Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 13 - Hati yang Berontak


__ADS_3

"Lepaskan aku Frans! di sini ada banyak cctv!" jerit tertahan Adinda.


"Ikut dengan ku!" pinta Frans menarik paksa tangan Adinda keluar dari ruangan menuju lift yaitu lantai parkiran, membawa wanita itu ke suatu tempat yang aman dari pantauan siapapun.


"Apalagi yang kau inginkan dariku Frans!" hentak Adinda.


Frans menarik tubuh Adinda dan ingin mengecup bibir merah wanita itu, Adinda dengan sekuat tenaga menolak keras tubuh Frans lalu menampar keras lelaki itu.


"Prak!"


"Jangan sentuh aku bajingan!" hentak Adinda dengan mata memerah.


"Belum puas kah kau menyiksa hidupku!" kata Adinda, dalam air matanya berderai.


"Aku mencintai mu Dinda!"


"Diam kau!" bentak geram Adinda memukuli dada Frans, namun lelaki itu membiarkan emosi Adinda terlampiaskan sampai akhirnya Adinda terjongkok menahan emosinya, sebuah perasaan hancur karena telah menjalin hubungan dengan pria yang pada akhirnya tidak menikahinya.


Frans menarik bahu Adinda agar berdiri menghadapnya.


"Adinda, aku akan tetap bertanggungjawab, kita akan menikah!" ucap Frans lagi.


Adinda terkejut dan mengangkat kepalanya menatap Frans.


"Tapi tidak sekarang, aku berjanji akan menikahi kamu satu tahun lagi, setelah semua rencana ku terselesaikan," ucap janji manis Frans.


"Apa maksudmu?" Adinda kebingungan.


"Aku harus menikahi Nia, ternyata keluarga ku sudah membuat kesepakatan yang tidak bisa aku tepis lagi, tolong...tolong pahami aku Dinda! kau harus pahami aku!" paksa Frans dengan ngotot.


"Dasar pria egois, mengapa aku yang harus memahami kamu!"


"Huuuft, untuk saat ini menikahlah dengan Ryan, agar kau bisa terlindungi dan tidak membawa ancaman serta beban malu yang besar, setahun pernikahan kalian, kau bisa bercerai dengan Ryan, lalu kita bisa menikah!"


"Apah?" Adinda semakin tidak habis pikir dengan rencana gila Frans.


"Apa kau sudah benar-benar tidak waras, kau yang melakukannya, mengapa harus Ryan yang bertanggung jawab, perlindungan itu hanya untuk kamu br*ngsek! bukan aku?" bentak Dinda lagi.


"Tolong Dinda, saat ini aku dalam pengawasan ketat, aku tidak bisa detail menjelaskannya, kau tidak akan paham, ikuti saja apa yang aku katakan. Jika keluarga Nia sampai tau masalah ini, kau dan keluargamu akan terancam, impian keluarga ku untuk memiliki perusahaan besar juga akan sirna!"


Adinda terdiam menatap Frans dalam perasaan yang cukup sakit.

__ADS_1


"Frans, tidak perlu kau menyuruhku untuk menikah dengan lelaki lain, aku tidak akan menuntut mu apa-apa darimu, Frans! Mungkin inilah nasib seorang wanita miskin yang murahan seperti aku, aku tidak sadar, kalau sebenarnya aku adalah pungguk yang sedang bermimpi memeluk bulan."


"Adinda kau bicara apa sih?"


"Frans, kejarlah apa yang benar-benar kau inginkan, jangan hiraukan aku, karena aku bukanlah kebahagiaan mu, juga bukan seseorang yang harus kau perjuangkan! Tapi satu pintaku, jika suatu hari nanti anak ini lahir, tolong...tolong jangan kau sebut dirimu itu Ayah di hadapannya!" ucap tegas Adinda menusuk dada Frans dengan telunjuknya.


Frans memeluk cepat Adinda dengan paksa sambil berbisik lembut di telinga sang kekasih.


"Aku akan menikahi mu, pasti akan menikahi mu! Kau harus percaya aku, jujur aku tidak begitu mencintai Nia, aku tidak akan lama bersamanya," ucap Frans


"Lepaskan aku, aku tidak percaya denganmu!" hentak Dinda yang tak sudi lagi dalam pelukan pria itu.


"Kau juga mesra bersama Nia, dasar playboy!" hardik Adinda.


Frans tertunduk.


"Untuk saat ini, menikahlah dengan Ryan, aku akan mengurusnya!"


"Aku tidak mau (jawab tegas Adinda) aku tidak ingin melibatkan orang lain!" jawab tegas Adinda meninggalkan Frans.


***


Sore setelah pulang kerja, Adinda meminta Nabila untuk janjian bertemu dengannya di sebuah cafe.


"Bagaimana rencana mu selanjutnya!" tanya Nabila akhirnya memecah kesunyian meja pertemuan mereka.


"Aku akan resign!"


"Mas Rendra juga bilang seperti itu, dia cukup kaget dan tidak menyangka jika Frans bisa tergoda dengan mu!"


"Aku pikir semua wanita yang menggoda pasti ia mau, dia itu kan playboy!"


"Mengapa sekarang kau baru menyadarinya, Frans tidak salah, kamu yang terlalu bodoh!" hardik sang kakak membuat suasana percakapan mereka senyap dan terlihat tidak asyik, keduanya memandang ke arah yang lain.


"Mas Rendra bilang, jangan usik pernikahan Frans, kita akan terancam, Bagaimana jika kau menikah saja dengan teman Mas Rendra!"


"Aku tidak mau, aku ingin gugurkan anak ini?"


"Dinda, jangan konyol kamu!"


"Jadi aku harus bagaimana kak, apakah aku harus menanggungnya sendiri atau mengikuti permintaan gila Frans untuk menikah dengan Ryan!"

__ADS_1


"Ryan? Bodyguardnya itu?" Nabila cukup terkejut.


Adinda keceplosan.


"I...Iyah!"


"Memangnya pemuda itu mau menikahi kamu?" tanya Nabila masih tidak percaya.


"Aku tidak tau, dia kan robotnya Frans!" jawab jutek Adinda.


"Wah, tidak masalah jika dia berkenan!" Nabila tampak sumringah, entah mengapa hatinya tidak keberatan jika Adiknya menikah dengan pemuda itu.


"Tapi aku tidak mau menikah dengan pemuda berandalan seperti Ryan, dia itu usil, kalau bicara sesuka hati! Dari dulu dia selalu membenciku, aku tidak tau salah ku apa? Keluh Adinda.


"Hei, tampang berandalan, terlihat tidak baik, belum tentu hatinya seperti itu, kau jangan terkecoh menilai seseorang, Lihat Frans, pria yang kau banggakan itu, apa hebatnya untuk mu, kau hanya pelampiasan nafsu sesaatnya saja! Jika Ryan tidak menolong mu malam itu, mungkin sekarang kau sudah di neraka!" hardik Nabila.


"Ah, diskusi sama kakak justru membuat aku semakin badmood, aku pusing, aku pulang aja!" Adinda pergi dengan kesal, namun Nabila mengejarnya.


"Dinda...Din...denger dulu (Nabila menarik tangan adiknya) kau harus menikah dengan Ryan, tolong dengar kakak, ketika ada pria yang bisa menutupi aibmu, jangan kau sia-siakan, jika tidak! Aku tidak mau mengakui mu sebagai adik lagi!"


"Kakak, tapi Ryan menikahi Dinda karena atas dasar paksaan Frans!"


"Itu tidak masalah, mau atas dasar apapun itu, bagi kakak itu tidak masalah, yang penting kau harus menikah dengan Ryan, kemana tujuanmu jika tidak menikah dengan laki-laki lain? Berkurang di rumah? Menangisi lelaki yang tidak penting seperti Frans, sedangkan ia enak-enakan berbulan madu dengan istrinya, itu yang kau mau!"


"Tapi Frans akan menikahi ku setelah satu tahun menikah dengan Nia, kak!"


"Haduuuuh Dinda, bangun...bangun...mengapa masih juga kau bermimpi, mulut buaya seperti itu tetap kau percaya, dimana otakmu, apa kau begitu sayang meninggalkan kekayaannya???"


"Tapi aku tidak siap jika harus menikah dengan Ryan, aku takut!" tangis Dinda meledak, Nabila langsung memeluknya.


"Tidak apa-apa, kakak bisa merasakan jika Ryan itu pemuda yang baik! Kita tidak punya pilihan lagi Adinda, mengerti lah, akan kakak ajarin kamu bagaimana caranya menjadi istri yang baik!" ucap Nabila mengelus rambut adiknya, tetap saja hatinya tidak tega melihat derai mata sang adik.


*


Sore sampai menjelang malam, Nabila mengajak Adinda pergi ke taman hiburan permanian, sekaligus mengajak kedua anak Nabila, menghibur Adinda yang kehilangan arah.


***


Dear, pembaca tersayang.


Sudi kiranya lah kalian memberikan bintang 5, favorit, like dsb agar Author semakin semangat menulisnya 🙏

__ADS_1


Terima kasih, Loveđź’— u


__ADS_2