
Malam itu, tanpa sengaja Khaliza melihat Ryan keluar dari kamarnya dengan penampilan sexy man, mengenakan celana pendek dan singlet ketat trend kaum adam, Khaliza hanya mengetahui selama menikah dengan Adinda, anaknya tidak pernah mengenakan pakaian terbuka seperti itu, namun belakangan, penampilannya cukup sexy selama di rumah, begitu juga dengan Adinda yang sudah berani berpakaian terbuka mengenakan celana pendek, sangking merasa penasarannya, Khaliza memberanikan diri mendatangi Ryan yang tengah mengambil cemilan di kulkas, sementara Adinda sudah tertidur pulas.
"Hei!" Khaliza menepuk bahu Ryan, penerangan area dapur yang sudah cukup redup.
"Mama, ngagetin aja!" celoteh Ryan.
"Ada yang ingin Mama tanya sama kamu?"
"Apa?"
"Kamu di kamar berpakaian seperti ini bersama Adinda?"
Ryan mengangguk tanpa kata.
"Memangnya ke...kenapa Ma?" sedikit gugup.
"Apa kalian sudah...?
"Sudah apa?" tanya Ryan.
"Bukannya Mama mau ikut campur? tapi Mama penasaran banget, bolehkah Mama bertanya?"
"Boleh, tidak masalah!" jawab Ryan.
"Apakah kalian sudah berhubungan!" Khaliza langsung mempertanyakan itu sambil mempraktekkan jemarinya seperti burung yang saling mematuk.
"Sehari bisa 4 kali lah!" ucap santai Ryan tanpa merasa bersalah.
"Ha!" mendengar hal itu reflek mulut Khaliza langsung terbuka lebar, ia begitu terkejut hwbat sambil memegang area jantungnya.
"Mamah...Mah...Mah...Kenapa Mah!" ucap panik Ryan, lalu membawa ibunya duduk di kursi dan mengambilkan minum.
Khaliza tampak begitu haus sampai-sampai satu gelas itu habis dalam sekali tegukan saja.
"4 kali satu hari?" gumam Khaliza tidak habis pikir, sambil tarik nafas lalu bangkit mengambil sapu.
Melihat tindakan sang Bunda Ryan mulai mengambil ancang-ancang ini kabur.
"Kamu bilang enggak cinta, mau cerai segala, tapi dihajar sampai 4 kali satu hari?" ucap geram Khaliza pada Ryan berusaha mengejar Ryan dan ingin memukulnya pakai sapu.
"Mah... Hahahaha!" tawa cengengesan Ryan.
"Kamar mandi tamu juga ulah kamu?" hardik Khaliza geram, merasa cukup puas memiliki anak lelaki yang super jahil dan bandel.
Ryan hanya tertawa cengengesan.
"Awas kalau anak orang sampai hamil dan kamu tidak mau bertanggung jawab yah, aku telan kamu, Ryan. Biar masuk lagi ke dalam perut ku?" ucap geram Khaliza tampak emosi melihat kejahilan sang anak.
Ryan tertawa dan langsung melarikan diri ke kamarnya dan mengunci pintu, ia masih tertawa cekikan di dalam kamar.
"Uih Mamah, seram!" pungkasnya.
*
"Anak kemarin sore, hobinya suka bohong dengan orang tua!" omelan sisa Khaliza.
__ADS_1
"Pantas si Adinda rambutnya selalu basah!" ucap Kesal Khaliza di prank habis-habisan oleh sang anak.
***
Pagi yang cerah dan indah
Pasangan yang kerap bertengkar itu terlihat malas untuk bangkit dari ranjang mereka.
Tubuh Adinda terus menggeser ke arah Ryan dengan wajah imutnya, pria itu sempat merasa aneh sampai dahinya berkerut kecil.
Adinda yang tiba-tiba bertingkah manja kekanak-kanakan terus mendorong tubuh Ryan hingga ke bibir kasur, Ryan menatap wajah sang istri dengan senyuman manisnya, saat Ryan ingin mengelus pangkal kepala Adinda, wanita itu langsung memeluk manja lehernya.
Ryan hanya tersenyum manis, pasrah tidak bisa berbuat apa-apa, memandangi wajah sang istri dengan bahagia, muncul perasan menyesal dan bersalah di hatinya karena sering membentak dan mudah sekali marah kepada sang istri, Pria itu sudah berusaha untuk menguasai dirinya agar tidak bersikap tempramental terhadap Adinda.
Pelukan pagi itu disambut oleh Ryan dengan rasa manja pula.
"Mau minta satu ronde lagi atau gimana nih?" tanya Ryan, wajah keduanya cukup berdekatan.
Dalam mata terpejam Adinda berkata kepada sang suami;
"Enggak tau kenapa aku suka banget dengan bau badan kamu sebelum mandi?" celoteh Adinda.
Dalam tarikan nafas panjangnya, Ryan tersenyum manis dan semakin erat memeluk tubuh Adinda, begitu beringasnya Adinda mencium bau badan sampai Ryan merasa geli.
"Kamu kenapa sih, geli...Hahaha....Hahahaha!" tawa Ryan menggeliat.
Adinda sempat mengejar Ryan.
"Sini!" rengek Adinda.
"Tapi kamu jangan gelitiki aku, aku enggak sanggup!" ucap Ryan akhirnya kembali memeluk Adinda.
((Suiiiiiiit🥰🥰🥰💃💃 ada yang gol guys))
Keduanya saling berpelukan dan tertawa manja.
***
Meskipun Khaliza sudah mengetahui tentang tingkah anaknya yang ternyata diam-diam sudah melakukan proses pencetakan anak. Ia tetap bersikap biasa saja kepada Adinda, tidak ingin kepo bertanya.
Ryan sampai memberikan kartu khusus untuk biaya reparasi kecantikan Adinda lagi, terutama bagian organ intimnya agar tidak bau terasi.
"Ryan kamu kan lagi butuh uang, ini terlalu banyak!" ucap Adinda yang justru komplain mendapat uang yang banyak.
"Finansialku sudah kembali seperti dulu lagi, kamu jangan khawatir, belanja lah sesuka hati kamu, bukankah kau pernah bilang kepada ku, jika kecantikan juga merupakan aset bagi seorang suami!"
Adinda terdiam.
"kalau aku tidak mau, bagaimana?" tantang manja Adinda.
"Heeeem, sepertinya aku lebih baik selingkuh!" ucap Ryan pergi menuju mobilnya.
"Adinda hanya tersenyum!" Kian hari kebahagiaan mulai menghampiri perjalanan cinta keduanya.
****
__ADS_1
Hari-hari berikutnya hubungan Ryan dan Adinda semakin bahagia.
"Assalamualaikum!"
"Wa'alakumsalam!"
Begitu Ryan pulang dari kantornya. Adinda langsung menggeret tangan sang suami masuk ke dalam kamar dan menyuruhnya tidur di atas kasur.
"Kamu mau apa, aku belum buka sepatu?" ucap Ryan Kebingungan.
Adinda tidak perduli, ia justru naik dengan cepat ke atas tubuh Ryan, membuka dasi dan dua kancing kemeja teratas lalu mengendus tubuh pria itu dengan bringas.
"Hais, Apa yang terjadi dengannya!" gumam Ryan.
"Ampun, ada apa dengan Adinda!" keluh pria itu.
"Din, kamu kenapa?"
"Aku suka bau badan kamu sebelum mandi ini harum sekali!" ucap Adinda.
Hal itu sudah terjadi selama tiga hari, awalnya Ryan merasa biasa saja, namun ia mulai merasa aneh, hasrat Ryan pun selalu hidup.
*
Singapura di malam hari.
"Semua sudah diselesaikan dengan sempurna Tuan!" ucap Crush.
"Bagaimana tanggapan mereka?" tanya Lim.
"Cukup mengejutkan bagi seorang Tan!"
"Kapan mereka akan datang?"
"Kemungkinan satu Minggu lagi!"
"Baiklah, persiapkan semuanya!"
"Baik Tuan! Ada kabar yang datang dari Aliansi kita yaitu PT Aditama Group sedang saling memutus kontrak kerja dengan X-Tren, bisa dikatakan mereka sedang perang dingin hebat!"
"Konflik yang juga melibatkan Tan Woong?"
"Benar Tuan, perceraian Frans Albar dan putri kesayangan Aditama Lukman, Nia Devira!"
"Bagaimana tanggapan mu!"
"Sebaiknya, kita tidak perlu ikut campur Tuan, selagi Tan masih dalam keadaan aman, karena kasus Yong, belum juga bersih dari dunia publik!" saran Crush.
"Baiklah kalau begitu!"
*
Frans Albar dan Nia Devira telah pisah rumah, keduanya sudah saling mengajukan berkas perceraian di pengadilan. Scandal hubungan gelap Frans dan Vita juga sudah diketahui oleh beberapa pihak. Nia dan Frans sering bertengkar hingga harus melibatkan kedua orang tua mereka.
__ADS_1
Mendengar Vita sudah kembali ke Jakarta, terlihat Nia bergegas memerintahkan utusannya untuk menculik Vita dari rumahnya dan membawanya ke sebuah rumah rahasia mereka.
"Jika aku tidak bisa bahagia bersama Frans, artinya tidak ada wanita yang boleh berbahagia dengannya!" ucap Nia dengan penuh dendam.