Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 81 - Pada akhirnya


__ADS_3

Ryan berdiri di sebelah Adinda,


"Jadi sekarang kamu sudah beneran bisa masak?" tanya lembut Ryan mengagetkan Adinda. Wanita itu sempat terkejut dengan kehadiran Ryan yang sudah ada disebelahnya.


"Begitulah, ini buat Mama!"


"Buat aku?"


"Nanti enggak enak, kamu enggak mau makan!" ucap pasrah Adinda.


"Hehehehe, enaklah!" ucap Ryan terus memperhatikan tangan Adinda dalam memotong sayuran.


Reflek Adinda tampak tegang karena Ryan begitu fokus memperhatikannya.


"Aku enggak bisa masak kalau kamu ada disini, pergi sana jauh, ayo pergiiii!" senyum Adinda malu-malu, menarik tubuh Ryan keluar dari area dapur.


"Apa hubungannya?" ucap Ryan dengan senyum manisnya juga.


"Aku tidak bisa masak jika dilihatin orang!"


Pria itu hanya geleng-geleng kepala.


*


Setelah Vita keluar dari Apartemen. Frans duduk melamun dengan hembusan asap rokoknya, ia juga salah satu orang yang melihat status kebucinan Ryan di ponselnya. Wajah tertekuk itu melukiskan jauh di lubuk hatinya penuh kecemburuan bahwa ia benar-benar menyesal telah mengabaikan Adinda sampai dengan kehilangan anak yang ada di dalam kandungan wanita itu. Meski sudah tidur dengan beberapa wanita, puas bercinta bahkan menikah dengan salah satu putri konglomerat yaitu Nia Devira, tetap saja Frans tidak bisa menepis perasaannya bahwa wanita yang dia cintai adalah Adinda, apalagi wanita itu tidak hanya bisa sebagai pemuas nafsunya namun begitu perhatian dan nyaman diajak berbicara.


Tidur dengan Vita hanya sebagai pelampiasan rasa kepanikan dan stress Frans yang tidak mendapatkan tujuan hidupnya dan Adinda yang tidak bisa kembali lagi kepadanya.


Frans yang tamak hingga terjerat dengan rasa nafsu ingin memiliki kekayaan dan kekuasaan yang tinggi akhirnya tidak mendapatkan apapun, karena Aditama cukup cerdas, tidak mewariskan aset perusahaan terbesarnya kepada Nia, hal itu membuat Frans cukup kecewa di tambah lagi ia tidak menemukan cinta dan kebahagiaan selama menikah dengan Nia.


Apa yang Frans rencanakan tidak sesuai dengan apa yang ia dapatkah, Belum lagi banyak masalah di tubuh X-Tren, masalah hidup Frans semakin clop ketika Ryan tidak ingin mengembalikan Adinda untuknya. Frans benar-benar tidak terima, karena ia baru menyadari Adinda perempuan yang begitu perhatian kepada dirinya.


"Uwaaaaaaaaaa!" jerit stres Frans menjatuhkan bangku dan meja di sana. Ia seperti sudah kehilangan arah kehidupan hingga tersungkur sendiri.


"Setelah menghancurkan GMC aku akan membunuh Ryan, dia tidak boleh bahagia apalagi menang dariku!" ucap Frans bangkit mengambil pistol simpanannya.


"Ahahahaha. Ahahahaha" tawa stres Frans mirip seperti orang gila.


Semakin hari hidupnya semakin menuju kehancuran.


*


Makan siang.


"Hem, sup nya enak! Waaaah, akhirnya kamu sudah bisa memasak," puji Khaliza.


"Hehe, Ini kan resep dari Mama!"


"Hanya kurang lada sedikit saja!" pinta Khaliza


"Sip!" Adinda langsung menabur sedikit lada sesuai permintaan ini mertuanya itu.

__ADS_1


"Hem, ini baru pas!" ucap Khaliza.


"Oh Iyah, Mana Ryan, kalian tidak kemana-mana hari ini?" tanya Khaliza.


"Belum tau Mah! Sebentar Adinda panggilkan yah Mah!"


*


Di dalam kamar, terlihat Ryan sedang serius menelpon Crush.


"Semua berkas penyerahan sudah jatuh Atas nama Tan Woong, kamu bisa langsung mengeceknya sendiri, namun ada beberapa berkas yang wajib kamu tandatangani juga bersama ibumu, Woong mempercayakan semua berkas hak waris kepada pengacaranya Fernand Gaston (Prancis) dan menyimpannya di kota Paris, kapan kau ada waktu, kita harus berangkat kesana!"


"Crush, terima kasih banyak, kamu sudah menjadi bagian dari keluargaku!"


"Sama-sama, Tan, aku hanya ingin kau bahagia, tidak pantas seorang Tan berada dalam naungan perusahaan lain apalagi sampai memperlakukannya seperti anjing!"


"Terkadang hidup harus merasakan hal seperti itu!"


"Kamu benar!" ucap Crush.


"Tapi aku merasa malu dan....!"


"Ini hakmu, kau berhak memilikinya!" ucap Crush.


"Bagaimana kondisi Lim?"


"Apa kau mengkhawatirkannya!"


"Datang saja, aku pikir ia juga merindukan mu!"


percakapan mereka pun selesai. Mata Ryan sempat berkaca-kaca, ia tidak percaya semua begitu mudah.


*


Saat Ryan berbalik, Adinda sudah berdiri dibelakangnya.


"Mama sudah menunggu di meja makan!" ucap Adinda.


Keduanya keluar bersama.


Mereka mulai makan siang bersama.


"Aduh!"


"Kenapa?" tanya Khaliza.


Aku tidak tau kenapa tangan sebelah kananku tidak bisa digerakkan!" canda Ryan langsung membuat Adinda panik.


"Tangan yang mana?" tanya Adinda.


"Sebelah kanan!"

__ADS_1


Tidak tega melihat Ryan, akhirnya Adinda menyuapi pria itu hingga perutnya kenyang.


Khaliza hanya geleng-geleng kepala melihat aksi modus manja sang anak. Khaliza tetap tidak ingin mencampuri urusan pribadi mereka.


*


Ryan juga menceritakan apa yang disampaikan oleh Crush.


"Adinda kau mau kan, temani aku!"


Wanita itu mengangguk cepat


"Apa kau senang sekarang?" tanya Khaliza.


"Terima kasih, ini semua berkat doa dari Mama, kita harus buat jadwal ke Singapura!"


Khaliza mengangguk.


*


Hari libur Ryan, pria itu berniat ingin mengunjungi beberapa aset Woong yang telah di wariskan Chen kepada putra pertamanya yaitu Yong Woong, Yong yang sudah meninggal maka secara otomatis semua aset saham itu jatuh ke tangan Tan Woong.


Saat sedang memakai sepatu.


Khaliza datang menghampiri Ryan.


"Ryan, apa kamu sudah memberitahu Adinda, apa saja aset yang di wariskan kepada Papamu!"


"Belum Mah!"


"Iyah lebih baik begitu!" ucap Khaliza.


(Aset turun temurun Chen yang di wariskan kepada Yong Woong di Indonesia diantaranya, ada 5 Apartemen dan 2 hotel mewah di Jakarta, 4 Showroom berpusat di Singapura cabang tersebar di empat kota besar, pusat perbelanjaan (Mall) juga tersebar beberapa kota besar Indonesia dan juga secara online, 5 galery boutique terbaik, Perusahan batubara di Kalimantan, lapangan golf, kapal pesiar dan jet pribadi sebagian masih banyak lagi berada di kota Singapura, Prancis, Belanda belum lagi, aset Ryan sendiri yang sekarang berada dalam genggaman Lim Woong di Singapura)


Akhirnya Ryan kembali kepada jati dirinya yang sesungguhnya, setelah dua tahun lebih menjadi pria biasa, Ryan yang sebenarnya adalah seorang cucu dan anak Sultan yang memilikinya harta tak terbatas.


Tidak heran jika Ryan menjadi incaran manis, para wanita-wanita konglomerat, ia selalu di kejar-kejar oleh wanita selebritis hingga membuat Ryan tidak nyaman dengan wanita, ia selalu menyembunyikan identitasnya menjadi orang lain dan hanya fokus bekerja.


*



"Aku tidak ada pakaian lagi, apa ini bagus?"


tanya polos Adinda.


"Bagus, Nanti kita beli pakaian lagi yah!" senyum manis Ryan.


Keduanya bersiap-siap hendak meninjau aset milik Chen yang diwariskan kepada Yong, Ryan juga sudah mendapat panggilan dari orang kepercayaan Lim yang membantu crush dalam berkas pengalihan kepada Tan Woong.


*

__ADS_1


Tidak lama kemudian Vita mendapatkan panggilan dari Nia, Vita yang tidak tau malu setelah puas tidur dengan suami sahabatnya sendiri mengajak Nia untuk nongkrong bersama membicarakan bisnis mereka.


__ADS_2