Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 90 - Penculikan


__ADS_3

Perusahan Aditama Group mulai merapat kembali kepada Woong group di bawah pimpinan Ryan Alaska khususnya di kota Jakarta. Namun Ryan sudah enggan untuk bekerjasama dengan Perusahaan yang dulu menganggap dirinya mirip seperti sampah.


Vita yang sudah merasa tidak nyaman beberapa hari ini, selalu mendapati seorang asing yang sering mengikutinya yaitu para Bodyguard Aditama.


Vita ingin meminta perlindungan kepada orang tuanya, namun ia tidak berani, karena scandal hubungan gelapnya bersama Frans bisa merusak reputasi JFlash yang ada di California dan Jakarta, tentu ia tidak ingin menyusahkan orang tuanya hanya karena masalah pribadi yang cukup memalukan.


Malam itu Vita berusaha menelpon Frans, keberadaan mereka penuh dengan intaian tersembunyi dari perintah Aditama yang sangat marah, karena mereka telah menyakiti hati putrinya. Frans juga sudah diusir oleh Deny Sulaiman karena tingkahnya yang sangat memalukan keluarga. Kehidupan pria itu benar-benar frustasi hanya karena salah melangkah dan benar-benar dalam kehancuran, reputasinya hancur karena scandal yang ia ciptakan sendiri.


*


"Frans, mana bodyguard X-Tren, mengapa kamu diam saja, tidak memerintahkan mereka untuk melindungi aku, apa kau tidak tau jika hidupku saat ini sedang terancam oleh Nia?" ucap Vita dengan lantang.


"Aku tidak bisa!" ucap santai Frans.


"kenapa, kenapa kau tidak bisa?"


"Karena aku tidak bisa mengendalikan X-Tren lagi sepenuhnya, semua sudah di tarik oleh Papa ku!"


"Apah?


Dasar pria tidak berguna, kau benar-benar tidak berguna, aku sangat menyesal!" makian kasar Vita.


"Heh, kenapa kau baru menyesal sekarang, bukankah semua ini juga karena rencanamu, aku juga terjerat dengan akal bulusmu yang licik itu?" tuduh Frans kepada Vita.


"Dasar pria bajingan?" bentak Vita tidak ingin disalahkan setelah ia sempat menjadi budak nafsu lelaki itu di atas ranjang.


"Apa kau tidak menyadari, siapa sebenarnya diantara kita yang lebih bajingan, kau atau aku, kau tidak sadar, bahwa kau telah mengkhianati sahabatmu sendiri yaitu Nia dan juga ingin menghancurkan Ryan, Ryan mantan kekasihmu sendiri yang dulu banyak sekali membantumu, tapi ketika dia terbuang, kau pun mudah membuangnya, Untungnya Ryan sudah kembali kepada keluarga Woong tentu kekayaannya sudah tidak perlu lagi diragukan, jadi jelas, semua yang kau rencanakan itu sama sekali tidak berpengaruh pada dirinya. Oh Iyah dan satu lagi, kau juga telah membunuh anakku, anak yang ada di dalam kandungan Adinda.


Kau memang sengaja ingin menghancurkan ku dengan mendatangi kediamanku di Apartemen malam itu! Sekarang, kau tidak perlu minta perlindungan, selamatkan saja diri kita masing-masing," ucap tegas Frans membuat Vita Ayunda terdiam.


"Trup!" Frans langsung mematikan percakapan via telpon mereka.


"Dasar lelaki bajingaaaaaaaaaaaaan!" jerit Vita seperti orang kesurupan dan cukup stress.


*


Sesuatu hal ketakutan mulai menghantui dirinya, malam itu juga, ia ingin melarikan diri dengan memesan tiket pesawat menuju California namun hal itu sudah terbaca oleh Inteligen Aditama.


Vita mendapatkan sergapan terselebung oleh Bodyguard Aditama di rumahnya sendiri.


"Lepasin, siapa kalian, lepasin aku!" jerit Vita berusaha berontak. Wanita itu sendiri dibawa paksa oleh para pasukan Aditama mirip seperti Adinda dulu yang juga menjadi korban perselingkuhan Frans.

__ADS_1


*


Vita yang sedang terikat langsung dihadapkan oleh Nia Devira yang sudah ingin menerkam Vita sebagai sahabat yang berkhianat.


"Nia dengarkan aku dulu, aku...aku tidak bermaksud tidur dengan Frans, dia yang selalu mengajakku!" ucap Vita berusaha membela dirinya.


"Prak!" tampar keras Nia kepada Vita. Putri Aditama itu tidak perduli dan langsung menjambak lalu mencekiknya dengan kuat.


"Lebih baik kau mati saja! Aku sudah cukup banyak membantumu, tapi apa yang kau berikan, kau justru menikam ku dari belakang, br*ngsek!" teriak Nia begitu emosi.


"Uhuk...Uhuk...!" Vita terbatuk-batuk menahan kesakitan yang luar biasa, ia tidak bisa bernafas.


Namun Nia masih membiarkan Vita untuk hidup dan mengurungnya di sebuah lokasi rahasia atau gudang lama, ia berniat ingin kembali menangkap Adinda dan Frans, agar membuang ketiganya secara bersamaan.


"Nia lepasin aku, aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi...Niaaaaaaa!" jerit histeris Vita di gudang lama itu, suara permohonan Vita terdengar seperti angin lalu di telinga Nia.


Vita dalam penjagaan yang cukup ketat dan rapat oleh para pengawal.


*


Beberapa hari ini, Ryan tidak mendapatkan izin dari Adinda untuk memakai baju saat tidur di malam hari, ia harus bert*lanjang dada setiap malam agar Adinda bisa puas mencium aroma keringat Ryan sampai pagi, Ryan tidak bisa menolak, karena jika menolak, Adinda langsung merengek-rengek bak anak kecil, terpaksa pria itu harus menuruti keinginan yang tidak wajar dari sang istri. Alhasil ia pun masuk angin. Suka muntah kosong di pagi hari dan badannya terasa lemas, Adinda terpaksa memijat dan mengeroki Ryan.


Wajah masa bodoh wanita itu hanya bisa menggeleng.


"Lebih sexy saja!" senyumnya cengengesan.


"Apa kamu ada kelainan jiwa!" tuduh Ryan.


"Ih, Enggak!" Adinda memukul manja bahu Ryan.


"Ah badanku benar-benar masuk angin dan kurang nyaman?"


"Kentut kan saja!" ucap ceplos Adinda.


"Kentut juga enggak bisa!" ucap meringis Ryan benar-benar tersiksa.


Kondisi Ryan kurang sehat, Padahal beberapa hari lagi mereka akan berangkat ke Singapura untuk menandatangani semua berkas hak waris Yong.


*


Tidak tahan dengan hal itu, Ryan akhirnya menceritakan kebiasaan aneh Adinda kepada ibunya. Khaliza hanya tertawa lucu menanggapinya.

__ADS_1


"Bukannya kasihan, Mama malah tertawa!" ucap sebel Ryan.


"Coba suruh Adinda cek kandungannya?"


"Ma..Maksud Mamah?"


"Mungkin ia mulai hamil lagi!" jawab Khaliza.


*


Pria itu kembali ke kamar dengan tersenyum-senyum menatap sang istri sampai Adinda merasa seperti ada yang aneh dengan Ryan.


"Aku sudah tau, mengapa kau suka mencium keringatku?" tuduh Ryan kepada Adinda.


"Ke...ke...Napa?" ucap gugup Adinda


"Kata Mama itu bisa jadi tanda-tanda kehamilan?"


"Enggak mungkin, enggak nyambung dong, Ahahahaha!"


"Apa yang tidak mungkin, kita kan sudah mencoba berbagai banyak gaya, bahkan gaya semut beriringan juga sudah kita praktekkan!" ucap kocak Ryan, jangankan pembaca, Adinda saja juga bingung dengan gaya itu, ia hanya terdiam.


"Kamu tinggal pilih, mau di bawa ke dokter kandungan atau ke dokter psikiater?" Ryan menawarkan.



"Aku ini tidak gila!" Adinda tersenyum geli, mencubit pucuk hidung Ryan.


*


Siang itu juga, Ryan memaksa Adinda menuju dokter kandungan.


"Ryan nanti saja, di test dari rumah juga bisa kok?"


"Aku butuh kepastian dari ahlinya?" ucap tidak sabar Ryan.


Khaliza hanya tersenyum bahagia dengan kegaduhan kecil mereka.


"Ya Allah inilah yang dinamakan manis dari sebuah kepahitan, semoga Adinda memang benar-benar hamil, aku bahagia sekali!" ucap Khaliza.


*

__ADS_1


__ADS_2