tedja memberikan pertanyaan seperti mengintrogasi.
"Iya, ya", Tedja manggut-manggut sambil senyum-senyum.
"Mengapa bertanya sedetail itu?, memangnya om mau ngasih Puput pekerjaan?", Puput menggoda dengan genit dan percaya diri.
"Jangankan untuk memberikan pekerjaan, Bahkan seluruh hatiku pun rela kuberikan untukmu", Tedja merasa mulai kompak dan nyambung dengan Puput.
"Benar nih, mau memberikan hati om buat Puput?. Nanti ada yang marah-marah dan melabrak Puput tiba-tiba", Puput tersenyum, Tedja sepertinya sudah masuk perangkapnya.
"Benar, semua hati om akan om serahkan buat Puput", Tedja membalas pertanyaan Puput.
"Mana bisa hidup hanya dengan modal hati om, emang om bisa bahagiain Puput nanti", Puput makin genit dan terus menggoda Tedja.
"Emangnya kamu dibahagiain dengan apa?, tidak cukupkah dengan hati saja?", Tedja ingin tahu ketulusan hati Puput.
__ADS_1
"Hati sih perlu om, walaupun besok-besok om memberikan segalanya buat Puput, tetapi om tidak pernah memberikan kasih sayang om buat Puput.
Sama saja kan hidup akan terasa hampa.
Emang sih kata orang. walaupun banyak uang belum tentu Bahagia, tetapi lebih tidak bahagia bila tidak ada uang. Benar tidak om?", Jadi menurut Puput, uang dan hati om itu perlu, untuk sebuah kebahagiaan", Puput seolah-olah bicara seperti orang yang tulus mencinta Tedja.
Tedja pun semakin percaya diri, kalau Puput benar-benar sayang kepadanya.
"Jadi kamu mau jadi pacar om?, Kalau kamu jadi pacar om. Sekarang juga kita akan pergi ke mall untuk membeli semua kebutuhan kamu", Tedja menyakinkan Puput.
Puput bukan main senangnya, karena Tedja sudah masuk perangkap rayuan gombalnya. Begitulah Puput, selalu mencari korbannya om-om yang sedang galau. Baginya orang-orang seperti inilah yang mudah masuk perangkapnya.
Agar semakin menyakinkan Tedja, Puput pun segera mengeluarkan seluruh kemampuan nya yaitu, merayu dengan manja dan genit.
"Iya om, Puput mau jadi pacar om. Nanti tidak ada kan wanita yang akan marah-marah dan melabrak Puput?", ucap Puput sambil duduk di pangkuan Tedja.
"Tidak ada sayang. Sebenarnya om mempunyai istri dan anak. Tetapi mereka tinggal di luar negeri. Tidak mungkinkan istri Om tahu hubungan kita", Tedja memberitahu tahu.
Puput pun senang dengan pengakuan Tedja.
"Berarti aku akan puas dan bebas untuk memoroti Tedja", gumam Puput dalam hati dengan senyum penuh kepuasan.
"Sekarang kita sudah resmi berpacaran, om janji kan akan memenuhi semua kebutuhan Puput?", tanya Puput ingin kepastian Tedja.
"Iya Sayang", balas Tedja.
"Kita berangkat dong sekarang sayang ke mall", Puput menarik-narik tangan Tedja.
Akhirnya Tedja pun mengikuti kemauan Puput.
"Sayang, berarti kamu diselingkuhi pacar om dong. Maksud Puput. Om kan selingkuh, padahal istrinya sudah ada. Dan ternyata selingkuhan om selingkuh. Mengapa om tidak menjalin hubungan yang baik saja kepada istri Om, malah memilih untuk selingkuh lagi", Puput memberikan pernyataan.
"Kamu ini ya, kepo banget. Ya udah. Kita tidak jadi pacaran. om akan kembali saja ke luar negeri menjalin hubungan yang baik dengan istri Om" Tedja menggoda Puput.
Puput sedikit gelagapan, "Ya terserah om saja", ucap Puput pelan.
__ADS_1
"Pasti kamu tidak rela kan, makanya jangan suka menggodain orang", Tedja mencubit hidung Puput.
"Kamu tidak usah khawatir, hubungan kita tidak akan diketahui istri Om. Tenang saja", Tedja menyakinkan Puput.