Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 95 - Protes.


__ADS_3

Ryan terlihat terduduk dengan wajah geramnya terhadap perlakuan Aditama dan semua pasukan yang telah mendukung aksi kejahatan Nia Devira, ia berniat perlahan akan menghancurkan perusahaan Aditama Group.


"Kondisi Adinda akan membaik, kamu tidak perlu khawatir!" Khaliza datang menghampiri sang putra.


"Aku enggak bisa membiarkan semua ini terjadi, Aditama Group harus diberi pelajaran!" ucap Ryan dengan raut wajah yang bengis.


"Ryan, percayalah, penderitaan yang sudah dialami seorang Aditama itu sudah cukup amat sakit, dendam tidak akan pernah menyelesaikan masalah justru membuatnya semakin hancur! Inilah yang namanya jalan kehidupan, ketika manusia tidak ingin berada dalam tuntutan Tuhannya maka kehancuran lah yang akan ia dapatkan, kamu tidak perlu menyalahkan siapapun dalam tragedi ini, karena yang baik itu datang dari Allah dan yang buruk sudah pasti dari diri kita sendiri!"


"Tapi Mah, andai saja Aditama tidak mengizinkan semua pasukannya membantu aksi Nia, ini semua tidak kan terjadi dan Frans mungkin masih hidup sampai sekarang!" ucap Ryan dengan argumentasinya.


Khaliza hanya tersenyum, mengambil nafas lebih dalam.


"Ryan, kamu tau tidak Nak? Bahwa kematian itu sudah menjadi takdir yang tidak pernah bisa dihindari oleh manusia, jikalau kematian Frans bukanlah pada hari itu, tentu ia masih hidup sampai detik ini, penyebab kematian itu, hanyalah sebuah alasan ilahi, takdir kematian sudah ditentukan dan sedetikpun kita tidak akan bisa menghindarinya.


Adinda yang menjadi sasaran tembakan Nia tapi kenapa Frans yang tewas, karena disanalah takdir kematian Frans, ia tidak bisa menghindarinya. Mama tau, kamu sulit untuk mempercayai ini, bagimu ini tidak bisa masuk ke akal sehatmu, tapi seiringnya waktu, kau akan semakin paham, bahwa kehidupan hanyalah sekedar panggung sandiwara, sementara kematian sesuatu yang pasti dan bukan sandiwara.


Ryan tenangkan pikiranmu, pergilah sholat, hapus semua dendam yang ada di dalam hatimu, Mama tidak ingin kau terjerat, lalu mengambil tindakan yang ceroboh yang justru akan menghancurkan dirimu sendiri.


Belajarlah dari kegagalan setiap manusia, beruntunglah bagi siapa saja yang diberi petunjuk, karena hidup itu hanya satu kali. Kau sudah menikah, Adinda sudah hamil artinya ada tanggung jawab baru yang harus lebih kau prioritaskan sebagai pemimpin kepala rumah tangga, tugasmu wajib membawa keluargamu ke jalan yang benar, bukan menghakimi kehidupan ataupun kesalahan orang lain.


Ryan yang Mama kenal adalah sosok pria yang berjuang keras untuk menuju Manusia yang lebih baik!"


"Terima kasih yah Mah!" mata Ryan langsung berkaca-kaca kembali memeluk ibunya.


*


Persidangan demi persidangan berjalan, para pengacara mulai beradu argumen sengit, serasa saling mencekik di ruangan hakim.


Pada akhirnya, Hakim tidak dapat menjatuhi hukuman kepada Nia Devira yang ternyata, telah terbukti mengidap gangguan kejiwaan saat tragedi berlangsung.


Kasus itu kembali naik banding, usut kembali usut, keluarga Frans menggunakan intelijen rahasia yang dapat mengungkapkan percakapan antara Aditama Lukman dan Nia Devira yang mengarah kepada pembunuhan berencana, namun Aditama kembali menyangkal bahwa ia tidak pernah sedikitpun, berniat ingin menghabisi dua nyawa sekaligus, apalagi kepada pria yang masih berstatus menantunya itu, Aditama tetap mempertahankan argumentasinya bahwa kasus pembunuhan itu jelas tidak disengaja dan benar-benar diluar akal sehat putrinya.

__ADS_1


Ricuh dan penuh pertikaian terjadi di persidangan terus-menerus bahkan sampai berhari-hari, berita semakin viral dan sengit.


Hingga keputusan hakim akhirnya bulat, menjatuhkan hukuman 5 tahun serta denda sekian milyar kepada Aditama Lukman dengan pasal x ayat x, terjerat kasus karena telah mendukung penuh kasus pembunuhan yang terjadi dengan mengirimkan sejumlah pasukan untuk membantu aksi kejahatan Nia Devira.


((Maaf, author bukan pengacara jadi enggak paham juga yah guys hukumnya berapa lama 🤣 kita mainkan aja 5 tahun🤭))


Sebuah hukuman yang tidak adil bagi keluarga Frans dan Vita, mereka ingin Nia mendapati vonis hukuman mati, namun Aditama menuntut kembali dengan keras kepada Deny Sulaiman dan keluarga Vita Ayunda tentang nasib yang menimpa anak perempuannya menjadi gila atas perbuatan scandal yang mereka ciptakan dengan sengaja, belum lagi kasus perselingkuhan Frans lainnya termasuk kepada Adinda namun Aditama tidak berani membawa nama Woong di sidang pengadilan itu, ia masih memikirkan karir perusahaannya yang masih memiliki kerja sama dengan Perusahaan y


Ryan dan Lim Woong.


*


Hari terus berlalu dan berlanjut, kesedihan, penyesalan tak dapat dihindari oleh setiap jiwa yang terjerat, semua itu bagaikan selimut yang terus membungkus mereka.


Tidak ada yang menduga jika Nia putri jelita Aditama harus menjalani hidupnya dengan gangguan mental yang cukup menyedihkan, ia terlihat masih dalam kurungan isolasi dengan tingkah yang tidak normalnya, Sementara Anggita, sang bunda, tidak mampu menahan airmata yang terus membasahi pipinya, ia tidak percaya jalan hidupnya yang selama ini berada di atas langit, kini terhempas jatuh begitu keras. Anggita harus bertahan dan berjuang sendiri menghadapi kusutnya permasalahan hidup, dimana Aditama harus mendekam sekian tahun di dalam penjara sementara Nia harus menjalani berbagai macam terapi kejiwaan yang tentunya menguras finansial mereka.


*


Kondisi Adinda semakin pulih, wanita itu sudah positif mengandung anak Ryan Alaska. sehabis pulang kantor, Ryan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sedang berselimut, selama mengidam, Adinda suka bertingkah aneh, tidak tahan dengan bau-bau yang menyengat.



"Suami pulang kerja di sambut dengan penampilan berselimut begini!" protes dingin Ryan.


"Aku kedinginan!" keluh Adinda.


"Emang wanita hamil itu bertingkah yang aneh-aneh yah?" ujar Ryan merasa tidak habis pikir duduk disebelah Adinda sambil membuka sepatunya.


"Sepertinya tergantung siapa Ayahnya? Mungkin kamu cukup aneh dan jahil, dulu hamil pertama, aku tidak begini!" ucap manyun Adinda kesulitan menghadapi kehamilannya.


"Hahaha!" Ryan hanya tertawa, melepas selimut Adinda dengan perlahan, lalu memeluk sang istri, menggantikan selimut itu.

__ADS_1


"Aku takut kamu selingkuh, karena aku tidak dandan!" rengek manja Adinda.


Ryan hanya tersenyum manis lalu menyerahkan ponselnya.


"Aku enggak mau lihat!" ucap Adinda, namun Ryan senang dengan sifat kecemburuan sang Istri, artinya sudah ada cinta yang menggebu-gebu di hatinya.


"Kamu itu bicara apa sih, setelah anak kita lahir, aku enggak bakalan jahil lagi sama kamu!"


"Hei!" jerit Adinda sambil tertawa bahagia.


Pria itu langsung menggendong Adinda menidurkannya di atas kasur.


"Tunggu disana, aku mau mandi dulu dan akan segera menghangatkan mu,"


Dari hari ke hari, Kemesraan Ryan dan Adinda semakin terlihat dan sungguh membahagiakan, mereka lebih banyak menghabiskan me time dengan pergi berlibur agar Adinda tidak terlalu panik ataupun merasa beban dalam menghadapi masa-masa mengidam yang unik bagi Ryan.


*


Keluarga kecil itu akan segera bertolak ke kota Singapura bertemu dengan keluarga yang sudah lama Ryan tinggalkan.


*


*


*


*


Guys! Novel ini akan segera menuju tamat yah, Apakah ada kisah jilid keduanya atau tidak, itu belum tau juga.


Author mohon, tuliskan kesan, atau perasaan terdalam kalian selama membaca novel ini, komentar terbaik akan author hadiahkan beberapa KOIN untuk kalian sekaligus ucapan terima kasih Author kepada pembaca yang sudah setia mengikuti dari Bab awal hingga selesai.

__ADS_1


Terima kasih banyak yah, salam cinta dari Sarah Mai.


__ADS_2