Terjerat Pernikahan Di Atas Kertas

Terjerat Pernikahan Di Atas Kertas
Mata Duitan


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah sahabatnya Maya, Chika sedikit ragu untuk masuk ke rumah itu. Seluruh lampu di rumah Maya sudah mati.


"Sepertinya teman kamu sudah tidur," ucap Haris dingin.


"Iya nih om, terus Chika tidur dimana ya?"


"Hmmm, jangan bilang kamu mau ikut saya pulang."


"Enggaklah, geer banget sih om. Sini Chika pinjam handphonenya sebentar, Chika mau telpon Maya," ujar Chika dengan membuka tangannya di hadapan Haris.


Mata Haris mendelik sambil memicingkan sebelah alisnya.


"Apa ini, kamu mau pinjam handphone saya? Buat apa? Memangnya kamu punya handphone," ucap Haris.


"Om ini ribet banget sih. Katanya Chika gak boleh ikut, eh sekarang mau pinjam handphonenya sebentar aja gak boleh," gerutu Chika.


"Terus? Apa hubungannya handphone saya sama kamu mau tidur dimana?" tanya Haris.


Chika menggeleng kesal, ia merasa asisten dari tuannya ini tak sepintar yang ia kira.


"Ehrrghh..errghh..erggghh..,gak nyangka Chika ternyata asisten tuan El ini lemot juga," ucap Chika dan langsung membuat Haris menatap dirinya.


"Apa kamu bilang? Saya lemot?" tanya Haris dengan tatapan tajam.


"Kan memang kenyataan begitu. Chika itu mau pinjem handphone om buat telpon Maya, biar dia bangun terus bukain pintu buat aku. Gitu aja kok bingung sih om om. Katanya cerdas, gak taunya..," ucap Chika sambil memutar bola matanya jengah.


"Oh, sebenarnya saya sudah tahu kok. Tapi saya cuma pura pura gak tau aja. Yaudah ini, cepat. Besok saya harus berangkat pagi ke kantor. Cepat kamu telpon teman kamu itu," jawab Haris sambil memberikan handphonenya pada Chika.


"Huft iya," jawab Chika kesal.


"Gue yakin sebenarnya nih om gak tau, cuma dia gengsi aja buat mengakuinya." batin Chika sembari melirik Haris.


"Cepat buruan, kenapa kamu melirik saya seperti itu. Saya tampan ya? Gak kalah kan dari Pak El," kata Haris sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Cih, percuma ganteng kalau udah tua. Gak akan enak dilihat juga," gumam Chika.


"Udah ya om, Chika itu udah enek denger tuan El bicara begitu, eh sekarang malah om ikut ikutan juga. Siniin handphonenya, aku mau telpon temenku dulu," jawab Chika sembari mengambil ponsel dari tangan Haris.


"Hmmm, ini."


Chika kemudian menelpon sahabatnya Maya, dan panggilan darinya dengan cepat diangkat oleh Maya.


"Halo ini siapa?"

__ADS_1


"May, ini gue. Sekarang gue udah di depan rumah loe nih,"


"Elo Chik, gue khawatir tau nggak dari tadi. Loe darimana aja sih."


"Nanti aja gue jelasinnya. Sekarang bukain pintunya dong."


"Iya iya, loe tunggu bentar ya."


"Iya May."


Selesai menelpon Maya, Chika mengembalikan ponsel milik Haris.


"Nih om, udah. Makasih ya," ucap Chika.


"Hmmm, tapi jangan lupa ya tukar pulsa yang sudah kamu pinjam hari ini," jawab Haris dengan mode dinginnya.


"APA? om ini pelit banget sih. Cuma pinjem telponnya sebentar disuruh ganti pulsanya. Emang gaji tuan El masih kurang apa?"


"Kurang," jawab Haris singkat.


"Makanya nanti kalau kamu sudah jadi istri pak El, bantu bilang pak El ya buat naikin gaji saya," ucap Haris sembari tersenyum kearah Chika.


"Idih, asistennya tuan El mata duitan juga ternyata. Emang berapa sih gajinya, kok dia merasa masih kurang?" batin Chika sejenak.


"Mana mau tuan El dengar ucapan saya. Om lupa kalau saya ini cuma istri diatas kertas. Lagian kenapa om gak minta sendiri aja. Eh Maya udah keluar om, Chika masuk dulu ya," pamit Chika.


"Malam om," jawab Chika.


Chika kini turun dari mobil Haris, dan bergegas masuk kerumah Maya. Selama menuju kamar, Mata terus saja mencecar Chika dengan banyak pertanyaan.


"Chik, kenapa loe gak jawab sih semua pertanyaan gue. Tadi loe diantar siapa? Jangan bilang loe habis di BO sama sama om om," tanya Maya.


"Ngaco loe,biarpun gue lagi butuh duit. Gak dengan cara haram juga kali. Udahlah gue mau mandi dulu ya May, nanti habis mandi gue cerita semua sama loe."


"Iya cepet sana buruan."


"Terus mana handuknya?"


"Ini, sana cepet mandinya. Jangan lama lama, airnya dingin nanti loe kena rematik kalau kelamaan mandi."


"Iya bawel. Gue mandi dulu ya," pamit Chika yang langsung bergegas menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, Chika sudah selesai membersihkan dirinya. Dan ia langsung duduk di tepi ranjang sambil mengoleskan lotion ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Sekarang loe cerita sama gue, tadi siapa? Dan kenapa loe telat pulang?" tanya Maya dengan tatapan tajam terarah ke mata Chika.


"Tapi gue dianter om Haris, asistennya tuan El majikan gue."


Mendengar nama Haris, Maya pun teringat dengan seseorang yang menemuinya tadi pagi setelah mengantar Chika kerumah El.


"Haris? Apa Haris yang dimaksud om ganteng dan macho yang ngasih uang ke gue tadi pagi ya?" batin Maya.


"Doooor, May loe kenapa ngelamun?" tanya Chika yang langsung membuyarkan lamunan Maya.


"Eh enggak. Oh jangan bilang loe punya hubungan ya sama asistennya majikan loe," tanya Maya dengan perasaan yang sedikit cemburu.


"Tuh kan, kebiasaan. Suka banget main logika sendiri. Gue tadi belum selesai bicara. Jadi gini May...( Chika mulai bercerita tentang perjanjiannya dan El). Jadi gitu May ceritanya," ujar Chika.


"WHAT? Jadi loe mau nikah sama tuh om om?" teriak Maya.


Karna suara teriakan Maya yang keras, Chika segera menutup mulut Maya dengan tangannya.


"Husst, diem jangan teriak. Awas loe kalau sampai cerita sama siapa siapa."


"Tapi Chik.."


"Udah loe tenang aja, Ini cuma pernikahan kontrak. Setelah tuan El mendapatkan yang dia mau, gue akan bebas. Dan dia juga akan biayain kuliah gue sampai selesai. So, kita sama sama untung kan?" ucap Chika.


"Terserah loe deh Chik, gue udah gak tau lagi jalan pikiran loe. Ya semoga aja semua berjalan sesuai rencana ya."


"Iya May, makasih."


"Oh iya Chik, tadi tante loe ke sekolah nyariin loe."


"Loe serius?"


"Iyalah, emang gue kelihatan bohong? Ya serius lah Chik, dan kayaknya tante loe panik gitu."


"Oh gitu ya," jawab Chika pelan.


"Walaupun jahat sama loe, gue rasa tante loe itu masih peduli deh sama loe. Cuma dia kena hasutan aja dari suaminya."


"Iya May. Dulu waktu kecil tante itu sayang banget sama gue. Bahkan setiap dia gajian, dia selalu beliin gue mainan. Tapi setelah menikah tiba-tiba tante Renata berubah. Ya gue paham alasan dia, makannya sampai detik ini gue gak pernah benci sama dia. Gimana pun dia tante gue May," ucap Chika dengan mata yang berkaca-kaca.


"Udah ya Chik, kalau emang loe kangen besok sebelum ke sekolah, gue anter loe kerumah dan ketemu tante loe ya."


"Iya May, makasih ya. Elo emang sahabat terbaik gue. Sampai kapanpun gue gak akan pernah lupain semua kebaikan elo," ucap Chika sambil memeluk Maya.

__ADS_1


"Iya Chika, itulah gunanya sahabat. Selalu ada dalam suka dan duka. Best friend forever?" ucap Maya sambil memberikan jari kelingkingnya kehidupan Chika.


"Always, best friend forever," balas Chika lalu melingkarkan jarinya ke jari Maya.


__ADS_2