
Sebuah pertikaian yang tidak terduga, tidak ada yang tau jika Nia Devira, putri terpandang Aditama Lukman sampai tega melakukan hal konyol itu, demi cinta dan rasa sakit hati yang sangat dalam, termasuk Aditama sendiri.
Frans berhasil terlepas dari genggaman para pasukan yang membantu aksi kejahatan Nia.
Lalu pria itu berusaha merebut pistol yang ada di tangan Nia.
"Dor💥"
"Dor💥"
Dua peluru itu terlanjur lepas dari sarangnya tembus mengenai perut Frans, masuk ke sistem pencernaan dan menembus ulu hatinya.
Dalam waktu bersamaan, Ryan masuk dan menyaksikan langsung tembakan yang mengenaskan itu.
Semua yang menyaksikan disana begitu terbelalak, terdiam, merasa tidak percaya dan serasa jantung mereka berhenti seketika, termasuk Nia sendiri.
Nia seperti orang kebingungan yang tidak mengerti, apa yang sudah ia lakukan.
Frans juga merasa tidak percaya jika takdir kematiannya akibat ulah sang istri.
Dalam langkah mundur tertatih, Frans memegangi perutnya, ia masih bisa bernafas namun cukup berat.
Tidak berapa lama rombongan polisi segera menyerbu lokasi itu dan langsung membebaskan Adinda, menangkap Nia serta semua pasukannya.
"Fraaaaaaaaaans!" teriak histeris Ryan langsung berlari kencang mendapatkan sahabatnya itu, yang hampir terhempas ke lantai.
Frans dalam pangkuan Ryan Alaska.
Sementara Adinda pingsan, jantungnya begitu lemah mengahadapi tragedi perselisihan itu, sebagian Polisi mengamankan mayat Vita dan membawa Adinda ke rumah sakit terdekat.
kondisi Nia yang memprihatinkan juga menyedihkan, ia justru tertawa terbahak-bahak layaknya orang yang sedang terserang gangguan jiwa dadakan.
*
"Frans, aku akan membawamu ke rumah sakit," suara panik bergetar dari mulut Ryan, kondisi pria itu juga remuk karena hantaman dari pasukan Aditama.
__ADS_1
Frans menyatakan tidak, nafasnya semakin berat.
"Kau benar sobat, aku terbakar karena permainanku sendiri. Ryan, aku sangat mencintai Adinda, tapi aku sudah menyakitinya dan menyia-nyiakannya, membohongi perasaanku hanya demi ego yang aku sendiri tidak bisa mengendalikannya...Ryan, untuk yang terakhir kalinya, aku ingin meminta tolong kepadamu, cintai dan bahagiakan Adinda, dia wanita yang baik serta tulus, kemarin aku sangat marah kepadamu, karena kau telah merampas dia dariku, tapi aku berpikir lagi, ternyata kau lebih pantas bersamanya. Ryan aku minta maaf, karena kau adalah sahabat yang tidak pernah sekalipun mengkhianati ku!" Frans tersenyum lebar sampai giginya terlihat jelas.
"Frans! Ayolah, kau harus bangkit!" ujar Ryan dalam airmata berjatuhan.
"Maafkan Aku Ryan, aku selalu jahat kepadamu, aku bahagia punya sahabat seperti kamu."
Ryan mencoba meminta bantuan untuk mengangkat Frans namun pria itu menolak.
"Tidak kawan, aku sudah kalah, sampai disinilah masa ku dan semua penyesalanku, sampaikan permohonan maafku kepada Ayahku, bahwa aku adalah anak lelakinya yang gagal!"
"Frans Ayolah!"
"Aku mengirimkan surel untukmu, tolong sampaikan kepada Ayahku!" pesan Frans.
"Frans!" Ryan semakin panik, tangannya sudah berlumur darah.
Frans semakin kesulitan bernafas dalam sakaratul maut yang mengerikan.
Tidak berapa lama, Pria itu berhenti bernafas, untuk selama-lamanya, tubuhnya dingin dan mulai tegang.
"Frans, bangun, bangun Frans, aku mohon bangunlah!" bentak histeris Ryan menggoyang-goyangkan tubuh Frans.
"Fraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas!" jerit histeris Ryan memeluk sahabatnya itu, ia mulai terbayang dengan sejuta kenangan manis yang pernah mereka lalui bersama,
Waktu itu Frans dan Ryan sama-sama menempuh pendidikan tertinggi, jurusan Master of Bisnis di London of University. Yong dan Deny Sulaiman juga berteman, namun disanalah awal mula pertemuan dan pertemanan Ryan dan Frans, mereka mulai dekat, sangking dekatnya, keduanya pernah dianggap sebagai pasangan homo.
Ryan teringat tentang suka dan duka mereka selama berada di negeri orang, berolahraga, belajar dan berlibur bersama, ketika keduanya masih polos belum menyentuh ego cinta dan kekuasaan. Sampai akhirnya Ryan kembali terbuang oleh sang Paman, Frans dan keluarganya menawarkan bantuan untuk menjadi Bodyguard, namun Frans mulai berubah arogan ketika X-Tren berada dipuncak kejayaan, sementara Ryan semakin terpuruk.
"Frans, kau tidak salah, kau tetap teman baikku!" ungkap Ryan histeris melihat tubuh Frans tanpa nyawa.
Frans yang terus dipaksa menikahi Nia oleh keluarganya dengan iming-iming kekuasaan dan kekayaan, sementara Frans sama sekali tidak mencintai Nia, kegagalan cinta dan tahta membuat langkahnya semakin kacau.
"Frans...hiks...hiks!" tangis Ryan yang begitu sedih melihat sahabatnya tanpa nyawa, Frans mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Adinda akibat ulah tindakan Nia yang stres karena cinta palsu Frans.
__ADS_1
Meski sering bertengkar dan adu jotos, Ryan dan Frans tetaplah sahabat yang saling membutuhkan. Jauh di hati keduanya, mereka tidak menginginkan perselisihan. Ryan satu-satunya sahabat yang bisa dipercaya oleh Frans.
"Harusnya aku tidak meninggalkannya, padahal aku tau dia dalam tekanan tinggi?" ucapan kesal Ryan semua sudah terlambat.
*
Aditama menyaksikan putrinya dalam borgol an polisi sambil tertawa terbahak-bahak dan terkadang ia menangis histeris.
"Ni.. Nia?" ucap bengong Aditama.
"Nia kenapa Pih?" tanya panik Anggita ibunda Nia.
"Nona Devira menjadi tersangka atas kasus pembunuhan wanita bernama bernama Vita Ayunda dan suaminya, Frans Albar."
"Apah!" kedua orang tau Nia terbelangak lalu cukup panik melihat mayat Frans dan Vita telah terbungkus kantung mayat dan siap di bawa ke RS terdekat.
"Ini tidak mungkin Pi!" jerit Anggita.
Ryan dengan emosi, ingin menghajar habis Aditama namun aksinya dihalau oleh banyak polisi, huru hara sempat terjadi disana.
"Brengsek, awas kau, akan aku hancurkan Aditama Grup!" hentak Ryan penuh emosi.
*
Setelah Adinda sadar, Ryan membawa pulang Adinda, karena hanya Khaliza yang bisa menenangkan ketakutan Adinda yang masih membekas, kemudian pria itu balik lagi ke kantor polisi lanjut ke rumah sakit.
Suasana kantor polisi sangat ricuh dan ramai, dipenuhi oleh banyak wartawan yang sangat ingin meliput berita pertikaian yang sampai menewaskan dua orang putra dan putri bangsawan.
Media televisi dan media sosial tampak heboh terus menyiarkan berita perselingkuhan dan pembunuhan hingga aib mereka terbuka lebar.
Perseteruan itu semakin panas dan histeris saat Deny Sulaiman datang bersama keluarganya ke kantor polisi. Mereka menuntut keadilan atas kematian Frans begitu juga dengan keluarga Vita. Mereka saling ingin baku hantam karena tidak terima dengan kematian anak mereka.
Sementara Aditama benar-benar mengamuk tidak ingin disalahkan, Aditama tetap menyatakan bahwa putrinya tidak bersalah, semua itu karena Frans lah yang memulai segalanya dengan membawa pengacaranya menunjukkan video perselingkuhan Frans dan Vita. Aditama juga menyerang balik keluarga Frans dan Vita, karena setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Nia positif terjangkit gangguan jiwa yang membahayakan manusia.
Pertikaian para konglomerat itu sampai ditangani oleh jendral kepolisian demi memecahkan kasus berat yang viral itu.
__ADS_1
Sementara Ryan lebih memilih menunggu proses kebersihan Frans di rumah sakit, ia terduduk lesu.