
Kedua pria itu, masing-masing mulai menghisap rokok mereka dan Aditama tetap menyuguhkan minuman teh untuk kesehatan dalam menyambut kedatangan Ryan Alaska.
"Jadi Lim sudah mengangkat mu kembali?" tanya Aditama.
"Begitulah putaran kehidupan, semua yang pernah terjadi tidak akan mungkin bisa kembali lagi, yang harus kita lakukan adalah, memperbaiki jalan kedepannya! Apapun yang terjadi, Adinda sudah menjadi bagian dari diriku, seperti apapun masa lalunya, aku sudah menerimanya, artinya siapapun yang berani mengusik kehidupannya, itu sama saja sedang mengancam kehidupan ku juga!" ucap tegas Ryan.
Mendengar hal itu, Aditama hanya tersenyum tipis, sejujurnya ia lebih menyukai Ryan lah yang menjadi menantunya daripada Frans Albar.
"Cukup disayangkan andalan Lim Woong bisa tunduk kepada seorang wanita bekas temannya sendiri!" celoteh santai Aditama.
"Kita tidak perlu melebar membahas hal-hal yang tidak penting!" bantah Ryan.
"Lantas, sebagai seorang Ayah, aku bisa apa? selain membiarkan maunya Nia seperti itu, ia hanya berusaha sedang menyembuhkan lukanya.
"Aku pikir saat itu kau sudah tau, tapi sebagai Ayah, kau cukup terlalu bodoh membiarkan putrimu menikahi pria seperti Frans yang tidak bisa tidur dengan satu wanita, harusnya kau membuat perhitungan kepada Frans bukan kepada Adinda, dia benar-benar tidak tau jika Frans adalah tunangan Nia, ia hanya seorang korban."
"Suatu hari nanti kau akan tau, seperti apa jika menjadi seorang Ayah!"
"Tapi setidaknya seorang Ayah punya otoriter untuk perlindungan putrinya! Sama seperti aku sebagai seorang pria, yang punya cara sendiri untuk melindungi keluarga ku!"
Aditama terdiam dengan gaya dinginnya.
"Cabut semua pemberitaan mengenai Adinda jika tidak? kita akan saling membuka aib;
Aku juga punya data skandal *** Nia yang juga pernah terjadi bersama seorang CEO berstatus suami orang lain atau skandal dirimu juga bersama sekretaris mu, sekitar 5 tahun yang lalu, lanjut pembongkaran kasus pencucian uang dan penggelapan dana keuangan kerja sama pembangunan Apartemen bersama Woong, Aditama Group juga pernah terlibat penggelapan barang Import dan eksport!" ucap Ryan membuat Aditama terdiam.
"Dia bisa tau tentang skandalku yang pernah tejadi, padahal aku sudah benar-benar membersihkannya, ini bocah bukan sembarang bocah, pantas saja Lim begitu kehilangan kendali tanpanya, kecerdasannya benar-benar menurun dari sosok Yong!" gumam Aditama terlihat tidak berkutik saat Ryan sudah kembali kepada jati diri Woong.
"Tuan Aditama yang terhormat, semua orang di muka bumi ini adalah pendosa, jadi tidak perlu sibuk membuka aib orang lain, jika aib diri kita ternyata lebih banyak dan jauh lebih memalukan. Tanya saja kepada diri kita sendiri, kenapa setiap keburukan itu datang menghampiri, itu bukan karena kesalahan orang lain, melainkan kita memang pantas untuk mendapatkannya!" ucap dingin Ryan dengan gaya bad boy nya.
Ryan bergegas berdiri,
"Aku tidak mau tau, besok masalah ini, sudah selesai dan tidak terdengar lagi di telingaku?" ucap Ryan bangkit dan meninggalkan Aditama.
*
Terlihat Frans sedang tergesa-gesa mengambil beberapa barang-barang penting dari rumahnya saat menikah dengan Nia.
"Apa yang kamu lakukan!" hardik Nia kepada Frans.
Frans tampak diam saja, tetap melanjutkan aktivitasnya mengambil barang penting dan memasukkannya ke dalam koper. Pria itu berniat pergi dan sudah menceraikan Nia secara ucapan.
Nia menarik tangan Frans.
"Dan sudah berapa wanita yang kau tiduri!" jerit Nia.
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu, sebaiknya kau lebih baik mencari pria yang bisa hidup bersama mu!" ucap Frans.
"Fraaaans!" jerit Nia, menolak keras Frans dari belakang hingga pria itu tersungkur.
"Kau masih mencintai si pelacur Adinda itu kan!" teriak Nia.
"Dia bukan pelacur, dia wanita baik-baik!" Frans bangkit dan mencekik pipi Nia.
"Sudah cukup kau membuatnya menderita, jika kau mencelakainya lagi, aku yang akan membunuhmu!" ancam kerasa Frans kepada Nia.
"Eh! Bajingan kau, pria brengsek!" jerit Nia kesetanan balik menyerang Frans.
Frans bergegas mengambil kopernya dan keluar dari kamar Nia, membiarkan wanita itu histeris sendiri di kamarnya. Frans pergi dengan mobilnya.
*
Sebelum kembali pulang, Terlihat Ryan singgah di sebuah toko kue dan bunga untuk Mama tercinta dan istrinya, jika Khaliza suka dengan Bakpao, Adinda suka dengan kue tar kecil, pria itu terlihat sibuk memilihnya.
Sesampai di rumah, Ryan langsung di sambut hangat oleh Ibu dan istrinya, kedua wanita itu tampak merindukan sosok Ryan yang sudah hampir satu Minggu di kota Paris meninggalkan mereka, namun Adinda terlihat masih malu-malu untuk menyapa Ryan.
Dua wanita itu, juga senang dengan apa yang di bawa oleh Ryan.
Ryan menjelaskan berbagai berkas peralihan itu kepada Ibunya dengan detail.
"Mah, Alhamdulillah semua sudah selesai, kita harus berangkat ke Singapura!"
"Jika mereka tidak menerima Mama sama artinya tidak menerima aku juga!" ucap Ryan menyentuh lembut tangan ibunya.
*
Meskipun Adinda merasa ingin berpisah dari Ryan tetap saja ia tidak bisa menutupi dirinya yang malam itu berdandan cantik untuk menyambut kepulangan sang suami.
"Kenapa telpon ku tidak pernah di angkat!" ucap Ryan dengan wajah datarnya.
"Aku...Maaf! Aku hanya ingin sendiri!" ucap Adinda.
Ryan tampak dingin.
"Tolong jangan marah?" ucap Adinda mengejar lelaki itu.
Ryan langsung menjatuhkan dirinya di kasur, pria itu berpura-pura merasa kesakitan.
"Aduh...Aduh...!"
"Kamu kenapa?" ucap panik Adinda.
__ADS_1
Ryan langsung menarik paksa tangan Adinda dan memeluknya erat sambil berkata-kata;
"Aduh, jantungku sakit banget, menahan rindu, terserang cinta!"
Seketika itu pula wajah Adinda memerah, namun ia tidak bisa menepis rasa senyumannya, bahwa perempuan itu juga sangat merindukan sang suami.
"Kamu jangan pernah takut, aku janji, selama aku ada disamping mu, aku akan selalu ada buat kamu!" ucap manis Ryan.
Mendengar hal itu, hati Adinda sedikit lega.
Pria itu kembali mendekap kuat Istrinya.
Keduanya saling bergulat di atas kasur, tertawa riang bersama terlihat begitu mesra.
Saat Ryan ingin mengajak bercinta.
"Mandi dulu!!" Jerit manja Adinda malu-malu menarik bangkit Ryan dan mendorongnya ke kamar mandi.
Adinda langsung mempersiapkan pakaian Ryan. Setelah selesai, Ryan langsung menghampiri istrinya.
"Yuk, main Yuk?" Ajak Ryan.
"Ma...ma...main apa?"
Ryan tersenyum manis.
"A...Apa kamu tidak makan dulu?" tanya gugup Adinda.
"Kalau makan kamu, boleh enggak!"
Adinda tersenyum.
"Mau, menolak tapi...aku juga ingin!" gumam Adinda.
Keduanya kembali melangsungkan hubungan kemesraan yang indah.
*
Malam itu tidak terduga, Akhirnya Nia mendapati rekaman bercinta Frans dan Vita di kantor Frans sendiri, Nia sudah membayar seseorang untuk memasang kamera kecil di ruangan kerja Frans.
"Prak!" Ponsel Nia terjatuh...
__ADS_1
"Vita, ternyata kau juga wanita sampah bahkan lebih busuk dari Adinda aku akan segera menghabisi kalian berdua ku dengan caraku, bersenang-senanglah bersama bajingan itu," ungkap Nia yang sudah sangat meradang.
*