Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 26 - Terkuaknya rahasia Frans


__ADS_3

Rasa ketakutan penuh dari seorang Daniel Flow yang tidak ingin kehilangan lidahnya, akhirnya terpaksa mengakui cerita sebenarnya di depan semua pasukan khusus itu.


"Biarkan aku hidup, aku belum siap mati!"


tangis histeris Daniel, memohon agar mereka tidak membunuhnya. Asisten Frans itu merasa mereka semua sudah seperti sekelompok malaikat pencabut nyawa yang tiba-tiba datang ke rumahnya.


"Bagaimana, apa kita harus menyelesaikan ini (membunuh)?" Para pria itu saling bertanya. Namun seseorang menahannya dan berinisiatif menelpon Crush sebagai orang yang berhak mengambil keputusan, karena tugas mereka hanya sekedar mencari informasi.


Tepat pukul 20.00 Wib.


Di sebuah cafe hotel mewah, terlihat Crush duduk santai dengan minuman keras berukuran botol kecil sebagai penghangat tubuhnya, ia begitu menikmati alunan musik disana dengan sebatang rokok eksklusif sambil menunggu kedatangan sosok Tan Woong yang sudah lama tidak ia temui.


Crush yang cukup menyayangkan keputusan Lim harus membuang Ryan hanya karena keegoisannya untuk membangun perusahaan judi ilegal. Pria Paru baya itu sangat senang dengan sosok Ryan, ia sangat mendukung dan bahkan sudah sering menyampaikan kepada Lim, jika Ryan lah generasi yang paling pantas untuk saat ini memegang tambuk kekuasaan Woong berikutnya dan bahkan Crush tetap tidak terbiasa menyebut nama Tan menjadi Ryan.


***


"Tlililit!"


"Bos, Kami sudah mendapatkan informasi itu, apakah kami harus menyelesaikan pria ini!"


"Jangan, biarkan ia menjadi saksi hidup yang akan bicara kepada anak ingusan itu (Frans), jika Tan (Ryan) masih memiliki sisa kekuasaan yang tidak akan bisa mereka permainkan?" jawab Crush sambil menghembuskan asap rokoknya.


"Baik Bos!"


***


Nasib beruntung Daniel yang akhirnya masih bisa selamat, setelah pasukan mengerikan itu pergi dari rumahnya. Meskipun dalam kondisi lemas, Daniel berusaha keras meraih ponselnya dengan memaksakan kakinya merangkak untuk segera menelpon Frans.


Daniel menceritakan semua kejadian yang dia alami dengan suara yang bergetar ketakutan, bahkan ia siap dipecat karena data rahasia sang majikan telah terbuka, namun Daniel tidak mengetahui siapa pemilik pasukan misterius itu, ia tidak bisa melihat wajah mereka dengan detail, sehingga tidak mampu memberikan penjelasan pelaku dengan jelas kepada Frans.


Mendengar hal itu, Frans mulai panik, artinya sebentar lagi, isu perselingkuhannya bersama Adinda akan tersebar luas di media dan ia tidak menduga ternyata Lim Woong, Paman Ryan itu masih mencari tau tentang keponakannya yang telah ia singkirkan.

__ADS_1


"Sial!" Frans membuang ponselnya dengan emosi di sebuah sofa kecil. 🤬


"Eeeeerh 😡?" kekesalan Frans sampai menendang meja dan membuang benda-benda yang ada di atas meja kerjanya.


"Brengsek, bukankah Lim sudah membuang Ryan, kenapa dia masih ikut campur juga!" Frans yakin pasukan itu adalah milik Lim Woong, karena Daniel sempat melihat, ada logo huruf W berwarna hitam putih di pakaian mereka, sebagai lambang Woong Group.


Amarah Frans berusaha menelpon Ryan sebagai satu-satunya manusia yang bisa menolong dirinya dengan memberikan pengakuan jika anak yang dikandung Adinda Aira adalah anak dari Ryan.


*


Setelah mengantarkan Adinda pulang, Ryan langsung menuju kantor GMC sampai dengan pukul 21.00 Wib, perlahan demi perlahan pria itu mulai menyusun langkah untuk perusahaannya, malam itu ia tidak memenuhi panggilan Crush, karena Ryan merasa itu hanya sebuah pertemuan yang hanya merugikan dirinya saja.


Nada bicara Frans yang awalnya arogan mendadak bersikap baik kepada Ryan dari ponselnya.


"Ryan, apakah kau tau, jika orang-orang dari Lim telah memaksa Daniel untuk membuka mulutnya!"


"Yah, aku tau dan sudah menebaknya!" jawab singkat dan santai Ryan.


"Kau tau?" tanya terkejut Frans.


"Lantas, apa tindakanmu? Apa Jangan-jangan kau lah yang ada dibalik semua ini?" hentak Frans mulai emosi.


Ryan hanya tersenyum.


"Frans, ini adalah drama permainanmu, apapun resikonya, kau harus siap menanggung itu. Bukankah aku pernah mengatakan kepadamu bahwa Lim adalah manusia yang tidak terduga, bahkan aku sendiri juga tidak bisa membaca pikirannya, harusnya aku tidak perlu takut dengan ancaman mu kemarin, tapi saat ini aku berpikir, ternyata aku membutuhkan perjanjian itu!"


"Berapa uang yang kau butuhkan lagi?" tanya Frans kembali menyuap Ryan dengan uang.


"Ahahahaha... ahahahaha...ahahahaha!" tawa puas Ryan mulai bahagia melihat kepanikan Frans.


"Apa sekarang wajahmu terlihat pucat atau jangan-jangan sedang pipis di celana, uuuuh...cek...cek...cek... Aku tidak menduga jika nyalimu seperti tahu, cukup lembuuuuut sekali!" ejek centil Ryan.

__ADS_1


"Ryan, aku tidak bercanda, bicaralah serius!" jawab Frans yang sudah tidak bisa mengontrol kepanikannya.


"Kau tidak pernah tau siapa aku kan? Sudah aku katakan, aku pernah menjadi manusia yang tidak punya hati, aku bisa lebih sadis daripada Lim yang kau tau, sebab itulah ia masih mengharapkan aku!"


"Apa kau sedang mengancam ku atau pamer kekuatanmu, kau juga bukan siapa-siapa jika Lim tidak hadir di hidupmu?" bentak Frans.


"Lantas, mengapa kau begitu panik dan langsung menelpon ku, jelas-jelas saat ini hubungan kami sudah putus dan aku tidak berada di pihak Lim lagi, melainkan hanya seorang budak dari Tuan Frans Albar!"


Frans terdiam.


"Seharusnya kau bisa mencari pria lain untuk menikahi Adinda, tapi kau sengaja melakukan nya untukku, agar kehidupan ku semakin terpuruk, Frans! Kau kira, aku tidak tau semua rencana konyol mu yang sedang kau susun rapi untuk GMC?"


Frans terdiam tak mampu bicara lagi, ia terkejut ternyata lawan yang ia anggap lemah ternyata sangatlah kuat.


"Jangan pernah bermain api, Jika kau tidak ingin terbakar hangus. Frans, saat ini aku masih memandang mu sebagai kawan baik, namun jika kau terus memaksaku untuk menjadi lawan, aku tetap suka sekali melayaninya! Bahkan itu merupakan salah satu hobby ku!"


ucapan tegas Ryan malam itu memberi peringatan keras kepada Frans, sehingga Frans, terlihat mati kutu, benar-benar tidak mampu lagi menentang perkataan Ryan sedikitpun, Frans yang terlalu sombong dengan kekuasaannya, akhirnya menyatakan menyerah.


"Ryan, a...aku minta maaf, semua sudah terlanjur, aku harap tetaplah kau berada di dalam perjanjian kita, aku berjanji tidak akan lari untuk GMC!" nada suara Frans begitu memohon, karena ia sadar saat ini hanya Ryan lah sebagai dewa penolongnya.


"Sebaiknya malam ini, kau banyak-banyak berdoa, agar dosa-dosa mu terhapuskan dan drama permainan kita berjalan dengan lancar dan kau bisa berubah menjadi anak lelaki yang benar-benar manis!" ucap Ryan langsung memutuskan percakapan via telpon.


*


"Aaargh!" jeritan kesal Frans cukup kesal, karena saat ini, ia benar-benar tidak bisa apa-apa tanpa pertolongan Ryan.


"Aku akan mempercepat lagi pernikahan Ryan dan Adinda. Jika tidak, rencanaku bisa gagal, aku harus fokus terlebih dulu dengan pernikahan mereka.


Sementara Ryan tersenyum puas, akhirnya ia mulai bisa menguasai jeratan permanian Frans.


*

__ADS_1


Malam itu, Ryan Alaska tidak memenuhi panggilan Crush, karena sejak dari awal, ia tetap konsisten untuk tidak lagi mengikuti jejak Woong. Ryan tampak bahagia akhirnya ia bisa pulang ke rumah dengan membelikan makanan kesukaan sang bunda🤗 Hal sederhana yang ia lakukan untuk berubah menjadi anak lelaki yang brutal menjadi manis demi kesehatan ibunya 🤗


*


__ADS_2