
Keesokan harinya, El membawa istri dan putranyanya ke rumah sakit. Di perjalanan, Kie terus saja mengajak bercanda papa, mama dan uncle Haris. Sungguh bocah itu bisa membuat siapapun bahagia ketika berada disampingnya.
Tak terasa, mobil mereka tiba di rumah sakit, dimana Nyonya Sarah sedang di rawat. Dalam benak Chika bertanya tanya, mengapa El mengajaknya kemari. Siapa yang sakit?
"Mas, ngapain kesini? Kemarin kan Kie dan aku sudah di periksa Dokter Daniel, terus ngapain kita kesini? Kenapa gak langsung ke rumah mama dan papa? " tanya Chika.
"Mama sakit sayang. Gak usah banyak tanya ya, kita masuk saja. Pasti mama dan papa sudah sangat ingin bertemu dengan kamu apalagi Kie."
Tatapan Chika langsung berubah. Yang semula heran kini menjadi sinis. Ia kesal, mengapa El merahasiakan sakit mama mertuanya darinya.
"Sayang, udah kalau mau ngamuk nanti malam aja dikamar. Sekarang kita turun aja ya," goda El sambil memperlihatkan puppy eyesnya.
"Iya mama, jangan marah marah terus. Kasihan papa diomelin terus sama mama," sahut Kie.
Bibir Chika mengerucut. Kedua lelaki di depannya benar benar bersekutu melawannya. Racun apa yang dimasukkan El ke otak Kie yang kini lebih membela papanya daripada dirinya.
"Kie, kok kamu sekarang belain papa sih," protes Chika. Sayang Kie sedang asyik bermain ponsel milik papanya. Jadi semua ucapan Chika tak di hiraukan oleh Kie.
"Pak, udah belum bertengkarnya? Mau saya bukain pintu nya sekarang?" sela Haris.
El tersenyum sambil mencoba merajuk istrinya. Membelai rambutnya sambil mengelus penuh kasih sayang.
"Maaf ya sayang, kemarin aku gak cerita. Karna aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu dan Kie dulu. Jangan marah lagi ya," ucap El dengan manisnya.
"Hmmm. Tumben bisa bersikap manis?"
__ADS_1
"Ya mulai sekarang aku akan selalu bersikap manis buat kamu dan Kie. Baikan ya," ucap El.
"Iya mas. Ayo turun, aku udah gak sabar ketemuan sama mama dan papa."
"Iya sayang."
"Mama, papa, ini dimana?" sahut Kie.
"Ketemu oma dan opa Kie. Mereka udah nungguin Kie di dalam loh."
"Ooo," jawab Kie sembari melanjutkan kembali bermain game nya. Semenjak mengenal gadget, Kie tak peduli dengan sekitarnya.
Haris sudah membukakan pintu mobil. Mereka bertiga pun turun dan bergegas menuju ruang rawat vvip nyonya Sarah. Di tengah jalan, Chika menoleh ke arah Kie yang masih saja sibuk bermain ponsel di gendongan papanya.
"Kie, handphone dikasih papa dulu. Kalau Kie masih sibuk, mama sita handphonenya," gertak Chika.
Wajah Kie mulai masam. Bibirnya mulai di tekuk, dan tangannya melingkar di leher El.
"Papa, mama nakal," Kie mencoba meminta pembelaan dari papanya. Membuat raut muka Chika merah padam
"Kie, apa yang dibilang mama benar. Sini handphonenya dikasih ke papa dulu ya. Kita mau berkunjung ke tempat oma dan opa sayang. Nanti di rumah Kie bisa main lagi ya."
Kie yang sedari tadi sudah hampir menangis kini menangis dengan suara yang keras.
"Huaaa...mama papa nakal.. Huaaa," tangis Kie, Membuat orang di sekitar mereka langsung melirik ke arah mereka.
__ADS_1
"DIAM GAK KIE," bentak Chika. Bukannya takut dan jadi diam, suara tangisan Kie semakin keras.
"Chika udah, malu di lihat orang," jawab El.
"Mas, tapi Kie salah. Biarin aja nangis, jangan dimanja terus. Dulu Kie selalu nurut apa kata ku, semenjak kamu belain dia dan kamu menjadi dia, dia malah jadi seperti ini sekarang. Biarin aja dia nangis, gak semua yang dia mau harus terpenuhi."
"Iya aku tahu sayang. Tapi Kie gak pernah main handphone kan selama ini. Mungkin dia lagi senang senangnya. Udah biarin aja ya. Kasihan Kie, lihat wajahnya matanya udah bengkak gini."
"Ashhh.. Terserah kamu," desis Chika kesal.
El mencoba menenangkan Kie, memberikan ponselnya dan seketika Kie langsung diam dan mencium pipi papanya.
"Makasih papa," ucap bocah kecil itu.
"Sama sama Kie."
"Terus aja manjain Kie. Bela terus anak kesayangan kamu," Chika menggerutu sembari berjalan meninggalkan kedua lelaki yang e dari tadi membuat emosinya naik turun.
Mengerti istrinya sedang ngambek, El mempercepat langkah kakinya. Menyusul istrinya dan menggandeng tangannya dengan lembut.
"Ssstt, mau kemana sih sayang. Udah dong jangan marah marah. Kali ini aja ya kita nurutin Kie, besok besok aku janji aku gak akan belain dia kalau dia salah."
"Hmmm. Bener ya."
"Iya sayang," jawab El sambil merangkul pinggang Chika.
__ADS_1