
Setelah puas menghajar Vita, Adinda bergerak pergi meninggalkan perempuan itu, namun ternyata duel sengit mereka belum juga usai. Vita Ayunda merasa tidak terima dengan perlakukan Adinda, ia kembali bangkit mengejar dan menolak Adinda dari belakang hingga adik Nabila itu tersungkur jatuh, lanjut Vita menyerang Adinda dengan bringas dalam tamparan yang cukup keras, sehingga aksi mereka dilihat banyak orang yang tersisa di ruangan itu.
Semua sontak menjerit heboh, ada yang sibuk mengambil Video dan ada pula yang yang hanya terdiam saja, menjadikan perkelahian itu sebagai tontonan gratis yang seru untuk khalayak ramai. Diantara mereka, ada juga yang bergegas segera melaporkan kepada pihak keamanan.
Petugas keamanan disana langsung bergerak cepat memisahkan perkelahian Adinda dan Vita yang saling serang.
Khaliza benar-benar terkejut dan bergerak cepat mendapatkan menantunya itu.
"Adinda... Adinda...Adinda!" teriak Khaliza mendekap menantunya.
Petugas keamanan berhasil memisahkan mereka.
Meskipun sudah dilerai, keduanya masih terlihat adu mulut, saling memaki, mengeluarkan ucapan kotor dari mulut Adinda dan Vita.
Khaliza langsung memeluk erat Adinda.
"Sudah...sudah Adinda...kamu jangan begini Nak, istighfar!" ucap sedih Khaliza sambil mengusap-usap kepala Adinda.
"Hiks... hiks...tapi dia sudah membunuh anakku Mah, aku enggak bisa diam saja!"
"Kamu harus sabar, kuat!" bentak Khaliza menyadarkan Adinda.
"Tapi dia juga sudah menghina Mama!" rengek Adinda, Air Matanya terus bercucuran.
"Sudah tidak apa-apa, Mama ini sudah biasa dihina orang! Ayo kita pulang!" ajak Khaliza sambil memenangkan Adinda, langkah mereka menjadi pusat perhatian orang-orang.
yang penasaran mengapa perkelahian itu terjadi.
Akhirnya Khaliza dan Adinda pulang dengan menggunakan taxi. Mobil mereka akan diambil keesokan harinya, Adinda tidak bisa menyetir dalam kondisi tidak stabil, sesampai di rumah setelah membersihkan diri, Adinda langsung tertidur kelelahan dan melupakan semua yang terjadi.
*
Tidak terduga video kegaduhan itu menjadi viral hingga sampailah ke ponsel Ryan yang memiliki link group dari acara Grand Opening itu.
*
Setelah melihat video itu, Ryan merasa khawatir, berkali-kali ia menelpon Adinda namun tidak mendapatkan sambutan, hingga Ryan menelpon ibunya.
Khaliza menceritakan kronologis kejadian itu secara detail dan jujur, membuat Ryan diam berpikir.
"Adinda benar-benar tidak terima dengan hinaan itu sekaligus ia sudah menaruh dendam yang dalam terhadap Vita!" ucap Khaliza.
"Aku akan membantu Adinda!"
__ADS_1
"Ryan, apa kau masih punya hubungan asmara dengan perempuan bernama Vita itu, sungguh perempuan yang tidak memiliki sopan santun!" ucap sebel Khaliza.
"Tidak Mah, dia saja yang selalu menempel kepadaku, aku tidak pernah menyukainya!"
"Syukurlah kalau begitu, Mama benar-benar tidak menyukai wanita itu.
Ryan, jika kamu tidak mencintai Adinda segeralah bercerai darinya, jangan jadikan ia terus menerus menjadi tahanan kamu di rumah ini, Mama takut mental kejiwaannya lama-kelamaan akan terganggu, ia masih terlalu muda, Adinda juga berhak bahagia dan memilih jalan hidupnya, wanita mana yang sanggup hidup bersama pria tanpa status yang jelas, pikiran Adinda cukup kacau saat ini, ia sedang tertidur!"
"Ryan belum siap bercerai Mah!"
"Kenapa?"
"Aku masih butuh dia?" jawab Ryan yang bisa jujur kepada ibunya.
"Jangan terlalu banyak berbelit-belit, jika kau menyukainya ataupun ingin menceraikannya katakan langsung malam ini, Mama sudah lelah melihat pernikahan kalian!"
"Trup!" Khaliza langsung memutus percakapan itu.
Sejenak Ryan berpikir keras bersama lamunannya.
Di area parkiran, terlihat Frans mendatangi kantor GMC dan langsung berjalan menuju ruang Ryan Alaska.
*
"Pak, Tuan Frans tiba-tiba saja datang, ia sedang menuju ke ruangan Bapak!"
"Ok baiklah!"
*
Tidak berapa lama Frans, langsung masuk begitu saja dengan gaya angkuhnya.
Duduk di hadapan Ryan, lanjut menghidupkan sebatang rokoknya.
Keduanya mulai berbicara intens, awalnya mereka fokus membahas pekerjaan, hingga akhirnya kepada masalah pribadi.
*
"Kejadian itu sudah cukup lama, tapi kita baru membahasnya sekarang! Aku tidak tau apakah kita ini tergolong pria yang benar-benar tidak memiliki nyali sedikitpun," ucap Ryan.
Frans tampak bungkam bersama hisapan rokoknya.
"Kita juga sudah tau jika Nia dan Vita bekerja sama untuk menghabisi Adinda dan kandungannya, tapi lagi-lagi kita kaum pria, tidak bisa berbuat apa-apa, untungnya aku datang tepat waktu sehingga masih bisa menyelamatkan nyawa Adinda, meskipun ia harus kehilangan anaknya!" ucap Ryan.
__ADS_1
Frans masih terlihat diam saja lalu akhirnya berbicara.
"Aku menyesal?" ucap Frans.
"Menyesal?" hardik Ryan.
"Yah, seharusnya ini tidak begini!" ucap Frans.
"Hahaha, kau ternyata masih punya rasa penyesalan!" tawa lepas Ryan.
"Frans, kita ini memang pria pengecut yang selalu kalah dengan wanita, kau mencoba bermain api dengan Nia dan Aditama,
tanpa kau sadari, bahwa mereka itu punya gas yang siap meledakkan mu, kapan saja! Sudah dari kemarin aku peringatkan, permainan ini bisa membakar diri mu!"
"Mungkin ini jalan yang terbaik!" ucap Frans.
"Aku tidak ingin Adinda terbakar bersamamu, jadi sampai kapanpun dia sudah berada di genggamanku (Ryan melemparkan berkas perjanjian mereka) Kita akhiri perjanjian ini!
mulai hari ini, GMC tidak bekerja sama lagi degan X-Tren dan aku akan mengganti kerugiannya!" ucap tegas Ryan.
"Hahahaha, kenapa? Ryan, kenapa kau begini, apa kau sudah jatuh cinta dengan Adinda, sudah candu dengan tubuhnya?" Frans balik menertawakan Ryan.
"Inilah yang aku takutkan, kau yang akan kalah, lebih dulu jatuh cinta kepada Adinda!" ucap Frans.
Ryan terdiam dalam tatapan sadisnya.
"Dan kau sengaja mengirimkan Vita pada GMC agar aku dekat dengan wanita itu!" tebak Ryan.
"Tentu, karena Adinda adalah milikku, aku tidak ingin, kau terjerat dengan cintanya?" ucap enteng Frans.
Tampak Ryan mengepal geram tangannya.
"Ryan, bukankah kau selalu menghabisi nyawa seorang pengkhianat, kenapa sekarang kau menjadi seorang pengkhianat? Saat ini Aditama sudah tau tentang sandiwara kita, Jika aku terbakar, kau juga wajib terbakar, karena GMC ada di tangan X-Tren, memangnya kau bisa apa tanpa X-Tren," Tantang Frans.
Ryan bangkit menarik kuat jas area bahu Frans.
"Aku sudah muak mengikuti permainanmu, Frans! Kau lah pengkhianat yang sesungguhnya, kau memang benar, aku sudah jatuh cinta kepada Adinda dan tidak akan pernah melepaskannya lagi dan mengembalikannya ke tangan iblis seperti kamu!" ucap bengis Ryan, siap menghajar Frans.
Frans hanya menanggapinya dengan santai.
"Heh, apa bedanya kau dan aku, kita sama-sama bajingan tidak pantas untuk Adinda!" Tantang Frans.
"Permainan ini telah usai, kita lihat saja nanti, siapa diantara kita yang akan bertahan hidup!" ucap Ryan meninggalkan Frans di ruangannya, ia bergegas pulang ingin melihat kondisi Adinda.
__ADS_1
*
Tepat pukul 20.00 wib Ryan telah menyelesaikan dirinya, lalu bersiap ingin menemui Adinda di kamarnya. Ia sudah bertekad ingin menyampaikan perasaannya malam itu kepada Adinda.