
Visual ilustrasi Adinda Aira
Visual ilustrasi Ryan Alaska
Visual Ilustrasi Frans Albar
Visual Ilustrasi Nia Devira
(Guys di atas berikut visual- visual pemeran utama Terjerat Rasa, tapi ingat guys! Gambar hanyalah sebuah ilustrasi saja, jangan terlalu diresapi 🤭 jika tidak sesuai mohon maaf🙏🙏)
(Mba Adinda Aira menghabiskan uangnya hanya untuk kecantikan doang, bagaimana menurut kalian guys???)
***
Singapura, Pukul 23.08
Malam hari di Kediaman Lim Woong.
Sosok pria gagah, tampan dan berkelas memandang nun jauh ke arah jendela luar istana rumahnya, ada banyak pikiran yang terus menghantui Lelaki itu, ia adalah Ayah, Paman, sekaligus Pimpinan tertinggi dari Perusahaan Woong Asian Group. Lim Woong menikah diusia hampir mendekati 40 tahun, Istrinya bernama Elena Shera. Wanita blasteran berdarah Prancis - Tionghoa.
Mereka dikaruniai dua orang Anak, Anak pertama mereka seorang perempuan berusia 5 tahun, bernama Livia Mun Woong dan anak kedua seorang lelaki menginjak usia 2 tahun lebih, bernam Fan Chang Woong.
Sudah hampir dua tahun Yong meninggal dunia dan di waktu itu pula Ryan Alaska putus hubungan dengan keluarga Woong dan Lim sama sekali tidak berkomunikasi lagi dengan keponakannya itu.
"Malam Tuan, ada kabar datang dari Tan, Ryan Alaska maksud saya?" Crush Zamora, orang kepercayaan di keluarga Woong berusia 45 tahun datang menghampiri Lim di ruangan kerja majikannya itu.
Sontak Lim tersadar dari lamunannya yang jauh, akhir-akhir ini, pikirannya selalu terlintas tentang nasib Ryan atau mereka kenal dengan Tan Woong, Lim juga mengetahui jika anak dari kakaknya itu bekerja menjadi seorang Bodyguard di keluarga Aditama Lukman.
__ADS_1
Semua akun dan identitas Ryan di dunia sosial maupun dunia bisnis di nonaktifkan oleh Lim Woong sebagai keluarga Woong yang sudah terbuang.
Pria itu sakit hati karena Ryan meninggalkannya setelah mendapatkan banyak ilmu yang ia berikan dan melanggar semua kesepakatan janji yang mereka telah rancang bersama untuk masa depan yang lebih baik.
Lim Woong tidak mempermasalahkan Yong menikah dengan gadis manapun, yang menjadi masalah bagi Lim, Khaliza tidak mengizinkan Yong dan Ryan mengelola perusahaan Judi mereka, baik legal maupun ilegal, hal inilah yang menjadi konflik awal di dalam keluarga Ryan.
Lim tidak memberikan peluang sedikitpun kepada Ryan untuk bisa membangkitkan GMC dengan mudah, sampai Ryan menyerah dan datang lagi kepadanya.
"Apa?" respon dingin Lim.
"Ryan Alaska akan segera menikah, Tuan!" jawab crush.
"Menikah?" dahi Lim berkerut tajam mendengar kabar yang membuat ia cukup terkejut.
"Apa lagi tingkah anak itu?" gumam sebel Lim.
"Crush, cari tau penyebabnya, mengapa ia menikah terlalu cepat dan ingat! Aku tidak ingin anak itu tau, cari tau dengan rapi?" pinta Lim kepada Crush.
"Baik Tuan!" jawab crush, pergi meninggalkan majikannya.
Waktu terus berputar.
Setelah Asyik melakukan hubungan intim bersama Nia Devira yang seharusnya belum layak mereka lakukan, Frans bangun dari kasurnya menuju dapur Apartemen milik Nia Devira, ia mengambil minuman kaleng bersoda lalu duduk di depan teras Apartemen. Santai, sambil menghembuskan asap rokoknya dalam pandangan jauh berpikir, pikiran seorang pria yang lagi-lagi tentang wanita yaitu Adinda Aira.
Frans sendiri memiliki banyak mantan kekasih, namun Adinda lah yang paling berkesan di hatinya. Harta dan Tahta membuat dirinya egois untuk meninggalkan wanita itu dan menjadi pria yang tidak bertanggung jawab. Frans tidak menduga jika perjodohannya dengan Nia begitu serius menuju jenjang pernikahan.
Terbersit penyesalan kecil di hati Frans, pagi itu dengan hembusan asap rokoknya, Frans merasakan bahwa apem milik Nia sudah tidak bersegel lagi, namun ia tidak bisa mempermasalahkan itu, karena tujuan Frans menikahi Nia hanya lah sebagai, aji mumpung untuk mendongkrak Perusahaan X-Tren.
Malam itu Frans kurang menikmati hubungan percintaannya bersama Nia, ditambah lagi Frans tidak memiliki rasa cinta dengan Nia selain nafsu belaka dan ternyata Frans merasakan Apem milik Adinda lah jauh lebih enak serta nikmat plus ada cinta di hatinya.
Sejak jadwal hari tunangan dan pernikahan Frans dan Nia sudah ditentukan, Lelaki itu sendiri tidak bisa sesuka hati menelpon para wanita termasuk Adinda Aira, karena setiap jejak digitalnya ada hacker yang memantau. Ia boleh menelpon para wanita tetapi tidak untuk dalam pembicaraan perselingkuhan. Aditama Lukman mengetahui jika Frans Albar, calon menantunya itu seorang playboy yang memiliki banyak kekasih.
Semakin jauh Frans berjalan meninggalkan Adinda, hal itu justru mengekang dan membuat ia sendiri tidak nyaman. Namun apa boleh buat, Frans sudah terlanjur mengikuti keputusan orang tuanya dan lebih egois ingin memilih Nia demi karir terbaiknya.
"Aku yakin ini tidak akan lama, aku harap Ryan bisa bekerja sama denganku, ia menepati janji sesuai yang telah kami sepakati!" gumam Frans meneguk minuman kaleng sambil menikmati udara dini hari yang menyegarkan, Frans masih terngiang dalam memori kenangan indahnya bersama Adinda.
__ADS_1
Sementara terlihat Nia yang masih tertidur pulas.
*
Setelah sempat tertidur di jam awal, Ryan juga terbangun dini hari itu, hatinya tergerak untuk sholat tahajud, sholat sunat yang hampir tidak pernah ia laksanakan meskipun Khaliza selalu mengingatkannya. Wanita itu tidak pernah lelah menuntut anaknya untuk keluar dari lubang kemaksiatan, terus menggenggam keimanan anaknya yang rapuh seperti dedaunan yang terpanggang oleh matahari.
Tidak perduli sedalam apa serta kejamnya Lim menghunus batin Khaliza, ia tetap berdiri mendekap kuat putranya agar tetap ada dalam lingkaran kebaikan. Ryan memohon di dalam sujudnya, agar ia dikuatkan melangkah menuju pernikahan yang tidak pernah ia inginkan.
Pemuda itu kembali membuka laptopnya, melihat profit perkembangan perusahaan GMC, sudah banyak karyawan yang diberhentikan karena tidak sanggup membayar upah minimun, hanya tinggal beberapa karyawan inti saja yang masih bertahan.
"Ting!" bunyi pesan singkat dari Daniel Flow sekaligus orang kepercayaan X-Tren, ia mendapatkan tugas untuk mengurus pernikahan Ryan dan Adinda.
"Mas Ryan, dua hari lagi fitting pakaian pengantin!"
Membaca isi pesan itu, ruat wajah Ryan semakin bed mood bangkit dari meja kerjanya kembali tidur, meletakkan ponselnya begitu saja. Pria itu benar-benar tidak siap untuk menikah di usia yang masih muda, namun keputusan itu menjadi mulus, karena sang bunda merestuinya.
Tetap saja Ryan tidak bisa tidur malam itu, banyak beban pikiran yang cukup membuat ia gelisah lalu kembali mengambil ponselnya.
*
Begitu juga dengan Adinda yang tidak bisa tidur, sudah hampir pagi mata Adinda belum juga terpejam, ia cukup gelisah dan khawatir dengan nasib hidupnya ke depan, ditambah lagi, rasa mual yang sangat pekat diperutnya.
"Berhubungan cinta dengan siapa, tapi malah menikah dengan siapa? Kenapa nasibku bisa seperti ini?" gumam Adinda menatap langit-langit kamarnya.
Setiap manusia memiliki beban permasalahan masing-masing.
"Ting" Tiba-tiba Ryan mengirim pesan ke ponsel Adinda. Awalnya ia mengira pesan itu datang dari Vero, namun saat melihat nama pengirim pesan;
"Crazy Man (Ryan Alaska)!"
Wanita itu langsung bangkit dari tidurannya dan membaca pesan singkat itu.
"Besok, Ibuku ingin bertemu dengan kamu, aku jemput 10.00 WIB pagi"
Adinda sempat terbengong tidak membalas pesan Ryan, kebingungan mulai menghantuinya lagi, malam itu ia mencoba menelpon Nabila untuk meminta saran namun tidak ada jawaban, Adinda hanya meninggalkan pesan suara kepada kakaknya.
__ADS_1
*
"Aku yakin Mama tidak akan suka melihat Adinda, saat Mama tidak setuju, maka aku harus berani tegas menolak tawaran Frans!" pikir Ryan malam itu.