Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 28 - Penjelasan


__ADS_3

Pukul 23.08 Wib Malam.


Setelah berbincang dengan ibunya, Ryan melamun memandangi berkas kesehatan atas nama Khaliza Rahmah di sebuah meja kerja. Ryan juga teringat dengan peringatan dari seorang dokter spesialis organ dalam yang memeriksa kesehatan Khaliza.


"Kondisi Lambung ibumu tidak begitu berbahaya selama ia mampu menjaga pola makan yang sehat, stabil dan pikiran yang tenang, namun yang saya khawatirkan adalah; ritme dari jantungnya yang sangat lemah, bisa berhenti tanpa mengenal waktu, walaupun jantung koroner yang menyerang ibumu masih dalam tingkat stadium awal.


Hal itu terjadi apabila tekanan perasaan dan pikirannya yang tidak mampu ia kendalikan, Artinya ibumu tidak bisa memikirkan beban pikiran yang terlalu berat. Sebaiknya bicaralah yang lebih santai kepadanya dan buatlah hatinya selalu gembira."


*


Ketika hendak tidur, ponsel Ryan kembali berdering, panggilan datang dari Crush yang masih setia menunggu Tan Woong alias Ryan Alaska di cafe hotel malam itu, Namun Ryan cukup lelah, ia mengabaikannya dan justru menonaktifkan ponselnya dengan cepat.


"Huuuft, Malam ini aku ingin tidur dengan tenang dan damai tanpa gangguan manusia-manusia licik!" gumamnya sambil memejamkan mata.


Selama beberapa hari ini, Ryan hampir tidak bisa tertidur dengan pulas dengan masalah Frans dan Adinda, namun Malam itu pikirannya terlihat lebih tenang karena sang bunda sudah merestui apapun keputusan dirinya.


*


Sementara Malam itu, Frans Albar tidak bisa tidur, pikirannya sangat kacau berat, gelisah tidak tentu arah, ia mulai panik harus berbuat apa jika nantinya Ryan tidak konsisten dengan perjanjian mereka, rencana yang sudah hampir di puncak, kini kembali goyang, Frans mencoba berkali-kali menelpon Ryan saat dini hari, namun ponsel mantan Bodyguardnya itu sedang dalam kondisi tidak aktif.


Terlihat juga Nia Devira menangis kecewa berat di kamarnya karena calon suaminya itu ternyata benar-benar berselingkuh sampai hamil dengan wanita yang jauh di bawah derajat sosial Nia, karena selama menjalin cinta dengan Frans, Nia berusaha untuk setia.


***


Gosip heboh itu disebar oleh ulah hacker terselubung yang tidak lain adalah Woong Asian Group. Lim sebenarnya tidak berniat membukanya karena ia akan terlihat terlalu kepo dan mencampuri urusan pribadi keponakannya itu, namun Elena Shera memaksa Lim bahkan sampai mengancam bercerai, jika suaminya tidak membuka kabar sebenarnya ke dunia sosial.


Elena sangat menyayangi Tan, wanita itu tidak terima dengan perlakuan jebakan licik yang dibuat oleh Frans Albar. Sejak usia 15 tahun, Elena mulai mengasuh Tan, tentu ia sudah menganggap Ryan seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Lim kau terlalu egois, sampai kapan kau begini, apakah kau tidak puas sudah membuang Tan dan membiarkannya kesulitan di luar sana? Kau juga tidak mengizinkan aku hanya sekedar untuk mendengarkan suaranya saja, seperti apa kabarnya, kesulitan apa yang sedang ia rasakan. kini aku paham, seberapa pedihnya perasaan Khaliza, karena tidak ada ibu yang sanggup jika dipisahkan dari anak kandung sendiri. Selama ini aku diam saja, juga tidak perduli dengan perlakuan tidak adil mu terhadap Yong dan Khaliza, tapi aku benar-benar tidak terima, jika Tan begitu tertindas, sampai ia terlalu hina sebagai seorang lelaki yang harus menikahi wanita hamil, tapi bukan hasil dari perbuatannya, ia menjadi korban hanya karena tidak memiliki kekuasaan sedikitpun untuk menolak, apa kau benar-benar tidak malu Lim, sementara kau adalah Pamannya yang sangat kaya dan berkuasa disini!" Hentak keras Elena yang marah besar kepada suaminya.


Sehebat-hebatnya kekuasaan seorang Raja, maka akan tunduk juga, jika permaisurinya sudah marah, kemarahan itu bagaikan naga yang sedang menghembuskan api dari mulutnya (The power of emak😡😤)


Alasan ini lah yang membuat Lim, terpaksa diam-diam menyebar fakta rumor itu di media sosial sebagai peringatan keras kepada mereka yang sedang mengancam harga diri Ryan Alaska atau Tan Woong.


Meski hubungan kekeluargaan mereka dalam kondisi tidak baik-baik saja, tetapi keluarga Woong sebagai keluarga yang sangat terpandang tetap tidak terima kehinaan itu dilemparkan kepada Ryan Alaska.


***


Pukul 07.30 Mentari kembali bersinar terang.


Pagi itu Adinda mencoba bangkit dari keterpurukannya, meskipun wajahnya masih tampak lesu, namun ia memaksakan diri agar tetap ceria, ia juga sudah terlihat mandi dan memakai pakaian kantoran lengkap yang rapi, di depan cermin, wanita itu merias wajah lesunya, memberikan polesan warna make up ceria agar orang-orang mengira jika ia baik-baik saja.


"Aku tidak bisa terus-terusan begini, aku harus bangkit dan meneruskan hidupku, kasihan kakak, ia pasti sangat lelah memikirkan ku!"


Merasa cukup lapar, pagi itu Adinda belum sempat melihat berita, ia lebih dulu beranjak ke dapur untuk membuat sarapan sepotong roti dan segelas susu demi menghilangkan rasa lapar akibat tidak makan malam.


Adinda berjalan cepat, ketika mendengar suara bel berbunyi, ia yakin itu adalah Nabila yang sudah berjanji akan menemuinya pagi itu.


Namun betapa terkejutnya Adinda, ketika pintu dibuka, terlihat sekelompok pria menarik paksa dirinya, mendekap wanita itu agar segera masuk ke dalam mobil.


"Hem...Hem...!" ia sempat menjerit berontak meminta pertolongan namun mereka mengancam Adinda dengan sebilah pisau tajam agar tidak bersuara.


"Diam, ikut dengan kami, ini adalah perintah dari Tuan kami, Aditama Lukman, Ayahanda dari Nona Nia Devira!" hentak para Bodyguard itu membuat Adinda pasrah tidak bisa berkutik. Sorotan dua bola mata Adinda memancarkan kepasrahan.


"Kakak aku takut sekali!" batinnya berbicara.

__ADS_1


Sementara Ryan kembali tertidur pulas sesudah sholat subuh, ia sedang menikmati masa-masa waktunya yang bebas dan santai, setelah selama ini lelah memenuhi panggilan pekerjaan oleh majikannya saat menjadi seorang Bodyguard.


Deny Sulaiman selaku orang tua Frans bergerak cepat memanggil Aditama Lukman untuk membahas masalah tentang rumor buruk yang sudah beredar luas di dunia sosial dan saling membicarakannya karena persiapan pernikahan Frans dan Nia sudah rampung 80%.


Di depan dua keluarga itu termasuk Nia Devira sang calon istri, Frans tetap konsisten menyatakan kepada mereka, jika anak yang dikandung Adinda bukanlah hasil perbuatannya meskipun ia mengaku pernah menjalin kasih dengan wanita itu.


Tidak puas dengan jawaban Frans, Aditama langsung memerintahkan utusannya untuk menjemput paksa Adinda, agar menjelaskan kebenaran rumor yang beredar.


Nia menarik Frans dan membawanya ke sebuah kamar kecil.


"Mas, jujur sama aku, benarkah kamu menghamili staf sekretaris mu itu?" interogasi Nia menatap tajam Frans Albar.


"Nia, kamu tau sendiri kan, akhir-akhir ini banyak wanita-wanita hamil yang mengaku bahwa aku lah yang melakukannya!" jawab Frans tanpa rasa gugup.


Nia menunjukkan foto-foto Frans dan Adinda yang tertangkap kamera sedang makan bersama di sebuah Apartemen.


"Ini apa?"


Frans sempat terdiam dan merasa kaget.


"Sial!! Ini pasti ulah Lim, hanya dia yang bisa mencari informasi terselubung seperti ini, padahal aku sudah cukup rapi menyembunyikan!" gumam Frans saat itu.


"Sayang, aku sudah jujur sama kalian semua jika aku memang pernah menjalin kasih dengan Adinda, tapi percayalah, anak dalam kandungannya itu bukanlah anak ku!" jawab Frans secara ngotot tanpa rasa gentar dan gugup sedikitpun, playboy itu cukup handal dalam menutupi kesalahannya.


Tatapan diam Nia mulai luluh dan percaya kepada Frans, si playboy cap?????


(Terserah Readers aja deh mau cap 🤭 apa, langsung komen di bawah)

__ADS_1


***


__ADS_2