Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 69 - Kang Mas Ryan Belah Duren.


__ADS_3

Malam itu Adinda merasa gelisah dan tidak bisa tidur, ia berkali-kali bangun bergerak pergi ke kamar mandi membasuh muka dan keluar menuju dapur meneguk air mineral.


"Ada apa denganku, mengapa aku merasa tidak nyaman begini!" gumamnya.


Dahi wanita itu tampak berkeringat dan berkali-kali terjongkok meremas kuat hingga menarik kain sprei. Hasrat atau libidonya seorang wanita mulai naik, tapi Adinda tidak mengerti. Tiba-tiba ia ingin sekali mendapatkan sentuhan pria lagi setelah Frans, keinginan itu dua kali lipat lebih kuat, bahkan tidak tertahankan sampai Adinda menggeliat uring-uringan di atas kasurnya. Hasrat itu semakin menjadi-jadi serasa menjepit Adinda, membuat dadanya terasa sesak, seperti hampir mati jika tidak melampiaskannya, Adinda tampak beberapa kali memeluk guling membayangkan seolah-olah guling itu adalah tubuh pria.


"Ya Tuhanku, apa yang sedang terjadi denganku, apakah aku salah minum vitamin!" ia semakin panik dan buru-buru melihat vitamin yang masih terletak di atas bufet, dengan tangan bergetar, Adinda mulai memperhatikan Vitamin itu secara detail.


"Vitamin apa ini?" Adinda mulai menyadari bahwa kemasan vitamin yang baru saja di minum ternyata berbeda dengan vitamin yang biasa ia konsumsi.


Dia mulai ketakutan dan berlari masuk tergesa-gesa membawa vitamin itu ke dalam kamar Ryan, terlihat cukup panik dan bingung.


"Ryan tolong aku!" panggil Adinda dalam suara tertatih dan nafas terengah-engah, bahkan Adinda sampai merangkak di atas lantai.


Ryan yang belum begitu tertidur lelap, bangkit dengan cepat mendapati wanita yang masih berstatus istrinya itu.


"Adinda, kamu kenapa?" terjongkok mendapati perempuannya, lalu ikut merasa panik.


"Ah..Akuh...aku salah minum vitamin!" ucap tertatih Adinda, dadanya terasa sesak, hasrat itu semakin memuncak, tidak perduli siapa yang ada di hadapannya, ia ingin segera memeluknya.


Sementara Ryan masih sibuk membaca indikasi vitamin itu.


"Sepertinya aku mengenal salah satu kandungan indikasi obat ini, sejenis obat...obat...(berusaha mengingat) obat kuat atau perangsang!" dahi Ryan berkerut, ia pernah belajar sekilas indikasi obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi bebas, saat ia masih bersama Lim Woong.


Adinda yang sudah tidak tahan lagi langsung menerkam Ryan bagai singa bertemu mangsa.


"Hauum!" 🦁🦁🦁


Mengecup bibir Ryan dan mendorongnya ke kasur, Ryan sontak terkejut dan terjatuh.



Ryan masih berpikir ;


"Apakah dokter genit itu sengaja memberikannya kepada Adinda, agar ia bisa menikmati tubuh Adinda. Untung saja aku yang mendapatinya dalam kondisi seperti ini, besok aku akan buat perhitungan dengan si dr bodoh itu!"


Setelah mencium Ryan, Adinda menangis dan minta maaf kepada Ryan, terlihat ia begitu geregetan kembali menahan birahinya dan berusaha pergi dari kamar Ryan, reflek Ryan menangkap tangan Adinda mendudukkannya di kasur. Kemudian Pria itu bergerak cepat mengunci pintu kamarnya dengan rapat, lalu membuka bajunya.

__ADS_1


"Jika kau tidak melampiaskannya, kau akan mati, bahkan tidak sanggup bernafas," ucap Ryan membalas ciuman Adinda, menjatuhkan tubuh mereka di atas kasur.


Akhirnya oh akhirnya...


Keduanya bergerak cepat menuju hasrat surgawi, Ryan dan Adinda saling melucuti pakaian mereka dan membuangnya ke lantai, Adinda tampak bringas bak singa yang kelaparan karena wanita itu menelan dua butir vitamin perangsang sekaligus, dalam dosis yang cukup tinggi, wanita itu telah kehilangan akal sehatnya selain nafsu yang menguasai dirinya.


Ryan sempat kewalahan, Adinda tidak memberikan poin menyerang sedikitpun kepada Ryan, bahkan Adinda menjadi memimpin permainan intim suami istri itu, Ryan sampai tersenyum - senyum sendiri melihat tingkah Adinda yang polos namun harus menjadi budak nafsunya, Ryan terlihat bahagia karena sudah berbulan-bulan mereka menikah, baru malam itu ia mendapatkan kesempatan belah duren bersama Adinda, melakukan malam pertama yang tidak pernah mereka rencanakan sebelumnya.


Gempa bumi lokal di kasur pun terjadi.


Malam yang panjang.


Hanya terdengar deru nafas memacu dalam suara des*han panas antara pria dan wanita.


Saling memperlihatkan bentuk tubuh yang selama ini mereka sembunyikan.


Dua insan menyatu dalam perkawinan.


Ryan sempat ragu memasukkan kejantanannya karena kondisi Adinda yang baru saja keguguran, bahkan ia sampai terlihat sibuk meneropong goa milik Adinda. Apakah sudah bisa atau belum.


Melihat hal itu, Adinda yang tidak sabar menunggu, menjatuhkan cepat tubuh Ryan mengambil posisi di atas, Adinda yang seperti kesurupan, tidak sabar ingin segera mencapai puncaknya.


Dalam batin terpendam mereka.


"I Love You Adinda"


"I Love You Ryan!"


"Aku takut memilikimu, aku terlalu takut!" (Adinda)


"Perasaan ini sudah hadir sejak dulu namun aku tidak mengenalinya, aku benar-benar cemburu dan benci saat kau bersama pria lain" (Ryan)



Berbagai gaya-gaya bercinta yang Ryan praktekkan kepada Adinda (Gaya ulek cabe, gaya tumbuk daun singkong, gaya Minum susu, gaya jil*t es cream, gaya melayang dll ) sehingga berhasil membuat wanita itu serasa terbang melayang dan entah sudah berapa kali mengeluarkan tinta cairnya (Org*sme).


"Ouh Ryan...!"

__ADS_1


"Ryan...!"


"Kau hebat sekali pantas banyak wanita yang mengagumimu!" gumam Adinda mengelus rambut sang suami memuji kehebatan pria itu.


Keduanya melakukannya tanpa pengaman dan penundaan kehamilan, sehingga Ryan bebas menyemburkan tinta miliknya ke dalam reproduksi milik Adinda.


Dan akhirnya...Ryan sudah merasakan jika Adinda sebagai istrinya, meski hubungan mereka diambang perceraian, keduanya justru melakukan hubungan badan malam itu.


*


Malam semakin pekat dan dingin menuju dini hari, sepi hujan telah berhenti.


"Hah..."


"Huh..."


Bercinta sampai dini hari, keduanya sama-sama terhempas.


Ryan tampak ambruk sampai menggantungkan kepalanya di atas kasur, tarik nafas berkali-kali, layaknya sedang berlari 100 kali putaran lapangan, terlihat cukup kelelahan menghadapi kekuatan Adinda. Untungnya malam itu Ryan sudah minum vitamin.


*


Adinda tertidur lelap dipelukan Ryan Alaska. Pria itu mengecup dahi mulus Adinda penuh cinta dengan senyuman manisnya sambil berkata dalam hati;


"Terima kasih sayang, seluruh penat dan lelahku hilang seketika, kamu hebat sekali!"


Malam pun berlalu hingga berganti dengan datangnya fajar subuh. Ryan dan Adinda masih terlelap dalam bungkusan bedcover yang tebal dan lembut sambil berpelukan tanpa pakaian yang menempel.


*


lantunan sayup-sayup kajian kitab suci Al-Qur'an mulai terdengar merdu di telinga Khaliza, membangunkan ibu satu anak itu, ia bangkit setelah membaca doa, bersiap-siap mandi dan menunaikan ibadah sholat serta lanjut dengan kajiannya. Khaliza yang tidak tau menau soal pertempuran sengit antara Ryan dan Adinda di atas ranjang malam itu, hingga Khaliza tidak menaruh curiga sedikitpun.


Setalah meyelesaikan aktivitasnya, Khaliza baru keluar dari kamarnya seperti biasa, wanita paru baya itu cukup kaget saat mendapati pintu kamar Adinda terbuka lebar.


"Apa si Adinda sudah bangun, kenapa pintu kamarnya terbuka?" gumam polos Khaliza melangkahkan kakinya menuju kamar itu, mencoba melihat keadaan sang menantu yang sebenarnya tengah tidur pulas di kamar anak lelakinya.


*

__ADS_1


*


Jangan lupa kasih gift dan Vote yea yang banyak... keinginan kalian sudah author kabulkan, Part kebahagiaan para pembaca ni🤭🤭 khususnya emak-emak🤣


__ADS_2