
Frans dan Nia mulai mencoba gaun yang akan mereka pakai di hari tunangan sekaligus lamaran nanti.
"Sayang kamu tampan banget!" puji genit Nia berbisik di telinga Frans.
"Kamu juga cantik, sayang!" balas Frans yang suka memuji wanita, membelai halus rambut Nia.
Keduanya melakukan sesi pemotretan yang mesra secara eksklusif untuk melengkapi dekorasi acara lamaran, majalah, media sosial sampai pra wedding, berita lamaran serta pernikahan Frans dan Nia telah beredar luas di media - media sosial.
Setelah kegiatan itu selesai, ponsel Frans berdering, pria itu berjalan mencari lokasi yang jauh dari kebisingan serta dari keberadaan Nia dan ibunya.
"Bos, kami sedang menuju ke lokasi markas bersama Ryan!" laporan dari Yanto.
"Ok baiklah, satu jam lagi saya akan datang kesana!"
"Baik Bos!"
Setelah berpamitan kepada Nia dan Calista Ve dengan alasan urusan pekerjaan, Frans melaju cepat bersama mobilnya menuju markas para ajudan dan Bodyguardnya.
Frans dan Ryan akhirnya bertemu di sebuah ruangan besar disertai 10 orang pengawal pribadi termasuk ajudan Frans lainnya yang memang ditugaskan untuk melindungi keselamatan keluarga besar Deny Sulaiman. Ayah Frans menunjuk Ryan Alaska sebagai pimpinan para pengawal yang bertanggung jawab atas keselamatan anggota keluarganya meskipun usia pemuda itu tergolong yang paling muda.
"Aku ingin berbicara rahasia dengan kamu!"
tunjuk Frans kepada Ryan sambil berjalan menuju sebuah bangku dan meja interogasi mereka.
Ryan bergegas mengikuti langkah Frans dari belakang.
"Lalu mengapa kau mengundang yang lain?" tanya Ryan dengan penampilan masamnya kepada Frans.
"Ayo duduklah!" ajak Frans kepada Ryan.
Ryan tampak menurut saja, meski ia sudah memiliki firasat tidak baik akan tujuan Frans terhadapnya.
"Tenang saja, telinga mereka tertutup, jadi mereka tidak akan mendengar apapun yang akan kita bicarakan disini! Minuman ini sebagai rasa puas dan terima kasih ku akan kerja bagus mu menyelematkan Adinda."
__ADS_1
ucap Frans menuangkan minuman untuk Ryan Alaska. Ryan memperhatikan gaya santai Frans dengan seksama.
"Apa kau sedang mengancam ku?" tanya Ryan dalam sorotan matanya yang tajam.
"Tidak juga!" jawab santai Frans.
"Kau begitu tenang setelah membuat prahara di luar sana!" ucap Ryan.
"Sebagai seorang pria, aku mengaku salah kepada Adinda. Aku jatuh cinta kepadanya sehingga terjerat nafsu yang besar, rasa cinta yang tidak terkendalikan membuat aku harus tidur dengannya?" ungkapan hati Frans yang sebenarnya.
"Heh" (senyum ejek Ryan) "cinta? cinta tapi kau mengabaikannya, lalu akan menikah dengan wanita lain?" jawab Ryan tidak habis pikir.
"Iyah, terkadang hidup harus memberikan pilihan yang membuat kita tidak bisa memilih! Aku mencintai Adinda, aku suka semua tentang dirinya, tapi aku butuh Nia untuk menjadikan X-Tren menempati posisi TOP 10 di Asia tenggara," Frans mulai menghidupkan sebatang rokoknya sambil meneguk sedikit minum beralkohol itu.
"Mengapa kau tidak menikahi keduanya saja, agar jiwa tamak mu semakin sempurna!" jawab geram Ryan.
"Jika itu bisa, aku pasti sudah melakukannya!Namun sekarang aku masih dikuasai oleh Aditama Lukman. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, jadi belum bisa untuk menikahi Adinda. Oh Iyah, aku ini Tuan mu, harusnya kau bisa berbicara lebih sopan lagi!" tantang Frans di meja kecil itu.
"Haha, santai saja Bro! Aku sudah katakan aku sangat puas dengan kinerja mu sebagai kapten dari para Bodyguard ku, kau sangat bisa diandalkan! Aku juga tidak keberatan jika kau meminta kenaikan gaji!"
Ryan membuang wajahnya sambil tersenyum sinis.
"Aku ingin menawarkan penawaran yang hebat untukmu dan mewujudkan apa yang benar-benar kau inginkan!" kata Frans dengan senyuman dinginnya, kedua pria itu saling memberikan tatapan yang menantang.
"Ryan, aku akan menjadikan GMC sebagai Brand Fashion terbaik serta membuat perusahaanmu semakin gemilang, menanamkan saham awal sebesar 1 Triliun di perusahaan kamu, memanggil investor lainnya lalu akan mengontrak sejumlah selebritis baik dalam maupun luar negeri sebagai ambassador GMC dan kita akan bekerja sama, kau tidak perlu kerja keras ataupun harus mengemis untuk mencari modal di luar sana!"
Ryan terdiam dan mulai berpikir.
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Ryan tidak ingin basa-basi yang lebih panjang.
"Mudah saja, tidak perlu menguras tenaga...
Nikahi Adinda dan akui jika anak yang ada di dalam kandungannya adalah hasil perbuatan mu!" jawab enteng Frans dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
"Hahaha... Sudah ku duga, kau selalu cuci tangan dengan masalahmu, memang itulah sifat mu Frans, melakukan semaunya karena kau merasa berkuasa!" jawab Ryan merasa tidak habis pikir dengan penawaran Frans.
Frans hanya tersenyum tipis.
"Jika kau sudah menduganya artinya otakmu cukup Brilian!" ucap Frans.
"Sorry Frans, aku tidak bisa, apa yang sudah kau lakukan, kau harus berani bertanggung jawab, aku bisa memenuhi keinginan mu yang lain tetapi tidak untuk yang itu!"
Ryan mencoba untuk bangkit meninggalkan Frans.
"Duduk dulu!" perintah Frans
"Santai saja! Aku belum selesai bicara!"
Frans mematikan rokoknya di sebuah asbak kecil, lalu mengambil ponselnya menunjukkan kepada Ryan sebuah data rahasia yang siap beredar di dunia Maya atau sosial media.
"Jika kau berani menolak, aku akan membuka kembali kasus lama tentang pertikaian berdarah para gangster judi yang melibatkan, Ayah, Paman, bahkan dirimu juga, tidak hanya itu saja, aku juga akan membongkar markas Ilegal casino milik Pamanmu di Singapura yang ternyata adalah atas nama kamu sebagai pengganti Ayahmu!" tawa kecil Frans memegang kartu As Ryan.
Ryan tampak menahan emosinya dengan mengepal kuat tangannya, bersiap ingin menghajar habis Frans.
"Dan aku yakin, ibu mu akan mati mendadak setelah mendengar itu semua!" ucap Frans dengan sombongnya membuat Ryan naik pitam.
Tidak terima dengan ancaman serta ucapan Frans, dalam gerakan reflek Ryan berdiri dan menendang keras meja hingga Frans terjungkal dari kursinya.
"Diam kau BEDEBAH!!!" teriak Ryan penuh emosi bersiap menghajar Frans, sedikitpun ia tidak gentar ataupun takut meski Frans saat itu adalah atasannya, Ryan sosok pria yang memiliki emosional tinggi atau tempramental.
Secara otomatis 10 Bodyguard yang ada di sana mengangkat semua pistolnya mengarahkan ke 10 titik urat nadi yang siap mematikan Ryan.
Ryan menarik kerah Frans dan melayangkan pukulan kerasnya.
Para Bodyguard itu seperti bekerja otomatis ketika Tuannya sedang diserang, mereka langsung menghajar keroyokan Ryan, Harusnya Ryan mampu melawannya karena ia sudah teruji bisa melawan 20 Bodyguard sekaligus, namun mereka menggunakan senjata khusus untuk melumpuhkan lawan serta di tambah lagi dengan kondisi Ryan yang tidak stabil sedikit lemas akibat kurang tidur, seketika itu ia terjatuh dan di seret menuju kursi listrik lalu diikat dengan kuat?"
Langkah Frans datang menghampiri Ryan dalam tatapan penuh amarah besar. Saat Ryan melawan, otomatis ia akan tersengat aliran listrik, sungguh hukuman yang sangat kejam dan cukup membuat Ryan tidak bisa berkutik.
__ADS_1