
Adinda masih terlihat sibuk memperhatikan daun pintu kamar pakaian yang hilang, ia benar-benar tidak habis pikir, sementara Ryan dengan wajah sumringah namun terlihat masa bodohnya, hanya itu trik berandalan sosok Ryan, agar ia bebas memandangi lekuk tubuh sang istri, untuk mengatakan secara langsung, pria itu sudah terlanjur malu, karena sejak awal ia membuat peraturan, jika berganti pakaian wajib untuk menutup pintu ruang ganti.
"Perasaan belum terlalu lama meninggalkan kamar ini, tapi kenapa pintu ruang ganti sudah tidak ada lagi?" gumam bingung Adinda.
Merasa penasaran, wanita itu memberanikan diri bertanya kepada Ryan, saat melihat kedatangan Adinda, seketika itu pula reflek Ryan fokus dengan bukunya, padahal sebelumnya, ia hanya memperhatikan Adinda yang sibuk mencari daun pintu di kamar ganti.
"Ke...kemana pintunya, kenapa bisa menghilang yah?"
"Di makan rayap?" jawab ceplos Ryan begitu saja, bergaya dingin dan santai, terlihat sok serius membaca buku, membolak-balik bacaan.
"Pintu berkualitas dari kayu premium begitu, juga bisa di makan rayap?" tanya polos Adinda.
"Yah mungkin, rayapnya juga datang dari bangsawan, tentu kayu yang mereka makan juga harus standard premium dong!"
(Padahal, pintu itu Ryan jual kepada tukang kayu)
"Kapan di pasang lagi?"
"Belum tau kapan, masih di tempah."
"Terus kalau mau ganti baju, gimana?"
"Yah sudah ganti baju saja disana, enggak ada masalah kan!" jawab santai Ryan.
"Bukankah rumah ini masih baru, kenapa kayu pintunya terlalu cepat di makan rayap?" gumam Aneh Adinda, namun ia tidak punya pilihan lagi, ia kembali ke ruangan itu, menyusun i pakaiannya dengan rapi.
Ryan hanya tersenyum-senyum di atas kasur dengan kejahilannya.
*
Adinda mengambil kaos dan memberikannya kepada Ryan.
"Aku mau bicara," pinta Adinda.
Ryan mulai serius mendengarkan Adinda.
"Kenapa kamu memutuskan hubungan dengan X-Tren dan JFlash?" tanya Adinda.
"Sekarang ini, bagiku ketenangan itu nomor satu!" jawab cepat Ryan.
"Bukankah semalam kau mengatakan akan keluar dari X-Tren dan JFlash itu karena aku? Ryan, jangan pernah libatkan aku, aku tidak ingin menjadi penghalang karirmu!" ucap Adinda.
"Aku tidak bisa melanjutkan hubungan yang penuh dengan drama serta kebusukan, setelah jauh berjalan bersama mereka, banyak hal kecurangan dan kelicikan yang aku temukan untuk menjebak diriku dan ini membuat aku benar-benar tidak nyaman. Aku sudah pernah bilang, kalau aku ini Ryan Alaska bukan Tan Woong lagi.
Sekuat mungkin tidak ingin mencari masalah dengan orang lain, apalagi sampai dengan perkelahian, lebih baik mengalah atau mundur saja, saat ini yang benar-benar aku inginkan adalah menjadi manusia normal yang hanya bekerja penuh dengan aura positif, tidak masalah jika harus berada di level bawah.
Dulu aku memiliki kekayaan tanpa limit, tapi aku sama sekali tidak menemukan ketenangan hidup, hampir setiap hari aku menangis, jiwaku kosong dan hampa dan inilah yang dulu rasakan oleh Papa. Hingga Ia benar-benar nekat meninggalkan segalanya demi cinta dan ketenangan hidup, sebagai anak, aku harus mengikuti jejaknya. Meskipun kita membutuhkan dunia, namun Dunia hanyalah sekedar perjalanan, bukan akhir tujuan!"
__ADS_1
Adinda terdiam.
"Dan...aku juga sudah...jatuh cinta kepadamu, dengan begitu, aku harus keluar dari X-Tren!"
"Kau bercanda?" senyum tidak percaya Adinda.
"Tidak!" jawab tegas Ryan menatap tajam Adinda, membuat wanita itu terdiam tak berkutik.
"Aku tidak pernah bercanda jika berbicara soal masalah perasaan kepada seorang wanita!"
"Tapi...tapi...untuk saat ini aku tidak siap untuk mencintai lagi!" jawab Adinda langsung menunduk.
"Kenapa? Apa karena sekarang aku ini tidak punya harta lagi?"
"Ini tidak ada hubungannya dengan harta!"
Ryan terdiam.
("Anjai rupanya seperti ini rasanya jika cinta tidak bersambut, sakit banget, perih" gumam Ryan)
"Aku...aku tetap ingin kita bercerai. Ryan, Aku ini wanita biasa, tidak punya kelebihan apapun, enggak ada pantasnya bersanding denganmu, aku yakin kau akan mendapatkan pasangan hidup yang jauh lebih baik dari aku, tapi bukan berarti aku tidak mendukung mu, aku akan selalu mendukung mu!" senyum Adinda menatap Ryan.
"Aku hanya ingin tanya, Kau mencintaiku atau tidak?"
"Jawab saja iya atau tidak?" tanya Ryan lagi dalam nada lebih tegas, membuat Adinda terdiam.
"Tidak, Aku tidak mencintaimu!" Jawab Adinda menunduk.
"Tingkah merayuku kepadamu selama ini, itu hanya bercanda!" ucap Adinda tidak berani menatap wajah Ryan.
("Entahlah, Aku hanya tidak ingin kembali tenggelam di kehidupan yang lalu, aku merasakan ketakutan jika mencintai pria, apalagi, ternyata Ryan adalah anak tunggal pewaris bangsawan yang kaya raya" gumam Adinda)
("Tapi entah mengapa aku tidak percaya dengan ucapannya? atau mungkin ia belum siap saja!" gumam Ryan)
Suasana begitu tegang dan hening sampai terdengar suara panggilan Khaliza dari balik. pintu kamar Ryan.
"Din, jadi masak sup nya?"
"Iyah Mah, ini akan Adinda masak!" seruan Adinda dari kamar Ryan.
"Aku mau masak sup buat Mama dulu, hujan -hujan begini, Mama ingin makan yang hangat?" ucap Adinda bangkit meninggalkan Ryan.
*
Ryan masih dalam wajah tidak percaya jika cintanya ditolak oleh Adinda.
"Beneran dia menolak ku? dan masih mau minta cerai juga, em...enggak masalah, cari trik lagi?" ucap Ryan pantang menyerah.
__ADS_1
Adinda mulai sibuk di dapur memotong -motong sayuran sup untuk sang mertua sekaligus makan siang mereka.
Tidak berapa lama, Ryan keluar dari kamarnya menuju dapur, ingin melihat Adinda memasak dengan modus pura-pura cuci tangan, Adinda yang terlalu serius benar-benar tidak menyadari jika Ryan sudah ada disampingnya, mengambil foto sang istri yang tengah fokus memasak.
Adinda Aira yang sudah pasrah dalam kehidupannya lebih memilih menjalani hidup apa adanya, tidak lagi berperan menjadi Adinda yang glamor, ambisius mengejar pria kaya. Ia ingin hidup lebih sederhana dan banyak bersyukur. Perubahan ini yang justru membuat Ryan tergila-gila.
Ryan mengambil foto Adinda dan langsung memasangnya di status dengan caption.
"Istri tercinta sedang masak buat suaminya!"
Begitu status itu terpajang banyak yang memberikan ucapan kekaguman pada Ryan;
"Mantab Bos, so Sweet!"
"Cakep Bro, beruntung!"
"Langgeng!"
"keren!"
"Cantik"
"Bla"
"Bla"
"Bla"
Ryan yang tidak pernah memajang sosok wanita di status ponsel pribadinya, langsung mendapatkan banyak komentar positif dari teman-temannya.
*
Nabila yang sedang berkumpul dengan keluarganya, tidak sengaja membuka ponselnya dan langsung melihat ke ranah status, status Ryan menjadi pertama yang baru saja di upload.
Saat membaca caption Ryan, kedua bola mata Nabila melotot tajam, terkejut hebat, ia merasa tidak percaya sampai bertingkah kocak dengan pura-pura sesak nafas, cengap-cengap mirip ikan yang menggelepar di daratan, sambil berkata kepada keluarganya;
"Oksigen...Oksigen...mana Oksigen!" melihat hal itu sontak sang suami dan kedua anaknya ikut Panik.
*
*
Jangan lupa tonton iklan yah guys🤗
Maaf🙏 Author hanya mampu upload satu Bab per hari.
__ADS_1