Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 51 - Kebahagiaan yang sekejap


__ADS_3

Vita dan Ryan mulai sering berkomunikasi karena Frans dan Nia sengaja membuat keduanya terikat kerjasama project besar.


Perseteruan Ryan dan Adinda tidak lagi memanas seperti di awal-awal pernikahan mereka, keduanya sudah mulai berbicara dan berkomunikasi yang baik, saling menghibur, support dan bergantung satu sama lain demi kesehatan Khaliza.


Mulai dari ngemil bersama, Adinda yang selama hamil sangat suka makan apa saja, namun Ryan tidak mengizinkan Adinda memakan cemilan sembarangan kecuali makanan kesehatan sebagai pendukung perkembangan kesehatan janin Adinda.



Di waktu libur, Khaliza memaksa Ryan agar menemani Adinda yang sedang hamil belanja bulanan untuk memenuhi kebutuhan hari-hari mereka yang suka ngemil, Khaliza sudah tidak kuat jika harus belanja bulanan yang banyak untuk kebutuhan Ryan dan Adinda, keduanya terpaksa bekerja sama tanpa bantuan pelayan. Selama tinggal bersama Khaliza, Ryan jauh lebih mandiri walaupun Lim dan Elena pernah mejadikan lelaki itu tidak boleh menyentuh pekerjaan rumah.



Ryan dan Adinda juga Bepergian pesta ke acara pernikahan teman mereka atau sebagai perwakilan Khaliza yang tidak bisa hadir di acara pernikahan anak teman Khaliza. Seperti biasa, Adinda selalu latah menari dan bernyanyi kocak untuk menghibur Ryan.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ Badannya besar, kulitnya coklat, kalau mengaum, aum...aum...๐Ÿฏ๐Ÿฏ yang lain langsung kabur, Ryan...Ryan...Tan...Duk...itu namanya๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Lelaki itu hanya geleng-geleng kepala saja.



Ryan juga sudah membelikan satu unit mobil untuk Adinda, sehingga membuat wanita itu semakin rajin membawakan bekal untuk dirinya serta bepergian cek kesehatan Khaliza atau berbelanja keperluan rumah.


Tetap saja keseharian Ryan dan Adinda selalu ribut dan masih bertengkar kekanak-kanakan, membuat Khaliza tidak habis pikir, namun kehadiran Adinda membuat rumah itu semakin ramai dan riuh.



Ryan juga rela membelikan apapun keinginan (ngidam) makanan sehat dadakan Adinda, walaupun sudah larut malam bahkan dini hari. Namun sayang kedekatan mereka, belum juga membuat keduanya berminat melakukan hubungan suami istri, mereka masih memilih nyaman dengan hubungan pertemanan.



Pukul 01 dini hari, Adinda nangis guling-guling minta dibelikan Ayam goreng fried chicken yang sudah ia idamkan sejak berminggu-minggu yang lalu, tetapi Ryan masih tidak mengabulkannya dengan alasan makanan itu tidak sehat untuk dia dan si jabang bayi.


"Nih, Ayam goreng kesukaanmu!" ucap jutek Ryan


"Waaaah, terima kasih!" tanpa nasi, satu porsi ayam goreng ludes dengan cepat oleh Adinda.


Adinda juga senantiasa mengurus dan mempersiapkan keperluan kantor Ryan.


Namun di saat kondisi hubungan mereka mulai membaik, bahkan Adinda juga sudah nyaman tinggal bersama Khaliza dan Ryan, Badai itu mulai datang berhembus, disana pula Vita Ayunda mulai menjalankan aksinya untuk terus menggoda Ryan, sering menelpon pria itu pagi, siang, malam tanpa perduli jika Ryan sudah memiliki istri, bahkan wanita itu mengajak bertemu dengan Ryan dengan alasan urusan pekerjaan. Vita juga sering berkunjung ke kantor Ryan.


Wanita itu semakin tertarik dengan Ryan, ketika ia mulai mengetahui karir pria itu semakin cemerlang dan akan segera melejit. Selain X-Tren, Ryan juga mendapat support besar dari Madam Elena.

__ADS_1


Ryan kembali dilirik banyak wanita-wanita kaya, ponselnya tidak berhenti berdering atau sekedar chat pesan-pesan untuk menggoda pria.



"Vita itu mantan kekasih kamu?" tanya Adinda.


"Hem!"


"Apa kau masih menyukainya?" tanya Adinda.


"Itu bukan urusan kamu, aku tidak suka ditanya tentang masalah pribadiku!" jawab jutek Ryan.


*


Berkali-kali Vita berusaha genit mencumbui Ryan dan ingin sekali mengajaknya tidur bersama, namun Ryan menolak.


*


Adinda kembali diterpa badai wanita lain, dimana perasaannya pada Ryan ternyata diam-diam mulai tumbuh kini harus ia kubur dalam-dalam.


"Mengapa aku terlalu cepat Baper dengan pria! Ih menyebalkan!" hardik Adinda kepada dirinya sendiri.


Adinda mulai kepo mencari identitas Vita Ayunda di media sosial sebagai saingan beratnya mendekati hati Ryan. Tentu wanita itu bukanlah gadis sembarangan, sehingga keluarga Woong sempat ingin menjodohkan keduanya.


Karena kesibukan bekerja, Ryan sudah mulai jarang di rumah sering tidak pulang, bahkan berkomunikasi kepada Adinda juga tidak sempat, Adinda kembali duduk kesepian memandang bintang di langit malam, setiap hari Adinda selalu menunggu Ryan pulang dan mengkhawatirkan kesehatan pria itu.


"Satu persatu perkataan Mama Khaliza terbukti, bahwa mencintai seorang makhluk hanyalah akan menuai kekecewaan besar, harusnya kisah pilu semalam sudah cukup mengajarkan kepadaku untuk berhenti berharap kepada manusia, tidak berambisi menginginkan apa yang seharusnya tidak akan pernah bisa aku miliki!" gumam Adinda.


*


Hari terus berganti, akhirnya jadwal pernikahan Frans dan Nia akan segera berlangsung megah.


Terlihat Nia Devira mulai sibuk fitting pakaian pengantin, Frans hanya fokus dengan game-nya, ia tampak bosan dan jenuh sudah berkali-kali fitting pakaian.


"Adinda memblokir nomorku yang lain juga?" batin Frans yang masih tidak bisa melupakan wanita itu.


"Sayang, bagus tidak?" tanya Nia membuyarkan lamunan Frans, lalu bergaya modeling yang centil di hadapan Frans.


"Bagus!" senyum simpel Frans.


"Cantik tidak!" tanya Nia lagi di depan Frans.

__ADS_1


"Cantik dong sayang!"


Wanita itu langsung tersenyum setelah mendapatkan pujian dari lelakinya.


Saat Nia berbalik, Frans justru membayangkan jika yang memakai gaun pengantin itu adalah Adinda.


"Aaargh! kenapa jadi begini!" batinnya bergejolak.


*


Suatu siang seperti biasa, Adinda mengantarkan makan siang Ryan sekaligus belanja buah pesanan ibu mertuanya.


Setelah selesai, Adinda keluar dari ruangan Ryan dan tanpa sengaja ia berpapasan di depan lift dengan wanita cantik nan sexy, dalam penampilan mewah mengenakan pakaian dan perhiasan serba branded.


Adinda sempat terkesima dengan penampilan dan kemolekan tubuh wanita itu, yang beraroma bau yang sangat harum.


Menyapa Adinda dengan ramah.


"Halo!"


"Halo juga!" jawab Adinda dnegan senyum manisnya.


"Kalau tidak salah, kamu Adinda yah!"


"Maaf dengan siapa yah?" tanya Adinda terkejut wanita itu bisa mengetahuinya.


"Aku Vita Ayunda, mantan kekasih Ryan Alaska...Hem sekarang masih tetap jadi kekasinya sih!" ucap Vita dengan nada lembut namun sinis.


"Ouh Iyah, saya Adinda Aira!" Adinda mengeluarkan tangannya namun Vita tidak berminat berjabat tangan dengan adik kandung Nabila itu. Adinda kembali menurunkan tangannya dengan tersenyum paksa.


"Ini yang namanya Vita, Sombong sekali wanita ini!" batin Adinda.


"Kebetulan kami terlibat dalam projects besar l tahun ini, tentu waktu Ryan akan ada terus bersama ku!" ucap senang Vita.


"Ouh Iyah, dia, ada di dalam, silahkan saja ke ruangannya!" ucap Adinda buru-buru masuk ke dalam lift.


"Okey...by!" ucapan Adinda yang songong, benar-benar tidak menghargai jika Adinda adalah istri sah Ryan.


Vita pun melenggang menuju ruangan Ryan.


*

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, hati Adinda semakin campur aduk saat ia melihat berita pernikahan Frans dan Nia tinggal menghitung hari, ditambah lagi dengan pikiran negatif Adinda terhadap Ryan dan Vita yang akan kembali menjalin hubungan percintaan.


"Kisah ini sudah berakhir. Sepertinya semua telah menemukan jodohnya masing-masing, Frans dengan Nia, Ryan dengan Vita. Mereka memang pasangan yang cukup serasi dan pantas. Tinggallah aku si wanita murahan yang malang menangis di tangga ballroom pernikahan mereka," rengek sedih Adinda dari lubuk hatinya.


__ADS_2