
Adinda mulai jahil mengganggu Ryan, ia semakin genit menggoyangkan bokongnya, sambil memegangi satu gelas jus itu secara berpindah dari tangan kanan ke tangan kirinya, wanita itu begitu lihai menggerakkan jemarinya dengan lentik, pertunjukan kocak yang sempat membuat Ryan terbengong sampai tidak berkedip. Adinda memang sudah menyukai seni tari dan joged serta seni lainnya, ia juga pernah bergabung club sanggar tari dan theater ketika masih SMA.
"Nih anak, sedang hamil, tapi pecicilan banget, 🤦 Ancur, semoga anak yang ada di dalam perutnya selamat!" Gumam Ryan.
"Yang ada, jus itu akan tumpah!" hentak Ryan memberhentikan aksi Adinda.
"Ouh...hehehe, yah ampun, hampir aja aku lupa!" celetuk Adinda tersadar dari kegilaannya. Ia pun menyodorkan jus itu kepada Ryan.
"Ini Paduka Raja, mohon di minum!" ucap centil Adinda memperagakan dirinya layaknya hampa seorang Raja.
"Apa in sih luh, lebai banget!" protes Ryan membuang wajah juteknya lalu bergerak bangkit.
"Jika kamu tidak minum, aku akan teriak ke Mama!"
Ancaman sederhana itu akhirnya membuat Ryan meminum cepat jus apel segar dan meneguknya sampai habis.
"Ngapain sih kamu joged-joged seperti itu, norak tau, tapi aku tidak heran juga, itu memang aksi liar dari seorang wanita penggoda, makanya Frans bisa terjerat!" hentak Ryan.
"Iyaa, karena suami adalah Raja yang harus dilayani dan aku sengaja melakukannya seperti itu, agar kau setiap hari ilfil denganku, karena aku tau, kau itu tidak suka kan dengan perempuan centil, takutnya, jika aku bersikap baik seperti ini, kamu malah jatuh cinta denganku dan bilang saja jika tadi itu sebenarnya kamu 'pengen' kan?? Dengan bokong ku yang sexy??" ucap genit Adinda.
"Ahahahaha!" Ryan tertawa terbahak-bahak, seperti tawa yang dipaksakan.
"Dengar yah centil, cantik dan sexy 10 kali lipat seperti kamu, aku bisa cari malam ini dan nikmati tubuh mereka, kau bukan perempuan levelku jadi tidak perlu memaksakan diri, jangan pernah sama kan aku dengan Frans yang mau saja dengan perempuan manapun, termasuk perempuan tidak berbobot seperti kamu, sekalipun kau menari tanpa busana di hadapan ku, aku tidak tertarik!" ucap sombong Ryan membuat batin Adinda mendidih😤
"Ouh iyah, baiklah!" Adinda tetap tersenyum manis lalu mulai ingin melakukan gerak-gerik membuka pakaiannya merasa tertantang dan sakit hati dengan hinaan Ryan.
"Hei...Hei...mau apa kamu!" hentak Ryan.
"Mau buka baju, aku jadi penasaran dengan perkataan mu, sebesar apa sih pertahanan mu dan apa benar kamu tidak selera dengan tubuhku atau memang tidak normal?"
"Terserah!" Ryan beranjak dari duduknya melangkah pergi.
"iiiii 😤 benar-benar tuh cowok dari orok sampai sekarang bisa-bisanya ngeseliiiiiiiiiin banget, liat aja Ryan, aku akan godain kamu habis-habisan setiap hari, apa iya? Kau benar-benar tidak tertarik denganku secara nafsu, jadi penasaran. Saat dimana nanti aku berhasil merayu mu aku tidak akan izinkan kau menyentuh secuil pun tubuhku?" gumam Adinda yang tidak terima hinaan Ryan dan mulai memasang ancang-ancang balas dendam.
*
Pukul 22.00 WIB.
Malam hari pun tiba, setelah makan malam dan aktivitas lainnya, rumah Khaliza kembali hening, Khaliza terlihat sudah terbaring santai di atas kasur dan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
Sementara Adinda sibuk bercermin dan merapikan penampilannya.
Besok hari, Ryan akan mulai masuk kantor, ia cukup bahagia, akhirnya GMC akan menunjukkan masa depan yang cerah, di meja kerjanya Ryan juga sibuk menyusun agenda kerja dan ia mulai membuka lowongan untuk mencari asisten, dari sudut kejauhan mata bengis Ryan menatap ke arah Adinda yang sibuk dengan ritual perawatan malamnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Semoga ia tidak berulah lagi?" harapan Ryan dalam hatinya.
"Tlililit!" Tiba-tiba Ponsel Ryan berdering.
"Crush!" ucap Ryan melihat panggilan di ponselnya.
"Ada apa?" jawab ketus Ryan.
"Lim masih di kota ini! Dia ingin bertemu!"
"Untuk apa?"
"Hem...Aku tidak tau, tapi mungkin ini sangat penting!"
"Yaa, kenyataan tidak seperti itu!"
"Nanti aku pikirkan lagi!"
"Trup!" Ryan langsung menutup cepat panggilan itu, seketika pikiran Ryan semakin kusut setiap kali mendengar dan akan bertemu lagi dengan sosok Lim Woong!"
Tidak berapa lama Crush mengirimkan jadwal serta lokasi tempat pertemuan mereka.
***
Setelah selesai dengan Ritualnya. Adinda mulai berkemas-kemas merapikan kasur dan mulai tidur dengan syantik, Tidak lama kemudian Ryan pun bangkit dari meja kerjanya dan menghampiri Adinda.
"Siapa diantara kita yang tidur di bawah?" tanya Ryan sambil kocak pinggang.
"Aku tidak mau tidur di lantai, masuk angin, tidak baik untuk orang hamil, apa kamu tega!" jawab Adinda.
Ryan mulai semakin terlihat suntuk, karena jika terjadi apa-apa dengan kehamilan Adinda ia akan menjadi orang yang paling bertanggung jawab.
__ADS_1
"Aku sudah membersikan bagian kamu, ayo tidurlah!" ucap lembut dan manis Adinda.
"Kau benar-benar membahayakan!" ucap Ryan.
"Membahayakan apanya? Aku baik, kau saja yang tidak bisa menilai orang, Ayo tidur lah, besok kita akan bekerja dengan aktivitas kita masing-masing, aku harus memasak sarapan buat kamu dan kmu juga akan bekerja untuk keluarga," jawab imut Adinda.
Ryan yang juga tidak ingin tidur di sofa dan di atas lantai, akhirnya tidak punya pilihan, ia pun tidur disebelah Adinda dengan memberikan benteng bantal di tengah-tengah mereka.
"Jangan pernah lewat dari garis bantal ini!" Ryan memperingati Adinda dengan tegas.
"Aku tidak akan menyentuh mu, tenang saja!" jawab senyum manis Adinda.
Akhirnya keduanya mulai merebahkan diri bersama-sama.
Ryan tidak bisa tidur, malam itu adalah malam pertama Ryan satu atau ranjang dengan Adinda, selama di Apartemen mereka tidur di kamar yang terpisah, ditambah lagi pikiran Ryan yang kacau karena memikirkan besok hari, ia akan bertemu dengan Lim Woong.
"Mau apalagi si lelaki tua itu? Rencana jahat apa yang akan ia susun untukku, pasti ia akan kepanasan melihat GMC bisa bangkit lagi tanpa Woong, selama ini dia berpikir jika aku tidak bisa melangkah tanpanya!" batin geram Ryan terus berpikir keras tentang Lim, memikirkan langkah apa yang akan dia ambil saat menghadapi sosok Paman yang menjadi lawannya itu.
Tampak kejahilan Adinda mulai bergerak sedikit demi sedikit mendekati Ryan, misi wanita itu adalah selain penasaran ia ingin mematahkan kesombongan Ryan yang tidak pernah tertarik dengan dirinya.
Pandangan Ryan yang fokus menatap langit-langit dalam pikiran kusutnya tidak menyadari jika Adinda sedang beraksi ingin menggodanya malam itu.
"Aw!" jerit Ryan terkejut hebat benar-benar tidak menduga ternyata tangan panjang Adinda itu sudah merangkul Dada Ryan.
Ryan hendak bangkit namun tubuhnya terasa terjepit tanga Adinda.
"Apa lagi tingkahnya!" ucap geram Ryan menatap wajah sok imut Adinda.
"Bukannya tadi ada bantal di sebelah ku??" setelah Ryan memperhatikan tenyata bantal itu sudah berada di kaki Adinda.
Tangan Adinda mulai nakal mengelus-elus lembut antara dada dan perut Ryan.
"Dindaaaa!" jerit batin Ryan.
Lama kelamaan tingkah Adinda semakin menjadi-jadi jemarinya lentiknya mulai menggelitik sampai menuju area pisang bakar milik Ryan.
Sontak Mata Pria itu melotot tajam, aksi yang benar-benar bisa membangunkan cepat hasrat pria. Tidak ingin cari masalah dengan Frans. Ryan bangkit dengan kesal lalu marah kepada Adinda.
😤😤😤
__ADS_1