Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 18 - Jawaban kegelisahan


__ADS_3

"Katakan saja Nak!" Khaliza memegang lembut tangan Ryan.


"Jika Mama tidak setuju, masih ada waktu untuk tidak melakukannya!" ucap Ryan.


"Apa itu?"


"Ryan akan segera menikah Mah!"


"Masya Allah, benarkah Nak!"


Reflek Khaliza bangkit dari duduknya langsung melakukan sujud syukur lalu kembali tersenyum haru memeluk putranya. Kabar yang sangat membahagiakan Khaliza, namun justru membuat Ryan semakin bingung dan was-was, pria itu terlihat semakin tegang.


"Akhirnya satu per satu doa Mama terkabul, Mama ingin sekali kamu menikah di usia 25 tahun meskipun kau selalu mengatakan ingin menikah di usia 35 seperti usia Papamu, jujur Mama cukup takut dengan perkataan mu itu artinya peluang mu berzina dan tidak memiliki keturunan akan terus terbuka."


"Tapi Mah!"


"Dengan satu syarat kau harus memperkenalkannya kepada Mama sebelum menikah yah!" pinta Khaliza.


Ryan mengusap wajahnya semakin bingung untuk menjelaskan kepada ibunya.


"Mama, dengar dulu penjelasan Ryan, ini bukan pernikahan yang lazim pada umumnya, atau pernikahan cinta sejati seperti Mama dan Papa dulu!" ucap Ryan.


"Maksudnya?"


"Ryan janji, tidak akan melakukannya jika Mama tidak setuju?" ungkap pemuda itu dengan nada penekanan, Khaliza langsung terdiam.


"Mah, wanita ini adalah mantan kekasih Frans, dia bernama Adinda Aira. Mereka berzina dan perempuan itu hamil, hubungan percintaan mereka selain terlarang juga terselubung, tidak ada yang tau.


Mama tau sendiri kan jika Frans itu sudah memiliki calon istri dari orang tuanya, Nia Devira putrinya om Aditama Lukman, perusahaan tambang mereka juga pernah bekerjasama dengan Woong. Sekarang di saat Adinda hamil, Frans akan segera menikah.


Frans takut jika aibnya ini ketahuan dan menjadi penghalang pernikahannya kepada Nia. Nah, disini Ryan menjadi korban, korban untuk menutupi aib Frans, Frans berjanji akan menghidupkan lagi perusahaan GMC jika Ryan bersedia menikahi Adinda dan mengakui kehamilannya itu adalah hasil pembuatan Ryan atau disebut nikah kontrak hanya satu tahun saja.


Frans sudah membuat alokasi dana besar untuk kebangkitan GMC, berkasnya sedang diatur oleh tim finance X-Tren serta pengacara, notaris, kepolisian. Setelah Ryan resmi menikah dengan Adinda, ia sudah akan menyerahkan berkas itu!" Ryan menunduk tidak berani menatap ibunya.

__ADS_1


Khaliza terdiam, menyimak setiap ucapan anaknya. Suasana sempat hening.


"Aku tidak tau Mah, cobaan hidup seperti apa lagi yang akan aku hadapi, ini berat sekali, jujur aku tidak ingin menikah dengan perempuan itu, aku tidak menyukainya, aku benci semua tentang dirinya, dia jauh dari kriteria istri yang aku impikan, setengahnya dari Mama juga tidak ada!" jawab galau Ryan.


Khaliza merangkul erat bahu putranya.


"Apa kau menyetujuinya?"


Ryan mengangguk.


"Kalau kau sudah menyetujuinya, Mama ikut saja keputusan mu!"


"Mama, apa Mama yakin?" tanya Ryan mengangkat kepalanya menatap sang bunda.


"Ryan, tidak semua apa yang kau pikir awalnya buruk, hasil akhirnya juga akan buruk, kita tidak akan tau apa yang terjadi bahkan satu detik ke depan pun.


Contohnya, tidak pernah Mama terpikir malam ini kau pulang memeluk Mama sambil menyerah kotak berlian ini, sama sekali Mama tidak pernah memikirkannya, tapi Allah punya kuasa, Mama juga sudah putus asa dengan harapan Mama yang ingin kau menikah di usia 25 tahun, ini keinginan besar Mama yang tidak Mama sampaikan kepada Kamu, tapi Allah lagi-lagi punya kuasa. Meskipun pernikahan mu semacam ini, intinya kamu menikah dengan perempuan asli, bukan dengan makhluk aneh atau lainnya."


"Tapi Mah!"


Malam itu Ryan terkejut hebat, ia tidak menyangka jika respon ibunya terlihat santai bahkan senang mendengar kabar pernikahannya dengan Adinda.


"Apakah ini tidak salah Mah, menutupi aib manusia?" tanya Ryan.


"Tidak ada yang salah selagi niat kamu benar!"


"Tapi Ryan tidak bisa menggaulinya, Ryan tidak menyukainya, Bagaimana respon Lim jika ia mengetahuinya, banyak sekali yang Ryan pikirkan dan takut menjalani semuanya."


"Mama sudah katakan, tidak ada yang tau cerita kehidupan kita walau sedetik ke depan pun, pasrah, serahkan semuanya kepada Allah, karena dia lah Dzat pemilik hati dan cerita kehidupan ini!"


Ryan terus menatap ibunya.


"Bukankah kau sangat ingin menghidupkan kembali perusahaan GMC, Allah sudah kabulkan, sementara Mama ingin kau menikah di usia 25 tahun, Allah juga kabulkan, semua doa-doa Mama sudah terjawab. Mengapa kau harus menikah dengan perempuan hamil hasil dari hubungan zinanya, mungkin Mama rasa, taubatmu belum lurus dan sepenuhnya, jadi Allah kasih ujian lagi, agar taubat mu semakin lurus kepada-Nya.

__ADS_1


Mama paham, meninggalkan hal-hal buruk itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetap butuh proses, karena kau masih terlalu muda, masih labil berbeda dengan Papamu yang tingkat pemikirannya jauh lebih matang dan stabil."


Ryan terdiam dan begitu menyimak setiap perkataan yang terucap dari ibunya.


"Lebih introspeksi diri Ryan! Sesungguhnya Allah itu sangat mencintai hambanya yang mau bertaubat, karena itu merupakan perjuangan keras dari seorang manusia kembali menuju Tuhannya, tidak mudah."


Ryan Langsung menjatuhkan dirinya di pangkuan Khaliza.


"Terima kasih Mah, Ryan tidak bisa apa-apa tanpa Mamah!"


Khaliza mengelus rambut gondrong anaknya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Sebagaimana Khaliza selalu mengelus rambut Ryan saat mulai bayi hingga remaja bahkan sampai saat ini ia tetap konsisten untuk melakukan hal sederhana itu, kedua bibirnya terus melafazkan doa-doa dan surat Al-Qur'an agar sang putra selalu dilindungi, menjadi anak yang sholeh, dan tetap berada di jalan yang lurus.


"Jangan takut Nak! Arungi lah kehidupan ini dengan sujud mu, maka kau akan sanggup menghadapi kerasnya terjangan badai di samudra terdalam sekalipun!" bisik lembut Khaliza dan tampak Ryan mengangguk.


Sentuhan tulus itu membuat Ryan tertidur pulas, sebuah sentuhan dari sosok ibu yang membuat Ryan harus kembali kepada ibunya, tetap memilih ibunya, meskipun kehidupannya bersama keluarga Woong jauh lebih senang.


***


Malam itu Adinda mulai membereskan pakaian-pakaiannya, ia berniat setelah resign dari X-Tren, ia harus keluar dari rumah kontrakan mewah pemberian Frans.


Saat membongkar isi lemari, Adinda mendapati sisa album foto-foto Frans bersama dirinya. Wanita itu memandangi senyum tampan Frans, tawa, serta canda mereka. Dalam tangis yang dalam, Adinda pergi ke dapur lalu membakar satu per satu foto itu, pertanda ia sudah tidak ingin lagi mengingat lelaki playboy itu.


Cinta itu cukup sakit dan membuat ia jera.


Setelah membakar habis foto-foto kebersamaannya dengan Frans, tidak lama kemudian Adinda membuka ponselnya mencari tau tentang identitas Ryan yang akan menjadi calon suaminya, Adinda teringat dengan ucapan Nabila bahwa Ryan pernah muncul di Singapura. Ada rasa takut Adinda apakah Ryan lebih mengerikan daripada Frans.


Adinda sama sekali tidak menemukan identitas Ryan, sebuah identitas tertutup dan tidak bisa dilacak oleh pengguna akun umum, Adinda terus mencari hingga akhirnya ia membuka sebuah Instagram bernama Ryan Alaska. Adinda sempat ragu membukanya namun ia penasaran dan tidak sabar ingin melihat kumpulan foto Ryan.


Namun apa yang terjadi?? Betapa terkejutnya Adinda ketika isi album foto disana hanya berisi Meme seekor katak yang sedang tersenyum.



"Ih!" ucapan kesal Adinda meletakkan ponselnya di atas meja, ia cukup lelah mencari identitas Ryan di dunia Maya.

__ADS_1


***


Di lokasi yang bersamaan pula, Frans terlihat sedang bercumbu panas dengan Nia Devira, meski belum sah menjadi suami istri namun hubungan keduanya cukup bebas. Tubuh sexy dan tingkah genit Nia yang terus (Nyosor abis) menggoda Frans agar malam itu, Frans menjadi milik Nia seutuhnya.


__ADS_2