Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 53 - Kepo


__ADS_3

Setelah foto itu ter-upload dengan sempurna, Nabila tersenyum kecil dengan kejahilannya.


"Wah sudah ada yang melihat!" Nabila penasaran langsung membuka 1 view.


"Ouh My God 😱" batin Nabila sangat terkejut ternyata orang pertama yang melihat statusnya itu adalah Ryan Alaska, pria yang sebelumnya tidak pernah melihat status ibu dua anak itu.


"Waduh, apa ini bencana yah?" pikir Nabila.


"Tapi, aku pikir Ryan tidak marah lah!" ucap senyum Nabila, tetap tidak menghapus status yang baru saja ia posting, meskipun Ryan sudah melihatnya.


*


Ryan yang masih dengan ponselnya.


"Siapa Dokter itu?" gumam Ryan, Pria itu dengan gaya masa bodoh dan cuek meletakkan ponsel miliknya, lalu memilih rehat di atas kasur, berusaha memejamkan mata, entah mengapa ia tampak gelisah berkali-kali membolak-balik badannya, ke kanan dan ke kiri. Mirip roti can🤤


*


Penjelasan Dr Gunawan akhirnya selesai kepada Adinda.


"Mas Gunawan, kapan prediksinya Adinda akan melahirkan?" tanya Nabila.


"Sekitar Empat bulan lebih!"


"Baiklah Mas!"


"Setelah melahirkan, Adinda yakin akan bercerai dari suaminya?" Tanya Gunawan dalam percakapan rahasia bersama Nabila.


"Hehehehe, sepertinya begitu lah," Jawab Nabila dengan tawa cengengesannya.


"Okey, mungkin nanti kita akan bahas lagi!" jawab senyum Gunawan.


"Sip!"


*


"Alhamdulillah, kondisi anakku baik-baik saja!" ucap syukur Adinda setelah adik kakak itu berada dalam mobil.


"Din, gimana menurut kamu sosok dr Gunawan tadi?"


"Kakak bicarakan soal Masalah hidupku kepada Dokter itu?" tebak Adinda mulai curiga kepada Nabila.


"Yah, kamu jangan salah paham dulu! Kemarin itu Kakak dan Mas Bram benar-benar panik dengan masalah kamu ini, jadi Dokter Gunawan ini adalah teman baik Mas Bram sejak SMA dan enggak tau kenapa, begitu Mas Bram membicarakan masalah kamu dan melihat fotomu, ia bersedia saja, tapi kebetulan, kemarin dia sedang bertugas ke Malaysia jadi terhalang!"


"Maksud kakak?"


"Jika kemarin Ryan tidak ingin menikahi kamu, kami terpaksa akan menikahkan kamu dengan dia, demi menutupi aib itu!"


Reaksi Adinda terdiam dan termenung dengan wajah kesedihan. Hatinya terasa hancur, karena Frans telah membuat dirinya seperti barang bekas yang siap digadaikan kemana saja.


"Karena kakak tau, kamu tidak bahagia kan menikah dengan Ryan?"


"Setelah bercerai dari Ryan, Adinda tidak akan menikah dengan siapapun lagi kak!!" ucap tegas Adinda.


"ii... Iyah baiklah, maksud kakak bukan sekarang, kita tidak perlu memikirkan yang belum terjadi! Mari pulang," ucap Nabila.


Sebelum pulang tetap saja keduanya singgah berbelanja dan makan sejenak, me time berdua.


Tanpa terasa mobil Nabila sudah terparkir di depan rumah Khaliza.


"Belakangan kondisi kesehatan Ayah semakin menurun, Ayah sering bertanya tentang kamu, jika ada waktu, datanglah melihatnya!"


"Setelah sakit, apa dia baru mencari kita?"


"Adinda, sudahlah, tidak ada gunanya memperbesar masalah, sebagai anak, sebaiknya kita mengalah saja, lawan dirimu, jangan terlalu keras kepala seperti ini!" pinta Nabila.

__ADS_1


"Nanti aku pikirkan lagi?" Adinda keluar dari mobil lalu melambaikan tangannya.


"Hati-hati, jangan lupa berikan gift itu untuk dua Keponakanku yang lucu!" seru Adinda dari luar mobil.


Nabila bergerak melaju meninggalkan kediaman rumah Khaliza.


*


Waktu sudah hampir Isya.


Terlihat Ryan duduk santai di teras rumah dengan sebatang rokoknya. Pria itu sengaja duduk disana, kepo ingin menyaksikan kepulangan Adinda dengan siapa?


"Kamu sudah pulang!" sapa Adinda kepada Ryan.


"Hem!" jawab Ryan tanpa menoleh ke arah Adinda dengan gaya cueknya.


Adinda masuk saja dan langsung mendapati Khaliza.


"Maaf yah Mah, Adinda pulang lebih lama!"


"Tidak apa-apa!"


"Mama sudah makan?"


"Sudah!"


"Ouh Iyah, apa tadi kamu tidak izin kepada Ryan?"


"Hem, tidak sih Mah, takut chat Adinda mengganggu!"


"Sekali lagi, biasakan izin yah?"


"Iyah Mah! Adinda ke kamar dulu yah Mah!"


"Silahkan!"


Sehabis Mandi, Adinda ingin menukar pakaian rumahannya, merasa tidak ada siapa-siapa di dalam kamar, Adinda membiarkan pintu ruang ganti pakaian terbuka begitu saja, ia sibuk mencari baju yang benar-benar nyaman di pakai oleh seorang bumil di rumah.


Tidak terduga, terdengar langkah seseorang yang mendekati ruang ganti pakaian. Benar saja, ternyata Ryan juga ingin masuk ke dalam ruangan itu, Adinda yang masih mengenakan pakaian dalam saja, sontak berlari panik menutup pintu dengan keras hingga menabrak dahi Ryan, pria itu juga tidak menduga jika ada orang di dalam ruangan ganti.


"Jedueer!💥"


"Ough!" keluh Ryan kesakitan.


"Aduh!" Adinda merasa bersalah dari balik pintu dengan buru-buru memakai pakaiannya, membuka pintu dengan cepat melihat kondisi Ryan yang sedang meringis.


Dahi Ryan tampak merah dan menonjol kecil.


"Adinda berkali-kali meminta maaf!"


*


Adinda bertanggung jawab dengan hal itu, ia mengompres dahi Ryan dengan es batu. wanita itu terlihat hanya diam saja dan fokus mengobati benjolan Ryan.


"Mana hasil scan USG nya?" tanya Ryan.


Adinda pun memperlihatkannya.


"Jenis kelaminnya sudah terlihat?"


"Aku tidak bertanya?"


Ryan masih tetap fokus melihat hasil scan dan mempelajari tulisan-tulisan disana.


"Apa tidak ada Dokter spesialis kandungan wanita di kota ini?" tanya Ryan mulai kepo.

__ADS_1


"Loh, dia kok tau?" gumam Adinda.


"Dia, temannya Mas Bram," jawab Adinda.


"Mau dijodohkan lagi dengan kamu?" tebak Ryan to the poin.


"Maksudnya?"


"Aku lihat di status Nabila!"


Dengan sigap Adinda mengambil ponselnya dan melihat status sang kakak.


"Haduh Nabilaaa, kamu benar-benar sedang mencari masalah saja!" gumam Adinda langsung mengirimkan chat kepada Nabila agar segera menghapusnya.


"Cari target baru lagi yah?" ucap pedas dingin Ryan, yang selalu sewot jika Adinda dengan pria lain.


"Nyess!" ucapan pedas Ryan begitu melibas di hati bumil yang sensitif.


"Hehehehe, beginilah kehidupan perempuan murahan seperti aku, setelah bosan berpetualang kepada pria-pria pengusaha, kini mencoba pria berprofesi Dokter!" senyum cengengesan Adinda.


"Bosan? Bukannya kamu yang disingkirkan!" ucapan menohok Ryan.


"Jelas-jelas dia yang satu ranjang dengan wanita lain, kenapa jadi mengintrogasi aku?" gumam sebel Adinda.


Adinda kehabisan kata-kata, lebih memilih diam sambil merapikan kompres an air dingin.


"Aku butuh cemilan, mau kerja lagi?" ucap jutek Ryan.


"Iyah, baiklah!"


Tidak berapa lama,


Adinda pun menghidangkan cemilan itu di atas meja kerja Ryan.


"Duduklah!" pinta Ryan.


Adinda duduk dengan tenang.


"Aku sudah transfer biaya kebutuhan pribadi kamu!" ucap Ryan.


"Terima kasih yah!" ucap Adinda.


"Sebentar lagi, pesta pernikahan Frans, apa kau sudah mencari gaun?" tanya Ryan.


"Aku tidak ingin datang, katakan saja aku dalam masalah kesehatan yang sedang mengandung!"


"Tapi Frans akan senang jika kau tidak hadir, dia akan berpikir, kau itu cukup bersedih dan masih menginginkannya."


Adinda terdiam.


"Aku sudah pilihkan butik bagus buat kamu, tinggal pilih saja!" ucap Ryan mengirimkan katalog online ke ponsel Adinda.


"Tanya tidak yah masalah hubungannya dengan Vita, ah buat apa? Ryan itu tidak suka masalah pribadinya di usik, aku tidak perduli lagi dia jalan dengan wanita manapun, aku hanya ingin fokus kepada diriku!" gumam Adinda.


"Ryan, Kita sudah bisa mengurus surat perceraian, tidak terasa aku akan segera melahirkan!"


"Iyah Nanti aku pasti urus!" jawab santai Ryan fokus dengan laptopnya.


"Terima kasih!" ucap Adinda pergi meninggalkan Ryan


*


Diam-diam Ryan mencari tau lokasi praktek dan sosok dr Gunawan SpOG di balik laptopnya dari buku hasil pemeriksaan kandungan Adinda.


kepo 💥

__ADS_1


Mak Kepo💥


🤣🤣 Benar-benar ada yang kepo🤣🤣


__ADS_2