Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 92 - Pertikaian


__ADS_3

Terlihat pelipis dahi Ryan Alaska berdarah, namun ia menghiraukannya.


*


"Tuuuut!" Ryan menelpon Crush.


"Crush tolong aku, aku butuh bantuan kamu!" Pinta Ryan dalam nada tergesa-gesa.


"Ada apa?"


"Adinda diculik oleh putri Aditama, kerahkan polisi dan beri peringatan keras kepada mereka!" hentak Ryan dengan Nada emosi berat.


"Baiklah!" ucap Crush bergegas memenuhi keinginan si Tuan muda.


*


Belum ada pengawalan khusus untuk Ryan Alaska di Indonesia, biasanya ia selalu membawa pistol kemanapun atau pisau kecil yang tersedia di saku celananya. Hari itu Ryan merasa sangat kecewa dengan dirinya mengapa ia begitu lalai, padahal ia tau konflik Frans dan Nia terus memanas.


"Argh sial, beberapa hari ini aku tidak fit, tidak konsen degan konflik ini, Awas kamu Aditama jika terjadi apa-apa dengan Adinda dan kandungannya lagi, aku akan membunuh anak perempuan mu itu!" gumam geram Ryan sedikit kehilangan jejak dan bingung ingin bergerak ke arah mana, kepalanya semakin pusing, ia kembali meminta bantuan kepada Frans.


Ternyata Frans lebih dulu sampai di lokasi gudang lama itu daripada Ryan Alaska, ia Langsung mengirimkan data share lokasi kepada Ryan, Frans sendiri sudah mengetahui lokasi terselubung Nia.


*


Crush sudah mengarahkan banyak polisi untuk datang ke tujuan yang dikirimkan oleh Ryan dan memberikan peringatan keras kepada Aditama, Aditama sendiri cukup terkejut, mengapa Nia kembali melibatkan Adinda yang sudah menjadi istri Ryan dan masuk bagian keluarga woong. Nia hanya meminta kepada Ayahnya agar menghabisi Vita yang telah mengkhianatinya. Demi melihat putrinya bahagia dan tidak rela disakiti, ia menurutinya.


Aditama mencoba untuk menelpon putrinya, namun Nia mengabaikannya.


*


Frans sudah tiba di lokasi itu, suasana cukup mencekam dan ia terus berjalan mengendap-endap mengintai keberadaan Nia dan para anak buahnya.


Terlihat Vita yang sudah lama terikat dalam kondisi lusuh tidak berdaya dan Adinda yang baru saja diculik.


Nia terlihat tertawa puas, layaknya seperti manusia stres, isi kepalanya hanya ada hasrat dendam, obsesi yang mengerikan dari rasa sakit hati oleh pengkhianatan Frans.


Nia sendiri adalah putri semata wayang Aditama, ia sama seperti Ryan Alaska anak tunggal dan pewaris resmi satu-satunya milik Aditama. Sejak kecil, semua keinginan Nia terpenuhi hingga ia dewasa, segala apapun yang ia minta kepada sang Ayah, Aditama selalu mengabulkannya meski keinginan itu sebenarnya tidak baik untuk Nia. Rasa sayang yang terlalu berlebihan dari Aditama ini yang membentuk sifat manja Nia. Ia merasa setiap keinginannya harus bisa terpenuhi dengan sempurna, ketika ada sesuatu keinginan yang tidak bisa ia miliki, maka ia akan marah dengan berpikir tidak ada yang boleh memilikinya.


*


Di gudang itu Nia dengan pengawalan ketatnya bersama pasukan Aditama.


"Ahahahaha, jadi selama ini kalian itu adalah pelacurnya Frans?" hardik Nia dengan raut yang benar-benar stres dan kecewa, langsung membidik pistol ke arah mereka secara bergantian.

__ADS_1


Seketika itu pula Vita dan Adinda menjerit dalam dekapan gumpalan di mulut mereka.


*


Ryan kembali menelpon Frans!


"Sebaiknya kau masuk secara perlahan jangan gegabah!" pinta Frans.


"Bagaimana Adinda?"


"Nia mengikatnya!" tidak di sangka aksi Frans terbaca oleh pasukan Nia dan mereka langsung menerjang pundak Frans hingga tersungkur kehadapan Nia.


(Sementara Langkah Ryan di luar gudang juga terbaca oleh pasukan Nia, kondisi fisik Ryan sendiri tidak segar atau tidak stabil seperti ketika ia masih menjadi ketua kopasus Lim atau Bodyguard Frans, selama Adinda mulai mengandung, kondisi ketahanannya menurun 50%, di tambah lagi selama menikah dengan Adinda pola makan Ryan tidak terjaga detail, ia harus memakan masakan Adinda yang sedang gemar memasak, masakan versi Sumatera, seperti nasi, lontong, gulai, rendang emak, terasi maknyus, plus tidur lebih nyenyak, karena saluran si "Jhon' yang lancar setiap hari, hal ini lah yang membuat kwalitas bobot badan Ryan tidak seringan ketika ia masih menjadi ketua kopasus dan Bodyguard, ia seperti pria lemah yang tidak bisa diharapkan, hari itu ia cukup kesulitan melawan pasukan Aditama tanpa senjata dan hanya melawan sendiri.


Demi Adinda Ryan berjuang sekuat tenaga, ia mengambil pisau yang ada pada lawan serta berjuang melumpuhkan mereka)


*


"Ouh, jadi kamu datang untuk menolong pelacur-pelacurmu ini?" ucap Nia takjub dengan wajah psikopatnya.


"Nia tolong sadarlah, jika kau membenciku jangan libatkan mereka!" hentak Frans dalam pegangan para pasukan itu.


"Sadar, selama ini kau yang tidak sadar, justru menyuruhku untuk sadar, begitu!


Vita dan Adinda terlihat histeris ketakutan, karena pistol Nia mulai mengarah kepada mereka.


"Terlebih dulu aku akan membunuh pengkhianat yang menjijikkan ini," teriak Nia, mirip seperti orang psikopat, membuka paksa gumpalan di mulut Vita.


"Jangan Nia...Aku mohon Jangan, aku akan menuruti apapun yang kau mau!" pinta Vita.


"Vita, hukuman seorang pengkhianat itu hanyalah kematian, tidak ada yang lain"


"Frans tolong aku!" jerit Vita membuat Nia tertawa terbahak-bahak.


"Ahahahaha kau meminta kepada pria bajingan yang tidak ada gunanya itu!"


"Nia...Nia jangan lakukan itu!" bentak Frans.


"Diam kamu? Kalian semua ini pengkhianat, jadi harus segera mati!" jerit Nia melepas tembakannya ke arah Vita dua kali.


"Dor!"


"Dor!"

__ADS_1


Wanita itu terlihat sekarat dan akhirnya mati.


"Niaaaaaaaaaaaaaaaa.....!" Jerit geram Frans sangat kuat.


"Emmmmm!!" jerit Adinda semakin ketakutan dalam derai airmata menyaksikan pembunuhan nyata itu.


"Ahahahaha... Ahahahaha?" Nia tertawa puas sampai terbahak-bahak.


"Aku minta maaf Nia! Tolong hentikan ini, aku mohon!" tangis Frans.


"Tolong, Frans! Ini semua permainan yang kau ciptakan, aku harus mengakhirinya agar semua bisa selesai dengan lega!" ucap Nia yang begitu entengnya berbicara tanpa beban sedikitpun ia telah membunuh Vita sahabatnya sendiri.


Kemudian Nia berjalan ke arah Adinda.


"Hemmmm!" Adinda menggeleng ketakutan berusaha membuka ikatan itu.


"Nia, jangan pernah kau melakukan hal gila itu!" bentak Frans mulai marah besar wajahnya sangat merah.


"Ahahahaha, inilah wanita yang sangat kau cinta itu hingga kau menghamilinya di belakangku!" ucap Nia.


"Bukan urusanmu, lepaskan dia!" bentak keras Frans yang sudah geram dengan aksi psikopat wanita yang masih menjadi istrinya itu.


"Sejak dari dulu, aku sudah sangat ingin membunuhnya tapi kau selalu muncul dan berakting untuk membelanya!"


Nia mulai mempersiapkan pistolnya mengarah kepada Adinda.


"Hemmmmmmmm!" jerit Adinda meminta pertolongan sementara Ryan masih berjuang menghalau pasukan tangguh Aditama.


"Kau hebat juga, pemikat mu luar biasa bisa menaklukkan dua pria bodoh sekaligus, yaitu Ryan dan Frans!


Ahahahaha, Ouh Tuhan ini cerita yang cukup unik.


Kemarin kau bisa lolos, tapi hari ini kau tidak akan bisa, karena suami mu masih berjuang dengan kematiannya di luar sana, aku pikir selingkuhanmu Frans lah yang akan menyaksikan kematian mu!" ucap enteng Nia kepada Adinda yang begitu membenci wanita itu sejak mulai mencurigai hubungan gelapnya dengan Frans.


"Emmmmmmmmm!" Adinda berusaha membuka ikatan talinya.


"Bersiaplah menuju neraka!" ucap Nia mulai menarik pelatuk pistolnya.


"Niaaaaaaaaaa!" jerit keras Frans berusaha melepas pegangannya para pengawal Aditama.


*


Guys jangan lupa like, vote dan tonton iklan yah👍👍👍 bersambung dulu, tarik nafas dulu 🤭

__ADS_1


__ADS_2