Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 86 - Pemberitahuan


__ADS_3

Hari berikutnya berlalu, Frans merasa jika dirinya sedang dalam posisi baik-baik saja. Sementara Nia sedang menyusun rencana besar untuk menghabisi nyawa Vita dan Adinda.



Vita merasa bahagia karena keinginannya benar-benar diwujudkan oleh Frans, yaitu memutus kerjasama dengan GMC sehingga Perusahaan itu kembali bangkrut seperti dulu dan Ryan harus membayar dua pinalti sekaligus dari perusahaan X-Tren dan JFlash dengan bayaran yang sangat tinggi, Vita dan Frans berpikir bahwa Ryan sudah tidak akan mampu lagi berkembang di Perusahaannya, mereka tidak mengetahui justru kekayaan Ryan semakin menggila dari Woong.


*


Frans sendiri terlihat ketagihan dengan miliknya Vita, wanita itu juga pandai mencari titik kepuasan kaum pria, Vita rela mempelajari sebuah buku khusus dan juga menonton tutorial cara memuaskan pria serta perawatan kewanitaan menggunakan teknologi terkini, Vita berusaha keras bagaimana caranya agar Frans ketagihan dengan miliknya.


Dulunya Frans mengurus semua keperluan pindahan Vita dari California atas perintah Nia untuk menggoda Ryan Alaska agar tidak jatuh cinta kepada Adinda, namun siapa sangka justru Frans lah yang tergoda dengan kemolekan Vita Ayunda dan terjerat dengan rayuannya, wanita yang juga pernah menjadi mantan kekasih Ryan Alaska.


Selain menjalankan perusahaan orang tuanya, Vita juga mantan seorang model di majalah dewasa.


"Keinginanmu sudah aku kabulkan, sekarang GMC, benar-benar sudah diambang kehancuran, aku juga sudah menceraikan Nia, tinggal mengurus berkas pengadilan, semua itu ku lakukan demi kamu!" gombal Frans kepada Vita.


"Ce...cerai dari Nia?" ucap gugup Vita merasa tidak percaya.


"Yup!" ucap Frans.


"Mas Frans memilih ku?"


"Kau jauh lebih menenangkan, aku suka gayamu!" bisik centil Frans di telinga Vita.


Vita tersipu malu.


Frans selain pria cerdas dan kaya, ia juga pria tampan, berkulit putih yang memiliki pesona kuat, dapat menaklukkan kaum hawa di sekitarnya. Ryan memiliki kulit hitam manis, tidak seputih bersih Frans, ini yang membuat Vita tidak menolak jika Frans menyukainya.


Vita tampak kesenangan, begitu bahagia sehingga langsung memeluk dan mencium Frans.


Kembalinya Ryan Alaska kepada Woong masih dalam tahap kerahasiaan umum, hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya hal itu, kebetulan baru-baru ini Aditama Group masih memiliki kerja sama kecil dengan Woong Asian Group.


*


Siang menjelang sore.


Ryan dan Khaliza masih tampak sibuk dalam tahap kepengurusan berkas, hampir setiap hari mereka harus menjumpai beberapa pengacara, notaris dan orang-orang yang berkaitan dalam penyerahan berkas hak waris Yong.


Setelah mengetuk pintu, Adinda masuk ke dalam kamar Khaliza, terlihat Khaliza sudah memakai pakaian yang rapi akan bertemu kembali dengan pengacara berikutnya.


Entah mengapa beberapa hari ini Khaliza iseng memperhatikan rambut lembab Adinda.


"Apa dia keramas lagi, perasaan tadi pagi sudah keramas!"


gumam kocak dan kepo Khaliza, ia sudah menaruh curiga bahwa anak dan menantunya itu sebenarnya sudah sering melakukan hubungan suami istri. Khaliza sendiri tidak sengaja pernah mendengar samar-samar suara jeritan kecil adinda dan ngos-ngosan di tengah malam dari dalam kamar anaknya. Ryan tampak rajin karena ia mempunyai misi untuk membuat Adinda segera hamil.


Khaliza ingin bertanya namun, ia merasa itu tidak pantas untuk dipertanyakan.


"Apa Mama tidak lelah? tanya Adinda, ia merasa khawatir.


"Mudah-mudahan, tidak, insya Allah semua urusan berkas selama tiga hari ini sudah selesai, selebihnya sudah Ryan saja yang mengerjakannya dan hanya tinggal menunggu hasilnya."


"Alhamdulillah!" angguk Adinda.


"Apa penampilan Mama sudah bagus!"


"Sudah Mah, jilbabnya juga sudah ok!" puji Adinda.


"Terima kasih!"

__ADS_1


"Wajah Mama Adinda kasih make up sedikit saja yah!"


"Tidak usah!" senyum Khaliza bersiap pergi.


"Ouh Iyah, ada yang ingin Adinda tanyakan kepada Mama?"


"Soal apa?"


"Tapi, Mama harus janji jangan katakan pada Mas Ryan!"


"Baiklah!"


"Selain tempramental, Mas Ryan punya sifat buruk apa lagi Mah?" tanya Adinda.


"Hem, apa yah?" Khaliza berpikir. "Mungkin cemburuan!"


"Cemburu?"


"Iyah menurut Mama begitu!"


"Bukannya Mas Ryan jarang menyukai wanita?" tanya Adinda.


"Kan tidak hanya soal wanita saja, misalnya soal di bidang prestasi, memiliki barang, idaman, atau prestasinya lebih diungguli temannya, atau temannya lebih di sayang guru, dia langsung cemburuan!"


"Ouh begitu?"


"Kamu sudah membicarakan soal perceraian kalian!"


"Mas Ryan belum sempat mengurusnya, menurut Mama bagaimana?"


"Jika Ryan masih mengulur waktu soal itu, artinya dia tidak mau menceraikan kamu!" ungkap Khaliza yang cukup paham tentang anaknya.


*


*


Bel berbunyi di rumah Khaliza.


"Tling... Tling!"


Adinda bergegas membuka pintu rumah, ia berpikir Ryan dan Khaliza pulang.


Begitu membuka pintu.


"Selamat yaaaaa!" Nabila langsung memeluk Adiknya.


"Kakak...kenapa datang tidak bilang-bilang!"


"Itu sengaja, surprise buat kamu dong!"


"Selamat apa?"


"Selamat, ternyata Ryan sudah jatuh cinta kepadamu!"


"Darimana kakak tau!"


"Hemmmm...kenapa rahasia manis ini, tidak kamu ceritakan kepada kakakmu sendiri?" Nabila menyodorkan ponselnya memperlihatkan hasil screenshot status Ryan. sosok kakak itu benar-benar menyimpannya di galeri.


Adinda tersenyum kecil.

__ADS_1


"Hayo, mau menyangkal lagi?" hardik Nabila.


"Kalian sudah berhubungan belum!"


"Kalau kedatangan kakak kesini hanya untuk mengintrogasi ku, mendingan kakak pulang saja?" dorong Adinda menyuruh Nabila keluar.


"Hei...!"


Merasa malu, Adinda terus mendorong dan memaksa sang kakak segera menaiki mobil.


"Jangan lupa perawatan yah, itu sangat-sangat penting, biar Ryan tambuah ciek setiap hari!" ungkap Nabila...main mata centil kepada Adiknya, lalu mulai menjalankan mobilnya. Sore itu ia sengaja singgah untuk melihat seperti apa raut wajah adiknya saat itu.


"Sepertinya Adinda juga mencintai Ryan, pipinya sangat merah, hihihi!" tawa senang Nabila.


*


Adinda memasuki kamar dan mulai berpikir.


"Aku benar-benar belum siap untuk hamil, banyak hal yang harus aku pikirkan dan juga aku takutkan, bagaimana jika aku konsultasi dengan dr Gunawan saja!" pikirnya.


Adinda sempat menelpon dr Gunawan, namun ia kembali mengurungkannya.


Tidak berapa lama ponsel Adinda berdering, panggilan datang dari Gunawan:


"Halo Adinda, apa tadi kamu menelpon saya!" tanya Gunawan.


"Hem, benar Mas!"


"Ada apa yah!"


"Apa Mas ada di klinik!"


"Kebetulan saya sedang ada seminar di area rumah tempat tinggal kamu, gimana jika kita ngobrol di Resto xx saja, karena sebentar lagi saya selesai."


"Ouh! Baiklah Mas, saya akan kesana!" ucap cepat Adinda.


*


Sesampai disana Adinda berkonsultasi untuk bertanya kepada dr Gunawan soal tentang kehamilan setelah keguguran apakah berbahaya atau tidak. Ia juga minta obat anti hamil yang aman digunakan.


"Kalian sudah berhubungan?" tanya Gunawan sedikit terkejut.


Adinda hanya mengangguk-menunduk malu.


Gunawan hanya tersenyum tipis.


"Artinya pernikahan kalian masih lanjut?" tanya Gunawan sedikit kecewa, namun baginya tidak masalah karena pria itu cukup dewasa dalam menyikapi hal itu, Gunawan sendiri melihat sikap Ryan yang sebenarnya sangat mencintai Adinda.


"Saya tidak tau?" Jawab polos Adinda.


"Tampaknya Ryan memang sangat mencintai kamu!"


Adinda terdiam.


"Sebenarnya, menggunakan obat-obatan anti hamil secara terus-menerus itu tidak di anjurkan, selain bisa merusak ginjal, juga bisa membuat rahim kamu tidak sehat! pencegahan kehamilan yang paling aman itu dengan menggunakan alat pengaman pada pria seperti k*ndom atau sistem pemasangan KB implan, itupun tetap memiliki resiko. Kamu belum memiliki keturunan, saya tidak izinkan untuk KB."


"Begitu yah Mas!"


"Jika kamu hamil disaat dua Minggu setelah keguguran itu tidak masalah, saya sudah periksa jika rahim kamu sudah tidak memiliki masalah, 100 % sel telur siap membuahi!" ucap Gunawan.

__ADS_1


*


Tiba-tiba ponsel Adinda berdering panggilan Video Call datang dari Ryan Alaska.


__ADS_2