
Akhirnya Crush berhasil mempertemukan Elena Shera dan Ryan Alaska di sebuah Cafe yang tidak jauh dari Apartemen XX milik Keluarga Woong.
Wajah Ryan tampak masam dan enggan membuka pembicaraan itu terlebih dulu.
Pertemuan yang cukup intens antara ibu dan anak tanpa seorang Ayah ataupun Crush si ajudan kepercayaan.
Terlihat pelayan pria sudah menghidangkan minuman spesial serta cemilan terbaik kepada pelanggan di cafe itu disana.
"Silahkan!" ucap ramah pelayan.
"Terima kasih!" sambut senyum Madam Elena kepada si pelayan yang otomatis meninggalkan mereka.
Keheningan itu kembali menghampiri sampai akhirnya Elena mulai berbicara.
"Tubuhmu tampak kurus, aku mengerti kau cukup lelah!" ucap Elena sebagai ucapan pembuka mereka kemudian meneguk sedikit minuman yang terhidang.
"Aku rasa ini adalah urusanku dan aku tidak ingin kalian ikut campur disini!" jawab tegas Ryan dengan wajah masamnya.
"Benar!"
"Cukup katakan saja di media, jika aku sudah tidak bagian dari keluarga Woong lagi?"
Mendengar ucapan emosional yang keluar dari mulut Ryan, suasana kembali hening. Madam Elena tampak tenang dan berusaha bicara dari hati ke hati, ia sudah mengenal watak dan karakteristik Ryan.
"Madam terima perasaan marah dan dendam itu, tapi kau harus tau Tan, pertemuan ini tidak ada hubungannya dengan Lim Woong ataupun Keluarga Woong, hati nurani ku sebagai ibulah yang mengantarkan langkah ini, harus bergerak cepat setelah 7 tahun aku mengasuhmu, sampai sudah terjerat rasa sayang yang cukup besar kepada anak lelakinya sendiri. Jika seorang ibu terlihat diam, percayalah, sebenarnya ia sedang tidak baik-baik saja dan tidak akan sanggup melihat bahkan mendengar jika anaknya dalam kesulitan."
Ryan hanya diam saja.
Tan, Madam tau, apa yang kau lakukan ini untuk mempermalukan Lim, tidak apa-apa, Madam tidak marah, lakukan saja jika itu bisa mengobati rasa sakit hatimu yang hancur, tapi Madam ingin berpesan, jika kau terus membalas Lim dengan api, maka kalian berdua lah yang sama-sama terbakar dan orang lain akan tertawa bahagia. Jauh dari lubuk hati Lim yang terdalam, dia sungguh sangat sayang kepadamu dan merindukanmu, tetapi keegoisan itu menutupi perasaannya. Tan, kau hanya perlu waktu untuk bersabar, Madam percaya, jika suatu hari nanti Lim kan mengerti apa yang sebenarnya kau inginkan!"
"Aku tidak mengharapkannya lagi, pergilah, jangan ikut campur, urus saja urusan kalian!"
(Ryan bangkit, berdiri hendak melangkah pergi, ucapan Madam Elena membuat hati Ryan sangat sedih dan rapuh, terlihat ia tidak tahan menatap wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu, mata Ryan memerah berkaca-kaca, jauh dari lubuk hatinya yang terdalam, ia pun sangat menyayangi keluarga Woong namun karena keegoisan Lim serta keras kepala sang Paman yang tidak bisa memahami tentang dirinya membuat konflik itu tak kunjung usai)
"Tan (Langkah Ryan kembali terhenti) Madam mohon, Izinkan Madam memberikan penghormatan terakhir sebagai seorang ibu untukmu dengan menyelenggarakan pesta pernikahan mu ini, percayalah, Madam tidak akan membawa nama Woong, setelah itu Madam janji, tidak akan pernah mengusik kehidupanmu lagi, kau sudah dewasa, punya kehidupan sendiri, karena itu adalah milikmu, Madam juga tidak tau, sampai kapan harus bertahan dengan keegoisan Lim!"
Ryan tidak tahan mendengar kata-kata Elena, ia berbalik cepat lalu memeluk erat Madam Elena Shera sebagai ibu angkatnya itu, tangis kecilnya pecah dalam pelukan Elena yang sebenarnya juga ia rindukan, sosok tangguh dari pria kuat seperti Ryan sekalipun memiliki perasaan yang rapuh.
Elena satu-satunya yang berani menentang Lim dan membantu Ryan untuk pulang kembali kepada Khaliza.
__ADS_1
"Terima kasih Madam, sudah mengerti aku selama ini!" ucap Ryan membuat airmata Elena juga berjatuhan tanpa Isak tangis.
Hampir dua tahun hubungan mereka retak, tidak bisa menyatu bagai air dan minyak, tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu bahkan berkomunikasi atau sekedar tanya kabar saja pun tidak bisa. Malam itu Elena begitu lega dan bahagia bertemu dengan Ryan Alaska, putra sulungnya yang hilang selama hampir dua tahun.
*
Tidak butuh waktu terlalu lama atau kendala bagi Crush, untuk mempersiapkan sebuah pernikahan.
Setelah Adinda baikan, Adinda dan Ryan langsung segera melakukan fitting pakaian pengantin dari butik ternama yang di dampingi Langsung oleh Madam Elena Shera.
The powerful of emak-emak dari seorang Madam Elena terpancar, tidak tanggung-tanggung ia membuat pesta Ryan dan Adinda sungguh megah dan mewah dengan biaya yang fantastis, bernuansa penuh dengan bunga-bunga harum dengan tema Pangeran bersama Cinderella dalam nuansa Castel lengkap dengan kereta kencana, sebuah pernikahan impian semua para gadis-gadis di dunia.
"Madam, tidak perlu membuat pesta mewah seperti ini, kami hanya menikah sementara!" protes Ryan kepada ibu angkatnya itu.
Madam Elena hanya tersenyum manis.
"Tan, sejak dulu, kau selalu tampil sederhana, walaupun sebenarnya kau punya barang-barang yang orang lain tidak bisa memiliknya dan juga menganggap kamu sebagai orang biasa yang tidak memiliki harta sama sekali, kau masih punya Madam (bibi) yang bisa menunjukkan kepada mereka siapa kamu sebenarnya."
"Aku memang tidak punya harta!" jawab lesu Ryan.
"Punya, hanya saja masih disimpan, anggap saja ini sebagai uji mentalmu agar kamu tidak sombong!" ucap lembut Madam Elena sambil merapikan dasi Ryan Alaska.
"Tidak apa-apa, pernikahan mewah ini, tujuannya untuk memukul mundur mereka yang sudah berani melecehkan martabat mu, Madam juga ingin membersihkan namamu dan menunjukkan kepada semua makhluk di dunia ini bahwa kamu adalah pria yang tidak pernah lari dari tanggung jawab, semua ini terjadi bukan kesalahan kamu namun kesalahan kami, mungkin sudah nasib wanita itu juga, meskipun dia terbuang dan tersakiti oleh kekasihnya, tapi ia bisa mendapatkan yang lebih baik!"
*
"Ayo, setelah ini siap-siap melakukan pemotretan pra wedding!" ucap staf yang bertugas disana memutus obrolan Elena dan Ryan.
"Baiklah!" senyum Madam sumringah.
Adinda tampak begitu sangat cantik dengan balutan gaun pengantin putihnya sampai Madam Elena cukup takjub, kecantikan yang natural, begitu juga dengan Ryan terlihat sangat gagah dan tampan, wajah kebangsawanannya yang sempat memudar kini kembali terpancar.
Adinda si gadis matre awalnya tidak menduga pesta pernikahannya akan sehebat itu, ia serasa mimpi, apa yang ia inginkan benar-benar sudah terwujud.
Sejenak Adinda terbayang dengan kisah lalu.
***
"Mama ada bintang jatuh!" tunjuk Adinda si gadis imut nan cantik itu ke atas langit hitam dengan raut yang kegirangan.
__ADS_1
"Ayo sebutkan apa impianmu, Adinda!" ucap sang Mama.
"Baiklah, Adinda ingin, jika sudah besar nanti, bisa menikah dengan seorang pangeran tampan layaknya Cinderella bermahkota!" ucap Adinda dengan suara cempreng dan gigi susunya yang masih ompong kemudian ia menari kecil karena Adinda sangat suka menari.
Sontak sang Mama tertawa terpingkal-pingkal, melihat keinginan anaknya yang masih ingusan, namun sudah jauh berpikir menginginkan tentang sebuah pernikahan.
"Anak zaman sekarang, kok matanganya lebih cepat yah?" ucap ibu Adinda sambil geleng-geleng kepala.
**
Adinda yang terinspirasi dari sebuah kisah dongeng Cinderella dari kumpulan mainan Barbie-barbie an miliknya.
Tetapi justru di hati kecilnya hari itu setelah perlakukan kejam Frans terhadap dirinya terlintas ada rasa minder dan trauma jika harus menikah dengan Ryan setelah tau identitas pria itu yang sesungguhnya.
Gambar hanya sebuah ilustrasi, gaun pengantin Adinda yang akan dikenakan saat resepsi pernikahan.
Ilustrasi jas yang sedang ditest oleh Ryan Alaska.
Ilustrasi Gedung mewah yang akan menjadi Resepsi pernikahan Ryan Alaska dan Adinda Aira bernuansa Castel kerajaan.
Ilustrasi kue pernikahan.
Pilihan Madam Elena semuanya bernuansa Bunga-bunga🥰
Madam Elena ingin menunjukkan kepada mereka si nyamuk-nyamuk usil bahwa Ryan Alaska atau Tan Woong putranya bukanlah kaleng-kaleng, melainkan baja dan besi kuat yang kokoh 💪
*
*
*
__ADS_1
Wow pernikahan yang sempurna 🤗🤗🤗 kalau sudah begini ngiri enggak Mak? sama Adinda???