
Ryan mencoba mendorong pelan pintu kamar Adinda, sejenak ia berdiri memperhatikan perempuan itu yang tengah tertidur, tepat membelakangi dirinya.
Ryan mulai menaiki ranjang itu, perlahan membelai lembut rambut halus Adinda.
"Aku minta maaf, meskipun pernikahan ini adalah hal kebencian bagiku, tidak seharusnya aku menjalin hubungan dengan wanita lain, Aku menyesal,"
Ryan mulai menyadari bahwa sebenarnya wanita yang ia cintai selama ini adalah Adinda, rasa ego dan tidak terimanya begitu besar saat mendapati Adinda tengah hamil dengan pria lain.
Keenakan mengelus rambut Adinda, wanita
itu akhirnya terbangun dan langsung berbalik menghadap Ryan, ia sedikit terkejut.
"kamu sudah pulang?" tanya Adinda bangkit dan bersandar.
"Hem!"
"kenapa tidak ketuk pintunya?" tanya lembut Adinda.
"Hem...tidak dikunci kan!" jawab santai Ryan dalam tatapan kebucinan.
"Bagaimana keadaan mu, Mama sudah menjelaskan semuanya?" tanya Ryan.
Adinda terlihat diam dengan wajah masamnya.
"Terima kasih yah! Aku cukup takjub, kamu benar-benar menyayangi Mama, kematian anakmu, kau masih bisa bersabar namun saat mendengar ada seseorang yang begitu entengnya menghina ibuku, kau benar-benar tidak terima."
"Aku pikir kau akan membelanya, perempuan itu kan kekasihmu!" ucap jutek Adinda membuang wajahnya.
Ryan menunduk dan terdiam sejenak.
"Katanya, jika sudah menikah dan berhubungan badan, tidak boleh ada yang ditutupi lagi, semuanya harus jujur dan terbuka, baiklah aku akan jujur semuanya tentang diriku kepadamu!"
Adinda terdiam menatap Ryan.
"Aku dan Vita tidak punya hubungan Apa-apa!" ucap Ryan menatap tajam ke arah Adinda. keduanya saling memandang
__ADS_1
Adinda mengambil ponselnya dan menunjukkan foto mesra Ryan yang sebagian dikirim via email.
"Seperti apa standard pacaran mu, apa berpelukan dan berciuman itu hanya sebatas teman?" tanya Adinda.
"Kamu cemburu yah?" tanya Ryan.
"Tidak, lagian itu hak kamu, aku tidak punya andil untuk melarang, apa lagi sampai cemburu, aku hanya tidak habis pikir dengan gaya pacaran para pria kaya seperti kalian, begitu suka mempermainkan wanita!"
"Tapi itu tidak serius, hanya sebuah permainan saja!" jawab Ryan.
"Ok, aku hanya ingin jujur sama kamu, tolong dengarkan saja!" pinta Ryan membuat Adinda kembali diam.
Suasana sejenak hening.
"Aku sadar, aku ini tidak lebih baik dari Frans, bisa dikatakan, seorang bajingan, mafia, pendosa berat, semua bentuk kejahatan sudah pernah aku lakukan, mulai dari membunuh, berjudi, minum-minum keras, merampas, pengguna obat-obatan terlarang, berzina, bertato, semuanya pernah aku lakukan, bukan karena dicoret dari keluarga Woong, tapi aku tidak suka dengan nama Tan Woong lagi, nama itu adalah nama masa lalu ku yang penuh dosa, aku ingin menjadi Ryan yang jauh lebih baik, move on dari kehidupan masa kelam itu, wajar jika Mama saat ini terkena serangan jantung, itu semua, karena aku, aku lah yang menyebabkannya, hingga ia menjadi menjadi seperti ini, jantungnya begitu sakit, ia tidak bisa tidur, karena selalu memikirkan ku (Ryan hanya menunduk)
Semua yang tenggelam di dunia hitam, tidak ada yang masih perjaka, aku sudah pernah tidur dengan dua orang wanita, kamu lah yang ketiga dan aku harap itu yang terakhir. Aku memang bercumbu dengan Vita tapi tidak melakukan hubungan suami istri dan jujur aku menyesal, padahal aku sudah berjanji kepada diriku sendiri bahkan kepada Tuhanku, agar tidak mengulangi itu lagi. Tapi apakah untuk merubah lebih baik itu semudah membalikkan telapak tangan, apakah kehidupan masa lalu harus di bawa-bawa untuk membina masa depan. Aku tidak lagi meneguk alkohol karena bagiku, dia sudah membunuh Ayahku, aku tidak ingin mengulang jejak yang salah dari seorang Ayah. Aku sangat bersyukur, memiliki ibu yang luar biasa, bagiku dia seperti separuh nyawaku?"
Ryan juga menunjukkan berapa kekayaan dan tabungan yang ia miliki saat ini dan pekerjaan apa saja yang sedang ia tangani.
"Tapi kali ini tabunganku bakal terkuras habis untuk membayar pinalti putus kontrak perjanjian dengan X-Tren dan JFlash, semua itu ku lakukan demi kamu?" ucap Ryan kembali menegakkan kepalanya menatap Adinda.
"Aku minta maaf jika sering marah, terlihat membencimu dan selalu menghinamu, mungkin itu semua karena aku terlalu mencintaimu, aku cemburu, aku cemburu jika kau bersama pria lain, bahkan tidur bersamanya," ucap Ryan.
Tanpa ragu lagi, Ryan mengambil tangan Adinda dan meremas lembut tangan halus itu, sambil berkata;
"Aku mencintaimu, mencintai dan menyayangi wanita bernama Adinda Aira buka Vita Ayunda!" ucap tegas Ryan membuat Adinda tidak bisa berkata-kata, tampak tegang, jantungnya terus berdebar-debar.
"Kita sudah menikah resmi, kau adalah istriku, aku janji sebisa mungkin akan menjadi sosok suami yang selalu bertanggung jawab, setia dan selalu ada untukmu!" ucap Ryan mencium cincin pernikahan mereka yang masih melekat di jemari Adinda.
("Cihuy💃💃" Musik percintaan pun mengiringi mereka)
"Aku tidak pernah sejujur ini tentang masalah pribadiku kepada siapapun, bahkan kepada ibuku sendiri, aku juga tidak ingin menjelaskan tentang kelebihan yang ku miliki karena bagiku kelebihan seseorang itu pasti sudah bisa terima!" ucap Ryan.
__ADS_1
Adinda hanya terdiam tak mampu bicara lagi, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan terbayang dengan kata-kata manis Frans serta mantan pacar Adinda sebelum Frans, keduanya juga pernah berjanji setia dan akan menikahi Adinda namun sayangnya, mereka merusak kepercayaan itu dan pada akhirnya memilih menikah dengan perempuan lain, kata-kata Ryan seperti de ja vu bagi Adinda yang membuatnya trauma untuk kembali melangkah mencintai lagi, meskipun Ryan sudah resmi menikahinya juga dalam jantung yang berdebar-debar.
"Aduh!" ucap keluh Adinda, memegang kepalanya.
"Kamu kenapa?"
"Hanya sedikit pusing, aku ingin istirahat dulu yah!" pinta Adinda dengan raut wajah memelas.
Ryan terdiam dan akhirnya mengangguk.
"Yah sudah, kamu istirahat lah?" ucap Ryan memastikan Adinda terbaring dengan selimutnya, pria itu sedikit malu dengan cepat menutup pintu kamar Adinda.
"Sebenarnya, dia menerima cintaku atau tidak?" gumam penasaran Ryan, ia masih berdiri di pintu.
*
Ryan sudah mengatur pertemuan Vita dan Frans untuk urusan selanjutnya.
Sejak perkelahian antara Vita dan Adinda, terbongkar bahwa Vita adalah orang ketiga yang ingin menghancurkan rumah tangga Ryan Alaska dan Adinda Aira, skenario ini dilakukan oleh Ryan sendiri dibalik layar, dengan caranya yang jitu yaitu membayar cyber liar media sosial. Hal itu justru menjelekkan nama perusahaan JFlash dan merusak reputasi nama baik Vita Ayunda.
Sore menjelang Malam terlihat Vita dengan raut sebel akan segera menjumpai Frans, ia mulai berpikir dan berkata dalam hati;
"Bagaimana jika aku merayu Frans malam ini agar ia segera memutuskan hubungan kerjasama dengan X-Tren, Awas kamu Ryan, kenapa Nia juga cuci tangan dan diam saja saat aku mendapatkan serangan seperti ini," gumam sebel Vita merasa tidak mendapatkan pembelaan.
Selain urusan kerja, Vita berusaha menjumpai Frans di kantornya, namun pria itu tidak ada, ia sedang berada di Apartemen pribadinya. Vita berusaha terus mencari lelaki itu.
Saat Vita ingin sampai di Apartemen Frans, terdengar suara pertengkaran kecil antara Nia dan Frans, lalu Vita buru-buru meninggalkan Apartemen itu. Lama bersembunyi dan duduk diam di dalam mobil, kemudian ia memastikan Nia telah pergi dengan ajudannya, Vita mulai melangkah menuju Apartemen Frans, menutup wajahnya dengan selendang.
Kondisi Frans malam itu cukup stress, tampak ia sedang minum menenangkan pikirannya yang banyak. Frans cukup kecewa karena Ryan telah mencintai Adinda serta Nia yang terus mengatur keuangan dan perusahaan Frans dan tidak mengerti tentang dirinya.
"Tlililit!" Panggilan datang dari Vita. Wanita itu berpenampilan sexy.
*
*
__ADS_1
*
Wow😅 apakah yang akan terjadi guys.